Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
baperkan jadinya


__ADS_3

sebelum pulang ryan mengajak agung untuk makan dipinggir jalan. selesai makan mereka menlanjutkan perjalanan pulang. tak lupa membungkus nasi dan lauk untuk istri tercinta mereka dan ibu tersayang.


ryan mengantar pulang agung terlebih dahulu. sebelum pulang karna mereka berboncengan. sampai rumah agung ryan pamit pulang dan mampir kerumah ibunya mengantar makanan. tak lupa kasih uang ke agung seperti yang dijanjikan.


"mas pulang dulu ya makasih mas sudah temenin aku"


ucap ryan.


"sama sama yan. mas juga makasih jadi dapet uang. mbakmu jadi gak ngomel ngomel lagi. hehehe"


jawab agung cengengesan


"kamu itu mas ada ada saja. pulang ya mas."


ucap ryan kemudian berlalu menuju rumah ibunya.


"assalamualaikum"


ucap ryan saat sudah sampai dirumah ibunya.


"waalaikum salam"


jawab ibu ryan dari dalam rumah.


"yan ada apa??"


tanya ibu ryan setelah membuka pintu untuk anak laki lakinya.


"ini bu anak makanan untuk ibu tadi beli dijalan."


jawab ryan sambil menyerahkan makanan ketangan ibunya.


"wah mayan nih jadi gak masak. masih ya nak. kamu gak masuk dulu. mala berdiri didepan pintu." ucap ibu ryan


"gak bu langsung pulang aja. ryan cuma nganterin makanan aja kok bu. kasian naya ryan tinggal sendirian dirumah takut khawatir"


jawab ryan sopan.


"ohh kamu habis darimana yan??"


tanya ibu ryan.


"habis beli tiket bu buat berangkat ke amerika. soalnya sudah ditelponin terus bu gak enak."


ryan menjelaskan.


"oala kok cepet banget yan katanya sebulan kamu dirumah??"


tanya ibu heran


"iya bu soalnya ada temen ku pulang kampung karna mertuanya meninggal jadi kapal kekurangan orang. ryan suruh berangkat cepat cepat bu"


ryan menjelaskan.


"ohhh ya sudah sana temani istrimu nanti mala selingkuh kelamaan ditinggal"


ibu ryan ketus


ryan tidak menghiraukan ucapan ibunya. lalu pamit pulang kerumah.


sampai rumah ryan mengucap salam dan masuk kerumah menghampiri istrinya kekamar.


ryan membuka kamar dan menghampiri istrinya yang masih terlelap.


"sayang bangun yuk. sudah mau dhuhur nih"


ryan membelai kepala istrinya dengan lembut.


"mas sudah pulang??"


tanya naya membuka matanya sayup sayup


"iya sayang. udah mau dhuhur ni. mas juga bawain makanan. mau makan dulu apa sholat dulu??"


tanya ryan


"mas aku ingin dimanjaain terus sama kamu sebelum kamu berangkat."


ucap naya tiba tiba.


"iya sayang. mas akan selalu manjain kamu. sampai mas berangkat"


tangan ryan masih membelai rambut naya.


"aku pasti akan sangat merindukanmu mas"


naya memeluk perut suaminya karna posisi ryan duduk disamping naya dan naya masih posisi tiduran.


"mas juga akan sangat merindukan istri tercinta mas"


jawab ryan tersenyum getir membayangkan setiap merindukan istrinya.


"aku mandi dulu ah mas bau encut"


ucap naya melepaskan pelukannya dan bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi.


"gak mau mandi bareng mas"


tanya naya melongok kepalanya dibalik pintu kamar mandi.


"ayo"


jawab ryan semangat langsung menuju ke kamar mandi.


naya dan ryan mandi bersama bercanda gurau dikamar mandi seperti anak kecil ber main air.


selesai mandi ryan membantu mengeringkan rambut naya dengan hairdayer. ia membayangkan betapa nanti akan sangat merindukan moment moment seperti ini.


"aku pasti akan merindukan istri manjaku ini" gumam ryan dalam hati


"udah kering sayang. wudhu yuk lalu sholat."


ajak naya selesai mengeringkan rambutnya.


