
kamu masuk kerja??? tanya ryan
"ya mas gak enak libur terus." jawab naya
huftt
ryan menghembuskan nafas agar tidak emosi.
"apa tidak bisa kamu ambil libur sayang???" tanya ryan lagi
"enggak mas. aku sudah terlalu banyak libur gak enak sama yang lain apa lagi aku masuk pabrik lewat dalam" naya menjelaskan.
"nanti kamu capek sayang apa gak sebaiknya kamu berhenti kerja aja " ryan masih membujuk
"tidak" naya menolak
"sudah kalau begitu mas cuma gak mau kamu terlalu capek sayang" ucap ryan pasrah pada istrinya
"iya mas" jawab naya.
ryan tau alasan naya selalu menyibukan diri dengan bekerja karna naya ingin selalu menghindari diri dari keluarganya. naya juga tidak ingin dianggap hanya bisa menghabiskan uang suami. maka dari itu naya paling susah dibilangin untuk urusan kerja. ryan pun pasrah dengannya . ryan tau penyebab istrinya seperti itu karna ulah orangtuanya. ryan hanya ingin naya nyaman hidup bersamanya.
"kamu gak ingin beli sesuatu sayang???"
tanya ryan lagi
"gak usah mas susah bawanya" jawab naya
"ya sudah kalau begitu" ucap ryan
lalu mereka saling diam
setelah menempuh perjalanan panjang dari jogja sampai kendal akhirnya naya dan ryan tiba dirumah
"assalamualaikum"
setelah naya membuka kunci pintu rumah ryan menyusul masuk.
" sayang berangkat sama siapa???"
tanya ryan setelah mereka duduk di kursi ruang keluarga.
"sendiri mas kadang boncengan sih tapi kayaknya aku berangkat sendiri aja deh biar cepet"
jawab naya
"jangan sendiri,mas anter aja ya??" ryan menawarkan
"gak usah mas aku sendiri aja mas pasti capek dari perjalanan jauh" tolak naya
"gak papa sayang mau gak mau kamu kenapa napa" bujuk ryan
"ya sudah kalau gitu aku berangkat jam 9 malam mas" naya memberitahu suaminya keberangkatan kerjanya
"ok" jawab ryan
"ayo istirahat dulu mas biar nanti bisa berangkat kerja" ajak naya
"ayo sayang" jawab ryan
naya berlalu kekamar lebih dulu takut ryan memintah jatah. naya langsung berbaring ditempat tidur dan menutup matanya agar cepat terlelap.
ryan menyusul dan ikut berbaring disamping naya
"sayang " ryan memanggil naya
ehmmm.
jawab naya yang sudah hampir terlelap
"kamu capek benget ya sayang" tanya ryan
naya membalikkan tubuhnya berhadapan dengan suaminya.
"aku harus istirahat mas nanti malem kan harus kerja" jawab naya
"apa kamu gak bisa berhenti kerja aja sayang"
ucap ryan tangannya membelai rambut naya
"mas biarkan aku melakukan aktifitas mas biar aku tidak jenuh" kilah naya
"ya sudah kalau begitu mas cuma tidak mau kamu capek sayang" ucap ryan
"aku baik baik saja kok mas kalau capek nanti aku istirahat ya" jawab naya
"tidur mas nanti aku kerja dan mas juga kan sudah janji nganterin aku" kilah naya agar ryan tidak mempertanyakan lagi.
"iya. sini mas peluk biar anteng bubuknya"
naya pun menuruti suaminya tidur berpelukan seperti dulu.
naya selalu dusel diketiak suaminya tidur didada bidang suaminya yang terasa nyaman.
akhirnya naya dan ryan terlelap bersama.
azdan magrib berkumandang naya bangun dan berlalu kekamar mandi untuk mandi membersihkan tuubuhnya dan bersiap siap menunaikan ibadah sholat magrib tanpa membangunkan suaminya.
setelah selesai mandi dan wudhu dan memakai mukena naya baru membangunkan suaminya untuk mandi.
