
mama ikut deh mau lihat kantin sini. ucap mama juna sambil mengekor naya dan tata.
"ayo ma."
naya menggandeng mama juna.
lalu mereka pergi dari ruangan juna.
sampai dikantin mereka memesan makanan minuman dan cemilan. saat lagi ngemil mama juna berbicara
"nak apa kamu tidak bisa menceraikan suamimu dan menikah dengan juna nak."
uhuk uhuk uhuk uhuk.
naya dan tata tersendak kentang goreng yang sedang mereka kunyah.
tata tersedak karna kaget mendengar menikah dengan juna.
" jadi mas juna juga jatuh cinta sama kak naya."
ucap tata dalam hati.
naya tersendak karna mendengar ucapan menceraikan suaminya dan menikah dengan anakny juna. walaupun naya tau juna mempunyai perasaan terhadapnya tapi naya sama sekali tidak mempunyai perasaan terhadap juna.
"minum dulu nak gimana sih masak kalian tersendak barengan"
ngomel mama juna.
"ya abis gimana gak tersendak ma. emang mama pikir cerai itu gampang ma."
tanya tata .
"ya kan tinggal ngajuain dan serahkan bukti bukti mertua naya beres kan."
jawab mama juna dengan entengnya.
"terus kalau urusan suami bodohmu dan mertuamu yang stress itu serahkan ke mama nay. mama bisa mengatasinya."
ucapnya lagi.
naya hanya diam saja tidak menanggapi karna ia bingung. ingin bercerai tapi ia juga tidak ingin berpisah dari suaminya.
walau bagaimanapun juga naya sayang dan cinta dengan suaminya. walaupun ia sering tersakiti tapi naya tidak ingin berpisah dari suaminya.
"enggak ma aku masih mau mempertahankan rumah tangga ku. kalau aku pisah sama mas ryan gimana dengan malik ma. gimana caranya aku harus ngenjelasinnya. aku juga gak tega harus nyakitin malik ma."
jawab naya.
"urusan anak gampang nay bisa dibicarain pelan pelan nanti juga dia akan mengerti sendiri. yang penting kalian selalu mensuport anak kalian jangan abaikan. seperti juna. walaupun ibu dan papanya berpisah tapi kami masih berhubungan baik. selalu ada saat juna butuh. yang penting sebagai orang tua sambung harus memaklumi anak sambungnya. ikut menyayanginya agar mereka tidak merasa diabaikan oleh orang tuanya dan orang tua sambungnya. supaya mereka juga bisa menyayangi seperti orang tua kandung. tidak semua orang tua sambung jahat nay. ada yang penyayang kok. mama juga cuma orang tua sambung nay. tapi mama juga sayang sama juna seperti mama sayang sama anak anak mama yang lain.
naya dan tata terkejut dengan penuturan mama juna. bahwa beliau orang tua sambung.
walaupun mama tau juna lebih sayang sama ibunya ketimbang mama tapi itu hal yang wajar karna juna dibesarkan oleh ibunya. juna mau menganggap mama saja udah alhamdulillah. yang penting juna juga sayang sama mama. juna juga anak yang baik kok. jadi tidak ada alasan mama membenci juna" cerita mama juna panjang kali lebar.
"tapi tidak semua orang tua sambung baik penyayang seperti mama kan ma."
tanya naya.
"kalau aku jadi pisah terus aku dan mas ryan menikah masing masing. belum tentu istri mas ryan atau suamiku berikutnya mau menyayangi malik seperti anaknya sendiri. kalau tidak kan kasian malik ma. kalau mas ryan sendiri insyallah akan selalu menyayangi anaknya. tapi belum tentukan dengan istrinya. sama sepertiku. kalau aku menikah lagi belum tentu suamiku akan menyayangi malik."
sebelum naya melanjutkan ucapannya mama juna sudah memotong duluan.
