Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
maafkan aku nay


__ADS_3

kakak ingat gak??


.tata memberitahu


"oala ya allah ta maaf ta kakak lupa. masyallah sekarang udah tinggi banget kamu ya ta dulu perasaan masih kecil deh. naya memutar tubuh tata kekanan dan kekiri."


" apa sih kak masak aku harus kecil terus sih. namanya juga kelamaan gak ketemu kak pasti banyak berubah kak hehehe."


ucap tata bercanda.


hehehe iya naya terkekeh.


"kesini sama siapa ta. rumah kamu dibatang kan ta kalau gak salah kok sampe sini habis dari mana." tanya naya heran orang dari kabupaten barat sampai kekabupaten timur kan kejauhan.


"aku habis dari pabrik kak ini mau pulang kerumah sama mas bagas." jawab tata.


owch


naya mengangguk anggukan kepala.


kak naya habis belanja ya?? tanya tata.


"iya beli cemilan buat ngemil dirumah boring gak ada kerjaan ta hehehe." jawab naya.


jadi kak naya lagi nganggur dirumah kak?? tanya tata memastikan.


"hehehe iya kakak pengangguran sosial ta."


naya nyengir kuda menanggapi pertanyaan tata. mau ngobrol bentar gak kak ??


tanya tata lagi.


boleh boleh mau ngobrol dimana ta ??


naya bertanya balik


"diwarung dekat sini aja kak gimana" tata menjawab pertanyaan naya


" ok bentar ya kakak bayar dulu kekasir habis itu kita keluar gimana naya minta persetujuan tata."


sipp


tata ngengacungkan jari jempolnya tanda mensetujui naya.


setelah selesai membayar dikasir naya dan tata keluar dari indo april tersebut dan menuju ke warung dekat indo april.


sebelum menuju ke warung tata menghampiri kakaknya bagas yang masih berada didalam mobil memberitahu dan mengajak bagas ikut bergabung.


"mas ayo mau ikut gak aku mau ngobrol bentar sama kak naya diwarung situ tu."


ucap tata.


bagas tidak langsung menyetujuinya ia melihat naya dulu yang ada disebelah tata memastikan kalau naya bukan perempuan yang suka ngejar ngejar laki laki.


setelah bagas menerawang naya seperti orang baik baik akhirnya bagas menyetujui bergabung dengan mereka.


bagas keluar dari mobil dan mengikuti naya dan tata seperti bodygart mereka berdua.


setelah sampai mereka bertiga memesan cemilan dan minuman


"oh iya kak naya kenalin ini mas bagas kakak aku." tata memperkenalkan bagas ke naya.


"halo aku bagas." sambil menjabat tangan ke naya untuk berkenalan.


"saya naya teman tata."


naya menolak jabatan tangan bagas dan menangkup kedua tangannya kedada untuk membalas jabatan tangan bagas.


"eh maaf"


jawab bagas agak canggung.


"iya gak papa mas." ucap naya.


tak lama kemudian pesanan mereka datang. mereka menyantap minuman dan cemilan dengang santai sambil mengobrol.


kak sekarang kakak tinggal dimana??


tata memulai obrolan.


"kakak tinggal disekitar sini ya lumayan sih dari sini."


jawab naya ngambil kentang goreng dan memasukannya kemulut mungilnya.


jauh gak kak?? tanya tata lagi sambil menyeruput es teh.


"lumayanlah. main kerumah ta biar tau rumahnya hehe"


lalu menyedot es teh.


kak naya udah nikah belom?? tanya tata lagi.


"alhamdulillah udah ta, udah punya anak satu mala." jawab naya nyengir kuda.


hahh


"masak sih kak kakak dah nikah kok gak kelihatan mana suami dan anak kakak kok gak ikut ??. tanya tata seperti mengintrogasi.


