
"tapi ma. papa tidak habis pikir dengan anak ini ma. apa salahnya dia mencoba jalani dulu ma. Ratna juga mau berubah dan mau mengikuti aturan Juna."
papa Juna masih belum menyerah.
"kit dengarkan dulu anak kita ya pa??"
mama Juna masih berusaha menenangkan suaminya.
"Jun kamu bisa jelaskan kan nak??"
tanya mama Juna dengan lembut.
Juna mengangguk dan menceritakan kejadian kurang etisnya tingkah dan penampilan Ratna yang kurang sopan semalam."
"ya allah begitu. kenapa kamu tidak bilang saja semalam sama Ratna nak. biar dia tau."
pendapat mama Juna.
"bagaimana aku mau memberitahu ma. pas aku mau balik ke meja kami. Juna melihat dia memasukkan sesuatu diminuman Juna. dan juna melihatnya dia sedang mengaduk aduk minuman juna sedangkan tangan yang satunya lagi memasukkan barang sisanya kedalam tasnya. lebih baik aku langsung pulang lewat pintu belakang daripada aku harus bertemu dan menolaknya sebelum dia memaksaku menyentuh minuman yang sudah dikasih racun."
jelas Juna.
"jadi seperti itu Jun."
jawab papa Juna lemas setelah mendengarkan semua cerita Juna. ia tidak habis pikir dengan anak temannya yang katanya baik dan santun walaupun pakaiannya terbuka. menurut Wijaya itu biasa karna semua anak jaman sekarang berpakaian ****. bagi Wijaya yang terpenting orangnya beretika dan punya sopan santun.
Juna hanya mengangguk mendengar jawaban papanya.
"tu papa sekarang sudah tau kan. jangan emosi dulu pa. Juna kan sering mendapatkan perlakuan seperti itu pa. papa juga tau sendiri anak papa yang ini bukan pria mata kranjang atau pria jelalatan. jadi wajar dong pa. kalau Juna kabur. sudahlah pa biarkan Juna memilih pilihannya sendiri. jangan selalu memaksa Juna pa."
nasehat mama Juna.
"iya ma."
jawab papa Juna.
"maafin papa ya Jun. papa cuma ingin kamu cepat nikah nak. papa ingin menggendong cucu."
pengakuan papa Juna.
yang dianggukan istrinya.
"maafin Juna juga pa belum bisa membahagian papa dan mama. tapi mau bagaimana lagi pa. Juna juga sudah berusaha membuka hati Juna untuk wanita lain pa. tapi wanita lain itu mala semakin membuat Juna jijik dan tidak ingin membuka hati ku untuknya."
keluh Juna.
"kamu selalu berdoa nak. semoga allah memberikan yang terbaik untukmu. semoga allah memberikan jalan jodoh untukmu nak."
ucap papa Juna parau. ia meratapi nasib anaknya yang selalu gagal mendapatkan jodohnya.
"papa dan mama sudah makan??"
tanya Juna melirik jam tangannya ternyata sudah waktunya jam makan siang.
papa dan mamanya menggeleng tanda belum mengisi perutnya.
"ya sudah kita makan yuk. ajak mas Alfa Aryo dan
Sukma pa. bentar ya Juna telepon."
ucap Juna lalu menelepon kakak dan adik sambungnya.
selesai menelepon Juna dan kedua orang tuanya menuju mushola kantor untuk menunaikan ibadah shalat dhuhur karna waktunya sebentar lagi azdan.
selesai sholat dhuhur Juna dan kedua orang tuanya menuju restoran tempat janjian.
Juna menggunakan mobil sendiri yang dikemudikan supirnya. sedangkan papa dan mamanya menggunakan mobil yang tadi ia tumpangi bersama supir pribadinya.
sampai ditempat tujuan Juna sampai lebih dulu dan disusul dengan papa mama Juna. mereka duduk diruangan VVIP. apalagi Juna pemilik restoran tersebut. sudah dipastikan mendapatkan pelayanan yang sangat istimewah.
Juna mempunyai beberapa restauran mewah dan hotel mewahnya selain memiliki puluhan cabang kantornya. bahkan ada beberapa kantor restauran dan hotel luar negeri miliknya sendiri.
selain itu ia menjabat sebagai ketua geng mafia misterius yang hanya diketahui sejengkal orang saja.