"kalau nikahnya dengan juna insyallah juna akan menyayangi malik seperti anaknya sendiri. juna kan penyayang walaupun dia orang yang dingin dan datar tapi mama tau juna orang yang penyayang sama keluarganya. apa lagi juna sangat mencintaimu nay. mama yakin dia tidak akan pernah membanding bandingkan dengan anak anaknya nanti."
ucap mama juna.
"gak tau ma. kalau memang kak juna jodohku suatu saat pasti kami akan dipersatukan ma."
ucap naya
"amin."
balas mama juna.
tata hanya diam saja mendengarkan mereka berbincang. sebenarnya tata juga menginginkan naya menjadi kakak iparnya karna tata tau walaupun naya konyol ceroboh cerewet tapi naya orang yang baik. tapi tata juga tau kalau naya tidak pernah tertarik dengan kakaknya.
"mungkin kami belum jodoh ma makanya kami tidak bisa bersatu."
ucap naya lagi.
"mungkin kalian belum dipersatukan oleh allah nay. insyallah suatu saat nanti allah akan mempersatukan kalian berdua entah bagaimanapun jalannya."
ucap mama naya penuh harap.
naya dan tata hanya diam tak menanggapi takut salah karna naya dan tata melihat harapan dimata mama juna.
" dah selesai ma ayok balik ke ruangan mas juna." ajak tata.
" iya ayo."
jawab mama juna.
naya hanya diam saja mengikuti mereka berdua melangkah.
sampai ruangan naya tata dan bagas pamit pulang karna hari sudah malam.
"assalamualaikum"
ucap tata naya dan bagas yang dijawab salam oleh orang yang ada didalam ruangan juna.
bagas tata dan naya jalan menuju parkiran mobil saat sudah masuk mobil dan mobil melaju. naya hanya diam melamun dengan pemikirannya sendiri.
kak
panggil tata.
tata tidak betah hanya diam saja tanpa bicara.
"kak gak usah dipikirin. pikirin kebahagiaan kakak aja kak ya."
tata mencoba menenangkan naya.
tata tau naya sedang memikirkan omongan mama juna.
"gak kok ta kakak gak mikirin apa apa kok."
__ADS_1
jawab naya berbohong.
"gak mikirin kok ngelamun aja gimana sih."
jawab tata sebel.
"emang mama ngomong apa"
tanya bagas penasaran gak ngomong
"apa apa kok mas."
kilah tata.
"kak naya kan baperan mas. gak kayak gak tau aja kalau mbak naya baperan."
kilah tata lagi.
"iya mas aku hanya baper aja kok. soalnya mengharukan cerita mama."
jawab naya berbohong.
"emang mama cerita apa??"
tanya bagas lagi.
"cerita itu tu apa ya."
jawab tata gugup.
bagas mengerutkan alisnya.
"itu mas cerita sinetron indosiar suara hati istri ceritanya menyentuh sekali mas aku sampai baper kayak gini."
kilah naya sempurna.
"oh kirain cerita apa."
jawab bagas karna bagas tidak pernah menonton tv jadi ia tidak tau ceritanya seperti apa. bagas hanya tau judul filmya aja. apalagi judulnya suara hati istri. pasti menceritakan istri istri yang tersakiti. jadi ceritanya menyentuh. itu yang ada dipikiran bagas.
tata bernafas lega setelah bagas percaya dengan ucapan naya.
" bener bener ya ni orang kepo mulu."
batin tata dalam hati.
sampai dirumah naya langsung masuk dan membersihkan tubuhnya lalu istirahat. ryan tidak menelepon karna tadi ryan memberi kabar bahwa dirinya pamit berlayar. dan naya pun mengiyakan pamitan suaminya dan mendoakan keselamatan suaminya.
keesokan harinya naya seperti biasa berangkat bekerja pagi setelah selesai siap siap dan di jemput bagas dan tata.
dan juna pun sudah diperbolehkan untuk pulang. mama dan papa juna juga sudah kembali ke jakarta.
juna ingin sekali berkunjung ke pabrik untuk menemui naya tapi selalu dilarang oleh ibunya. dengan alasan masih sakit tidak boleh kemana mana dulu. tapi alasan yang sebenarnya ibunya tidak mau dengan kedekatannya dengan naya menimbulkan kehancuran rumah tangga naya. apa lagi ibunya tau juna sangat mencintai naya. ibunya takut anak laki lakinya jadi penyebab kehancuran rumah tangga orang lain.
bu aku ingin berkunjung ke pabrik bu bentar aja pamit juna ke ibunya. tidak boleh kamu masih sakit nak. ibu melarang juna.
