Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
sekarang hatiku hanya untukmu


__ADS_3

Bagas menggelengkan kepalanya dengan tingkah sahabatnya tersebut


"sabar, bentar lagi juga halal bebas mau kamu apakan dia, kamu juga harus ingat Malik pikirkan gimana caranya agar Malik setuju"


Bagas mengingatkan


"aku tau, walaupun Malik bilang setuju tapi aku tetap akan lebih berusaha lagi"


jawab Juna


"terus kapan kalian rencana kalian untuk menjemput Malik pulang??"


tanya Bagas


"setelah persiapan selesai langsung jemput Malik"


jawab Juna


tidak lama mobil mereka sampai ketujuan selanjutnya dan sampai selesai semua urusan


dan berlanjut mengantar pasangan masing masing dan Juna berpindah mobil sendiri yang sijemput supirnya


"Nay sudah selesai persiapanya kamu ingin kapan menjemput Malik?? apa kakak saja yang jemput??"


tanya Juna


"aku juga ingin jemput Malik kak, aku ikut ya??"


rengek Naya


"ok, maunya kapan??"


tanya Juna lagi


"kalau kakak gak sibuk, cepet selesaiin kerjaan kakak biar cepet jemput Malik"


pinta Naya


"siap nyonya, kakak pulang dulu ya, salam buat ibu bapak"


ucap Juna


"waalaikum salam, nanti Nay sampaikan, kakak hati hati ya dijalan"


pesan Naya yang dianggukan Juna dan langsung berlalu dari rumah Naya


**


"mas kenapa gak satu gedung aja sama Naya??"


tanya Intan penasaran


"kita kan orang Batang mereka orang kendal sayang kejauhanlah tamu undangannya jadi di Batang saja biar dekat"


jawab Bagas


"he'em mb aku setuju sama mas Bagas kita kan orang Batang pestanya di Batang, masalah tamu orang Kendal biarkan dia berkunjung kesini kan gak masalah sekalian menikmati wisata kota Batang kita"


Tata memberitahu


Intan mengangguk tanda paham


tidak lama mobil Bagas sampai rumah orang tua Intan karna rumah Intan sepi, Bagas dan Tata langsung pamit tanpa mampir sebentar


"mas kamu sudah mantap kan sama mbak Intan?? aku gak mau ya kamu nyakitin mbak Intan karna kamu masih menyimpan rasa sama kak Naya "


ucap Tata penasaran


"mas sudah mantap Ta jangan khawatir ya, doakan semoga mas bisa jadi imam yang taat dan baik untuk Intan"


pinta Bagas


"amin"


jawab Tata mantap


"sudah selesai Gas semuanya??"


tanya ibu Bagas saat mengantar Tata adiknya pulang kerumah


"alhamdulillah beres semuanya bu, semoga lancar sampai hari H nya ya bu"


ucap Bagas


"amin, doa ibu akan selalu menyetaimu nak"


jawab ibu Bagas mengelus lengan anak laki lakinya


"sudah gak pake gips lagi tanganmu Fi??"


tanya Bagas saat Rofik ikut bergabung duduk bersama kakak ipar dan mertuanya


"alhamdulillah sudah gak mas"


jawab Rofik


"tapi harus tetap hati hati ya sampai benar benar sembuh"


Bagas memberitahu


"ya mas insyallah"


jawab Rofik


**


Juna kembali kekantornya untuk lembur agar cepat selesai semua pekerjaannya sebelum menjemput Malik dan hari pernikahannya tidak lupa ia memberitahu keberadaanya pada Naya agar Naya tidak mengkhawatirkannya


"mas lembur??"


tanya Stela saat mendapati ruangan kakaknya masih menyala


"ya, kamu belum pulang Stel??"


