
lalu ia pun bangkit menuju ruang makan untuk mencari makanan yang bisa dimakan dengan masih tersambung videonya bersama Naya
"bu masih ada makanan tidak??"
tanya Juna yang kebetulan sang ibu masih berada didapur
"masih kamu mau makan sayang??"
tanya ibu Juna
"iya bu"
jawab Juna masih memegang ponselnya.
"bentar ibu siapin"
ucap ibu Juna lalu dengan cepat mempersiapkan makanan diatas meja untuk anaknya
"itu ibu kak??"
tanya Naya yang mendengar suara ibu Juna
"hmmm"
jawab Juna singkat karna takut ibunya tau ia sedang video call an dengan Naya.
"lagi apa Jun??"
tanya ibu Juna menyelidiki karna ia langsung menyembunyikan ponselnya.
"kak aku mau ngomong dong sama ibu bentar"
suara Naya terdengar sampai telinga ibu Juna
"kok kayak Naya Jun??"
tanya ibu Juna lagi meletakkan piring dimeja makan.
Juna masih terdiam bingung harus jawab apa karna takut diganggu oleh ibunya
"kak kok diam aja terus apaan ini videonya item semua kak Juna lagi apa katanya suruh temenin??" protes Naya
ibu Juna langsung merebut ponsel milik Juna karna ia berusaha menyembunyikannya.
"anak ibu lagi apa??"
tanya ibu Juna setelah mendapatkan ponsel anaknya dan menampakkan wajahnya dilayar ponsel sambil tersenyum
Juna menghela nafas pasrah karna ponselnya sudah ditangan ibunya.
ia mulai menyantap makanannya dengan wajah nelangsa tidak bisa ditemani pujaan hatinya.
"ibu lagi apa?? ibu sudah makan???"
tanya Naya pada ibu Juna
"alhamdulillah sudah sayang kamu sudah makan belum??"
tanya balik ibu Juna
"alhamdulillah sudah bu, kak Juna makan gak bu??"
tanya Naya lagi
"nohh lagi makan dengan tampang melasnya"
ibu Juna mengalihkan cameranya kearah Juna yang sedang melahap makanan
hihihihi
Naya cekikikan
"kasian calon imammu makan sendirian"
ucap ibu Juna cekikikan.
"siapa yang bikin aku sendirian"
sindir Juna sambil menyuap nasi kedalam mulutnya
tiba tiba Stela muncul untuk mengambil minum ke dapur
"halo Stela"
ucap Naya dilayar ponsel
Stela pun menoleh kearah sumber suara
"halo mbak Nay tumben telpon, lagi VC sama mas Juna ya??"
tanya Stela
"h'em"
jawab Naya cengengesan
"gimana udah siap siap buat besok mbak??"
tanya Stela lagi
"alhamdulillah udah, aku cuma bawa baju doang segala sesuatu diurus kak Juna jadi aman"
jawab Naya santai.
"beres mbak, nanti kita semobil ya mbak aku mau sama kamu"
pinta Stela tersenyum.
"asiapppp"
jawab Naya cengengesan
"emang kalian mau kemana ibu kok gak diajak??"
protes ibu Juna pada anak perempuannya.
"gak usah ikut bu nanti punggung ibu encok soalnya mau muncak ke Sikunir Dieng"
Stela memberitahu
Naya cekikikan mendengar perkataan Stela pada ibunya.
"Naya ikut??"
tanya ibu Juna lagi
"h'em ikut"
jawab Stela
"jun ibu ikut ya"
rengek ibu Juna pada anak laki lakinya yang sedang makan yang sedang diabaikan oleh Naya.
"gak usah bu soalnya kita mau naik gunung kalau ibu ikut takutnya ibu gak kuat"
Juna menasehati masih terdengar ditelinga Naya karna menggunakan loudspeker
"Jun"
ibu Juna menggoyang goyangkan pundak anaknya seperti anak kecil meminta jajan tidak dituruti.