"aku sudah sembuh bu aku benar benar sudah sembuh."
bantah juna.
"kamu belum sembuh sayang percaya ibu ya."
"tidak bu aku sudah sembuh. bu biarkan aku berkunjung sebentar saja bu tidak akan lama."
juna masih membujuk ibunya.
" tidak nak kamu belum sembuh total nurut ya sama ibu."
ibu juna masih bersikukuh
"bu bentar aja bu aku mohon. juna hanya akan melihatnya saja bu juna tidak akan menganggu naya."
ucap juna penuh memohon.
"tidak nak kamu belum sembuh."
ibu juna masih bersikukuh.
juna tidak akan menghancurkan rumah tangganya "bu juna hanya mau tau kabarnya saja bu. juna akan melihatnya dari jauh. bu aku mohon. suami naya sudah berjanji bu dia akan membahagiakan naya bu. jadi ibu jangan khawatir. naya akan bahagia bersama keluarganya bu. juna mohon juna cuma mau memastikan bahwa naya benar benar bahagia bu."
juna masih memohon.
" ya allah nak ibu harus menasehatimu seperti apa lagi nak. ibu sudah bilang naya sudah bahagia bersama keluarganya nak. naya akan mempertahan rumah tangganya nya. lupakan naya ya. anakku sayang lupakan biarkan naya bahagia bersama pilihannya ya."
ibu juna memberi pengertian.
"aku tau bu. aku tidak akan menganggu mereka bu. juna hanya ingin melihatnya dari jauh saja bu. ijinkan ya bu."
ibu juna terdiam sesaat sebelum menyetujuinya.
"ibu ikut ya."
ucap ibu juna
"iya bu iya."
jawab juna lalu mereka menuju pabrik tempat naya bekerja.
juna tiba disana saat hampir jam pulang kerja naya. jadi juna bisa melihat naya selesai kerja. bertemu dengan bagas dan tata. setelahnya juna mengecek keuangan pabrik.
setelah selesai juna dan ibunya menghampiri naya dari jauh. juna melihat naya sedang mengobrol asyik sambil berjalan menuju parkiran. naya tidak sadar bahwa ada seseorang yang memerhatikanya. naya masih asyik dengan tingkah konyolnya. juna tersenyum bahagia kala melihat kekonyolan naya.
"sama seperti dulu."
gumam juna.
sampai ditempat parkiran naya dan teman temannya naik kesepeda motornya masing masing. ada yang sudah berlalu. ada yang masih memakai helm ada yang masih menunggu teman boncengannya.
juna masih tersenyum senang melihat naya.
saat naya sudah selesai memakai helm dan akan melaju dengan motornya. ponsel naya berbunyi.
akhirnya naya mematikan mesin motornya dan melepaa helm yang tadi ia pakai supaya bisa menempelkan ponsel ditelinganya. juna masih tersenyum memandanginya. ibu juna hanya diam saja memerhatikan anaknya yang sedang memandangi pujaan hatinya. beliau juga senang melihat tingkah konyol naya.
saat naya mengangkat telepon.
__ADS_1
"assalamualaikum sayang."
ucap naya tersenyum. juna dan ibunya masih tersenyum memandanginya.
"waalaikum salam "
jawab ryan ketus.
"kamu kenapa mas kok suaranya seperti orang marah??"
tanya naya heran mendengar suara suaminya tidak mesra seperti biasanya.
juna masih memantau.
"kamu sedang apa sekarang naya."
tanya ryan membentak.
