
dalam naungan Naya dalam waktu sekejap
selesai belajar waktunya Lintang tidur malam
"mbak Rani aku mau bobok sekarang ngantuk"
ucap Lintang sambil menguap
"ok ayo sekarang gosok gigi dulu dan ganti bajumu"
perintah Rani (Naya)
"bantuin ya mbak??"
rengek Lintang
"dengan senang hati princes"
jawab Rani (Naya) lalu mengantarkannya kekamar mandi yang berada didalam kamar Lintang sambil bercanda ria Naya membantu Lintang gosok gigi dan ganti baju dan Lintang pun senang ditangani Naya
"mbak aku ceritain cerita dong biar bisa tidur"
pinta Lintang ia sudah berbaring ditempat tidur bersama dengan Naya
"bukunya dimana sayang mau dibacain cerita apa??"
tanya Naya sambil bangkit dari tempat tidur Lintang
"dirak situ mbak cerita Rapunzel ya mbak??"
pinta Lintang yang dianggukan kepala Naya
lalu Naya pun berbaring disamping Lintang sebelum bercerita ia membuka cadarnya dan beruntung Aryo sudah berlalu dari balik pintu kamar putri kecilnya jadi tidak melihat wajah asli Naya dibalik cadar
"mbak Rani ternyata cantik ya"
celetuk Lintang memuji Rani (Naya) setelah ia membuka cadarnya
"terima kasih sayang atas pujiannya, tapi lebih cantik dan imut imut menggemaskan Lintang"
jawab Rani (Naya)
"oh ya mbak??"
tanya Lintang
"iya dong Lintang kan masih kecil masih imut imutnya masih unyu unyunya, sudah ah ayo tidur mbak bacain cerita"
ucap Naya lalu membacakan buku cerita yang berjudul Rapunzel Lintang pun mendengarkan sampai tertidur pulang baru Naya bangkit dan tidur dibawah kasur Lintang karna kasur Lintang ada dua yang satu dibawah tinggal mendongnya keluar kalau Naya akan tidur
**
Juna disibukkan dengan pekerjaannya dikantor cabang Batam
tiba tiba ponselnya berdering ia pun melihat sekilas untuk mengetahui siapa yang menghubuginya
"Aryo tumben telepon"
gumam Juna
lalu ia pun mengangkat panggilan tersebut
"halo Yok ada apa??"
tanya Juna
"kapan mau kepabrik udah numpuk itu laporan mumpung disini sekalian aja di cek semuanya Jun?? kamu disini kan??"
tanya Aryo
"besok kesana sekalian makan siang bareng"
ucap Juna
"ok deh"
jawab Aryo lalu mematikan panggilannya
Juna menghela nafas lalu melanjutkan pekerjaannya hingga selesai
ia teringat kala Juna sibuk kerja hingga Malam Naya langsung berkirim pesan dan mengingatkan untuk tidak boleh banyak begadang dan bercapek ria Juna tersenyum kecut kala mengingat Naya mengomelinya karna sering begadang dengan pekerjaannya
"awas ya kak aku gak mau dihari pernikahan kita kakak tumbang atau kakak masih saja sibuk kerja atau bahkan tidak hadir diacara sendiri seperti didrakor drakor itu aku gak mau nikah sama kamu kalau begitu"
Juna masih teringat dan melekat dipikirannya kala Naya mengomelinya panjang kali lebar
"kapan kamu akan kembali sayang?? kakak kangen?? kakak akan turuni semua perkataanmu akan selalu memenuhi apa pun keinginan kamu kakak tidak akan begadang terus dengan pekerjaan demi kamu tolong cepat kembali sayang"
gumam Juna memandangi foto yang ia simpan diponselnya
***
sesuai kesepakatan Juna akan bertemu dengan Aryo sebelum jam makan siang dipabrik yang ia kelola
"assalamualaikum"
ucap Juna membuka pintu ruangan Aryo
"waalaikum salam, wah akhirnya datang juga ini kamu periksa semuanya"
Aryo mebunjukkan berkas yang ada dimeja kerjanya
Juna tersnyum melihat tumpukan berkas yang lumayan banyak
lalu ia pun duduk disofa dan mata dan tangannya mulai sibuk dengan kertas didepannya
"kenapa kamu lemes banget gitu Jun?? gak semangat banget kayaknya?? mati segan hidup pun tak mau cocok untuk raut mukamu itu"
ucap Aryo terkekeh Juna hanya tersenyum menanggapinya
"kata tante Risma pernikahanmu batal Jun?? kalau boleh tau ada masalah apa Jun??"