"mas juna."
panggil Sukma adik sambung Juna satu ayah beda ibu menghampirinya dan kedua orang tua.
"Sukma."
Juna tersenyum melihat adik kesayangannya.
"mas Juna jarang main kerumah gak kangen sama aku??"
ucap Sukma manja. setelah mencium punggung tangan kedua orang tuanya. dan dilanjutkan menyalimi kakak kesayangannya.
Sukma masih mahasiswa S2.
"maaf ma pa Sukma ajak temen."
"iya gak papa namanya siapa nak.??"
Tanya papa Juna.
"Kiara om."
jawab kiara setelah menyalimi kedua orang tua Sukma.
Kiara terpanah melihat ketampanan Juna.
"busettt capek bener kakaknya Sukma."
gumam Kiara dalam hati.
"Kiara."
kiara memperkenalkan diri pada Juna menjabat tangannya tapi ditolak oleh juna.
"mas nya Sukma."
jawab Juna mengapitkan tangan didada.
"ohh iya maaf."
Kiara malu.
"ayo duduk semuanya. tinggal nunggu dua abangmu nak."
ajak mama Juna.
"iya mana nih kok belum datang."
celetuk Sukma.
"halo semuanya sorry telat."
ucap Aryo adik sambung Juna yang di ikuti Alfa bersama ulfa istri Alfa dan ke dua anaknya Indra dan Clara.
mereka menyalimi kedua orang tuanya.
"Jun berapa lama gak ketemu makin ganteng aja. mas sampai kalah. hahaha."
canda Alfa kakak sambung Juna. bawaan dari mamanya.
"alhamdulillah mas. seperti yang mas lihat haha."
jawab Juna ikut bercanda.
"jun."
sapa Ulfa istri Alfa.
mengapitkan kedua tangannya didada. Ulfa tau Juna selalu menjaga sikap dan tidak banyak bicara dengan lawan jenis.
"mbak."
jawab Juna juga ikut mengapitkan kedua tangannya ke dada.
"halo om gantengku."
sapa Clara dan Indra. menyalimi Juna mencium punggung tangan Juna.
Juna tersenyum senang melihat dua keponakannya yang berusia 8 tahun dan 5 tahun.
"halo juga kesangan om. sehat kan."
__ADS_1
tanya Juna membelai kedua rambut kedua ponakan sambungnya.
"alhamdulillah sehat om."
jawab mereka kompak.
Juna terkekeh dengan tingkah imutnya.
Juna tidak sadar ada mata yang sejak tadi sedang asik memperhatikannya. Kiara jatuh cinta dengan Juna.
"mas gak sibuk banget ya sampai jarang main kerumah."
protes Aryo.
"sorry. sibuk banget."
ucap Juna santai.
"ayo duduk gih. kita makan."
ajak Juna.
akhrinya mereka semua duduk setelah beramah tamah.
bukan ada alasan merekah ramah. memang dari kecil Alfa Juna Aryo dan Sukma memang selalu akur. walaupun mereka saudara sambung tetapi tidak terlihat seperti sambung karna mereka selalu akur dan saling menjaga.
"aku mau duduk bareng om Juna ma??"
rengek Clara.
"aku juga mau kak."
Indra ikut merengek.
"sini sini sama om. tapi harus anteng ya gak boleh berebutan."
pinta Juna.
Clara dan Indra menurut. mereka memang selalu menurut sama Juna karna Juna selalu memanjakannya.
"sini sama mama saja. jangan ganggu om Juna sayang. kalian itu ya kalau sudah ketemu om kalian lupa sama mama."
ucap Ulfa.
"aku mau sama om Juna."
jawab Clara dan Indra kompak.
"sudah mbak gak papa. aku mala seneng ada mereka."
Juna menimpali.
"jangan lama lama jomblo Jun. biar gak ditemplokin mereka berdua. soalnya mereka kalau sama kamu suka lupa orang tua hahaha."
Alfa tertawa. yang diikuti tawa Juna.
"gila bikin hati ku deg deg pyur aja ni cowok. lesung pipi mbok bikin aku meleleh."
gumam Kiara dalam hati.
