
"gak papa sayang, yang penting ibu bisa lihar kamu, ibu kangen, kamu jangan minder melihat rumah ini ya ibu sedih"
jawab ibu Juna memeritahu karna tadi melihat nyali Naya menciut.
"iya bu dimana kak Junanya bu??"
tanya Naya tidak melihat keberadaan Juna.
"dia ada dikamar istirahat, kamu sudah makan belum??"
ibu Juna tanya balik.
"saya sudah bu, tapi kak Juna sudah makan apa belum bu??"
tanya Naya lagi.
"belum Nay tadi ibu suruh makan gak mau, coba kamu yang bujuk ya"
pinta ibu Juna mengambilkan sepiring nasi dan lauk untuk anak laki lakinya dan menyerahkannya ke Naya.
"sana samperin Juna nya Nay, kamarnya yang itu"
ucap ibu Juna menunjuk sebuah kamar dilantai dua.
"tapi bu masak Nay sendirian temenin lah bu"
protes Naya.
"gak ibu mau ngurusin yang lain Nay kamu saja sana nanti Juna marah kalau ibu ganggu tadi saja ibu diusir katanya mau istirahat, ibu kan khawatir akhirnya ibu telpon kamu aja yang bujuk Juna"
adu ibu Juna
"ya sudah deh iya aku masuk bu"
ahirnya Naya menurut dan berjalan ke arah kamar Juna dan mengetuk pintu kamarnya terlebih dahulu.
tok tok tok
"masuk gak dikunci"
Juna mempersilahkan orang yang diluar pintu kamarnya.
"ya suaranya lemas berarti kak Juna sakit beneran, kenapa dia maksain banget sih jadi sebel akunya"
gumam Naya dalam hati dan akhirnya masuk kekamar Juna
"kak"
panggil Naya canggung karna hanya ada mereka berdua yang berada dikamar Juna
Juna terkejut melihat Naya berada dikamarnya
"Jun kalau halu gak usah berlebihan, mana mungkin Naya kesini tau rumah ini saja tidak, ya allah aku semakin tergila gila dengannya"
gumam Juna dengan lemas ditempat tidurnya.
"kak Juna belum makan ayo makan dulu"
ucap Naya duduk ditepi ranjang tempat tidur Juna
Juna hanya melongo menatap wajah Naya dengan lekat.
"kak Juna maafin aku ya gara gara aku kakak jadi demam apakah demamnya belum turun??"
tanya Naya lalu menempelkan telapak tangannya dikening Juna
"kenapa panas sekali kak, ayo makan dulu kak habis makan minum obatnya aku suapin ya"
tawar Naya tanpa aba aba ia langsung menyuapi Juna
Juna masih terdiam memandang Naya sambil disuapi makanan.
"kak kok diam saja, kakak gak senang aku jengukin?? maaf ya kak kalau aku ganggu kakak"
ucap Naya memelas.
"kakak bingung apakah ini nyata atau halusinasi saja Nay, kalau beneran kamu kesini sama siapa?? kalau halu mungkin juga"
jawab Juna masih disuapin Naya
"mau aku tamparr??"
tawar Naya cengengesan
"cium saja"
tolak Juna
"ogahhh"
jawab Naya cekikikan
Juna tersenyum
"jadi kakak gak halu??"
tanya Juna lagi.
"ya enggak lah, orang aku kesini dijemput sama pak Yono disuruh ibu"
Naya memberitahu
hahhh
Juna terkejut dengan kelakuan ibunya yang nekat menyuruh Naya kesini.
"gak usah hahh hahhh deh cepat makan dan minum obatnya aku capek pegang piring terus kak" keluh Naya
Juna cekikikan
"tasruh sajalah nanti kakak makan sendiri"
ucap Juna
"gak nanti kakak gak makan makan gak sembuh sembuh gak bisa ngajakin aku kemana mana"
jawab Naya dengan entengnya.
"emang mau kemana??"
tanya Juna cengengesan.