"iya mas"


naya tersenyum berlalu menuju kamar mandi untuk berwudhu bergantian dan sholat berjamaah bersama.


***


tak terasa seminggu telah berlalu dan sudah waktunya ryan berangkat merantau kembali. mengais rezeki dinegeri formosa.


naya ijin tidak masuk mengantar suaminya ke bandara.


"mas hati hati ya. jaga kesehatan jangan lupa makan teratur ya."


naya menasehati.


"iya sayang. kamu juga hati hati sendirian dirumah ya. makan yang teratur. jangan capek capek. ok" ryan memberitahu. tangannya membelai pipi naya lembut.


naya mengangguk.


'mas jaga hati ya"


ucap naya


"iya sayang. hati mas hanya untukmu sayang"

__ADS_1


ryan menimpali tersenyum


"gombalnya suamiku. tu kan baperkan jadinya. jadi gak boleh pergi nih"


naya manja memeluk suaminya dengan erat tidak ingin ditinggalkan.


ryan membalas pelukan naya lebih erat tidan ingin melepaskan.


"mas juga sebenarnya gak ingin pergi tapi gimana mas harus pergi sayang. demi masa depan kita. demi membahagiakan kamu sayang. yang sabar ya sayang."


ucap ryan parau.


"sudah sana berangkat nanti telat mas. demi tugas negara. hehehe."


jawab naya cengengesan setelah melepas pelukan suaminya.


"oh jadi sudah tidak kangen lagi nih sama mas"


ryan pura pura ngambek


" ya masih kangen tapi tugas negara mas kan sudah menanti mas.


naya manja menoel noel dada ryan.


"sudah mas sana masuk kalau gak masuk nanti aku makin tambah gak rela"


ucap naya masih mode manja.


" iya iya sayang mas berangkat dulu ya"


ryan berpamitan.


naya mencium punggung tangan ryan. dan ryan mencium kening naya dengan sangat lama.


ryan melangkahkan kakinya masuk ketempat keberangkatan sambil malambaikan tangan ke naya. naya pun membalas lambaian tangan suaminya sambil terisak setelah pandangan suaminya menjauh agar suaminya tidak melihanya menangis.


"sudah kak jangan nangis jelek tau"


ucap tata berusaha mengibur.


tata dan bagas ikut mengantar ryan ke bandara. mereka hanya menyaksikan kebaperan naya dan suaminya.


bagas jadi tau bahwa ryan sangat menyayangi naya.


mereka pun berlalu dari bandara.


sampai dijalan naya masih meretapi keberangkatan suaminya.


"kak masak masih nangis aja sih gak lucu tau"


tata menghibur.


"kenapa aku harus ditinggalkan lagi ta. katanya sebulan ini baru aja setengah bulan udah berangkat aja. ditinggal pas lagi sayang sayangnya lagi. kan gak lucu ta."


ucap naya ditengah isakannya.


"yalah kak emang kakak pikir suami kakak pergi kemana. orang cari duit juga. ntar balik lagi. ya walaupun setahun sih."


ucap tata kesel campur canggung dengan perkataannya yang ia ucapkan sendiri sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal. tata heran padahal naya sering ditinggal merantau tapi masih saja baper dengan keberangkatan suaminya.


" kamu si gak tau ta kakak kan sayang banget sama mas ryan."


jawab naya memelas.


"iya iya sayang."


tata sebel


"ni orang gimana sih udah tau disakitin mulu masih aja baper gitu. iya ya emang kalau udah cinta disakitin juga gak ada apa apanya. disakitin lagi baru tau rasa kamu kak." gumam tata dalam hati.


"udah udah kita makan dulu ya biar kuat nangisnya mas juga biar kuat dengernya hehehehe ."


"tega kamu mas. masak aku disuruh nangis lagi capek lah"


ucap naya cemberut. tata hanya tertawa cekikikan.


"makan tu kak hahahha" ledek tata


"ihhh kalian nyebelin ya"


jawab naya sebal tapi mala memeluk tata gemas.


