
Naya hanya terdiam mendengar perkataan Juna
"kak tapi mbak Ella sangat mencintaimu kak, dia juga yang pertama hadir dalam hidupmu aku takit dia semakin membenciku nantinya"
ucap Naya
"tapi cintamu yang lebih dulu hadir masuk kedalam hatiku Nay, kakak hanya manfaatin dia agar bisa dekat denganmu"
jawab Juna memberitahu
"kak aku takut"
ucap Naya lagi
"jangan takut apapun yang terjadi kakak akan melindungimu sayang, kita hadapi sama sama ya??"
pinta Juna
Naya akhirnya mengiyakan ucapan Juna
Juna tersenyum
"kakak kangen"
ucap Juna lembut
"boros kangen mulu"
Naya cemberut memonyongkan bibirnya seperri ikan lohan
Juna terkekeh
"apa kamu gak kengen sama kakak??hm??"
tanya Juna
"gak"
jawab Naya singkat masih memonyongkan bibirnya
"nasib nasib ternyata hanya kakak doang yang cinta kamu jadi kakak yang kangen kamu enggak"
Juna pura pura menyedihkan
"aku juga cinta kok sama kakak, kalau gak cinta gak mungkin dong aku mau sama kakak, aku bukan cewek matre kayak mbak Ella ya, jangan samakan aku sama dia males aku"
Naya mala semakin ngambek
"lah mala tambah ngambek ni cewek"
gumam Juna dalam hati
"gak gitu sayang, kakak tau kok kalau kamu juga cinta sama kakak dan terima kakak apa adanya, jangan ngambek lah masak ngambek, maafin kakak ya??"
ucap Juna memelas
"gak usah pasang tampang melasmu itu kak bikin aku gak tega aja kesel aku"
keluh Naya
"jangan ngambek lagi dong sayang, maafin kakak ya??"
Juna masih memelas
"ya ya aku maafin aku kesel sama mbak Ella ku kira dia sayang beneran sama aku tapi ternyata karna mau mendapatkan kembali kamu gimana gak kesel"
ucap Juna
"jangan hiraukan dia kakak gak peduli dengannya, sekarang kamu sudah tau kan siapa dia hmmm??"
tanya Juna
Naya hanya mengangguk
"maafin aku ya kak, aku gak mau dengerin kata kata kakak sebelumnya"
sesal Naya
"iya sayang yang penting kamu baik baik saja, itu udah lebih dari cukup buat kakak, jangan diulangi lagi ya??"
pinta Juna
Naya mengangguk tersenyum
"masyallah manisnya cintaku ini"
rayu Juna
"gak usah ngerayu deh"
jawab Naya tersenyum malu karna dipuji
"kamu itu ya mulutnya bilang apa senyummu bilang apa"
sindir Juna terkekeh
"auk ahhh"
jawab Naya asal
**
"mas sampai kapan kak Naya gak masuk??"
tanya Tata duduk menemanila
"gak tau kata Juna sih suruh seminggu istirahat dirumah"
jawab Bagas memberitahu
"owchhh bareng aku dong"
tanya Tata lagi
"yeppp, kamu tau sendiri lah Juna seperti apa, dia gak akan ngembiarin Naya kecapekan"
ucap Bagas
"he'em, mas Juna sayang banget sama kak Naya, beruntung banget kak Naya dapet mas Juna"
celetuk Tata
"jangan ngiri"
Bagas mengingatkan
"aku gak ngiri mas, hanya saja aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kisah seperti mas Juna yang mencintai kak Naya teramat dalam begitu"
Tata memberitahu
"justru itu bisa dijadiin contoh untuk kamu dan mas Rofik bisa mencintaiku dan mbak Intan dengan tulus seperti mas Juna"
lanjut Tata
"iya sih, insyallah, semoga mas bisa seperti itu ya"
jawab Bagas yang diaminkan Tata
"ngobrolin apa?? serius amat??"
tanya ibu Bagas ikut duduk bersama anak anaknya
"cuma ngobrolin kerjaan bu, ibu tidur gihh udah malam, jaga kesehatan"
Bagas memegang tangan ibunya penuh perhatian
"belum ngantuk Gas, gimana dengan Intan?? udah siap semuanya??"