"ya kemana aja lah, emang kakak gak mau ngajak aku kemana gitu??"
tanya Naya iseng
"maunya sih ngajak kepelaminan mungkin ke KUA dulu"
goda Juna cengengesan.
"husss gak baik tau orang masih masa iddah juga heran kali aku deh sama kamu kak"
jawab Naya
Juna cekikikan
"ya abisnya kamu gak pernah mau diajak kemana mana sama kakak"
keluh Juna.
__ADS_1
"ya abisnya kakak ngajaknya berdua doang gak maulah akunya, ngajak tu bareng bareng biar rame kan seru"
Naya memberi saran
"gak romantis dong kalo rame rame"
kilah Juna
"romantis, rokok makan gratis maksudnya hahaha, sudah ahhh ayo dihabisin kak nasinya habis itu minum obat terus istirahat"
ucap Naya kemudian kembali nyuapin Juna sampai habis dan meminum obatnya.
"kak kakak istirahat ya aku pulang dulu"
pamit Naya melangkahkan kakinya tapi terhenti karna tangan Juna memegan tangannya
"tidak bisakah kamu disini sebentar saja Nay??"
tanya Juna dengan suara lembut dan lemas karna demam
"tapi kak, ya sudah aku tunggu kakak sampai terlelap baru aku pulang, panas kakak juga belum turun"
Naya kembali mengecek suhu Juna.
"tapi kakak istirahat ya"
pinta Naya.
Juna hanya mengangguk dan tidak lama terlelap.
Naya menunggunya dan mengompres kening Juna dengan telaten.
"ternyata kamu ganteng banget ya kak, sebenarnya sih udah ganteng tapi melihatmu pucat gini juga masih kelihatan ganteng, entah sampai kapan aku bisa memberikan cinta itu ke kamu kak walaupun kamu selalu bilang biarkan mengalir seiring berjalannya waktu tapi tetap saja itu PR untukku, aku tau kamu orang baik maka dari itu aku ingin membuka hatiku untukmu tapi aku takut mengecewakanmu kak apakah kamu akan selalu sabar menghadapi ku?? sabar menungguku sampai aku benar benar bisa mencintai dan menyayangimu dengan tulus?? jujur aku gak percaya diri berada disisimu kita bagaikan langit dan bumi aku yakin itu aku takut tidak pantas untukmu atau kamu menyesal bersamaku aku harus bagaimana kak agar kamu tidak kecewa denganku "
ucap Naya mengelus wajah Juna yang sedang terlelap dan tidak lama Naya ikut terlelap disamping Juna sambil duduk punggung bersandar di ranjang Juna
Juna yang mendengar keluh kesah Naya dari awal sampai Naya tertidur pun membuka matanya karna Naya sudah terlelap disampingnya.
Juna bangun dari tidurnya dan duduk disamping Naya yang sedang tertidur.
"kamu itu apa gak capek tidur duduk begini, Naya Naya kamu itu ya kalau lagi ngomong kayak radio tapi itu yang bikin aku tambah cinta sama kamu yang bikin hatiku dulunya sepi jadi rame mungkin nanti kamu akan bikin tambah rame kalau sudah berkeluarga dengan omelan omelanmu setiap harinya. tadi kamu bilang apa panasku tidak turun turun?? gimana bisa turun kalau kamu ada didekatku yang ada aku ingin selalu kamu temani setiap saat dan tidak ingin kamu hilang dari pandanganku Nay apa benar apa yang kamu katakan tadi kamu akan membuka hatimu untukku?? kalau begitu jangan pernah ragu lagi aku tidak akan kecewa atau mengecewakanmu aku tidak bisa menjanjikan kebahagianmu tapi aku akan berusaha untuk bisa membahagiakanmu aku akan berusaha Nay"
jawab Juna berbicara sendiri disamping Naya yang sedang terlelap
kemudian Juna membaringkan Naya diranjang tempat tidurnya dan ia pindah kekamar tamu yang kosong.
"lohh Jun kok bangun Naya mana?? apa sudah pulang??"
tanya ibu Juna saat melihatnya melintas didepannya
"Naya ketiduran bu, aku mau tidur dikamar tamu aja"
jawab Juna melanjutkan langkahnya.
