
Tata pun langsung mengambilkan pembalut ditas Naya dan menyerahkannya
"assalamualaikum"
ucap Juna masuk keruangan Tata
"waalaikum salam mas Juna udah datang"
jawab Tata tersenyum
"Naya mana Ta??"
tanya Juna karna tidak melihat keberadaan Naya
"lagi dikamar mandi lagi gak enak badan katanya"
jawab Tata memberitahu
Juna langsung khawatir
"gak enak badan gimana Ta?? tadi pagi masih baik baik saja Ta?? sekarang gimana keadaannya??"
tanya Juna khawatir
"ya gitu deh katanya sakit perut pusing mual badan lemes gitu mas"
Tata menjelaskan apa adanya
degg
Seketika Juna panik tidak karuan teringat perkataan Stela sama seperti pemikiran awal Tata ia langsung menunggu didepan pintu kamar mandi dimana Naya berada
ceklek
pintu kamar mandi dibuka Naya keluar dari kamar mandi
"ada apa kak?? kakak kebelet??"
tanya Naya santai tanpa dosa
Juna langsung memeluknya erat dengan penuh penyesalan dengan apa yang terjadikala itu
"maafkan kakak Nay?? maaf, kakak janji akan mempertanggung jawabkan semuanya kakak akan menikahimu secepatnya, maaf Nay"
sesal Juna masih memeluk Naya
Naya berusaha melepaskan pelukannya yang membuatnya sesak nafas
"kak Juna ngomong apa sih?? tanggung jawab?? aku gak ngerti"
tanya Naya bingung setelah terlepas dari pelukannya.
Naya menoleh ke Tata meminta penjelasan yang membuntuti Juna dari tadi Tata hanya menagangkat bahunya tanda tidak tau.
"maafkan perbuatan kakak Nay maafkan kekhilafan kakak Nay maaf"
ucap Juna lagi.
"kan sudah berlalu kak, kita sudah saling memaafkan terus sekarang apa lagi??"
tanya Naya gemas.
"kakak akan segera menikahimu sayang, kakak janji"
ucap Juna lagi
"kan aku udah bilang kak aku belum ingin menikah"
jawab Naya agak kesal
"tapi bagaimana dengan anak dalam kandunganmu kalau kita tidak menikah Nay"
tanya Juna memelas
"apa?? anak??? anak siapa??"
Naya tersentak
"kamu hamil kan sayang??"
tanya Juna lagi
"hamil?? orang aku lagi datang bulan kok hamil gimana sih"
jawab Naya kesal
"hahhh datang bulan?? tapi kata Tata tadi kamu sakit perut mual pusing lemas, terus gimana gak hamil, kamu jangan bohongin kakak Nay, kakak akan bertanggung jawab walaupun kamu belum cinta sama kakak Nay kakak mohon sama kamu Nay"
ucap Juna memelas
"kak aku datang bulan bukan hamil, emang gini kadang sakit perut kadang enggak kak, lagian kita gak lakuin apa apa cuma ciuman doang gimana bisa hamil, misal hamil juga aku bakal minta kakak tanggung jawab lah kalau kakak gak mau tanggung aku bunuh kamu kak, gimana sih ada ada saja kak Juna ini"
Naya kesal
"jadi beneran kamu gak hamil Nay??"
tanya Juna Naya mengangguk
"cuma datang bulan??"
tanya Juna lagi Naya masih mengangguk
"ayo ahh capek berdiri terus perut ku sakit banget, aku mau duduk"
keluh Naya melangkah ke sofa bersandar disana sambil meringis menahan sakit karna datang bulan.
Juna dan Tata pun menurut mengekor dibelakang Naya seperti bebek yang sedang berjalan berbaris dijalanan.
"gak jadi nikah dong ternyata gak hamil"
guma Juna yang masih terdengar ditelinga Naya dan Tata Naya cuek karna menahan sakit diperutnya Tata menyenggol Juna agar jangan bikin masalah dengan orang yang sedang PMS
Juna hanya cengengesan menoleh ke arah Tata.