Naya yang melihat lewat layar ponsel pun cekikikan dengan kelakuan ibu Juna
"ibu itu gimana sih masak mau ikut anak anak muda"
protes Stela pada ibunya
"ibu kan gak tua tua amat Stel ikut ya"
ibu Juna masih merengek
"iya menolak tua"
ketus Stela.
"husss Stela gak sopan kamu sama ibu"
tegur Naya cekikikan mendengar perkataan Stela.
"mbak gak sopan ngetawain orang tua hahaha"
ledek Stela yang diikuti tawa Naya
ibu Juna cemberut karna tidak dituruti anak anaknya
"kak Juna mana Stel kasian dari tadi dikacangin"
Naya nyengir
__ADS_1
"tu orangnya"
jawab Stela mengarahkan camera videonya ke arah Juna
"apa udah ingat"
ucap Juna kesal
Naya mala tertawa
"hahaha ulu ulu ngambek bos Juna, maaf bos tadi lagi asyik ngobrol sama ibu dan adik bos Juna"
jawab Naya cengengesan.
"sampai habis nasiku kamu gak nemenin aku Nay, gak Stela gak ibu sama saja gak ada yang ngertiin aku tega kalian"
Juna pura pura merajuk
"apa sih manja biasanya juga gak makan tumben amat"
ucap Stela sewot
Juna mencubit pinggang adiknya
"sakit tau mas"
keluh Stela
Naya cengengesan
"emang biasanya kak Juna gak makan Stel"
tanya Naya menyelidiki
"awas kamu Stel"
bisik Juna pada Stela
"bodo"
jawab Stela tidak peduli.
"biasanya gak makan mbak kerjaannya sibuk terus ngurusin berkasnya tiada henti, makanya tumben amat makan ternyata lagi VCan sama kamu"
ungkap Stela pada Naya
Naya langsung memicingkan matanya kearah Juna
"kak Juna??"
suara Naya langsung meninggi
mendengar suara Naya Juna pun langsung menciut hilang wibawanya
Stela dan ibunya langsung melarikan diri dari mereka berdua
"ayo bu aku udah ngantuk"
alasan Stela menarik ibunya dan menyerahkan ponselnya ke Juna
"masmu bakal kena omel Naya Stel"
ucap ibu Juna cekikikan
"iya bu, makanya aku ajak ibu pergi kita intip aja mau lihat kayak apa mukanya mas Juna"
jawab Stela ikut cekikikan.
"kak Juna jelasin apa maksudnya"
tanya Naya melotot kearah Juna dilayar ponselnya.
"itu Nay hmm Stela gak bermaksud gitu kok"
jawab Juna bingung.
"kak Juna?? kak Juna kan udah janji sama aku kalau kakak akan jaga kesehatan, terus apa itu kakak gak pernah makan terus kalau kakak sakit gimana?? terus apa tadi kerjaan terus yang kakak urusin, berarti kakak selama ini gak pernah istirahat yang cukup kakak gimana sih, kak Juna harus mikirin kesehatan juga kak, kalau kakak sakit aku gimana kak aku haeus bersandar sama siapa??"
cerocos Naya kesal membuat Juna semakin gemas
"maafkan aku Nay?? maafkan aku sayang, kakak janji lain kali..
"tidak ada lain kali kakak, harus dibiasakan jaga kesehatan jagan sesalu sibuk kerja aku gak mau"
Naya langsung memotong perkataan Juna
"iya ok sayang kakak salah kakak akan makan tepat waktu, kakak akan jaga kesehatan tidak akan selalu menyibukkan pekerjaan lagi biar ada waktu untukmu"
goda Juna
protes Naya nyengir
"ya kan kalau kakak gak sibuk bisa nemenin kamu"
ucap Juna menaik turunkan alisnya menggoda Naya
"alahh sibuk juga masih sempat curi curi waktu gangguin aku kerja wuehhhhhhhh"
jawab Naya mengejek menjulurkan lidahnya
"untung video call coba kalau disisiku disini udah aku cium kamu"
gumam Juna dalam hati cengengesan.