"tunggu Jun"
ucap ibu Juna menghentikan langkahnya lalu mendekat dan memeriksa keadaan anak laki lakinya
"kok belum turun panasnya??"
protes ibu Juna
"lah emang mas Juna demam bu??"
tanya Stela yang daritadi diam sibuk dengan ponselnya jadi ikut bicara
"iya Stel masmu demam terus ibu nyuruh Naya kesini untuk ngrawat masmu ehh mala masih utuh gak turun turun panasnya"
ibu Juna memberitahu anak perempuannya.
"gimana mau turun bu kalo yang jagain Naya yang ada aku maunya demam terus biar Naya gak pulang pulang"
keluh Juna
tawa Stela berhasil dikeluarkan mendengar perkataan kakaknya.
"mas kamu lagi puber keberapa heran deh kayak ABG aja ditemani orang tercinta gak boleh pulang ada ada aja deh"
ledek Stela.
"mas lagi puber keseribu Stel jadi ya gini, apalagi Naya mulai mau buka hatinya untukku hahhh rasanya mak jleb kalau gak terhalang masa iddah udah aku ajak ke KUA"
jawab Juna tersenyum walaupun masih lemas karna demam.
"bagus dong Jun kalau bisa habis masa iddah Naya selesai langsung akad gimana??"
saran ibu Juna dengan antusias
" ada ada aja ibu tu, udah ahh aku lemes banget bu mau istirahat"
ucap Juna melangkahkan kakinya kekamar tamu
"iya nak hati hati kalau tidak bisa tidur nanti ibu bangunin Naya suruh nemenin bobok"
ledek ibu Juna
"iya iya "
Stela menimpali sambil cekikikan
"bu yang namanya mbak Naya seperti apa kok aku gak lihat??"
tanya Stela penasaran
"orangnya sih cantik, ya begitulah pokoknya"
jawab ibu Juna bingung menjelaskannya ke Stela.
"aku mau lihat ya bu bentar aja penasaran gimana orangnya kok bisa bikin kakakku yang kayak beruang kutub bisa meleleh gitu"
ucap Stela meminta izin
"jangan nanti kamu ganggu Stel orangnya masih istirahat nak"
larang ibu Juna.
"bentar aja kok bu"
jawab Stela sambil berlalu menuju kamar kakaknya.
"ya salammm"
ibu Juna menggeleng gelengkan kepalanya.
Stela membuka dan menutup pintu kamar kakaknya dengan sangat pelan dan langsung menghampiri pujaan hati sang kakak
"imut juga ni cewek perawakannya juga tinggi cocok jadi model"
gumam Stela
lalu ia pun membelai wajah dan tubuh Naya dengan sangat lembut taku Naya terbangun
"kulitnya putih mulus apakah dia perawatan juga tapi dilihat dari mukanya dia bukan tipe cewek yang suka nyalon atau perawatan gitu terus kata mas Juna dia juga belum nrima cinta mas Juna, awas aja kamu ya kalau sampai nyakitin abang tersayangku aku hancurin muka cantikmu ini"
Stela berbicara sendiri sambil menoel noel wajah Naya.
"hmmm astagfirullahhaladzim"
Naya terbangun dan kaget mendapati ada seorang perempuan didepannya, Naya menoleh ke kanan dan kekiri tidak ada keberadaan Juna
__ADS_1
Stela pun ikut kaget kala melihat Naya terbangun
"loh kak Juna mana?? apa kak Juna berubah jadi cewek cantik kayak difilm film itu masak sih hahhh kamu kak Juna kok jadi cewek, apa yang terjadi denganmu kak kenapa kamu berubah"
celoteh Naya bingung dengan apa yang dilihatnya.
Stela pun ikut bingung mendengar ocehan Naya
"kak jawab aku dong, kenapa diam saja?? kenapa kakak bisa berubah jadi cewek siapa yang merubahnya kak aduuhhhh gimana ini aku bilangnya sama ibu kak, darimana menjelaskannya kak Juna??"
keluh Naya memegang pundak Stelah kebingungan dan menangis.
