
selesai menikmati masakan sang ibu Juna dan Stela menutuskan masuk kekamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang sehabis bepergian dan berisitirahat
**
dikediaman rumah Tata sudah sampai dan mengajak Intan bersantai sejenak singgah dirumahnya
"ayo mbak masuk"
ajak Tata pada Intan
Intan mengangguk mengiyakan mengikuti langkah Tata dan Bagas masuk kedalam rumah Tata
"Ta kamu sudah pulang mana Akmal??"
tanya ibu Bagas mengetahui anak perempuannya sudah berada dirumah.
"mbah Uthi Akmal kemarin jalan jalan sama pak dhe dan budhe loh mbah"
celoteh Akmal dengan logat anak seusianya
ibu Bagas mengerutkan alisnya mendengar perkataan cucunya
"budhe Naya ya Mal??"
tanya ibu Bagas memangku cucunya disofa ruang tamu
karna setiap pergi selalu bersama Naya
"iya mbah uthi sama tante Naya sama budhe Intan juga sama om Juna juga ikut, tapi tante Naya ikut mobilnya om Juna mbah"
Akmal memberitahu
"siapa budhe Intan kok mbah gak dikenal??"
tanya ibu Bagas penasaran dan Akmal pun menunjuk kearah Intan berada, Intan tersenyum saat ibu Bagas melihatnya.
"ibu tadi kan sudah disalimi sama mbak Intan gimana masih nanya siapa Intan"
protes Tata cengengesan
"maaf ya nak ibu gak mratiin soalnya lagi fokus cucu"
ucap ibu Bagas
Intan mencium punggung tangan ibu Bagas kembali untuk yang kedua kalinya
"ya bu gak papa, cuma mampir sebentar kok bu"
jawab Intan sungkan
"mbak diminum dulu airnya biar gak haus"
Tata mengingatkan
Intan mengangguk
"kamu sudah nikah belum nak Intan??"
tanya ibu Bagas
"sudah bu tapi sudah pisah"
jawab Intan malu
"sudah punya anak??"
tanyanya lagi
"belum bu"
jawab Intan agak takut ditolak oleh keluarga Bagas walaupun Bagas belum ada tanda tanda menyukai tapi tetap saja Intan grogi dan takut akan statusnya
"berarti lanjar ya??"
tanya ibu Bagas lagi
Tata Intan dan Bagas mengerutkan keningnya bingung tidak tau maksud dari perkataan ibunya
"maksudnya bu??"
tanya Bagas penasaran
"lanjar itu janda tapi tidak punya anak alias janda kembang, kalau janda itu sudah memiliki anak gitu"
ibu Bagas memberitahu
"ooooo"
jawab semua yang mendengarkan
"iya bu saya janda kembang"
ucap Intan malu
"Gas ada lanjar ini gimana?? dari pada sama Naya gak dapat dapat, ini juga cantik kok"
celetuk ibu Bagas
"huss ibu tu ada ada saja, Bagas sudah mundur dari barisan pengejar cinta Naya, jadi ibu tenang saja Bagas lagi berusaha mencarikan Mantu untuk ibu"
jawab Bagas cengengesan
"mau cari dimana nyatanya gak ketemu ketemu, gak usah cari kemana mana kalau didepan mata kamu saja ada"
ucap ibu Bagas melempar bantal sofa kemukanya
seketika senyum Intan sersungging dengan lebar mendapatkan lampu ijo dari ibu Bagas
"iya ni bu mas Bagas susah dikasih tayu padahal aku dan kak Naya udah susah payah berusaha emang dasar masku ini yang kolot dan gak peka, dasar kayak gitu masih berani ngatain kak Naya kolot tulalit nyatanya dia sendiri yang begitu"
ucap Tata kesal dengan kakaknya
"bagus ya Naya sudah memberimu lampu merah tandanya kamu benar benar tidak akan bisa mendapatkannya, dia mala membantumu mencarikan jodoh untukmu kamu ada bidadari didepan matamu mala diam saja tidak ada pergerakan sama sekali, kalau dia pergi darimu baru tau rasa kamu Gas ibu benar benar kesal denganmu"
ibu Bagas gemas dengan tingkah anaknya
"ya abisnya aku takut ditolak bu, cewek secantik Naya saja menolakku apa lagi Intan"
kilah Bagas yang sebenarnya memang tidak tertarik dengannya karna hatinya masih untuk Naya
"kalau kamu belum dicoba bagaimana bisa tau Bagas?? ibu capek hamil kamu nglahirin kamu sampai nyunatin kamu, kamu mala ya allah Gas"
ibu Bagas gemas sampai menjewer telinga anak laki lakinya
Tata dan Intan cengesan melihat wajah melas Bagas yang kena omel sang ibu
"maaf ya mbak kamu jadi lihat adegan yang seperti ini"
ucap Tata cekikikan
"ya gak papa Ta aku mala senang jadi hiburanku melepas capek selama perjalanan, keluarga kamu asik ya, aku betah disini"
jawab Intan jujur
"kamu jadi mantuku saja nak mau tidak, kalau urusan anak ini biar ibu yang ngurus"
celetuk ibu Bagas yang membuat Intan malu wajahnya merona seperti tomat
"gimana mas Bagasnya saja bu"
Intan malu malu meong
"dengar tidak Gas??"