"suami kakak merantau diamerika ta pulang setahun sekali anak kakak tinggal dipesantren jogja. kakak tinggal sendiri dirumah dan lagi nganggur bingung mau buka usaha apa lagi setelah mertua kakak sakit kak berhenti jualan seblak ikut bantuin kakak ipar ngurusin mertua. sekarang mertua kakak dah sehat. sekarang jadi pengangguran sosial." jawab naya menjelaskan panjang kali leber


"oala pantesan seperti masih prawan sendirian. hahaha. tapi gak kelihatan loh kak kalo udah nikah."


jawab tata.


"hehehe baby pack' naya nyengir kuda menampakkan gigi putihnya.


bagas hanya menjadi pendengar setia kedua cewek didepannya.


sesekali bagas memerhatikan naya diam diam.


"kak mau gak kerja dipabrik yang mas bagas kelola ketimbang nganggur"


tata menawarkan pekerjaan.

__ADS_1


beneran ta ?? tanya naya memastikan.


tata dan bagas mengangguk tanda membenarkan.


"iya mumpung ada lowongan kan lumayan daripada menganggur dirumah kalo minat besok dateng ke pabrik ya ini kartu nama saya. bawa berkas berkas lamaran kamu sekalian biar nanti kalo bagian hdr minta gak bolak balik kamunya nay."


bagas ikut bicara.


"ok deh besok kesana tapi aku ijin suami dulu ya kebetulan suami ku lagi didarat."


jawab naya dengan penuh semangat.


sippp


tata mengacungkan jempol.


sebelum mereka pulang naya dan tata saling tukar nomer telepon agar gampang komunikasi.


"ta kakak pulang ya udah kemaleman ni."


naya pamit.


naik apa kesini nay?? bagas bertanya.


"naik motor mas" jawab naya.


"aku ikutin dari belakang ya nay yakut terjadi sesuatu di kamu nay."


bagas menawarkan.


"iya kak biar tau rumah kakak juga nanti kapan kapan kalau mampir gak kelamaan nyari alamat." tata mensetujui.


"ok deh."jawab naya.


akhirnya mereka bertiga keluar bersama menuju kendaraan mereka masing masing. naya naik sepeda motor berjalan didepan sedangkan bagas dan tata naik mobil mengikuti naya dari belakang. didalam mobil bagas dan tata saling diam dengan pikiran masing masing.


hanya suara musik yang terdengar ditelinga mereka berdua


naya mengendarai sepeda motornya dengan santai karna ada yang nemenin walaupun mobil dari belakang naya tidak terlalu takut.


walupun naya jarang keluar malam tapi kalo naya berkendara malam masti dengan kecepatan tinggi karna takut begal. itulah naya bukan takut hantu tapi takut begal.


tak lama mereka bertiga sampai depan rumah naya walaupun rumah naya bukan didepan jalan raya tapi gang masuk rumah bisa untuk bersimpangan mobil.


naya turun dari motornya setelah memarkirkan motor didalam rumah naya keluar untuk menawarkan tata dan bagas mampir walau hanya sebentar minum teh atau kopi.


"mas ta mampir bentar ya."


bagas mau menjawab tawaran naya tapi sudah dopotong oleh tata.


"gak kak langsung pulang aja dah kemaleman kapan kapan aja ya kasian anak aku ditinggal dirumah mbahnya."


" ok deh gak papa hati hati ya dijalan salam buat keluarga besar kamu ta."


jawab naya agak kecewa.


tapi naya memaklumi karna sekarang waktu sudah menunjukan pukul jam setengah sepuluh malam ditambah anak tata yang masih butuh perhatian orang tuanya.


"ya kak daaa tata melambaikan tangannya."


bagas pun langsung menuruti kemauan adik perempuannya itu.


naya pun masuk rumah setelah mobil tata berlalu dari rumahnya. naya mematikan lampu ruang tamu berwudhu sebelum masuk kamar dan tidur. sebelum tidur naya menelpon suaminya meminta ijin keja dipabrik yang dikelola bagas.


walaupun ada drama perdebatan sebentar akhirnya ryan suami naya mengijinkan naya kerja dipabrik.


sampai ditengah jalan tata memandang sinis kakaknya bagas. bagas yang sedang menyetir menoleh ke arah adiknya yang sedang menatapnya.


kenapa ta mas ganteng ya?? tanya bagas tanpa dosa.