Stela masih ikut bingung panik dan harus berkata apa, dia tidak tau harus berbuat apa.
dilantai bawah ibunya Juna bingung takut Stela membangunkan Naya dan bikin onar karna Naya belum tau dan kenal Stela.
akhirnya ibu Juna memutuskan menghampirinya dan
ceklek
ibu Juna melihat adegan Naya memegang pundak Stela sambil menangis dan Stelah memegang lengan Naya dengan wajah bingung.
Naya dan Stela pun menoleh kemana ibu Juna berada dan Naya menghampirinya.
"bu kak Juna kenapa berubah jadi begini bu"
sambil menangis memeluk ibu Juna
keluh Naya kepada ibu Juna dan menunjuk ke arah Stela
hahhh
ibu Juna terkejut medengar apa yang dikatakan oleh Naya
ibu Juna menoleh ke Stela meminta penjelasan
Stela mengangkat bahu tanda tidak tau
ibu Juna bingung harus berbuat apa akhirnya ia hanya bisa menenangkannya dengan memeluknya
Juna yang sudah berbaring dikamar tamu merasa khawatir dengan Naya yang ia tinggalkan dikamarnya.
akhirnya Juna bangkit dan menghampiri Naya memastikan bahwa dirinya baik baik saja.
Juna mendapati pintu kamarnya terbuka lebar ia langsung bergegas menuju kamarnya ingin melihat apa yang terjadi
ia melihat pemandangan dimana Naya menangis dipelukan sang ibu dan Stela berdiri didekat ranjang tempat tidur dengan wajah bingungnya.
"ada apa bu kenapa Naya menangis??"
tanya Juna panik agak emosi
Naya langsung menoleh kearah Juna
"kak Juna ini kakak"
tanya Naya menghampiri Juna dan memeriksa semuanya memastikan bahwa Juna tidak berubah menjadi wanita lagi.
"iya ini kakak ada apa Nay??"
tanya Juna penasaran apa yang terjadi
Naya langsung memeluk Juna dengan erat seperti takut kehilangan
Juna hanya membalas pelukan Naya dan membelainya dengan lembut.
"ibu ada apa??"
tanya Juna pada ibunya
ibu Juna mengangkat bahu tanda tidak tau ia mala menunjuk ke arah Stela
Juna pun beralih meminta penjelasan ke Stela adiknya.
"Stela??"
panggil Juna pada adiknya
Naya melepaskan pelukannya
"kak Juna kakak tidak beribah jadi cewek kan kak kayak difilm film atau komik atau novel??"
tanya Naya disela tangisannya
"apa???"
Juna terkejut mendengar penuturan Naya
Naya mengangguk
"mak maksudnya??"
Juna tidak mengerti
"kak tadi kan aku ngompres kakak sampai ketiduran kan terus pas aku bangun kakak gak ada mala yang ada seorang perempuan cantik mirip kakak?? apa kakak berubah jadi perempuan??"
Naya menjelaskan
Juna Stela dan ibunya langsung tertawa mendengar ocehan Naya
hahahahaha
"maksud kamu ini Nay??"
tanya Juna menarik tangan Stela adiknya
Naya mengangguk dan terkejut
hahhh
"iya kak ini jadi"
jawab Naya menoleh ke Juna dan Stela bergantian
"lohh kok mirip kak Juna??"
ucap Naya bingung kemudian memegang pipi Juna dan Stela bersamaan
"gimana gak mirip Nay orang Stela adikku"
jawab Juna cekikikan
Stela mengangguk mengiyakan
"nih orang konyol juga, pantes kakakku yang kayak gunung es ini jadi ceria tipenya modelan kayak gini"
gumam Stela dalam hati.
"jadi ini adik kakak??"
tanya Naya memastikan
"iya sayang ini namanya Stela adik kakak, Stela ini namanya Naya"
Juna memperkenalkan mereka berdua
"Naya"
ucap Naya menjabat tangan Stela
__ADS_1
"Stela"
jawab Stela cekikikan