Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
kayak lagi maraton


__ADS_3

mama dan ibu Juna menghampiri Naya yang sedang terlelap memeluk Lintang bersamanya


"kamu benar benar keterlaluan ya ibu gak habis pikir harus bagaimana menyikapimu Nay"


ibu Juna mengelus elus kepala Naya yang terlelap ia kesal dengan calon menantunya tersebut tapi ia juga tau bukan sepenuhnya kesalahannya karna kejadian tersebut bukan disengaja


"mereka berdua seperti ibu dan anak mbak, kenapa dia menyayangi anak kecil ini seperti anaknya sendiri heran aku"


mama Juna juga juga kesal dengan Naya yang main kabur kaburan membuat semua orang benar benar pusing dibuatnya


Naya menggeliat ada sesuatu yang bergerak dikepalanya ia pun membuka matanya mengucek agar penglihatannya lebih jelas lagi


"sudah bangun anak nakal??"


ibu Juna berbicara dengan nada ketus ia kesal dengannya yang lain berpusing pusing sedangkan dirinya mala enak enakan tidur dengan tenangnya


"ibu mama"


Naya memeluk merekaberdua dengan erat ia pun menangis terisak dipelukan kedua calon mertuanya tersebut


"maaf bu ma"


ucap Naya lirik disela isakannya


"kurang ajar ya kamu anak nakal yang lain kerepotan kamu tidur nyenyak meluk anak orang"


ibu Juna menjewer kuping Naya dari balik kerudungnya


"ampun bu ampun Naya salah ampuni Naya"


Naya kesakitan dijewer ibu Juna karna memang sangat sakit jewerannya


ibu Juna pun memeluknya kembali mengusap kepala Naya dengan penuh kasih sayang


"kamu baik baik saja kan selama ini?? ibu benar benar khawatir denganmu sayang"


ibu Juna menangis kembali tidak bisa dipungkiri dirinya pun sangat menyayangi Naya seperti anak sendiri


Lintang terbangun karna suara berisik dari tiga orang yang ada didepannya tersebut


ia langsung menarik Naya takut dipisahkan dengannya


"mbak Rani punyaku nenek sihir jangan ambil mbak Rani aku gak mau"


Lintang merengek menarik narik Naya agar menjauh dari kedua orang tua Juna


"Lintang tidak boleh begitu gak sopan, mereka juga eyang kamu harus patuh dan sopan ya??"


pinta Naya pada Lintang setelah ibu Juna melepaskan pelukannya


"tapi mereka kan akan membawamu pergi mbak aku tidak mau berpisah denganmu"


Lintang masih tidak terima


"kamu kan juga ikut sayang walau nanti kamu pulang bersama papa dan eyang tapi tetap kamu mengantar pulang mbak Rani jadi jangan khawatir lagi ya?? mbak Rani akan kesini kok mengunjungi Lintang"


Naya masih membujuk


Lintang pun mengangguk mengiyakan ucapan Naya


"Nay cepat kamu siap siap bentar lagi mau berangkat"


mama Juna memberitahu


"iya ma"


jawab Naya lalu menyiapkan keperluan Lintang lebih dulu baru barangnya yang ia siapkan sepanjang Naya menyiapkan semua barang Lintang dan dirinya


Lintang mengikutinya takut Naya meninggalkannya


ibu dan mama Juna beserta mama Aryo hanya diam melihat tingkah Lintang yang mengikuti Naya kesana kemari tanpa melerai


"apa mereka sedekat itu Jeng??"


mama Juna membuka obrolan ia pun penasaran dengan kedekatannya dengan Naya hingga takut kehilangan baby sister tersebut


"mereka sangat dekat saya juga gak tau Jeng padahal sama baby sister yang duli gak sedekat ini tapi entah dengan Rani kenapa seperti mamanya hingga Lintang sendiri berani memintanya pada kami untuk menjadikannya mamanya, apa Rani juga orang yang seperti itu??"


mama Aryo penasaran dengan baby sister cucunya


"dia memang orang seperti itu perhatian dan penyayang wajar kalau setiap orang yang dekat dengannya akan selalu nempel seperti cucumu"


mama Juna bicara tapi matanya menatap lurus Naya yang sedang membereskan pakaiannya yang diikuti Lintang


mama Aryo mengangguk paham


"Lintang mbak Rani mau mandi dulu sayang kamu sama eyang dulu ya"


pinta Naya membelai lembut kepala Lintang


"mau ikut mbak Rani mandi"


rengek Lintang


"Lintang kan sudah mandi sayang nanti basah"