Juna bertanya balik


"aku udah mau pulang lihat ruangan masih nyala akhirnya aku samperin deh"


Stela memberitahu


"ohhh"


jawaban singkat dan datar dari Juna ia menyibukkan kembali dengan kertas yang berada diatas meja kerjanya


"kebiasaan kamu mas"


protes Stela memonyongkan bibirnya


"kenapa??"


tanya Juna heran sampai menghentikan tangannya


"kenapa kamu selalu pasang wajah datarmu itu mas kalau sama yang lain, tapi kalau bersama mbak Naya kamu selalu senyum ceria"


protes Stela tidak terima sikap kakaknya yang pilih kasih


"sepertinya mas biasa saja dengan siapapun, kamunya saja yang sensi Stel, lagi PMS ya??"


tanya Juna melanjutkan pekerjaannya


"gak, bisa gak sih mas kamu selalu tersenyum dengan siapapun biar enak dipandang gitu, dengan tampang datarmu saja kamu sudah enak dipandang apalagi ditambah senyum manismu itu pasti bikin orang klepek klepek deh, aku mewakili juru bicara semua perempuan dikantor ini tentang kamu mas"


ucap Stela panjang kali lebar


Juna tidak menghiraukannya ia masih menyibukkan pekerjaannya


"kesel aku sampai haus gini ngomong tapi gak didengerin sama kamu, aku aduin kamu ya mas ke mbak Naya baru tau rasa kamu mas"

__ADS_1


ancam Stela kesal


"terserah kamu saja"


jawab Juna cuek yang membuat Stela semakin kesal dan keluar dari ruangan Juna dengan menggebrak pintunya dengan keras


"astagfirullah Stela Stela"


gumam Juna lalu melanjutkan kesibukkannya.


**


dikamar Naya ia sedang sibuk menonton film bollywood dengan judul bodyguard yang dibintangi salmankhan dan karena kapoor


"keren tu berantemnya sampai terbang gitu hebat"


Naya memuji akting salman khan yang sedang bertarung melawan musuh orang tua karena kapoor


sampai selesai Naya menonton dan beralih ke ke judul main ho na yang dibintangi sharu khan shuniel setty dan sushmitha sen dan lain lain hingga ketiduran sebelum filmnya selesai


ibu Naya keheranan karna anak gadisnya tidak kelihatan dari habis magrib dan belum makan makan


akhirnya ibu Naya memutuskan untuk menghampiri anaknya


dan menggelengkan kepalanya karna melihat anak gadisnya terlelap dengan ponsel yang masih menyala


"kibiasaan kamu Nay hp mu yang nonton kamu molor"


gumam ibu Naya mematikan ponsel anaknya dan meletakkannya dimeja sebelah ranjang tempat tidurnya dan menutup kembali pintu kamar Naya


"lagi apa Naya bu?? tumben gak keluar"


tanya bapak Naya yang lagi selonjoran diruang keluarga


"molor pak anakmu, belum makan lagi dari pulang sore tadi"


jawab ibu Naya


"biarkan sajalah mungkin dia capek"


ucap bapak Naya lagi yang dianggukan istrinya


jam 22.00 Naya terbangun karna lapar dan belum menunaikan sholat isya'


selesai sholat isya' yang telat Naya menuju dapur untuk mencari makanan yang bisa ia makan beruntung ibunya menyimpan lauknya dikulkas tinggal memanasinya dan nasi yang sudah tersedia di megic com sudah matang dan masih panas


setelah memanasi lauknya ia langsung mengambil piring dan nasi lalu menyuapnya sendirian karna kedua orang tua Naya sudah terlelap begitupun dengan Ridwan adiknya sudah anteng didalam kamar masing masing


Naya iseng iseng membuka ponselnya dan mendapati pesan dari Juna


{sayang lagi apa?? udah makan belum??}


{kok gak balas?? udah tidur ya?? good nigth}


Naya tersenyum membaca pesan dari calon suaminya


{maaf kak dari magrib aku ketiduran baru bangun good nigth too}


Naya membalas balasan pesan dari Juna


Juna yang akan terlelap pun membuka matanya kembali mendengar ponselnya berbunyi


setelah membaca pesan dari Naya ia langsung menghubunginya


panggilan terhubung


"assalamualaikum kak kok belum tidur??"