"ganteng ganteng pala lo peyang. awas ya mas jangan jatuh cinta sama kak naya. kak naya sudah berkaluarga gak boleh tau gak. jangan merusak rumah tangga orang lain. awas saja kalu sampe mas bagas ngusik kak naya."


tata mengancam kakaknya.


"gak ta gak akan." jawab bagas.


mas bukan tipe orang yang mau meeusak rumah tangga orang lain. walaupun si naya itu cantik selagi statusnya istri orang mas gak berani ganggu ta. tapi kalau statusnya janda sikat guys. hahaha." bagas tertawa.


jangan halangi mas untuk mengejar naya ya kalo dah janda ??


tanya bagas ke tata sambil cengengesan.


" ya kalo kak nayanya mau kalo gak?? .jawab tata dengan nada mengejek.


"resek lu adik gak punya akhlak."


bagas sebel adiknya selalu mengejeknya.


keesokan harinya naya berangkat ke pabrik dan


esoknya lagi naya udah mulai bekerja


tak terasa tiga bulan telah berlalu naya betah bekerja dipabrik bagas tata dan teman teman pabrik sangat baik.


walaupun ada beberapa yang tidak suka naya tidak menghiraukan orang yang tidak menyukainya yang penting naya kerja dengan benar sesuai aturan itu prinsip naya.


dikantor jakarta juna uring uringan tak jelas. orang orang kantor heran dengan sikap uring uringan juna tak biasanya juna bersikap seperti ini. hatinya gelisah ingin sekali mengunjungi pabrik semarang entah apa yang membuatnya ingin sekali berkunjung kesana juna tak tau.


biasanya juna selalu mengunjungi pabrik bagas enam bulan sekali bahkan sampe sembilan bulan sekali kalau ditelpon berulang ulang kali oleh bagas baru juna berkunjung.


"aku harus kesana untuk membuktikan perasaanku kenapa aku seperti ini."


gumam juna.


akhirnya juna berangkat ke semarang menggunakan pesawat pribadinya setelah menyelesaikan pekerjaannya.


sebelum lepas landas juna menghubungi bagas agar menjemput dirinya dibandara.


setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya juna sampai dibandara semarang dan bagas sudah stanbay dibandara jadi juna tidak harus menunggu.


gas


juna melambaikan tangan keluar dari pesawat.

__ADS_1


hayy


bagas membalas lambaian tangan juna.


mereka berdua berpelukan ala laki laki.


"tumben lu tanpa aku capek menghubungimu udah sampai kesini"


ucap bagas setelah melepas pelukannya dan tangannya menonjok pelan dada samping juna. hehehe


"gak tau ni tiba tiba pengen kesini aja."


jawab juna cengengesan.


"ayo masuk mobil."ajak bagas.


ayo


jawab juna.


lalu masuk mobil.


mobil melaju menuju pabrik karna juna ingin langsung kesana memastikan perasaannya yang bergejolak. ditengah perlajanan bagas membuka obrolan


jun kabar tante om baik baik saja kan??


"iya alhamdulillah mereka baik baik saja."


kamu masih jarang pulang jun??


tanya bagas lagi.


"aku sibuk banget gas tapi kadang aku pulang kok." jawab juna.


"kapan nikah?? kasian ibu bapakmu pengen cepet punya cucu."


bagas menasehati.


"santai aja bro ntar juga kalau udah ketemu jodohnya nikah." jawab juna santai.


"terus kamu kapan mau cari bini?? betah amat menduda hehehe"


juna balik bertanya.


"sotoy lu"


jawab bagas ketus lalu tertawa bersama


hahahha


tak lama mobil mereka sampai dipabrik. juna dan bagas turun dari mobil.


degg


jantung juna berdetak sangat cepat kala kaki juna menginjakkan kakinya dipabrik.