"sudah sudah ayo makan kasian ini papa kalian sudah lapar."
mama juna menyudahi.
"maaf ma kami keasikan."
jawab Alfa cengengesan.
akhirnya mereka makan bersama sama.
"kalian mau ayam tidak??"
Juna menawarkan Clara dan Indra.
"mau om."
jawab mereka berdua kompak.
"ni makan yang banyak ya."
Kiara masih asik memandangi Juna.
"ki ki kamu mau apa.??"
Sukma menepuk pundak kiara karna dari tadi temannya selalu memeehatikan kakak sambungnya.
mama dan papa juna menoleh kearah kiara karna suara Sukma agak meninggi memanggil temannya. Aryo pun yang dari tadi tidak begitu memperhatikannya jadi ikut menoleh.
"cantik juga teman Sukma. sudah punya pacar belum ya?? kan lumayan aku masih jomblo gini."
ucap Aryo dalam hati.
"eh ehh maaf. iya gimana??"
jawab Kiara gugup.
"kamu kenapa sih. bengong aja dari tadi. kamu mau apa ini ambil sendiri jangan malu malu."
Sukma memberitahu.
"iya anggap saja keluarga sendiri."
mama juna menimpali.
"iya tante."
jawab Kiara malu ketahuan bengong daritadi.
"om om aku mau sayur itu."
rengek Indra.
"ok."
jawab Juna mengambilkan sayur untuk keponakannya tapi tidak sengaja tangannya tersentuh tangan Kiara karna Kiara juga hendak mengambil sayur.
"eh maaf gak sengaja."
ucap Juna datar.
"gak papa kok."
jawab Kiara senyum senyum sangat bahagia walaupun sentuhan itu tak disengaja.
"gila gila tangannya menyentuh. duh buat jantungku berdebar saja."
gumamnya lagi.
Juna membiarkan Kiara mengambil sayur duluan baru kemudian mengambilnya untuk Indra.
"terima kasih om."
saat Indra dikasih sayur oleh Juna.
Juna tersenyum mengusak rambut Indra dengan lembut.
"makan yang banyak ya."
pinta Juna. Indra menganggung senang.
selesai makan mereka duduk santai ditempat berbincang bincang ringan.
Kiara masih sibuk memperhatikan Juna yang sedang mengobrol dengan Aryo sambil memangku Indra dan Aryo memangku Clara.
tiba tiba ponsel Juna berbunyi menandakan pesan masuk.
Juna dengan sigap membuka pesannya.
"pasti Naya yang sms aku semangat begini soalnya."
gumam Juna dalam hati sambil membuka ponselnya.
"tu kan Naya beneran."
gumanya lagi sambil tersenyum bahagia dengan pujaan hatinya.
__ADS_1
{kak juna terima kasih mejanya. aku berasa kerja dikantor. hehehe}
isi pesan dari Naya.
Juna tersenyum dengan pesan Naya dan langsung membalasnya.
{iya sama sama. yang penting kamu nyaman Nay.}
tapi Juna tidak dapat balasan dari Naya lagi sampai setengah jam. Juna gelisah dengan Naya.
"apa yang terjadi dengan mu Nay kenapa kamu tidak membalasku."
gumam juna dalam hati sambil memperhatikan ponselnya.
"mas kamu kenapa dari tadi gelisah melihat ponselmu terus."
protes Sukma.
Juna hanya diam memerhatikan Sukma bingung harus jawab apa.
"mas kenapa mala wajahmu pucat begitu. kamu sakit."
Sukma khawatir dengan kakak sambungnya yang berupa pucat.
yang lain pu yang tadinya sedang mengobrol masing masing langsung menoleh kearah Juna.
"kenapa Jun.??"
tanya Alfa.
"gak papa mas."
jawab Juna bingung.
"mas kamu seperti gelisah begitu. kenapa?? apa ada masalah."
Aryo ikut menimpali.
Juna menggeleng lemas memperhatikan ponselnya.
"terus kenapa daritadi kamu mratiin ponselmu terus?? ada apa mas??"
tanya Sukma lagi dari tadi memerhatikan temannya yang selalu lihatin kakaknya tersebut.
"ini pesanku belum dibales ada apa ya??"
tanya Juna ragu.
" tinggal telpon aja susah amat."
celetuk papa Juna tanpa dosa.