" mas mas bangun sudah magrib" naya membangunkan suaminya
ehmmm
ryan bangu dan duduk ditepi ranjang melihat penampilan istrinya yang sudah lengkap memakai mukena. ryan protes
"sayang kok sudah rapi kenapa gak nungguin mas" tanya ryan
"tadi mas anteng banget tidurnya gak tega banguninnya. jadi aku kasih waktu lagi buat mas tidur lagi" kilah naya
"gitu yah" tanya ryan
naya hanya mengangguk anggukan kepalanya.
"sudah mas sana mandi dan cepat siap siap kita jamaah" naya menyuruh suaminya.
"aku tunggu mas cepetan ya" naya menimpali lagi
"ya ya" ryan pun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan siap siap sholat magrib.
ceklek
ryan selesai mandi dan sudah siap untuk menjadi imam sholat naya
"ayo sayang mas sudah siap"
naya hanya mengangguk amggukan kepala
lalu mereka berdua sholat magrib berjamaah
selesai sholat naya mencium punggung tangan suaminya. ryan mengecup kening istrinya.
lalu naya membereskan mukena yang tadi ia pakai sholat
"mas aku masak dulu ya untuk makan malam kita" ucap naya
"kita makan diluar aja ya yang nanti kamu capek. kamu mau berangkat kerja kan???"
tanya ryan
"gak papa mas kan lumayan buat bekal juga"
jawab naya.
"kita beli aja ya mas gak mau resiko"
ryan masih ngotot
"ya sudah kalau begitu"
naya pasrah
mereka pun bersiap siap untuk makan diluar
"mas aku kerumah ibu ya "
ijin naya pada suaminya
"mau apa???"
tanya ryan
__ADS_1
"ya gak mau apa apa. cuma mau ngabarin aja kalau kita sudah pulang" jawab naya.
"ya sudah mas ikut ya???"
ucap ryan
"ya ayo"
jawab naya
akhirnya mereka pergi kerumah orang tua naya sebelum makan malam diluar
tok tok tok
"assalamualaikum"
jawab naya dan ryan setelah sampai dirumah orang tua naya
"waalaikum salam"
jawab ibu naya
"kalian sudah pulang dari jogja."
tanya ibu naya
"iya bu tadi siang sampe rumah"
jawab naya sambil mencium punggung tangan ibunya
ryan pun ikut menyalami mertuanya mencium punggung tangannya.
"bapak mana bu kok gak kelihatan"
tanya ryan
"bapak kayaknya ikut rapat dimushola deh tadi sih bilangnya gitu"
jawab ibu naya
"ohhh"
jawab ryan dan naya bersamaan
lalu mereka pun duduk diruang tamu.
"kok ridwan gak kelihatan bu"
tanya naya
"gak tau nay tadi bilangnya sih mau main kerumah temen habis pulang kerja tadi"
jawab ibu naya
"ohhh tumben keluar biasanya kerong mulu dirumah bu"
ucap naya
"sudah biarkan sajalah adikmu itu mungkin mau cari pacar"
jawab ibu terkekeh
"iya juga ya bu naya gak pernah lihat sih ridwan pacaran"
naya menimpali kekehan ibunya
"sudah lah nak biarkan saja anak itu"
ibu naya memberitahu
"iya bu"
jawab naya
lalu mereka berbincang ringan tak lama naya dan ryan pamit pulang
" ibu pulang dulu ya soalnya nanti nay berangkat kerja bu" pamit naya
"masuk kerja ??
kenapa gak ambil libur nay emang gak capek habis pulang dari jogja berangkat kerja lagi???"
tanya ibu naya
jawab naya
" ya sudah terswrah kamu saja"
ucap ibu
"iya bu assalamualaikum"
ucap naya
"waalaikum salam"
jawab ibu naya
lalu naya dan ryan pun meninggalkan rumah ibu naya dan belalu mencari tempat makan untuk mereka.