tanya Aryo penasaran
"calon istriku pergi meninggalkanku Yo jadi ya batal"
Juna memberitahu
"pergi ninggalin kamu karna orang lain seperti bersama lagi dengan pacarnya gitu?? seperti mantan istriku itu yang meninggalkanku demi sebatang pistol yang menjulang lebih panjang"
ucap Aryo menyamakan rumah tangganya
"dia pergi ninggalin aku memang karna orang lain tapi dia pergi sendiri tidak bersama pacar atau mantan ada sesuatu masalah yang membuatnya pergi dari ku"
curhat Juna menghela nafas kala ia teringat Naya
"apa masalahnya?? yakin gak pergi dengan pacarnya??"
tanya Aryo kepo
"yakin, karna mantan suaminya sampai sekarang masih sekarat dirumah sakit karna aku hajar"
Juna memberitahu
"maksudnya??"
__ADS_1
tanya Aryo tidak paham
"mantan suaminya masih menginginkan calon istriku jadi ia berusaha untuk kembali padanya hingga ia nekat berusaha memperkosanya agar calon istriku mau kembali rujuk tapi sebelum dia berhasil melakukannya aku datang dan mengahajar habis dirinya hingga dia koma sampai sekarang belum sadarkan diri calon istriku pingsan karna dibius menurut ketetangan dokter saat sadar ia mendapati tubuhnya penuh tanda merah syok menangis histeris melihat keadaannya sendiri lalu ia menyuruhku untuk melepaskannya karna takut bikin malu aku dan keluarga atas kejadian itu lalu dia memutuskan kabur jadinya pernikahan kami batal total padahal aku dan keluarga tidak pernah mempermasalahkan semuanya atas apa yang terjadi padanya dia diam diam kabur dari rumah sakit saat kami lengah menggunakan kapal saat diperiksa semuanya dia tidak ketemu dan sampai sekarang dia belum ketemu"
curhat Juna panjang kali lebar lalu ia mengatur nafasnya agar tetap tenang menghadapi semuanya
"mungkin dia butuh ketenangan Yok makanya dia menghindari aku dan semuanya kalau memang begitu aku akan kasih dia waktu untuk bisa menenangkan diri sampai dia benar benar tenang aku akan menunggunya"
lanjut Juna pasti
Aryo mengangguk mengerti semuanya
"sabar ya Jun semoga kalian cepat bertemu kembali"
Aryo menyemangati
"kamu kayaknya lebih semringah dari kemarin ditelepon?? ada hal baik??"
tanya Juna tersenyum walaupun hatinya galau
"anakku sudah dapat baby sister baru kamu tau ternyata dia orang yang konyol"
deg
hati Juna langsung beedetak ia seperti tau bahwa baby sister anak temannya adalah Naya
"aku tersenyum melihat kekonyolannya aku kagum dengan keakraban dia dengan temannya yang hanya bertemu setengah bulan saja dia juga orangnya cekatan anakku yang susah dengan orang asing langsung akrab dengannya gimana aku gak senang Jun dia benar benar bisa pintar mengambil hati anakku aku jadi gak pusing lagi dengan Lintang"
Aryo bercerita dengam senyuman mengembang
Juna hanya menatapnya ingin bertanya tapi tidak enak tetapi ia juga penasaran dengan apa yang ada dalam pikirannya
"Yok kalau boleh tau siapa nama baby sister anakmu??"
tanya Juna pada akhirnya
"namanya Rani kepanjangannya gak tau gak nanya soalnya kenapa Jun??"
tanya Aryo penasaran
"gak papa nanya aja"
jawab Juna
"aku pikir Naya ternyata bukan"
gumam Juna
"kamu ngomong Jun??"