"udah selesai makannya kak??"
tanya Naya lagi
"udah karna kesel dikacangin kamu sampai nasinya habis"
Juna cemberut
"hihihi maaf kak, kan aku lagi tanya tanya Stela sama ibu"
jawab Naya cengengesan
"tapi kan kamu udah janji mau temenin aku Nay kakak jadi kesepian makan sendirian"
rengek Juna manja
"hahaha sejak kapan pak Juna kayak cewek manja manja jablay"
jawab Naya meledek Juna
hahhahaha
"Naya kamu itu ya bener bener bikin aku gemes tau tidak"
ucap Juna lagi.
"yang penting bukan dedek dedek gemes hahhaha"
jawab Naya asal.
dan mereka tertawa bersama lewat laya kaca ponselnya
"lihat bu ekpresi mas Juna begitu bahagia dengan mbak Naya padahal kalau sama kita dia jarang begitu apalagi sama orang luar pasti selalu datar dan kaku kadang orang orang kantor takut kalau disuruh berhadapan dengannya karna selalu memasang wajah dingin seperti es, mbak Naya padahal udah aku kasih tau tapi dia gak percaya"
keluhan Stela
"gimana mau percaya Stel tampangnya aja gak kelihatan dingin kalau didepan Naya, Naya nya juga gak pernah lihat wajah dinginnya masmu ya gak akan percaya lah gimana sih kamu itu, kapan kapan ajak Naya bertemu masmu kalau pas lagi pasang wajah dingin biar tau atau kalau gak kamu rekam setiap masmu pasang wajah dingin lalu kirimin ke Naya mungkin bakalan percaya Naya nya"
ibu Juna memberitahu
"iya juga ya bu nanti aku minta nomer WA nya biar bisa chatinggan sama mbak Naya bu, kamu mas Juna gak bisa kaku terus sama aku gemes aku lihatnya pengen aku pukul mas Juna bu"
cerocos Stela
"terserah kamu kalau kamu berani sama mas mu, ibu mau nonton aja hihihi"
jawab ibu Juna asal.
"ye sama aja dong jadiin aku kambing hitamnya ibu, udah ahh ayo masuk capek nguping terus"
ucap Stela mengakhiri kekepoannya
yanh diikuti ibunya bubar jalan.
Juna yang asyik VCan sama Naya pun akhirnya selesai dan beristirahat masing masing untuk keberangkatan besok.
**
keesokan harinya mereka disibukkan dengan pekerjaan masing masing dan sore hari selesai bekerja sesuai kesepakatan berkumpul dan berangkat dari pabrik
"Ta Nay mas jemput Intan dulu ya takutnya dia malu kesini sendiri"
pamit Bagas disaat jam kerja belum usai
tiba tiba pintu diketuk dari luar
__ADS_1
tok tok tok
"masuk"
perinta Bagas
pintu pun terbuka dan berapa terkejutnya Bagas melihat orang yang dikiranya malu dan sendiri dan akhirnya mau dijemput ternyata mala sudah ada didepan matanya
"Intan"
gumam Bagas.
"maaf mas aku takut mas Bagas sibuk dan ngrepotin mas jadi aku datang sendiri kesini"
alasan Intan sebenarnya Intan sudah tidak sabar ingin segera bertemu dan berangkat bersama Bagas
"ehh mbak Intan gak papa mbak padahal ini mau dijemput mas Bagas loh"
ucap Naya cengengesan.
"iyakah mas??"
tanya Intan penasaran plus malu karna ia pikir Bagas tidak jadi mengajaknya dan memutuskan berangkat sendiri.
"eh iya tapi karna kamu sudah disini ya sudah gak jadi jemput"
jawab Bagas tidak enak hati karna ia sendiri yang janji tadi malam akan jemput mala anaknya sudah nongol duluan.
"ya sudah balik lagi aja mbak nanti biar dijemput sama mas Bagas"
canda Naya cekikikan
Intan dan Bagas membulatkan matanya
"canda kali gak usah molotot gitu mas aku takut"
Naya cengengesan
Intan bernafas lega ternyata Naya hanya bercanda "bisa malu aku kalau disuruh balik lagi, tadi aku sudah disuruh nunggu jemputan Bagas sama ibu bapak, tapi aku sendiri yang memaksa ingin berangkat sendiri karna tidak sabar."
gerutu Intan dalam hati.