tanya ibu Bagas
"alhamdulillah tinggal dikit bu, doakan lancar semuanya ya bu"
ucap Bagas yang diaminkan Tata dan ibunya
"pernikahan kamu sama Juna duluan mana??"
tanya ibu Bagas lagi
"duluan aku bu mungkin lebih seminggu dengannya"
Bagas memberitahu
"ohhh, terus nanti Naya ikut bantuin kamu gak Gas??"
tanya ibu Bagas lagi
"ikut bu, dia dan Tata kan jadi bridesmaid nya aku"
jawab Bagas
"ohhh, kamu bahagia kan Gas nikah sama Intan??"
__ADS_1
tanya ibu Bagas lagi
"bu tanya kok aneh aneh sih, heran aku"
protes Tata pada ibunya
"gak gitu Ta ibu kan cuma penasaran doang, takutnya masmu belum bisa muve on dari Naya kan kasihan Intannya Ta"
jawab ibu Bagas
"insyallah Bagas juga mencintai Intan bu, Bagas gak akan menyakiti hati Intan, doakan sakinah mawadah warohma ya bu, karna doa ibu yang paling terkabul, restu ibu yang paling penting"
ucap Bagas tersenyum
"aminnn, doa ibu selalu menyertaimu nak"
jawab ibu Bagas mengelus kepala anak laki lakinya dengan lembut
"ibu masuk dulu ya, kamu kalau mau tidur sini tidur saja"
ucap ibu Bagas
"ya bu"
jawab Bagas
dan mereka pun mengobrol bersama
**
dirumah orang tua Naya ia sedang bergulang guling dikamarnya sambil menelepon Juna dengan panggilan video saling bercanda bersama
"kak aku perlu siapin apa untuk pernikahan kita?? apa gak sebaiknya akad nikah aja kak gak usah ada acara pesta pesta segala, aku malu"
ungkap Naya
"kakak juga sebenarnya gak terlalu suka sayang tapi gimana ibu sama mama menginginkannya, maaf ya sayang apa mau dibatalin aja??"
tanya Juna lembut
"gak usah lah kak nanti mama dan ibu kecewa, tapi kalau bisa jangan mewah mewah ya kak pestanya aku malu"
pinta Naya
"ya sayang, nanti kalau kakak ke Semarang kita viting gaun ya?? terus kamu ikut kakak ke Jakarta untuk viting lagi, gak papa kan sayang??"
Juna meminta pendapat Naya
"ok, gak papa, asal kalau kemana mana ada gak masalah"
jawab Naya pasti
Juna tersenyum senang
"kak aku tidur dulu gihh udah malem, ngantuk"
pamit Naya
"ya sudah sana tidur, kakak mau lihatin kamu tidur dulu baru kakak matiin"
ucap Juna
"ya sudah"
jawab Naya memejamkan matanya sambil ponselnya tetap tersambung dengan panggilan Juna
Juna memastikan Naya benar benar sudah terlelap baru mematikan ponselnya dan ikut memejamkan matanya agar ikut terlelap seperti Naya
***
drr drr
ponsel Naya berbunyi panggilan dari Tata
"assalamualsikum Ta gimana??"
ucap Naya saat sudah mengangkat teleponnya
"waalaikum salam kak kapan berangkat kerjanya?? aku udah mulai berangkat nih"
tanya Tata
"belum tau Ta kak Juna masih melarangku, aku akan cari cara lagi Ta agar bisa berangkat kerja lagi"
Naya memberitahu
"kak kalau saranku berhenti saja bentar lagi kan kamu bakalan sibuk nyiapin pernikahanmu dan mas Juna, pasti mas Juna juga gak akan biarin kamu capek kak, aku juga gak mau kamu kecapekan"
ucap Tata
jawab Naya
"kak mertuamu udah bukan ibunya mas Ryan lagi tapi ibunya mas Juna, sepertinya ibu juga gak akan ngembiarin kamu harus melakukan ini itu"
ucap Tata lagi
"kakak tau Ta, dan mungkin setelah menikah kak Juna pasti akan melarangku untuk bekerja, mau gak mau aku harus nurut, makanya kakak puas puasin kerja"
jawab Naya memberitahu
"ya kak, tapi apa kakak akan ikut tinggal di Jakarta?? mas Juna kan tinggalnya di Jakarta kak"
tanya Tata
"pastilah aku ikut kak Juna ke Jakarta Ta, tapi kak Juna bilang akan sering berkunjung kesini kalau gak sibuk, gitu katanya"
jawab Naya
"gimana dengan Malik kak?? Malik pulang kan kak?? terus dia udah tau belum tentang ganti bapak??"