"kata siapa cuma ciuman doang bisa hamil kak ada ada saja, kayak aku jaman prawan aja ciuman telat datang bulan ketakutan hamil sampai mas Ryan aku suruh beli tes peck"
ucap Naya cengengesan teringat kekonyolam jaman dulu
Juna dan Tata melotot
"masak kak?? kakak pernah kayak gitu??"
tanya Tata penasaran
"iya waktu pacaran sama mas Ryan pertama kali ciuman dulu aku ketakutan karna gak mens mens, dulu masih setahun pacaran denganya, maklum lah mana ngerti aku dulu kayak begituan masih polos polosnya"
Naya cekikikan menceritakan kekonyolannya.
"denger kamu kayak gitu aku jadi keinget perkataan Stela pas waktu itu aku jadi panik campur seneng sihhh"
ucap Juna cengengesan
"huhhh ada ada saja"
Naya melempar bantal sofa kearah Juna
Jana menangkap lemparan bantal Naya.
"hello jadi gak??"
tanya Bagas masuk karna pintu dibuka lebar oleh Juna
Juna menunjuk ke arah Naya yang sedang berbaring disofa
"Nay jadi gak ke apartemen Juna?? kamu kenapa pucet gitu??"
tanya Bagas ikut khawatir
"lagi datang bulan Gas"
jawab Juna lemas menyandarkan tubuhnya disofa
"lah terus kenapa kamu yang lemas Jun??"
tanya Bagas heran
"gak jadi hamil"
jawab Juna lagi
"hamil?? siapa yang hamil??"
Bagas kebingungan
"kak Naya mas lagi gak enak badan mual pusing perutnya sakit karna keinget candaan Stela waktu itu jadi ngiranya kak Naya hamil"
__ADS_1
Tata menjelaskan
hahahaha
Bagas tertawa dengan pemikiran Juna
"mana ada orang ciuman hamil Jun, kamu ada ada saja emang waktu sekolah pelajaran biologi dan ngaji qurratul uyun kamu kemana?? masak gak paham disitu kan udah dijelasin, makanya cepetan nikah biar tau caranya"
ledek Bagas
"tau ahh orang yang diajak nikah aja gak mau gimana mau nikah"
gerutu Juna
"sabarrr"
jawab Bagas cekikikan
"kak jadi ya kak ke apartemen mas Juna"
rengek Tata
Naya mengangguk
"apaan tu??"
protes Tata
"iya jadi ke apartemen kak Juna"
jawab Naya masih meringis
Tata tersenyum senang
"tapi kamu yakin sayang dengan keadaan kamu kayak gini??"
tanya Juna cemas
"iya gak papa kak entar mampir apotek dulu ya mau beli obat pereda nyeri"
pinta Naya
"ok, berangkat sekarang apa nanti??"
tanya Juna
"sekarang aja gimana kerjaan udah selesai semua kan kak??"
tanya Tata pada Naya
Naya mengangguk yakin
"ayo ahhh berangkat sekarang"
ucap Tata
Naya pun bangun dari rebahannya disofa Juna dengan sigap membantunya
"duhhh calon suami idaman"
Naya cengengesan
Juna tersenyum mendengar ocehan Naya
"makanya cepat siapkan hatimu agar aku bisa menghalalkanmu"
canda Juna cekikikan
Naya langsung memicingkan matanya
"canda sayang ulu ulu"
Juna gemas mencubit dagu Naya
**
"assalamualaikum, ayo silahkan masuk"
ucap Juna mempersilahkan
yang lain ikut mengucap salam dan masuk kedalam rumah
"besar sekali"
gumam Naya
Tata mengingatkan
mereka sudah duduk diruang tamu apartemen Juna
"syok sihh, bagus banget soalnya Ta jadi makin minder aku Ta, aku harus gimana Ta??"