Juna yang sedang gelisah mengikuti saran papanya. dengan cepat ia menghubungi Naya.
telepon terhubung
"assalamualaikum kak."
Naya mengucap salam dengan suara parau habis menangis. ia berusaha sebisa mungkin menyembunyikan kesedihannya dari Juna. walaupun semua itu akan sia sia karna Juna pasti akan mengetahuinya.
"waalaikum salam kamu nangis Nay?? kenapa ada apa Nay??"
tanya Juna lembut tapi dengan gelisa.
sontak saja mereka semua langsung menoleh ke Juna heran ia terlihat perhatian dengan seseorang disebrang telepon. karna Juna menggunakan tutur kata yang sangat lembut. tidak seperti Juna biasanya.
papa dan mama Juna biasa saja setelah mendengar Kata Nay disebut Juna. tapi jiwa kekepoan mama dan papanya juga ikut bangkit ada apa dengan Naya dan kegelisahan anak laki lakinya.
"gak papa kok kak. tadi habis makan rujak kepedasan."
Naya berbobong tapi tidak mempan dengan Juna.
"jangan bohong Nay. ada apa?? apa yang sebenarnya terjadi?? jangan sampai kakak cari tau sendiri Nay??"
ancam Juna masih dengan suara lembut.
"gak papa kak. aku agak sibuk kak."
Naya masih berbohong.
"Nay jangan bohong. kakak mohon jangan bikin kakak takut Nay??"
Juna memohon.
"aku tidak apa apa kak."
jawab Naya lagi.
"jangan tutup dulu telponnya Nay. ada apa denganmu Nay. tolong."
suara Juna parau.
huhuhuhuhuhuhu.
Naya menangis diseberang telpon.
Juna yang mendengar tangisan Naya. reflek meremas tangan Aryo yang ada disebelah juna dengan geram. Aryo kesakitan tangannya di remas Juna ia berusaha melepaskannya tapi gagal karna tenaga Juna sangat kuat.
"kak. huhuhu."
ucap Naya disela tangisannya.
"iya sayang kamu kenapa?? apa yang terjadi padamu.??"
tanya Juna masih meremas tangan Aryo.
sontak saja semua orang kaget mendengar kata sayang. termasuk mama dan papanya.
"kak. huhu mas Ryan huhu mas Ryan marah kak. huhu dia gak percaya aku. kak huhuhu."
Naya berusaha menjelaskan disela tangisnya.
"apaaaa."
juna kaget bangkit dari duduknya dan melepaskan tangan Aryo.
"ya allah mas patah tangan ku mas sakit banget tangan ku."
adu Aryo. tapi tidak dihiraukan oleh Juna. ia benar benar fokus dengan Naya.
"iya kak. huhuhu."
jawab Naya.
"Ryannn."
suara Juna meninggi matanya merah menahan amarah.
Juna masih mendengar Naya menangis terseduh seduh diseberang telepon. dan kemudian terdengar suara Tata menenangkan Naya.
Juna mematikan telpon sepihak. dan membiarkan Naya ditenangkan oleh Tata.
"sialan.."
Juna mengambil gelas dan menggemgamnya hingga pecah.
semua orang tambah kaget melihat sikap marah Juna.
"mas tangannya berdarah mas. ayo saya obati."
Kiara khawatir. menggenggam tangan Juna yang terluka tapi ditepis oleh Juna.
"jangan menyentuhku."
"ada apa Jun. apa yang terjadi sama Naya nak?? kenapa kamu marah nak."
tanya mama Juna dengan mata berkaca kaca.
mama Juna tau. pasti terjadi sesuatu dengan pujaan hati anak laki lakinya hingga ia sangat marah.
Juna menoleh ke mamanya. dan ingin mengadu. mama juna memegang tangan Juna yang teluka dan menyuruhnya duduk kembali. mama Juna melirik Sukma.
Sukma yang tau respon mamanya dengan cepat mengobati tangan kakak sambungnya. Kiara yang melihatnya tadi langsung lari mencari kotak p3k untuk mengobati luka Juna tapi ditepisnya. pada akhirnya kotak itu ia serahkan ke Sukma dan mengobatinya.
"ma."
__ADS_1
panggil Juna.