tanya Aryo yang mendengar gumaman Juna tapi tidak jelas apa yang ia katakan
"bukan apa apa"
jawab Juna lalu fokus kembali dengan berkas didepannya
**
"mbak Rani"
teriak Lintang ceria melihat Rani (Naya) sudah menunggunya dipintu gerbang
"halo cantik"
sapa Rani (Naya) tersenyum dibalik cadarnya
"ayo mbak pulang aku sudah selesai"
ajak Lintang menggandeng tangan Naya
dan masuk kedalam mobil yang disediakan untuk mengantar jemput
"ayo sayang ganti baju dulu lalu kita makan"
ajak Naya saat sampai dirumah mereka berdua berjalan sambil bergandengan seperti anak dan ibu bercanda bersama
Lintang pun menurut apa yang diperintahkan Naya
ia berganti pakaian yang dibantu Naya dan langsung menuju ruang makan bersamanya Naya menyiapkan makan siang Lintang dan menyuapinya dengan telaten hingga habis
"mbak aku pinter kan makanan ku habis"
ucap Lintang mengankat tangannya sambil cengengesan
"princes Lintang memang pintar"
Naya mengacungkan dua jempolnya
"ayo sayang habis ini bobok siang ya??"
perintah Naya
"ya kok bobok lagi aku kan pengen main mbak"
keluh Lintang
"baiklah baiklah tapi habis main kita bobok ya sayang??"
pinta Naya lembut
Lintang berjingkrak jingkrak kesenangan
akhirnya Naya menemani Lintang bermain sebentar setelah capek bermain Lintang pun memutuskan untuk tidur siang bersama Naya
"mbak Rani?? aku kelonin ya boleh tidak??"
pinta Lintang penuh harap
"baiklah sayang tapi janji tidur ya??"
ucap Naya Lintang mengangguk senang lalu Naya pun memeluknya dengan penuh kasih sayang ia teringat akan anaknya yang sekarang berada dipesantren ia merindukan buah hatinya yang jauh disana diam diam ia menangis sambil memeluk Lintang yang sampai terlelap
"apa kabar kamu disana anak sholeh umi, umi kangen kamu sayang semoga kamu baik baik saja ya umi yakin ayah akan menjagamu dengan baik"
batin Naya dalam hati lalu ia pun ikut terlelap masih dalam posisi memeluk Lintang
saat mama Aryo melintas ia sempat menengok cucunya cucunya berceloteh sambil dipeluk Naya dikasurnya ia kaget dan syok melihat kedekatan cucunya dengan baby sister barunya ia juga dapat melihat Naya begitu menyayangi Lintang cucunya
"seandainya kamu bukan pembantu mungkin aku mau kamu jadi ibu sambung Lintang Ran sepertinya kamu orang yang baik dan tulus"
gumam mama Aryo dalam hati
"mau kemana mbok??"
tanya mama Aryo yang melihat mbok Ija celingukan seperti mencari seseorang
"itu nya mau nyari Rani dia belum makan dari tadi kasian"
ucap mbok Ija sopan
"Rani tidur mbok sama Lintang nanti saja makannya kalau sudah bangun baru disuruh makan"
mama Aryo memberitahu
"ya nya"
__ADS_1
jawab mbok Ija lalu berlalu kekamarnya untuk tidur siang juga karan udah beres semua pekerjaanya
**
habis sholat magrib Juna baru beranjak pulang kembali ke hotelnya setelah selesai pekerjaannya
"Yok pulang ya capek"
pamit Juna
"gak mau mampir dulu kerumahku Jun??"