"kamu ada ada aja deh Nay"
jawab Bagas mengelus kepala Naya yang membuat hati Intan panas melihat perlakuan Bagas.
"mas kenapa gak dikenalin ke aku, kak Naya doang yang dikenalin"
protes Tata cemberut
"maaf tadi malam hanya ketemu Naya dan kebetulan tidak sengaja ketemu jadi sekalian, masfkan mas mu ini tuan putriku"
Bagas memelas mencubit hidung Tata adiknya karna gemas.
"Tan kenalin ini Tata adikku Ta ini Intan teman mas"
Bagas memperkenalkan Intan dan TAta
dan mereka pun saling mengulurkan tangan saling berkenalan
"kamu adiknya mas Bagas?? terus Naya temanmu Ta??"
tanya Intan ingin tau.
"iya mbak aku yang adiknya mas Bagas kak Naya temanku dulu satu pesantren sama aku"
Tata menjelaskan
"ohhh"
jawab Intan
"silahkan diminum mbak Intan"
ucap Naya menyerahkan botol mineral dan teh botol.
"kok bareng mas Juna kak?? kayaknya tadi belum kesini deh"
tanya Tata heran.
"ketemu diluar Ta jadi bareng deh"
jawab Naya santai
"ini pacarmu Gas??"
tanya Juna pada Bagas
"temen Jun, jangan dengerin Naya, kamu lama lama cerewet kayak Naya ya"
keluh Bagas
"biarin wuehhh lagian gak papa kali kalo jadi ya kan mbak Intan, terus cepetan nikah biar aku bisa bridesmaidsnya, ya gak Ta??"
Naya minta pembelaan Tata
"betul itu kasian juga ibu mas pengen cepet cepet punya mantu wkwkwk"
jawab Tata cekikikan
"terus aja terus"
Bagas kesal
Juna dan Intan hanya menjadi penonton perdebatan antara Bagas Naya dan Tata
"maaf ya mbak mereka emang selalu seperti itu jangan kapok"
ucap Juna memberitahu
"iya"
jawab Intan singkat
"gila yang ini juga ganteng bener"
gumam Intan dalam hati.
"sayang udah lah jangan ledekin Bagas terus kasian dikeroyok kalian terus"
tegur Juna
"sayang sayang pala loh peyang geli tau kak dengernya"
protes Naya
semua orang hanya cengengesan mendengar perkataan Naya kecuali Intan ia hanya agak terkejut karna penolakan Naya dengan sebutan sayang karna biasanya orang akan senang dipanggil sayang.
"kan kakak emang sayang sama kamu Nay??"
ucap Juna tidak tau malunya menoel hidung sang pujaan hatinya
"tau ahh"
jawab Naya tersenyum berbeda dengan perkataannya yang kesal
"kesal tapi seneng??"
goda Juna cengengesan
"udah ahh ayo udah selesai semua nih mau berangkat jam berapa??"
tanya Naya manja
"tunggu Stela bentar sayang nanti kalau tidak ditungguin jadi terompet sangkakala nanti"
ucap Juna santai
"awas ya kak aku aduin adikmu ngatain terompet sangkakala"
ancam Naya cekikikan.
"aduin aja kak aku dukung"
Tata membela
Juna langsung melototi Naya dan Tata
"takuttttt"
ledek Naya dan Tata tertawa
tiba tiba pintu terbuka
"go to Dieng"
teriak Stela setelah membuka pintu ruangan
"les go"
__ADS_1
ucap Tata dan Naya berbaringan
dan akhirnya semua yang ikut ke dieng berangkat bersama sama menggunakan dua mobil mobil 1 dihuni Juna Naya Stela Ridwan dan pacarnya yang telat datang mobil 2 dihuni Bagas Tata Intan Roni Amran dan Lily kariawan pabrik yang ikut.