Naya mengucap salam saat mengangkat telponnya


"waalaikum salam sayang, kamu lagi apa??"


tanya Juna lembut sambil berbaring ditempat tidurnya


"makan kak, kau lapar"


"tadi tidur jam berapa sayang??"


tanya Juna lagi


"tadi aku nonton you tube kak nonton film india, ehh belum sholat isya' udah merem duluan"


Naya memberitahu


Juna tersenyum


"kamu kebiasaan filmnya yang nonton kamu"


ucap Juna cengengesan


"he'em mau gimana lagi"


jawab Naya ikut cengengesan


"habis ini mau ngapain?? udah sholat isya'??"


tanya Juna


"alhamdulillah udah, habis sholat baru makan"


jawab Naya manja


setelah menyelesaikan makanannya Naya kembali kekamarnya untuk berbincang dengan Juna


"kak besok bisa ketemu gak?? atau kakak main kesini?? kakak hutang penjelasan padaku"


ucap Naya


"baiklah kakak akan sempatkan main kerumah untuk menjelaskan semuanya"


jawab Juna santai


"ok kalau gitu tidur gih besok kerja, good night"


Naya menutup panggilannya


***


"mas itu beneran desain mas Juna sendiri??"


tanya Intan memastikan


mereka sedang melakukan panggilan video yang tertunda semalam karna sama sama ketiduran


"ya karna pernikahan kita selisih seminggu doang jadi sekalian katanya"


jawab Bagas santai


"kok dia bisa desain ya?? kupikir hanya bisa nisnis aja"


tanya Intan penasaran


"kamu ingat Ana yang kemaren kita kunjungi butik mewahnya bersama yang lainnya??"


Bagas bertanya balik


"yang gaun itu mas??"


tanya Intan memastikan


Bagas mengangguk


"ya kenapa mas??"


tanya Intan penasaran


"mereka temenan waktu dikuliah diluar negeri saling bantu membantu sharing menyaring tukar pengalaman jadi pasti taulah Juna kan anak yang cerdas dia serba bisa dan harus bisa"

__ADS_1


jawab Bagas menjelaskan


"pantas dia sukses"


Intan menimpali


"gak sukses lagi sayang dia hebat merintis usaha dari nol tanpa bantuan kedua orang tuanya sampai sesukses sekarang ini, mas saja pabrik peninggalan almarhum bapak makanya pas bangkrut mas terpukul banget untung Juna mengulurkan tangannya membantu mas jadi mas bisa bangkit lagi dan menambah bisnis lainnya"


Bagas memberitahu


Intan manggut manggut


"mas kenal mas Juna sejak kapan?? apa mas juga teman pesantrennya seperti Naya Tata dan mas Juna??"


tanya Intan penasaran sesuai pemikirannya kalau kenal dari pesantren berarti perasaannya tumbih sejak dulu pada Naya


"gak, mas kenal dia saat kuliah di Undip Semarang kita berteman baik sampai dia pindah kuliah keluar negeri atas perintah papanya saat pernikahan pertama mas dia dan mas baru lulus S1 dan mas baru masuk pabrik yang dikelola bapak, Juna sempat menghadiri pernikahan pertama mas setelah itu dia lanjut S2 keluar negeri sambil merintis bisnisnya mas gak tau kalau dia sedang patah hati karna Naya menikah dengan Ryan yang sekarang jadi mantan suaminya, Juna gak pernah cerita tentang kisahnya dia orangnya tertutup soal pribadinya, dia mau bercerita soal pujaan hatinya setelah kita bertemu lagi, dia dengan cepat menyelesaikan kuliahnya diluar negeri dan membuka cabang kantornya di Jakarta saat mas sudah benar benar terpuruk dan mantan istri mas pergi meninggalkan mas sendiri, sejak itu mas dan Juna semakin dekat satu sama lain saling bantu membantu sampai kami dipertemukan dengan Naya dan sampai sekarang"


Bagas menceritakan masa lalunya panjang kali lebar


"aku terharu mas mendengar ceritamu"


ucap Intan


Bagas tersenyum


"kalau Naya pasti sudah menangis kejer mendengar cerita mas ini sayang, dia kan orangnya baperan"


Bagas cekikikan mengingat Naya


"memang dia sudah diceritain gitu??"