tanya Tata lagi.
"apaan tu ganti bapak??"
Naya bertanya balik
"lah kan kak Naya nikah lagi alias ganti suami, Malik ganti lah bapaknya"
ceketuk Tata
"hihihi, bapaknya Malik ya tetap mas Ryan Ta mau sampai kapan pun gak bisa diganggu gugat, kak Juna ayah sambungnya"
ucap Naya cekikikan
"ya sihh, tapi apa Malik tau kalau kakak akan menikah dengan mas Juna?? apa dia menerimanya??"
tanya Tata
"kami sudah kasih tau Malik Ta, Malik setuju, mungkin dia belum paham karna masih terlalu kecil, nanti kita akan memberitahunya lagi pelan pelan"
Naya memberitahu
"ohhh, semoga Malik mau mengerti ya kak, aku takut kalau Malik gak mau punya ayah sambung"
Tata khawatir
"insyallah gak Ta, doain aja ya semoga baik baik saja"
ucap Naya yang diaminkan Tata
tidak lama mereka pun mengakhiri panggilannya
dan Naya mengambil nasi untuk sarapannya pagi ini
"Tata telepon??"
tanya ibu Naya
"iya bu"
jawab Naya
"kenapa??"
tanya ibu Naya
"enggak kok bu cuma tanya kapan berangkat kerja, gitu aja"
Naya memberitahu
"ohh, dia kan juga suaminya sakit?? masih berangkat kerja??"
tanya ibu Naya
"iya, rencananya mau berangkat mulai hari ini makanya tanya Naya siapa tau bareng"
ucap Naya
"terus kamu mau kerja lagi??"
tanya ibu Naya
__ADS_1
Naya menggeleng
"ibu kayak gak tau kak Juna aja, mana bolehin dia aku kerja lagi, kadang aku kesel sama dia yang suka ngelarang aku ini itu"
curhat Naya
ibunya nyengir mendengar curhatan anak gadinya
"namanya juga orang cinta Nay ya begitu, dulu juga Ryan juga begitu kan tapi kamu nya yang ngeyel"
cibir bapak Naya
"iya pak, abisnya aku malas dengerin ibu mertua pak, aku juga pengen aktifitas juga jadi ya aku harus maksa, apa lagi mas Ryan jarang dirumah daripada nganggur mending nyari kerjaan"
ucap Naya pasti
"terus nanti kamu juga mau tetep kerja mbak?? mau ngeyel juga ke mas Juna??"
tanya Ridwan tiba tiba datang untuk sarapan sebelum berangkat kerja
"kayaknya gak deh, tapi gak tau sih, lihat saja nanti lah, kepo amat sih Wan"
Naya memicingkan matanya
"ya gak kepo cuma pengen tau aja, kamu kan ngeyelan susah dikasih tau"
jawab Ridwan enteng
"sotoy lu, tapi iya juga sih"
Naya mengakuinya nyengir kuda
"sudah makan jangan ngobrol mulu"
tegur ibu Naya
dan mereka pun menurut mulai menyuap nasinya
**
Juna sengaja menyibukkan pekerjaannya agar cepat bisa berangkat ke Semarang untuk bertemu Naya
"apa lagi jadwal ku Gga??"
tanya Juna pada Rangga
"masih ada beberapa lagi mas, sampai beberapa hari kedepan"
jawab Rangga
"gak bisa selesai hari ini??"