"sayang pengen makan apa"
tanya ryan dtengah jalan
"enaknya apa ya mas"
naya tanya balik
"kamu pengennya apa mas ikut aja"
tanya ryan
"bakso enak kali ya mas kayaknya seger gitu"
ucap naya sambil membayangkan kuah bakso
"ok kita cari warungnya ya sayang"
jawab ryan
"iya mas" naya menimpali
mereka pun mencari warung bakso yang terlihat enak.
setelah menemukan warung bakso motor ryan pun diparkir di tempat parkir
"ayo mas aku sudah gak sabar nih udah ngiler hehhehe"
ajak naya cengengesan
" iya sayang bentar ya helmnya lepasin dulu ini"
ucap ryan memberitahu naya untuk melepaskan helm nya
"ohhh iya lupa hahhahahahha"
jawab naya lupa melepaskan helm nya
"kebiasaan kamu ya hehhehe"
ucap ryan gemes
setelah melepaskan helm naya dan ryan masuk kewarung bersama sama.
"wahhh mas rame banget"
ucap naya celingukan mencari tempat duduk karna warung baksonya rame
" iya mungkin enak sayang. sana kamu cari tempat duduk dulu ya biar mas pesen baksonya
"siap pak bos hehehehe" jawab naya cengengesan
lalu naya mencari tempat duduk agar bisa menikmati baksonya
"nay sini naya"
panggil bagas saat melihat naya celingukan kayak orang ilang
mas bagas tata
naya langsung menghampiri bagas dan tata
__ADS_1
"nyari siapa kak kayak orang ilang"
tanya tata
"hehehe nyari tempat duduk"
jawab naya sambil mendaratkan bokongnya kebangku
"kamu kesini sendiri nay"
tanya bagas karna melihat naya sendirian
"aku kesini sama suamiku mas sekalian nganter aku berangkat kerja. mas sini"
jawab naya sambil memanggil suaminya ikut bergabung melambaikan tangan agar suaminya tau keberadaan istrinya
"suami kamu sudah pulang kak"
tanya tata
naya hanya mengangguk anggukan kepalanya
ryan menghampiri naya dan ikut bergabung
setelah ryan duduk naya memperkenalkan suaminya kada bagas tata dan suaminya tata
"mas kenalin ini tata ini suaminya tata mas dan yang ini mas bagas"
naya memperkenalkan ryan pada teman temannya
"ta mas kenalin ini suamiku" naya memperkenalkan tata dan bagas pada suaminya
"ryan. bagas .tata. rofik"
tata bagas ryan dan rofik suami tata saling berjabat tangan.
lalu mereka duduk kembali masing masing.
"kak udah pesen baksonya??"
tanya tata
"sudah tadi,apa kalian sudah pesan"
tanya ryan.
"kami sudah pesan tadi mas"
jawab bagas
"oh ya sudah"
ryan menimpali
mereka pun mengobrol ringan
"ta bentar ya kakak mau ketoilet"
pamit naya
"aku ikut ya kak"jawab tata
"ayo"jawab naya
"mas aku ketoilet dulu ya"
pamit naya pada suaminya
"ya sayang hati hati ya"
jawab ryan
naya hanya tersenyum menanggapi suaminya.
naya dan tata melangkahkan kaki menuju toilet
"cewek kalau mau ketoilet suka barengan ya. pasti pake lama. disana ghibah dulu. kalau belum kelar belum kelar"
rofik memulai obrolan setelah naya dan tata pergi ketoilet
"biasa mas namanya juga perempuan hehehhe" jawab ryan terkekeh.