Naya minta pendapat sambil meringis
"ya jalani aja lah kak gak usah dibikin pusing dapet yang kaya berarti rejeki, simpel kan"
pendapat Tata
"ahh kamu mah enak ngomongnya yang jalanin itu Ta"
jawab Naya masih meringis
"sayang ini minumnya, diminum dulu gih obatnya"
Juna menyuruh Naya minum obat dengan sigap membukakan bungkus obatnya dan menyerahkannya ke Naya agar meminumnya
tidak lama pesan antar makanan pun tiba
ting tung ting tung
bel berbunyi menandakan ada orang diluar
Juna pun membukakan pintunya
dan membawa masuk makanan yang sudah ia pesan dan menyiapkan peralatan makan dimeja makan yang dibantu Bagas
"tuan putri tuan putri makanan sudah siap"
ucap Bagas cengengesan
Juna ikut terkekeh dengan tingkah sahabatnya
"ayo kak udah siap itu"
ajak Tata
"malas banget Ta gak enak banget"
jawab Naya
"perutnya harus diisi kak"
pinta Tata perhatian
Naya pun bangkit dengan malas menuju ruang makan
"ayo sayang duduk sini kakak suapin ya biar enak"
Juna menawarkan
Naya langsumg tersenyum mengangguk dan dengan cepat ia duduk disebelah Juna
"giliran suapin aja gercep banget"
sindir Tata
"mumpung ada yang mau nyuapin aku Ta"
Naya cengengesan
Juna tersenyum melihat Naya seperti anak kecil
"kak apa sampai nanti kakek nenek akan terus seperti ini nyuapin aku manjain aku?? kakak sambil makan juga kak biar cepat, kita makan sepiring berdua"
ucap Naya manja
"insyallah kakak akan berusaha selalu ada untukmu, kamu kan tau kakak sibuk kerja takutnya kalau kakak berjanji kakak gak bisa menepatinya, tapi kalau kakak senggang kakak akan selalu ada buat kamu manjain kamu nyuapin kamu bahkan mandiin kamu"
jawab Juna mengedipkan mata genitnya
Naya terkekeh dengan kegenitan Juna
"belum halal kan jangan genit genit kayak om om aja sih geniti cabe cabean"
Naya tertawa
__ADS_1
"gak papa kalau bisa bikin kamu tersenyum ceria akan kakak lakuin walaupun seperti om om juga gak papa"
jawab Juna sambil memasukkan nasi kemulut Naya Juna dengan telaten menyuapi Naya sampai habis
selesai makan Naya membantu Tata mencuci piring bekas makan barusan
"kakak duduk aja biar aku sendiri gak papa"
ucap Tata menolak dibantu Naya
"gak papa Ta biar gerak lah nanti badanku sakit semua kalau aku rebahan mulu"
kilah Naya Tata pun pasrah dibantu Naya mencuci piring
"Ta kok rumahnya bersih ya tapi aku gak lihat ada ART disini"
ucap Naya sambil membilas piring ke air wastafel yang mengalir
"kayaknya sih kalau gak salah kak Juna paling panggil tukang bersih bersih online kak apalagi ini jarang kak Juna tempati jadi ya gitu deh"
Tata memberitahu
Naya manggut manggut mengerti amksud Tata
selesai cuci piring mereka ikut gabung diruang keluarga mengobrol dengan Juna dan Bagas
saat mereka melakukan sholat magrib Naya rebahan disofa ruang keluarga karna sedang berhalangan.
selesai sholat mereka mendapati Naya tertidur pulas disofa
"lah mala tidur"
ucap Tata
"ya sudah kita pulang aja Ta nanti Naya biar diantar Juna pulang kerumahnya"
saran Bagas
"lah nanti kalau khilaf khilafan gimana mas??"
tanya Tata khawatir
"aku telpon Stela dulu untuk nemenin Naya disini kalau sudah bangun aku anterin pulang"
ucap Juna langsung menghubungi adiknya untuk menemani Naya di apartemennya
"ok deh aku tunggu Stela sampai datang baru aku pulang mas, gimana??"