tanya ibu Bagas melotot
"i iya bu"
jawab Bagas malu orang lain harus melihatnya seperti ini
"sudah ahh Tan ayo aku antar pulang saja"
__ADS_1
Bagas mengajaknya pulang lalu mencium punggung tangan ibunya
"ya sana anterin pulang jangan lupa berencana kapan siap dilamar"
celetuk ibu Bagas
Intan hanya senyum senyum senang
**
"mbak kamu yakin dengan mas Juna??"
tanya Ridwan penasaran yang membuat ibu Naya menoleh kearah anak perempuannya
"yakin apanya??"
Naya bertanya balik karna tidak tau arah pembicaraan adiknya
"hubunganmu dengan mas Juna mbak?? aku tau mas Juna dan keluarganya juga sangat menyanyangimu tapi dengan status kita dan dia bagaikan langit dan bumi mbak, apa mbak tidak memikirkan semua itu??"
tanya Ridwan penasaran
"mbak Juga gak tau Wan harus gimana walaupun kak Juna tidak pernah mempermasalahkan semuanya tapi tetap saja mbak minder"
jawab Naya apa adanya
"lillahitaallah Nay, kalau memang jodoh mau kaya ataupun miskin ya akan berjodoh wallahualam hanya allah yang tau"
ibu Naya memberitahu
"iya bu Naya tau tapi tetap saja membuat Naya tidak percaya diri bersanding dengannya, biarkan seiring berjalannya waktu saja lah bu, kita lihat saja nanti gimana, bukan Naya bermaksud mempermainkan kak Juna tapi Naya juga bingung dan tidak tau harus bagaimananya"
jawab Naya jujur
Ridwan menghela nafas
"ya sudah lah mbak terserah kamu cuma pesanku mas Juna orang yang baik jang sakiti dia"
pinta Ridwan
Naya hanya mengangguk dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat
diam diam Naya memikirkan semua perkataan adiknya harus bagaimana kedepannya dengan Juna
"gak mungkin aku gantungin terus, aku juga harus ngasih kepastian ke kak Juna, apa aku iyain aja ya?? tapi aku masih takut berumah tangga lagi"
gumam Naya bingung dengan apa yang sedang ia pikirkan
tiba tiba ponselya berdering Juna yang sedang memanggilnya
"ya kak ada apa??"
saat Naya mengangkat panggilannya menunjukkan wajah cantiknnya
"kangen"
jawab Juna tersenyum memandang pujaan hatinya
"kangen siapa??"
goda Naya
"kamu"
jawab Juna cepat
"gombal"
jawab Naya cengengesan
"kamu lagi apa sayang??"
tanya Juna lembut
"lagi mikirin kamu"
jawab Naya malu
tanya Juna tidak percaya tapi melihat wajah malu Naya
"gak percaya ya sudah, orang yang dipikirin gak ngerasa"
sindir Naya
"siapa yang gak ngerasa??"