Naya memberitahu


"gak papa"


jawab Lintang cepat

__ADS_1


Stela dan Sukma yang kebetulan ingin menemui Naya pun akhirnya ikut membujuk Lintang agar mau bermain dengannya


"halo cantik main sama tante dulu yuk biarkan mbak Rani mandi dulu"


bujuk Stela Lintang menggeleng mala memeluk pinggang Naya dengan erat


"sayang dengerin mbak Rani tante Stela bisa nari prisces loh kayak Lintang sama mbak Rani nari nari itu loh, tante Stela juga pintar"


Naya ikut membujuk


Stela mendelik pada Naya


minta penjelasan


Naya mengapitkan kedua tangannya memohon


Stela pun menghela nafas pasrah


"ya loh mau nari sama tante?? tante ingin tau apakah tarian tante ada yang salah atau tidak"


Stela mencari alasan yang dianggukan Sukma


perlahan Lintang pun melepaskan pelukannya menatap lekat Stela ingin tau tapi ragu


"mbak Rani ayo??"


ajak Lintang


"mbak Rani mandi dulu sayang bau acem, kamu lihatin tante Stela saja dulu nanti kalau ada yang salah kasih tau mbak Rani ya"


Naya masih membujuk Lintang pun berfikir sejenak sebelum mengiyakan


Naya pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya Lintang bermain bersama Stela dan Sukma main tari tarian ala ala princes Elsa


para orang tua tertawa melihat Stela menari kaku bersama Lintang dan Sukma


"kamu lucu Stel hahhahaha"


tawa mama Juna keluar kala Stela dimarahi Lintang karna gerakannya salah


"maaf sayang tante lupa"


kilah Stela yang memang tidak tau cara menari


"awas kamu ya mbak bikin aku diomelin anak kecil"


gerutu Stela dalam hati


ia melanjutkan gerakannya mengikuti tarian Lintang yang sangat lincah


tidak lama pun Naya sudah selesai dan menghampirinya


Lintang langsung berlari ke Naya dan bercerita


"mbak Rani katanya tante itu bisa nari ternyata tidak bisa mbak gerakannya salah semua aku pusing ngajarin dia mbak gimana sih katanya bisa tapi ternyata gak bisa haduhh"


Lintang berceloteh mengeluh Naya tertawa mendengar cerita Lintang Juna yang kebetulan lewat ingin memberitahukan bahwa pesawat siap mala menatap Naya dengan dalam keceriaan Naya yang sudah lama hilang dari matanya kini kembali lagi


"oh iya??"


tanya Naya menahan tawa karna Stela sudah melototinya


"iya mbak payah sekali tante itu, aku capek sekali ngajarin dia gerakan yang benar"


ucap Lintang yang melihat pasti gemas dengan celotehnya


"mas Juna ada apa??"


tanya Sukma yang mendapati kakaknya hanya berdiri dipintu Naya pun ikut menoleh kearah Juna


"ah iya, ini pesawatnya sudah siap kita bisa berangkat sekarang"


Juna memberitahu sambil menatap Naya


Sukma mengangguk Juna pun berlalu


"ayo sudah siap semuanya"


ucap Stela yang diikuti semua orang termasuk keluarga Aryo


Naya berpamitan dengan mbok Ija dan yang lainnya untuk pulang kampung


mbok Ija Naya dan lainnya pun menangis karna bagi mereka pun Naya sudah seperti keluarga Naya pun sebaliknya


"kamu hati hati yo nduk jangan lupakan kami disini baik baik ya kamu disana ya"


ucap Mbok Ija Naya mengangguk mengiyakan sambil terisak


selesai berpamitan Naya pun masuk mobil bersama Stela Sukma dan kedua orang tua Juna beserta Lintang yang selalu merengek ingin bersamanya


"Lintang sama tante saja ya??"


pinta Sukma ingin juga dekat dengan Lintang


"gak mau Lintang mau sama mbak Rani saja"


tolak Lintang Sukma menghela nafas


"gak papa Sukma biarkan Lintang bersamaku"


pinta Naya

__ADS_1


"tapi mbak kamu capek kalau gitu terus daritadi dia ngekorin kamu mulu udah kayak buntutnya aja tau gak??"