"sebel kok meluk meluk gimana sih kak"


tata ketus.


"emang kalo sebel harus jambak kan gak lucu hahahha."


jawab naya masih posisi memeluk tata.


hahahahhaha


mereka pun tertawa bersama. bagas hanya geleng geleng melihat tingkah mereka.


"mas kita mau makan dimana??"


tanya naya.


"udah laper ya?? nanyain makan."


bagas tanya balik.


"ihh mas nih gak lucu tau."


jawab naya cemberut memonyongkan mulutnya.


bagas hanya tersenyum. melihat dari kaca spion mobilnya.


sampai dirumah makan naya tata dan bagas turun dari mobil dan mencari tempat duduk. setelah dapat mereka langsung duduk anteng sampai pelayan memberikan menunya.


"kamu mau makan apa ta nay??"


tanya bagas.


"bentar mas"


jawab tata sambil membolak balikkan buku menu.


tata dan naya masih sibuk melihat lihat menu yang ingin mereka makan.


setelah menemukan makanan yang mereka inginkan langsung memesan


"yang ini aja mas."


naya dan tata


"kompak bener"


ledek bagas cengengesan.


"sewottttt"


jawab naya dan tata menertawakan.


"awas kalian ya hahaha"


ancam bagas gemes pada dua wanita didepannya.

__ADS_1


setelah selesai makan mereka sholat duhur dulu kemudian melanjutkan perjalanan pulang. bagas mengantar naya pulang ke rumah.


"kenapa gak pulang kerumah ibu kamu aja nay" tanya bagas saat mereka turun dari mobil dan masuk kerumah naya.


"kapan kapan aja lah mas. aku masih pengen sendiri aja. kan gak lucu juga kalau ketahuan aku nangis dirumah ibu. yang ada aku diledekin sama ridwan."


jawab naya cengengesan.


"iya juga sih kamu kan cengeng pasti pada budek dengerin kamu nangis.


canda bagas yang diikutin tertawa sama tata.


"sialan kamu mas. emang aku porong masjid apa sampe pada budek aku nangis."


jawab naya manyun melempar bantal ke arah bagas.


"iya kali kan siapa tau"


ledek bagas setelah menangkap lemparan bantal naya dan memeluknya.


"gak lah mana ada"


jawab naya masih memanyungkan mulutnya.


"kak istirahat yuk. capek nih"


ajak tata.


"ayok. mas mu biar disini aja. bayyyy"


naya dan tata melambaykan tangan dan berlalu kekamar naya untuk istirahat.


"hah capeknya"


saat tata dan naya membaringkan tubuhnya ketempat tidur dan mereka terlelap bersama.


bagas masih termenung diruang tamu rumah naya.


"padahal hidupnya sederhana tapi kenapa kamu sangat bahagia. dan benar benar nyaman hidup dengan suamimu. apakah itu yang dinamakan cinta. walapun sederhana pun ia lakukan dan bertahan. yang penting saling mengerti satu sama lain. berbeda denganku. walaupun hidup dengan mewah rumah tanggaku tetap hancur. karna tidak ada cinta dan saling mengerti. dan lebih menyedihkannya lagi hanya aku yang selalu mengerti."


bagas meratapi nasibnya tersenyum kecut dengan rumah tangganya. hanya karena tidak bisa memenuhi satu keinginan istrinya. rumah tangganya berakhir menyedihkan. mantan istrinya lebih memilih laki laki lain yang lebih mapan dan kaya darinya. bagas selalu memenuhi ke inginan istrinya. hanya saja sang mantan istri menginginkan keinginannya diluar batas kemampuan bagas dan bagas tidak bisa memenuhinya. sang mantan istri langsung berpindah hati ke orang yang lebih kaya darinya. dan berakir dengan perpisahan.


setelah kejadian itu bagas tidak pernah mau membuka pintu hatinya untuk wanita manapun. walaupun bagas si duren (duda keren) banyak digandrungi gadis gadis diluaran sana. ia masih tauma dengan pernikahannya. entah apa yang terjadi dengannya mala jatuh cinta dengan naya yang berstatus istri orang.


bagas selalu menginginkan istri seperti naya yang selalu ceria humoris walaupun cerewet dan bar bar. tapi tidak banyak menuntut seorang suami. sedangkan mantan istri bagas terlalu banyak menuntut. hidup mewah.