"mas ryan kapan pulang kok naya tidak cerita"
tanya bagas
"3 hari yang lalu mas. kemarin kami mengunjungi malik. kata naya langsung mau berangkat kerja sering libur katanya gak enak" penjelasan ryan
hahhh
"kapan naya libur. perasaan naya anak yang rajin deh setauku kalau tata cerita" rofik agak heran suami naya bilang banyak libur karna selama ini tata selalu cerita kalau naya anak yang rajin dan tepat waktu.
ryan heran mengerutkan alis mendengarkan penuturan rofik karna kata istrinya ia banyak libur jadi gak enak kalau mau ambil libur kembali.
bagas yang menyadari keheranan minta penjelasan pun akhirnya menjelaskan masalah naya libur
"ohh mungkin waktu naya masuk rumah sakit karna pingsan kali fik aku kasih dia libur seminggu terus gak lama dia demam gak enak badan akhirnya aku dan tata mengantar naya pulang dan memberinya libur lagi 3 hari"
ryan semakin kaget mendengar penjelasan bagas. bagas sengaja menjelaskannya agar ryan tau permasalahan yang naya hadapi saat itu yang membutihkan perlindungan seorang suami. suaminya mala tidak pesuli dengan keadaannya. dan tak seorangpun dari keluarganya yang mengunjungi naya walau hanya sekedar menanyakan kabar.
"apaaaa naya masuk rumah sakit??? kapan??? kenapa aku gak dikasih tau?? kenapa naya tidak cerita??"
ryan kaget naya tidak pernah cerita bahwa dirinya pernah masuk rumah sakit bahkan keluarganya sendiri pun tidak pernah memberitahu apapun.
"loh loh loh kenapa kamu kaget mas. kamu kan suaminya. apa naya tidak cerita??." tanya rofik heran
"bagaimana naya mau cerita suaminya sendiri yang menuduhnya bersekingkuh. bekerja dipabrik hanya untuk alasan agar istrinya bisa bebas. terus naya harus cerita yang gimana fik???"
bagas menyindir ryan
ryan semakin tercekat mendengar penuturan bagas.
tiba tiba naya dan tata datang.
"kok pada tegang, kenapa??"
tanya tata heran
"kenapa mas"
tanya naya pada ryan. ryan hanya diam saja.
lalu mata naya tertuju pada bagas bertanya dengan menggunakan kepala
bagas hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau.
hufttt
naya hanya menghembuskan nafas mencoba tetap tenang. setelah naya duduk tiba tiba ryan berkata
" kenapa kamu masuk rumah sakit nay"
naya terkejut darimana suaminya tau kalau dirinya masuk rumah sakit. padahal naya tidak cerita ke ryan
"jawab mas nay kenapa kamu masuk rumah sakit kapan kamu masuk rumah sakit. kenapa kamu tidak cerita sama mas. kenapa kamu tidak kasih tau ibu. kalau kamu kasih tau ibu. ibu pasti jenguk kamu dan cerita ke mas nay"
tanya ryan dengan suara parau.
"mas . apa mas ryan akan percaya kalau aku cerita??"
ucap naya dengan mata berkaca kaca
"maksud kamu???" ryan bingung kenapa naya mala bicara seperti itu
huft
naya menarik nafas sebelum menjelaskannya ke ryan. karna naya masih sakit hati bila teringat kejadian itu.
"mas dengarkan aku."
ryan hanya diam saja menatap wajah istrinya.
"aku masuk rumah sakit saat kamu menelepon menuduhku berselingkuh sebulan yang lalu. kak juna yang membawaku ke rumah sakit karna dia menyaksikan pertengkaranku denganmu mas"
ryan tercekat mendengar penjelasan istrinya
a apa????
"kata kak juna orang suruhan kak juna sudah memberi tau ibuku dan ibumu kalau aku masuk rumah sakit. tapi yang datang hanya orang tuaku. kata ibuku. ibumu sedang ada urusan nanti akan menyusul kalau urusannya selesai. tapi dari aku dirumah sakit sampai pulang kerumah dan sampai kamu pulang ibumu sama sekali tak pernah walaupun hanya menanyakan kabarku. aku melihat ibumu menampakan dirinya saat kamu pulang dan ikut makan. hanya waktu itu mas"
naya menjelaskan panjang lebar ke ryan.
__ADS_1
ryan semakin kaget bagaimana bisa orang tua sama sekali tidak memberitahunya.