
lalu keluar menghampiri orang tuanya untuk menyambut
"bu pak"
panggil Naya cengengesan lalu mencium punggung tangannya masing masing
"udah selesai mandinya??"
tanya ibu Naya
"udah bu"
jawab Naya
"kak Naya udah selesai?? aku mau mandi ahh"
ucap Tata lalu bangkit
"ada kak Juna Ta, gak tau udah selesai apa belum"
Naya memberitahu
"ok kak, aku tunggu aja"
jawab Tata
tidak lama Juna pun keluar dengan ramput basahnya
"kakak habis mandi??"
tanya Naya menelan savilanya agak tergoda dengan pemandangan habis mandi Juna
"udah sekalian saja, ini juga mau magrib nanti sholat berjamaah ya??"
pinta Juna
yang diamggukan kepala semuanya
"kak aku mandi dulu ya??"
pamit Tata pada Naya
"aku ikut Ta, tadi batal wudhunya"
ucap Naya lalu mengekori Tata ke dalam rumahnya
"kenapa kak?? tampangmu aneh gitu??"
tanya Tata penuh selidik karna melihat Naya ada yang disembunyikam darinya
"gak ada apa apa kok Ta, aku wudhu duluan ya"
ucap Naya lalu masuk kekamar mandi wangi sabun yang dipakai Juna masih menyebar diruangan kamar mandi tersebut
"ok Nay, otakmu jangan omes, belum waktunya"
gumam Naya menyadarkan diri agar tetap waras lalu mengambil air wudhu sedangkan Tata menyiapkan pakaian untuk ganti dikamar mandinya
"udah kak??"
tanya Tata yang sudah melihat Naya keluar kamar mandi
"udah"
jawab Naya lalu Tata pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Juna dan yang lainnya sudah menggelar sajadahnya dirumah ruang keluarga Tata yang bersih dan luas yang dipimpin bapak Naya
selesai sholat magrib karna sudah selesai semua persiapan mereka pun akhirnya bersantai sambil menyambut tamu yang akan ikut serasahan
setelah sholat isya' rombongan keluarga Bagas berangkat menuju rumah Intan keluarga Juna ikut serta mendampingi keluarga Bagas
"fokus nyetir Jun, aku masih belum ijab"
tegur Bagas karna Juna melirik kearah Naya terus menerus yang berada dibelang pengemudi
Juna hanya cengengesan menanggapinya
"kalau kamu bukan pengantinnya aku gak mau nyetir Gas, lebih tertarik dengan bidadariku"
ucap Juna tersenyum
"sabar Jun, gak lama lagi"
Bagas menghibur cengengesan
tidak lama mobil mereka pun sampai dipekarangan rumah orang tua Intan
mereka pun turun dari mobil masing masing sambil membawa berbagai macam barang bawaan serasahan khas jawa tengah yang terdiri dari seperangkat alat sholat pakaian make up dan lain lain
mereka pun disambut semua kerabat keluarga Intan dengan ramah dan menyerahkan barang bawaan ke keluarga Intan dan duduk masing masing mendengarkan sambutan sambutan dari kiayi yang dibawa pihak mempelai pria dan wanita untuk menyampaikan maksud kedatangannya sampai saat sesi penyerahan seperangkat alat sholat dan pakaian untu diberikan langsung kepada pihak pengantin pria ke wanita dan berfoto
"senyum senyum, jangan gemetar Gas"
ledek Juna sambil mengambil foto menggunakan cameranya
"cie cie grogi nie"
ledek Naya dan yang lainnya juga ikut mengambil foto lewat ponsel masing masing
sampai acara selesai dan makan bersama
"kak jadikan nginep dirumahku??"
tanya Tata
"tadi sih aku udah izin bapak ibu Ta, tapi nanti aku coba bilang lagi ya?? semoga boleh "
ucap Naya
"ok deh"
jawab Tata
acara telah usai semua rombongan Keluarga Bagas pamit pulang kerumah masing masing
"ma aku juga mau nginep dirumah mbak Tata ma, besok kan aku juga jadi bridesmaids nya mas Bagas ma, biar gak kejauhan, ma??"