tanya Juna pura pura tidak tau
"yang ada dilayar hp ku"
jawab Naya cepat
"masak?? kayak ngak dia ngerasa kok"
Juna cengengesan
"oya?? coba mana buktinya??"
tanya Naya cekikikan
"ini sekarang lagi ngobrol sama yang lagi mikirin"
jawab Juna tersenyum senang akhirnya sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit bahtera cinta Juna mulai mengarungi samudra Naya
Naya tersenyum malu mendengar gombalan Juna
"duhh senangnya gombalin kamu"
guma Juna dalam hati ia cengengesan
"kakak udah makan??"
tanya Naya mengalihkan pembicaraan
"makan apa dulu?? kalau makan nasi sudah yang belum makan kamu sayang"
jawab Juna lembut
"belum halal"
Naya mengingatkan
"ya kakak tau makanya kakak berpuasa dan harus mengontrol semuanya sampai tiba waktunya kapal kakak berlabuh"
jawab Juna
"kapal yang mana?? kakak punya kapal?? dimana kak?? ada berapa??"
tanya Naya tidak peka apa yang dimaksud Juna
"ya salam kolotnya kambuh"
batin Juna
"kapal ini sayang belum berlabuh didermaga cintamu"
Juna menujuk dadanya dan dada Naya dilayar ponselnya
"alahhh aku jadi baper deh"
jawab Naya cengengesan
"kapan dermaga Naya siap dilabuhkan kapal cinta Juna"
tanya Juna tersenyum lembut
"gombal, bikin aku meleleh aja sih tu kan jadi meleleh"
jawab Naya tersipu malu hidungnya gembang kembis karna senang digoda Juna
"melelehlah karang ombak samudra dan tumbuhlah bunga teratai nan indah yang seperti bunga surga yang selalu mekar selamanya"
__ADS_1
gombalan Juna berikutnya
"bentar deh kok kayak lagu dangdutan ya kata katanya?? hemm kak Juna nyontek lirik dangdut ya, gak jadi meleleh deh aku"
ucap Naya sewot setelah menyadari lirik dan gombalan Juna mirip lagu dangdut
"wadoh disamain sama lagu dangdutan, tapi kayak pernah denger sih yang liriknya begitu"
gumam Juna mengingat ingat
setelah mengingatnya Juna cengengesan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal
"hehehe tapi kakak gak nyontek loh, beneran, suwerrr dehh"
jawab Juna mengangkat dujarinya kedepan layar ponselnya
"tau ahhh"
Naya ngambek
"jangan ngambek sayang, kakak gak bohong cuma ingat kata kata itu saja dan langsung mengucapkannya gak taunya mala mirip lagu dangdut kalau kamu gak ngingetin kakak gak ingat sayang, maafkan kakak"
Juna memelas
"gak kreatif banget sih ngegombal jiplak lagu dangdutan, udah meleleh jadi beku lagikan"
sindir Naya
"iya kakak salah sayang maafkan kakak Nay"
Juna masih memasang wajah melasnya
"ok deh Naya maafin, tapi Naya mau istirahat kak capek kakak juga istirahat ya biar gak capek berujung sakit"
ucap Naya kemudian
"ya sudah selamat beristirahat sayang emuahh jangan lupa mimpiin kakak ya??"
gurau Juna mebgedipkan satu matanya
Naya tertawa melihat tingkah Juna dilayar ponselnya
"iya iya aku mimpiin, assalamualaikum"
ucap Naya langsung mematikan teleponnya setelah mendapatkan salam dari Juna
Stela pun tidak mau kalah ia sedang sibuk melakukan panggilan video dengan sang kekasih yang jauh dimata dekat dihatinya pacar Stela yang bernama Adam wicaksono ia masih melanjutkan S2 dilondon dan meminta Stela untuk menunggunya sampai selesai, saat selesai studinya Adam siap melamar Stela untuknya
"sayang kapan pulang, jarang banget pulang gak tau apa aku kangen nungguin kamu"
rengek Stela pada sang kekasih
"sabar sayang sebulan lagi aku pulang indo studiku hampir selesai jangan khawatir ya??"