tanya Intan penasaran


"iyalah dia dan Tata mas ceritakan kisah Juna patah hati karnanya sampai Juna dititik sekarang bertemu dengannya"


ucap Bagas masih terkekeh


"dia nangis??"


tanya Intan


Bagas mengangguk


"terus mas gimana??"


tanya Intan lagi


"ya cuma liatin dia berpelukan sama Tata doang emang mau gimana lagi"


jawab Bagas santai


"ya kirain dipeluk gitu kan Naya nangis"


ucap Intan


"kalau sadar gitu dia gak maulah dipeluk sembarangan orang, kecuali dia lagi terpuruk sedih menangis tanpa sadar dia bakal mau meluk orang lain lawan jenis"


Bagas memberitahu


"ya termasuk kamu kan mas??"


tuduh Intan cemberut


Mata Bagas melotot memenuhi kayar ponsel Intan


"ya sih pernah mungkin dua kali doang pas dia berantem sama mantan suaminya"


jawab Bagas kikuk


Intan langsung melebarkan matanya melotot menatap tajam Bagas


Bagas terperanjat dengan lototan mata Intan


"mati aku salah ngomong, bisa jadi macan ni orang"


gumam Bagas dalam hati


"tapi Naya minta maaf kok setelah sadar peluk mas, jangan marah ya sanyang, maaf baru cerita"


bujuk Bagas


Intan terdiam sejenak memikirkan apa yang terjadi menurut karakter Naya dan Bagas menurut pemikiran Intan sendiri


"tapi mas sudah suka sama Naya kan??"


tanya Intan penuh selidik


"tapi jangan marah ya sayang mas akan cerita, itu hanya masa lalu, masa depan mas hanya kamu seorang sayang"


bujuk Bagas


"udah ceritain aja jangan banyak basa basi rayu rayu, aku pengen dengar semuanya agar gak ada salah paham lagi"


ucap Intan tegas


"waduh bisa tegas juga dia, kirain kalem doang"


gumam Bagas dalam hati


"iya sayang, mas memang sudah suka sama dia dan pernah nyatain cinta mas tapi langsung ditolak tegas sama Naya"


jawab Bagas takut Intan marah


"apaaa??"


Intan terkejut


"gila juga tu sih Naya berani nolak mas Bagas padahal ganten gini orangnya, tapi ya mungkin juga sih cerita Tata juga sama Naya juga sempat menolak mas Juna mentah mentah dulu walau status janda padahal mas Juna gak kalah ganteng kaya raya pula"


gumam Intan dalam hatinya


"sayang kamu gak marah kan Yang, aku sudah nyerah kok sama Naya sekarang hatiku hanya untukmu"


ucap Bagas memasang wajah melasnya


"kasian juga kamu ya mas ditolak Naya dulu jadi beralih ke aku"


Intan memasang wajah ibanya terhadap Bagas


"ahh kamu gak tau aja kan Yang sejak ketemu kamu mas tau Naya dan Tata sengaja nyomblangin kita dan mereka berhasil membuat mas benar benar terpikat sama kamu dan ingin segera menghalalkanmu"


rayu Bagas


"oya??"


tanya Intan penasaran yang sebenarnya memang menjanggal dihatinya sejak bertemu mereka


Bagas mengangguk mengiyakan


**


"boring, dirumah hanya bisa gulang guling doang makan tidur makan tidur gak jelas, kerjaan juga gak banyak banget aku udah kirim filenya ke Tata semuanya udah selesai, aku pengen ngapain ya??"


gerutu Naya didalam kamarnya ia sedang rebahan tidak jelas diranjang tempat tidurnya


"mau sms kak Juna atau Tata, mereka pada kerja kasian aku ganggu, mau keluar juga pasti gak boleh males juga ketemu mas Ryan dan keluarganya, suka bikin ulah"


lanjut Naya ia benar benar bosan berada dirumah tanpa melakukan aktifitas apa apa


"kenapa Nay?? ngoceh kayak orang stres aja kamu nak, ada masalah apa??"


tanya ibu Naya yang sedang melintas dan mendengar ocehan anaknya


"bosen dirumah terus bu"


jawab Naya cemberut

__ADS_1


__ADS_2