rengek Sukma yang dianggukan kepala oleh Stela
akhirnya mama Juna pun menghela nafas pasrah karna anak gadisnya sejak tadi merengek
"ya sudah kalau begitu, Naya kamu sudah izin ibu bapakmu??"
tanya mama Juna
"sudah ma tadi Nay izin lagi"
jawab Naya nyengir
"ya sudah kalau begitu ibu bapak biar ikut kami saja, kalian biar diantar Juna"
__ADS_1
perintah mama Juna
"siap ma"
jawab mereka kompak termasuk Juna yang ikut ikutan
"kalian itu ya, pusing kepala mama bestie"
ucap mama Juna nyengir yang lain tertawa dengan tingkah wanita paru baya tersebut
akhirnya Juna mengantar Naya dan adik adiknya pulang kerumah Tata untuk menginap dirumahnya karna dirumah ibunya sudah penuh kerabat kerabatnya
kedua orang tua Naya ikut mobil keluarga Juna dan mengantar sampai tujuan dengan selamat
"langsung istirahat jangan banyak ngrumpi ngerti??"
perintah Juna setelah meletakkan Malik dikamar tamu yang akan ditempati Naya dirumah Tata
"siap komandan"
jawab Naya dan yang lain serempak
"selalu seperti ini, siap komandan tapi kalau aku udah pergi kalian jualan kacang didalam kamar sampai tengah malam"
Juna mengoceh Naya dan lainnya tertawa melihat Juna yang cerewet seperti emak emak komplek
"terus aja tertawa kalian, awas aja ya kalau besok kurang tidur terus gak ada yang cantik"
ancam Juna cengengesan
"berisik ah kakak, sudah sana temani mas Bagas, kasian nanti disana gak ada temannya, awas aja ya kak Juna lirak lirik cewek lain disana"
ancam Naya pura pura ngambek
"tidak akan sayang, cintaku hanya padamu, jangan khawatir"
jawab Juna mengedipkan satu matanya
"udah sana kak"
usir Naya lalu mengantar Juna sampai teras
"langsung tidur ya sayang??"
ucap Juna lembut mengecup kening Naya
Naya hanya mengangguk tersenyum
lalu masuk kedalam rumah dan menguncinya dari dalam
"mbak mau ngrumpi gak??"
tanya Stela melihat Naya sudah masuk rumah
"gak aja deh Stel kalau mas mu tau bisa jadi pak kyai dia besok, aku juga capek seharian bantu bantu disini"
ucap Naya pelan tidak enak didengar Tata
"ok deh kalau gitu, besok juga pagi banget lagi, ya sudah kalau gitu kita istirahat aja buat besok"
jawab Stela berjalan bersama menuju kamar masing masing
***
keesokan paginya mereka sudah disibukkan dengan penampilannya masing masing penata rias dari salon yang dipesan Juna datang subuh subuh untuk merias keluarga Bagas dan para pengiring pengantinnya
jam 08.00 pagi mereka sudah selesai dan siap berangkat Juna sudah menunggu sedari pagi dan ia juga sudah rapi dan wangi
"ayo pala ladies less go"
sedangkan Rofik membawa rombongan mertuanya dan kerabat lain
sampai digedung tempat pernikahan Bagas dan Intan semua kerabat sudah hadir hanya menunggu penghulu datang
setelah penghulu datang memasuki ruangan setelah memeriksa semua berkas bapak penghulu pun memulai acara ijab qobul
semua orang yang menyaksikan terasa tegang jantung berdetak semakin kencang ketika bapak Intan menjabat tangan Bagas dan mengucapkan kalimat
tidak kalah dengan Bagas dan Intan mereka berdua benar benar gugup berulang ulang kali Intan meremas kebayanya sambil menghela nafasnya agar lebih tenang dan tidak bikin malu lain dari Bagas ia lebih bisa mengontrolnya dan lebih tenang dari Intan walaupun ia juga gugup
"saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Ahmad Bagaskara bin bapak sulaiman almarhum dengan anak saya yang bernama Intan permata sari binti bapak muhammad zaenuri dengan mas kawin seberat 20 gram dan uang tunai 20 juta dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"
"saya terima nikah dan kawinnya Intan permata sari binti bapak muhammad zaenuri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"
sekali tarikan nafas Bagas mengucap ijab qobul dengan lancar
"bagaimana para saksi??"