"bagas bagas walapun kamu menginginkannya karna sesuai idamanmu tapi bukan berarti harus merebutnya dari suaminya gas."


bagas menasehati diri sendiri dalam hati ia tersenyum kecut kembali lalu merebahkan tubuhnya disofa dan ikut terlelap.


adzan asar berkumandang naya terbangun duluan dan berlalu kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. selesai mandi naya menunaikan sholat asar lalu membangunkan tata yang masih terlelap.


"ta bangun ta udah asar. sholat dulu gihh"


"ya kak. jam berapa kak.??"


tanya tata.


"jam 4. bangun gih mandi dan sholat. jangan lupa bangunin tu masmu. ok."


ucap naya


"kakak mau kemana??"


tanya tata yang sedang duduk diatas tempat tidur.


"mau masak bentar laper soalnya."


kemudian naya keluar kamar menuju dapur untuk memasak.


tata mandi terlebih dahulu sebelum membangunkan kakaknya.


disaat naya sibuk memasak. bagas terbangun dan menghampiri naya. bagas berdiri dipintu dapur memerhatikan pemandangan yang sangat langkah yang berada dirumahnya. mantan istri bagas tidak pernah memasak. ia lebih memilih makan diresto. jadi rumah bagas tidak pernah bau masakan.


"seandainya kamu istriku aku pasti akan sangat bahagia melihatmu memasak mungkin aku yang memasak atau mungkin kita masak bareng bareng didapur. makan masakanmu. atau masakanku mungkin masakan kita berdua. hmm apa sih gas kamu berandai andai yang tidak pasti dan tidak jelas."


gumam bagas dalam hati.


tiba tiba tata datang dan menepuk pundak kakaknya.


"mas kamu lagi apa. jangan bilang kamu mratiin kak naya.??"


tanya tata pelan penuh selidik


"apa sih kamu. orang cuma lihatin doang juga. sewottt amat"


bagas sebel diganggu oleh adiknya.


"mandi sholat biar setannya ilang. ingettt kak naya masih istri orang."


tata memberitahu.


"iya iya bawelll"


bagas berlalu kekamar mandi.


"awas kamu ya"


ancam tata


"kak lagi masak apa??"


tata menghampiri naya yang masih sibuk didapur.


"masak ini ta asem asem sama ikan goreng dan sambel."


jawab naya menoleh sekilas kearah tata dan melanjutkan memasaknya.


"wahhh mantep nih asem asem ikan sambel"


mata tata melihat asem asem diatas panci yang sangat menggiurkan.


"awas loh ta ilermu netes ke panci hahaha.


ledek naya melihat mata tata seperti orang ngidam sari.


"resek"


tata cemberut. kemudian membantu naya memasak sampai selesai.


setelah selesai naya dan tata menyiapkan masakannya dimeja makan. tata memanggil kakaknya bagas untuk makan bersama.


"mas bagas ayo makan"


tetiak tata.


"huss kenapa pake teriak teriak segala sih ta. kasian mas mu nanti budek hahaha"


naya memberitahu sambil cengengesan


" malas nyamperin kak. aku udah laper"


jawab tata langsung duduk dikursi meja makan.


bagas yang mendengar teriakan adiknya pun menghampiri ditambah mencium aroma masakan naya. ia berlari secepat kilat dan langsung duduk tanpa dipersilahkan.


naya mengambilkan nasi pada bagas dan tata terlebih dahulu sebelum mengambilkan untuk sendiri. tata mengambilkan lauk untuk kakaknya dan dirinya dan naya. lalu makan bersama dan mengobrol ringan.

__ADS_1


selesai makan bagas cuci piring. naya dan tata membersihkan meja makan dan ikut membantu bagas. selesai semua pekerjaan mereka bersantau diruang tivi


__ADS_2