"ada apakah dengan hati ini. kenapa hati ini sangat berdebar tak karuan."


gumam juna dalam hati.


jun kamu mau kemana??


tanya bagas heran dengan juna seperti orang terhipnotis melangkah tanpa arah. tak jelas.


juna tak menghiraukan panggilan bagas. tanpa sadar kaki juna melangkah kearah naya yang sedang berlalan dengan teman temannya.


setelah juna mengetahui keberadaan naya juna berdiri mematung memandangi naya dari jauh.


" jadi ini maksud hati ku selama ini. ya allah juna sadarr naya sudah milik orang lain."


gumam juna.


tapi kaki juna tau berhenti melangkah juna semakin mendekat ke arah naya.


naya tak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mendekatinya.


bagas berkali kali memanggil juna tapi tak dia hiraukan seolah olah telinga juna tuli tak mendengar suara apapun.


juna semakin mendekati naya tanpa sadar juna memeluk naya dari belakang seperti kejadian dicafe waktu itu.


naya kaget dan syok ada seseorang memeluknya dari belakang dan ia reflek berbalik kearah yang memeluknya. jadi adegan naya dan juna seperti orang berpelukan. naya mematung sesaat saat dirinya dipeluk oleh orang yang tak ia kenal.


juna semakin memeluknya dengan erat seperti melepas rindu dengan orang yang sangat ia cintai. pelukan juna semakin erat membuat naya tersadar lalu naya memberontak ingin dilepaskan.


"lepas tolong lepaskan aku dadaku sesak tolong lepaskan aku."


naya meminta tolong.


tapi sayang tenaga juna lebih besar dibandingkan dengan naya yang seorang perempuan apalagi juna memeluknya sangat erat sangat sulit untuk dilepaskan.


akhirnya naya menangis sejadi jadinya agar ada orang menolong atau orang yang memeluknya melepaskannya. orang disekitar pun hanya bingung melihat pemandangan tersebut. mereka mengira orang yang memeluk naya suaminya yang telah pulang dari rantau dan membuat kejutan untuk naya. apalagi melihat adegan naya seperti berpelukan menyakinkan pemikiran mereka bahwa naya dan juna suami istri.


mendengar naya menangis akhirnya juna melepaskan pelukannya.


"maafkan aku nay. maaf."


ucap juna berderai air mata.


naya tak menghiraukan maaf juna ia lari meninggalkan juna yang masih mematung. naya berlalu tak tentu arah. juna memanggil dan mengejar naya tapi naya tak masih tetap tak menghiraukannya.


naya hanya menangis sesugukan sambil berlari. saat naya hendak melintas diarea pengangkut barang tak sengaja naya menabrak seseorang yang membawa barang yang sedang dipanggul dipundaknya.


brukk


naya terjatuh bersama juna. naya gemetaran saat tubuh juna berada diatasnya. naya semakin gemetar saat darah juna menetes dikepalanya. juna sigap menolong naya saat naya menyenggol seseorang. juna menarik tangan naya untuk menolongnya dari timbunan barang.


tapi mala kepala juna yang terkena timbunan barang juna oleng dan terjatuh.


akhrinya terjadilah adegan berpelukan diatas aspal pabrik tersebut. juna mengeluarkan darah dari kepalanya. karna kepala juna tertimba barang berat yang naya senggol. darah juna menetes kekening naya hingga seluruh wajah naya penuh dengan darah juna.


orang sekitar hanya melihat adegan tersebut tak berani menolong karna takut kesalahan. mereka hanya panik bingung harus berbuat apa.


"maafkan aku nay maaf"

__ADS_1


ucap juna setelahnya juna tak sadarkan diri.


naya semakin gemetaran melihat juna tak sadarkan diri diatasnya. naya terus meminta tolong tapi tidak ada yang menolongnya. hingga akhirnya datang bagas dan tata menolongnya.


__ADS_2