ucap penghulu
"sahh"
jawab semua yang hadir seketikan Bagas bisa bernafas lega
"alhamdulillah"
Bagas mengusap wajahnya tersenyum bahagia lalu Intan pun mencium punggung tangan Bagas dan Bagas pun mengangkat tangannya dan menyimpan lima jarinya diatas ubun ubun Intan kemudian Bagas memejamkan matanya sebentar mulutnya mulai membacakan doa membuat Intan seketika tertegun dan tanpa terasa meneteskan air mata bahagia Intan agak mendongak ingin melihat wajah tampan Bagas yang sangat mempesona saat matanya terpejam dan membacakan doa untuknya dan ia mengaminkan semua doa doa suaminya
Bagas membuka mata Intan kaget karna tertanggap basah sedang memandanginya Bagas tersenyum dan mencium kening Intan
Cupp
satu kecupan mendarat dikening Intan seketika hatinya berdesir jantungnya berdetak lebih kencang lagi. ini kala pertama kalinya Bagas menyentuhnya tanpa ada drama khilaf khilafan seperti Naya dan Juna
Bagas berlanjut membaca ikrar akad nikah sampai selesai
dan berlanjut menyamali kedua mempelai memberi selamat pada Intan dan Bagas
"alhamdulillah akhirnya sah juga, selamat ya bro"
Juna orang yang pertama kali memberikan selamat pada Bagas
"alhamdulillah, thank ya Jun berkatmu semuanya lancar"
Bagas berterima kasih
"sama sama Gas, aku juga mohon bantuannya nanti pas nikah, kamu yang nikah aku yang deg deg an"
ucap Juna ikut tegang
"aku juga tegang Jun, walau bukan yang pertama tetap aja tegang dan gugup"
ungkap Bagas
"wahh, persiapan nih aku"
keluh Juna
"santai aja bro, kamu pasti bisa"
Bagas menyemangati
__ADS_1
"kak lama banget kayak emak emak"
cibir Naya
"nohh udah ngantri nungguin kamu tu"
kepala Naya mendongak memberitahu bahwa dibelakangnya menunggu giliran bersalaman pada mempelai pengantin
"maaf sayang"
jawab Juna cengengesan lalu ia pun berpindah ke Intan dan keluarganya
"mas selamat ya?? semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah, cepat diberikan momongan"
Naya mendoakan
"aminn, terima kasih atas semuanya Nay, doa kan mas selalu ya"
ucap Bagas tulus pada Naya
"pasti mas aku dan yang lain selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan kita semua"
jawab Naya lalu beralih pada Intan
"mbak Intan selamat menempuh hidup baru mbak, semoga sakinah mawadah warahmah ya mbak, tolong bahagiakan mas Bagas, dia orang yang baik dan tulus, semoga cepat diberikan momongan"
Naya mendoakan yang diaminkan Intan sambil terisak
"terima kasih Nay berkatmu aku menemukan kebahagian ini, terima kasih banyak, doakan kami selalu bahagia ya??"