protes Juna
"ini jadwal seminggu lebih mas jadi beberapa hari karna aku padatin, mas minta dipadatin kan jadwalnya biar cepet kembali ke Semarang??"
tanya Rangga
Juna mengangguk
"ya sudah cepat selesaikan kerjaan mas, gak usah banyak protes dulu, biar aku juga bisa ikut ke Semarang diacara mas Juna"
ucap Rangga
"kok kamu ya sepertinya yang jadi bosnya??"
protes Juna lagi sambil terkekeh
"gak usah banyak protes"
jawab Rangga cengengesan
**
"sayang masak kamu berangkat lagi sih"
protes Stela pada Adam
Stela sedang mengantar pacarnya kebandara untuk mengurus anak perusahaannya di luar negeri
"bentar doang kok sayang, aku takut papa ayah marah kalau aku nolak bisa dicoret aku dari KK"
canda Adam
"ya wes, tapi nanti pas acara nikahan mas Juna bisa datang kan sayang??"
tanya Stela manja
"insyallah mas datang sayang"
jawab Adam lagi
"ya udah lah sana pergi"
usir Stela
"gak peka banget sih"
gumam Stela
Adam cengengesan mendengar gumaman Stela Adam tau pacarnya tersebut ingin segera dihalalkan tapi Adam menunggu waktu tepat untuk semua itu karna ia masih sibuk mengurus perusahaan orang tuanya
**
"mas masih ada yang kurang gak untuk acara kita??"
tanya Intan yang menghampiri Bagas dipabriknya
"belum mas cek sayang, nanti saja ya soalnya kan harus ngejar ini dulu biar nanti pas harinya gak terlalu numpuk"
jawab Bagas mata dan tangannya masih fokus diberkas dan laptopnya
"ya sudah, kalau memang sibuk kenapa gak minta tolong mas Juna mas?? atau orang suruhannya"
saran Intan
"gak usah sayang, walaupun Juna sudah bilang mas dan mas tolak, acara kita kan gak besar kayak acara Juna dan Naya, jadi gak terlalu repot mas masih bisa ngehandle semuanya, kamu tenang saja ya"
jawab Bagas meyakinkan
"aku cuma takut nanti mas sakit kalau terlalu capek mas, dan aku gak mau itu terjadi"
ucap Intan kesal dengan Bagas yang tidak peduli dengan kesehatannya
"ok, nanti mas telpon Juna untuk mengurus acara kita, bagaimana??"
tanya Bagas mengalah tidak mau banyak debat dengannya
"kenapa gak sekarang?? sama aja kan nanti minta tolong sekarang minta tolong"
Intan belum puas dengan ucapan Bagas
"baiklah baiklah baiklah sayangku, masyallah melebihi Naya kalau sudah berkeinginan"
jawab Bagas pasrah dan ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Juna memintai tolong
panggilan terhubung
"gimana Gas?? ad masalah??"
tanya Juna setelah mengucap salam
"gak ini Jun, mau minta tolong kamu untuk mengurus acara ku biar cepat selesai, bisa gak??"
tanya Bagas tidak enak hati karna sebelumnya menolak bantuan Juna dan sekarang membutuhkannya
"ok, nanti aku suruh untuk mengurus semuanya dari acara akad sampai pestanya ya, kamu tenang saja, jangan sungkan, pasti Intan khawatir ya??"
Juna menebak
Bagas nyengir
"iya, taulah perempuan, kalau begini sama kayak Naya, cerewat"
ucap Bagas cengengesan
Juna tertawa
"namanya juga perempuan semuanya sama, yasudah aku akan mengurus semua,ok"
jawab Juna lalu mengakhiri panggilannya
"sudah sayang, jangan ngambek lagi ya??"
rayu Bagas menghampiri Intan yang duduk disofa ruangannya
Intan mengangguk tersenyum ceria
"mas aku udah bawain makanan, nanti makan bersama ya?? sama Tata juga"
ucap Intan tersenyum
__ADS_1
"siapp sayang"
jawab Bagas mencubit dagu Intan dengan gemas