Tata berpendapat
"bagus itu biar aku gak macem macem"
ucap Juna selesai menghubungi adiknya
akhirnya mereka menunggu Stela datang baru pulang Juna menggendong memindahkan Naya dikamarnya agar nyaman
tidak lama pun Stela datang
Tata dan Bagas pun akhirnya berpamitan pulang kerumah
Stela menemani Naya rebahan disampingnya dan Juna pun kembali kekamarnya mengejek pekerjaannya.
jam 20.00 ia terbangun dari tidurnya dan mendapati Stela disebelahnya yang ikut terlelap diranjang yang sama ia keluar mencari keberadaan Juna Bagas dan Tata, ia mendapati ruangan seperti kamar akhirnya Naya mengetuk pintunya
Juna yang mendengar ketukan pintu pun membukanya
"Nay kamu sudah bangun sayang??"
ucap Juna tersenyum diambang pintu
Naya mengangguk
"dimana mas Bagas dan Tata kak??"
tanya Naya masih dengan suara paraunya khas bangun tidur
"ya allah suaranya menggoda iman"
gumam Juna dalam hati menelan savilanya
"kak Juna"
Naya memanggil kembali membuyarkan Juna
"i iya Nay Bagas dan Tata udah pulang habis sholat magrib tadi sayang"
Juna memberitahu
"kenapa gak bangunin aku kak"
protes Naya
"tadi kamu anteng banget boboknya sayang kakak pindahin ke kamar aja kamu gak kebangun kakak gak tega juga sih bangunin kamu kelihatan capek banget"
ucap juna apa adanya
Naya hanya mengangguk mengiyakan
"apa perutmu masih sakit??"
tanya Juna lembut
"udah agak mendingan kak"
jawab Naya
"kakak siapin makan ya baru antar pulang"
ucap Juna lagi
Naya mengangguk mengiyakan dan Juna pun melangkah menuju dapur untuk memasak Naya pun membuntutinya
Juna sibuk menyiapkan bahan bahan yang ada didapur dan memikirkan ingin memasak apa untuk pujaan hatinya yang pertama kali datang kerumahnya.
"kakak bisa masak?? aku bantuin ya??"
ucap Naya ikut sibuk membuka lemari mencari telenan (papan iris)
"kamu duduk aja lihat kakak masak siapa tau kamu langsung jatuh cinta sama kakak"
Juna mengedipkan satu matanya membuat Naya tertawa
"bukanya itu keinginan kakak?? walaupun aku benar benar minder dengan semua yang kakakkk perlihatkan, aku pikir kakak itu orang kaya biasa orang berada tapi mala diluar ekpestasi ku gimana aku gak minder kak kita itu bagaikan langit dan bumi"
celoteh Naya duduk dikursi makan
Juna tersenyum mendengar ocehan Naya
"kamu gak usah minder sayang yang penting kakak sayang dan cinta padamu hanya itu yang harus kamu tau"
ucap Juna menoleh ke Naya tangannya cekatan mengiris bawang merah bawang bombai dan bawang putih seperti master cheff
"tetep aja lah kak aku minder pasti perempuan yang deketin kakak cantik cantik dan tentunya sarjana semua apalah dayaku yang hanya tamatan SMA ini"
keluh Naya
"apa kamu mau lanjut kuliah?? kalau mau akan kakak urus semuanya"
Juna menawarkan ia sibuk memasukkan bumbu kedalam wajan
"pengennya sih kerja sambil kuliah kak kan lumayan duit kerjanya bisa buat biaya kuliah"
ucap Naya
"gak perlu kerja kalau kamu mau kuliah serahkan semuanya sama kakak kamu fokus saja sama kuliahmu"
jawab Juna tersenyum menoleh ke Naya dan melanjutkan memasukkan daging kedalam wajan
"gak ahh aku terlalu banyak ngrepotin kakak, nanti aku jadi bergantung sama kakak, aku pengen mandiri kak"
ucap Naya lagi
"kakak mala seneng kamu bergantung pada kakak jadi kakak merasa dicintai sama kamu sayang"
Juna menanggapi
"tapi aku juga ingin melindungi kakak bukan aku saja yang berlindung seenggaknya aku gak bikin malu atau ngecewain kakak"
ucap Naya lagi
Juna tersenyum haru mendengar ucapan Naya
"aku pikir kamu sama sekali gak peduli denganku Nay ternyata kamu hmmm"
Juna menggantung ucapannya
__ADS_1
"hmm apaan?? gak jelas"
Naya cemberut memonyongkan bibirnya