"mas kamu kenapa sih ya aku pulang kerjalah gimana sih mas."
jawab naya dengan suara agak meninggi. karna kesal suaminya main bentak bentak.
juna lansung mau melangkah menghampiri naya tapi dicegah ibunya
"kamu jangan bohong naya. kamu pergi kemana." tanya ryan masih membentak.
"aku kerja mas kerja."
suara naya agak merendah. ia tidak mau terbawa emosi lagi.
"kamu bohong naya. kamu gak masuk kerja kamu pergi dengan pacarmu kan nay."
jawab ryan parau.
"mas aku kerja mas. kamu tau darimana kalau aku gak masuk kerja. ??"
tanya naya.
ryan hanya diam tidak menjawab pertanyaan naya.
"mas mas ryan. aku mohon mas jangan seperti ini. kalau ada masalah bicarakan baik baik mas."
ucap naya dengan mata berkaca kaca.
juna memandangi pemandangan didepan mata dengan hati yang terluka.
" mas ryan mas tolong jawab aku mas jangan diam saja."
tanya naya sambil menangis. mas kita bicarakan baik baik ya mas. sebenarnya apa yang terjadi mas."
tanya naya lagi.
" nay tolong jujur sama mas nay. apa kamu selingkuh dari mas nay. apa kamu kerja dipabrik hanya untuk alasan saja agar kamu bisa bebas mencari alasan supaya bisa selingkuh nay."
ucap ryan pun menangis.
ryan pun sakit mendengar istrinya berselingkuh apa lagi kerja dipabrik hanya alasan. ryan begitu memperjuangkan naya. tapi orang tua ryan melapor sambil menangis kalau naya selingkuh. itu yang membuat ryan semakin sakit dan emosi.
"a apa mas selingkuh.???"
jawab naya kaget.
" mas kamu tau aku tidak pernah selingkuh. kamu tau itu kan mas. kenapa kamu menuduhku selingkuh mas kenapa."
naya semakin terisak diatas motor. untung teman teman naya sudah pulang semua tinggal naya yang belum karna naya menerima telepon dari suamiya.
"aku tidak menuduhmu nay."
"ibu yang melihatnya sendiri."
jawab ryan sambil menangis kecewa dengan istrinya.
"ibu lagi mas. ibu lagi."
tanya naya.
" kapan ibu melihatku bersama laki laki mas kapan.??"
tanya naya kesal kenapa setiap pertengkaran pasti mertuanya penyebabnya.
"aku tidak tau nay ibu hanya telpon aku sambil menangis mengatakan kalau kamu selingkuh nay." jawab ryan masih terisak.
dan mas percaya???t
anya naya lagi
ryan hanya hanya terdiam terisak menangisi nasibnya. orang yang sangat ia cintai tega menghianati.
ryan bingung harus percaya dengan siapa. disisi lain ryan sangat mencintai naya. disisi lain lagi ryan juga sangat menyayangi orang tuanya.
"mas ryan mas."
naya masih memanggil manggil suaminya yang terdiam.
"ok mas kalau begitu. kita cerai saja."
sontak saja mata juna dan ibunya kaget mendengar ucapan naya.
"aku lelah mas harus memahami kesalahpahaman terus menerus. aku benar benar lelah mas."
ucap naya.
" sayang jangan bilang begitu nay mas sayang sama kamu nay mas gak mau kehilangan kamu." ryan membujuk.
ryan tau istrinya lelah menghadapi pertengkaran yang tiada hentinya. tapi ia juga tidak ingin melepaskannya. ryan sangat mencintai istrinya.
"terus aku harus gimana mas. hahh coba kamu ngomong aku harus gimana."
ucap naya.
"apakah aku harus mengakui hal yang tidak aku lakukan mas?? hah."
ucap naya emosi.
"mas ngomong dong kamu punya mulut kan." bentak naya.
__ADS_1
" kalau memang kamu lebih percaya orang tuamu. silahkan ceraikan aku."
ucap naya lalu mematikan teleponnya sepihak.