Adam menghibur
"ya sudah aku kalau begitu aku mau istirahat daaa"
ucap Stela agak kesal dan menutup teleponnya secara sepihak
"hmm sabar Stela sebulan lagi mas Adam pulang tapi tetap aja kesel bertahun dia selalu ninggalin aku terus, tau ahhh bodo amat aku mau tidur besok senen menyambut kesibukanku"
gumam Stela lalu memejamkan matanya agar terlelap
***
seminggu telah berlalu setelah disibukkan pekerjaan Naya memutuskan untuk bertemu Juna perihal perasaannya terhadapnya
dan Juna dengan senang hati menjemputnya pulang kerja seperti biasanya dan mengajaknya disebuah cafe biasa
"sayang kamu pesan apa??"
tanya Juna lembut pada Naya
"terserah aja lah kak aku mau semua kok, apalagi pilihan kakak semuanya enak"
jawab Naya tersenyum
tiba tiba seorang wanita yang Juna dan Naya kenal datang menghsmpirinya
"Naya"
panggil seorang wanita yang tidak lain adalah Ella
Naya dan Juna menoleh kearah sumber suara
deg jantung Juna ditompa dengan cepat melihat kedatangan Ella bukan karna cinta tapi lebih takut ia menganggu Naya dan menghancurkan hubungan yang hampir terjadi dengannya karna ia tau sifat sang mantan pacarnya
"mbak Ella"
senyum Naya merekah bertemu teman pesantrennya
Ella pun menghampiri tempat duduk mereka berdua dan berpelukan dibalik pelukannya Ella menyunggingkan senyum liciknya pada Juna yang menandakan ia akan membuat hubungan mereka menjauh Juna melotot melihat senyum yamg disiratkan padanya
"tidak akan aku biarkan merusaknya"
gumam Juna dalam hati geram
"Naya apa kabar sayang makin cantik aja ya kamu, kenapa kamu gak berubah sedikitpun, curang kamu Nay??"
celoteh Ella ramah
"alhamdulillah baik mbak, mbak Ella juga apa kabar?? mbak Ella mala tambah cantik sekarang, ayo duduk sini mbak"
pinta Naya dan Ella pun ikut duduk dengan mereka semua Ella menyunggingkan senyum kemenangan pada Juna karna ia maju satu langkah Juna tidak menggiraukannya ia lebih fokus dengan Naya memikirkan bagaimana caranya Naya tidak akan diganggu dengannya
"mbak mau makan apa?? sekalian pesan gih kita makan bareng"
ucap Naya menyodorkan menu ke Ella
"pesan apa yang kalian pesan aja lah biar samaan"
jawab Ella ramah melirik kearah Juna ingin melihat reaksinya
"kak kita pesenin samaan aja deh sama mbak Ella"
pinta Naya pada Juna
"ok gak masalah sayang"
jawab Juna lalu memanggil pelayan dan memberitahu pesanannya
Ella kesal dalam hati melihat ekpresi senyum cinta dan kasih saya Juna pada Naya karna selama menjadi pacarnya dulu Juna tidak pernah memberikan senyuman itu jelaslah gak pernah orang gak cintaaa.
"mbak Ella sekarang tinggal dimana kok baru nongol aja sih?"
tanya Naya
"mbak Ella tinggal di Semarang sekarang Nay ngekos, lagi kerja soalnya"
jawab Ella ramah
"kerja dimana mbak?? terus suami mana kok gak ikut??"
tanya Naya lagi
"SPG Nay, dan mbak Ella udah janda 2th"
Ella memberitahu dengan wajah memelas.
"wahh pantes mbak Ella tambah cantik saja, maaf ya mbak aku pikir mbak Ella bersuami"
jawab Naya sungkan
"ya gak papa Nay, gimana kabar kamu sekarang kamu sudah menikah??"
tanya Ella tersenyum
"aku juga janda mbak anak satu baru cerai beberapa bulan yang lalu belum lama"
jawab Naya santai
__ADS_1
Juna yang hanya diam saja mendengarkan percakapan dua wanita didepannya pun hanya memperhatikan Naya tidak ada penyesalan dalam wajahnya berpisah dengan mantan suaminya.