tawar Aryo
"lain kali saja"
jawab Juna langsung berlalu dari Aryo dan menuju hotelnya untuk beristirahat
"kamu dimana sayang?? apa kamu disini?? tapi dimana?? biarkan kakak melihatmu bentar saja walau hanya sekejab gak papa yang penting aku bisa melihatmu baik baik saja"
gumam Juna menatap langit kamar hotelnya
Juna benar benar merindukan pujaan hatinya tersebut
**
sampai dirumah Aryo langsung disambut gadis kecilnya bersama Rani dengan ceria
"papaku sayang sudah pulang"
ucap Lintang manja
"putri kecil papa sudah cantik ya wangi"
puji Aryo memeluk putrinya dengan gemas Lintang langsung bercerita aktifitasnya selama sehari digendongan papanya
"papa mandi dulu sayang"
ucap Aryo sampai dikamarnya
"aku tungguin ya pa dikamar papa??"
pinta Lintang
ia melirik Naya sebentar untu meminta petunjuknya tapi sayang Naya tidak menghiraukannya
"ok deh kalau begitu tapi mbak Rani tidak boleh ikut ya"
Aryo memberitahu
"ok deh mbak Rani tunggu dikamarku atau dimana gitu ya mbak aku mau sama papa dulu nanti aku cari mbak Rani lagi"
perintah Lintang yang dianggukan kepala Naya lalu ia pun memutuskan untuk membantu mbok Ija dan yang lainnya
"pa mbak Rani ternyata cantik loh wajahnya kemarin malam aku lihat pas dibuka tutupnya "
Lintang bercerita
"semua perempuan pasti cantik sayang"
celetuk Aryo sambil melepaskan dasinya
"ya pa tapi mbak Rani itu cantik banget beda kayak mbak Lisa mbak rani lebih cantik segini"
ucap Lintang merentangkan tangannya
Aryo tersenyum mendengarkan cerita anaknya
***
dua bulan telah berlalu Naya masih menjalani aktifitas sebagai baby sister dirumah Aryo sesekali Naya berkunjung ke kos kosan Shifa mengajak Lintang karna ia selalu merengek ingin ikut
Shifa pun senang Naya berkunjung dan tidak melupakannya
"halo Lintang ikut lagi?? jangan bosen ya ikut mbak Rani kesini"
sapa Shifa
"gak tante Lintang mala senang diajak mbak Rani habis kalau dirumah gak ada mbak Rani Lintang jadi kesepian gak ada yang bisa diajak main"
celoteh Lintang dengan ciri khas seusianya
"alhamdulillah kalau Lintang senang tante juga ikut senang"
jawab Shifa tersenyum
Lintan bermain boneka yang ia bawa dari rumah Naya dan Shifa memasak bersama tidak jauh darinya
"kak masak kamu dipangggil mbak sedangkan aku dipanggil tante apa muka ku boros ya sampe manggil dengan sebutan itu??"
protes Shifa
Naya terkekeh
"ya pastilah Fa orang aku pembantunya dimana mana yang namanya pembantu pasti dipanggil mbak kan gak mungkin dong pembantu dipanggil tante"
Naya masih terkekeh
"ya tapi kan gak tante juga kali kak kelihatan tua"
protes Shifa lagi
"gimana dia tau kalau mukamu boros enggaknya orang gak lihat ada ada aja kamu Fa"
Naya menggeleng
"iya juga ya apa mereka melihat wajahmu kak??"
tanya Shifa penasaran
Naya menggelengkan kepala
"kecuali Lintang karna aku kan tidurnya sama dia pastilah aku buka cadarnya gak mungkin aku pake terus sampai tidur bisa engap aku Fa"
ucap Naya
Shifa terkekeh
"iya juga ya kak aku aja lepas kalau dirumah kecuali ada tamu seperti itu"
Shifa menunjuk kearah Lintang yang sedang asyik bermain
setelah mobil jemputan Naya dan Lintang tiba Naya pun pamit kembali kerumah tuannya Lintang melambaikan tangan dari dalam mobil sambil tersenyum bersama Naya
"mbak Rani kenapa tante Shifa gak pernah buka cadarnya kalau aku disana mbak??"
tanya Lintang dengan polosnya
"mungkin lupa sayang makanya gak dilepas"
jawab Naya mencari alasan
"masak lupa kok tiap aku kesana mb?? kayaknya sengaja deh"
tuduh Lintang tanpa dosa
__ADS_1
"hmm kayaknya takut terpesona deh kalau dibuka cadarnya sayang"
kilah Naya