protes Sukma tidak terima karna dia tidak ada waktu untuk ngobrol bersama Naya


"gak papa Sukma, kamu mau ngajakin jualan kacang kan?? aku tau"


tebak Naya karna kebiasaan kalau kumpul mereka pasti akan ngerumpi seperti emak emak komplek yang sedang ghibahin tetangganya


"tau aja"


Sukma cengengesan


"kalian itu ya benar benar deh masih sempat mikirin ngrumpi sampai Jakarta abang kalian nikah nanti kalian bisa ngerumpi sepuasnya disana sekarang kasih waktu untuk Naya dengan Lintang kasian dia butuh sosok seorang ibu, tadi neneknya sudah cerita semuanya ke mama dan ibu"


mama Juna menjelaskan


ibu Juna menceritakan tentang rumah tangga Aryo seperti yang diceritakan mama Aryo padanya sampai selesai Stela dan Sukma mendengarkan ceritanya dengan khusyuk


"biarkanlah dia mendapatkan kasih sayang seorang ibu walaupun bukan ibu kandungnya kalian mengerti"


ibu Juna memperingati


Sukma dan Stela mengangguk tanda mengerti


"pantesan begitu, kasian juga ya lihatnya, tapi apa Malik nanti mau berbagi kasih sayang dengannya bu, Malik juga butuh kasih sayang ibunya"


ucap Stela yang melihatnya sendiri setiap berkunjung mendapati Malik menangis merengek ingin bertemu sang ibunya untung Juna bisa menenangkannya


"insyallah Malik bisa Stel nanti mbak coba, Malik kan juga anak yang pintar kok"


Naya meyakinkan


"mbak Naya kan gak tau Malik sekarang gimana nanti biar mbak tau sendiri saja aku gak akan kasih tau, biar tau rasa kamu mbak"


Stela kesal karna Naya masih membela Lintang


mama dan ibu Juna hanya menggeleng dengan kekesalan anak gadisnya


dimobil yang ditumpangi Juna dan Aryo mereka saling terdiam satu sama lain hingga Aryo yang membuka suara lebih dulu


"jadi perempuan yang kabur itu Rani Jun maaf maksudnya Naya??"


tanya Aryo Juna mengangguk pasti


"maaf aku gak tau kalau orang yang kamu cari ada didalam rumahku bersamaku"


Aryo meminta maaf karna tidak tau menahu tentang Naya


"gak papa Yok, kamu gak salah itu karna Naya nya yang pintar menyembunyikan identitasnya aku juga gak kepikiran sampai kesitu bahwa Naya akan memakai cadar untuk menghindari jangkauanku dan berhijrah"


Juna menenangkan agar Aryo tidak tambah merasa bersalah


"oya Jun tadi aku telepon Shifa teman Naya satu satunya disini untuk ikut menghadiri acaramu dia juga dekat dengan Lintang walau tidak sedekat Naya sih gak papa kan??"


tanya Aryo


"gak papa Yok kenapa gak jemput sekalian saja tadi, terus dia naik apa??"


Juna bertanya dia tau kalau Naya sampai tau temannya ikut dan berangkat sendiri pasti akan mengomelinya


"mau naik taksi katanya gak mau dijemput maklum dia juga memakai cadar seperti Naya"


Aryo memberitahu


"alamat ini"


gumam Juna


"kenapa Jun??"


tanya Aryo yang mendengar gumaman Juna


"gak papa ya sudah udah terlanjur yang penting nanti kita bisa bersama sama tunggu saja sampai datang"


jawab Juna


tidak lama pun mobil sampai ke bandara mereka semua pun turun dan langsung naik kepesawat pribadi milik Juna Lintang masih digendongan saat Naya hendak melangkahkan kakinya ditangga pesawat


tiba tiba Sihifa turun dari taksi dan berteriak memanggil temannya tersebut


Naya pun menoleh kearah sumber suara


"Shifa"


ucap Naya


Shifa menghampirinya sambil menenteng kopernya


"kak tunggu dong aku juga mau ikut denganmu mumpung pak bos ngasih aku libur yang tiada batasnya "


Shifa ngos ngosan


"mau minum dulu Fa kamu kayak lagi marator gitu"


Naya menawarkan


Shifa menggeleng


"ya sudah masuk dulu kalau gitu"


ucap Naya pun melanjutkan langkahnya masuk kedalam pesawat yang diikuti Shifa Stela dan Sukma karan para orang tua dan Juna Aryo sudah masuk duluan

__ADS_1


__ADS_2