ucap Intan disela isakannya
"sama sama mbak, allah yang mempertemukan kalian berdua"
jawab Naya ikut menangis
"jangan nangis dong mbak nanti bedaknya luntur"
canda Naya yang dianggukan Intan lalu ia pun beralih kekeluarga Intan dan mulai beraksi menyambut tamu tamu yang datang bersama yang lain
Juna dan kedua bagindanya pun ikut menyambut tamu tamu penting yang hadir
disela tamu yang datang terdapat Ryan membawa pasangan datang ke pernikahan Bagas dan Intan
deg
Naya gelabakan melihat sosok mantan suaminya datang dari kejauhan
"kenapa dia datang kesini, seingatku mas Bagas tidak mengundangnya"
gumam Naya dalam hati ia takut mantan suaminya bikin masalah
walau hati Naya dan lainnya dongkol tapi mereka masih mengukir senyum kepada tamu yang hadir walau senyum terpaksa
Naya tidak berani mengatakan sepatah katapun ia hanya menyalami pasangan yang datang bersama mantan suaminya tidak lain adalah Yayuk kariawan pabrik Bagas
"mbak Naya apa kabar??"
sapa Yayuk ramah ia terlihat bergelayut manja dilengan Ryan
"alhamdulillah sehat Yuk, kamu juga sehat kan Yuk??"
Naya pun terpaksa menyapa dengan ramah
"sehat mbak, bentar lagi kami akan menikah"
ucap Yayuk
"apa sih kamu"
protes Ryan ketus Yayuk menyenggol Ryan agar tidak banyak protes
"ohhh selamat ya Yuk"
jawab Naya
" seminggu lagi juga kak Naya bakal menikah sama mas Juna jangan lupa datang ya?? tapi jangan bikin ulah"
cibir Tata yang berada disebelah Naya
"oya?? selamat ya mbak??"
ucap Yayuk yang dianggukan kepala Naya senyum paksa Ryan terkejut mendengar berita pernikahan mantan istrinya tapi ia berusaha tenang ia masih berpikir menolak berita tersebut dan menganggap hanya cemburu karna mendengar berita pernikahannya dengan Yayuk
lalu Ryan dan Yayuk pun masuk untuk menyalami mempelai pengantin dan ikut menikmati hidangan yang telah disediakan sambil mendengarkan alunan musik yang diputar
"Ta ngapain sih kamu kasih tau dia, aku sekeluarga aja mati matian gak ngebocorin kesiapapun biar gak kedengeran dikuping keluarganya, kamu mala ngomong gimana sih??"
protes Naya kesal
"dikasih tau juga gak papa kak lagian aku yakinas Juna gak akan ngebiarin mereka ulah"
ucap Tata yakin yang dianggukan kepala Stela dan Sukma
"auk ahh"
jawab Naya sewot
"mbak jangan khawatir ada kami yang selalu mendukungmu, ada masku yang selalu melindungimu, pokoknya maju tak gentar"
Stela menyemangati
Naya hanya diam saja tidak menanggapinya ia hanya takut bikin Juna kerepotan dan menghawatirkan dirinya
dan tiba tiba saat mantan suaminya hendan pulang bersama pasangannya Yayuk meletakkan kertas didepan meja Naya berada
Naya pun mengambil dan membacanya
"jangan coba coba merebut mas Ryan dari ku atau aku tidak akan tinggal diam"
isi tulisan kertas dari Yayuk yang dibaca Naya dan Tata bersama yang lain ikut kepo
"wahh parah ni cewek berani juga ngancam kamu mbak, emang dia siapa sih berani banget sama kamu?? apa dia pikir kamu gatel sama calon suaminya sampai ngamcem segala, heran aku"
Stela menggerutu kesal
"dia calon istri mantan suaminya kak Naya masih satu kampung dengannya"
Tata memberitahu
"ohh gitu kirain siapa berani ngancem receh gini"
ucap Stela santai
"jangan sampai habis ini mantan pacar mas Juna yang datang ngancem kamu ya mbak, heran aku sukanya main ancem anceman segala"
Sukma ikut kesal dengan kertas ancaman
"iya sih masku itu ganteng barang langka, tapi juga gak usah segitunya juga kali"
lanjut Sukma
__ADS_1
"aku jadi inget temen temenku yang dijakarta, apa nanti mereka akan berbuat sama ya?? tapi kayaknya gak akan sih palingan cuma menangis berjamaah sedunia, kayaknya"
Sukma menduga duga tebakannya