Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
seperti barang antik


__ADS_3

Intan membacanya sambil teesebut ia tidak menyangka mendapatkan teman yang perhatian padanya


{ya Naya maaf ya aku udah pulang duluan, ini juga baru sampai, kamu juga istirahat jangan sakit lagi kasian Juna}


balasan dari Intan


selesai mengetik pesan Intan langsung merebahkab tubuhnya dan beristirahat


**


tidak lupa Juna setelah sampai kantor ia langsung menghubungi Naya memberitahukan bahwa ia sudah tiba dikantor


panggilan terhubung


"sayang kakak udah sampai nih, kamu lagi apa??"


tanya Juna wajahnya memenuhi layar ponsel Naya


"aku mau istirahat kak capek"


jawab Naya tersenyum


"ya sudah kamu istirahat gihhh kakak kerja lagi love you assalamualaikum"


ucap Juna


"waalaikum salam"


jawab Naya lalu mematikan ponselnya dan membuka pesan dari Intan dan Ella


{ya mbak selamat istirahat juga}


balasan untuk Intan dan ia beralih ke pesan Ella


{Naya sayang lagi apa?? mbak kangen nih, ketemuan yuk??}


isi pesan dari Ella


{ mau istirahat mbak baru pulang dari istirahat nanti kalau ada waktu kita ketemuan}


Naya membalas pesan dari Ella dan mengirimnya dan berlanjut istirahat dikamarnya


tidak butuh lama ia langsung terlelap dalam hitungan detik


***


setengah bulan telah berlalu Rofik suami Tata sudah pulang kerumah dan menjalani rawat jalan Naya dan yang lainnya menjalani aktivitas seperti biasa Juna kembali ke Jakarta seminggu setelah Naya pingsan


"kak mbak Ella ngajak ketemu??"


ucap Naya memberitahu ia sedang melakuka panggilan video bersama Juna


"gak usah ketemu, ketemunya nanti saja kalau ada kakak, kakak takut kamu kenapa napa sayang, Ella tidak sebaik yang kamu bayangkan"


Juna memberitahu


"maksudnya gimana sih aku gak ngerti, kakak selalu ngomong gitu, gitu gitu juga mbak Ella mantan kakak kak jangan gitulah kak"


tegur Naya kesal


"kakak tau Ella sayang sama kamu dulu Nay karna kamu cantik dia numpang tenar biar dia juga ikut populer sama seperti kamu"


ucap Juna lagi yang dipotong Naya


"kak stop cukup ya aku gak suka kakak jelek jelekin mbak Ella atau orang lain dengan penilaian kakak sendiri aku bener bener gak suka kak"


Naya mematikan teleponnya sepihak tanpa mengucapkan salam karna kesal


"ya salam susah sekali ngasih tau dia"


keluh Juna


ia bingung ingin menjauhkan Naya dari mantan pacarnya sendiri karna takut Naya celaka


"kenapa mas mukanya kayak benang kusut gitu??"


tanya Rangga terkekeh


"aku pusing Naya gak percaya kalo Ella mantan ku itu orang yang baik, susah ngasih taunya dia gak akan percaya karna Ella selalu baik dengannya dan Ella ngajak ketemuan terus dengannya aku takut Naya diapa apain sama orang gila itu Gga"


curhat Juna


"ada Stela kan mas, suruh Stela nemenin biar mas gak khawatir, Stela kan pintar bela diri"


saran Rangga


"iya juga ya, kenapa aku gak kepikiran sampai situ aku telpon Stela sekarang lah biar gak terlalu mendadak"


ucap Juna kemudian langsung menghubungi adiknya dan menceritakan tentang mantan pacarnya tersebut


selesai memberitahu adiknya Juna merasa lega ia berpesan pada adiknya untuk menjaga calon istrinya


setelah dibuhungi kakaknya Stela langsung menghubungi Naya untuk menanyakan perihal tersebut


panggilan terhubung


"Stel ada apa?? gak sibuk kamu??"


tanya Naya saat mengangkat telepon calon adik iparnya


"mbak kata mas Juna kamu mau ketemuan sama temanmu?? ayo aku temani?? aku gak mau ya kamu lecet sedikitpun bisa kena semprot mas ku nanti"


jawab Stela cengengesan


"apa sih mas mu itu ada ada saja, aku cuma mau ketemu temen cewek doang kok, emang mau ngapain sama sama cewek, tapi kalau kamu gak sibuk gak papa temenin aku, aku gak mau ya cuma karna temenin aku kamu kena semprot atasanmu"


Naya mengingatkan


"tenang aja mbak siapa yang bakalan marahin aku orang atasanku mas ku sendiri paling Evan dia mana berani marahin aku gak akan ayo aku temenin jam berapa janjiannya??"


tanya Stela


"jam makan siang katanya sekalian dia istirahat gitu, eh Stel aku janjiannya sama mantan pacar abangmu loh, jangan banding bandingin ya nanti aku minder soalnya dia cantik banget orangnya seksi lagi"


ucap Naya yang membuat Stela terkekeh


"mbak semua cantik mbak termasuk aku kamu, tinggal modelnya aja kayak gimana, udah sana siap siap aku berangkat sekarang ini sudah jam 10 lebih soalnya habis ketemuan temenin aku ngemoll ya mbak??"


pinta Stela


"sippp"


jawab Naya lalu mematikan ponselnya dan bersiap siap


Stela langsung menuju rumah Naya untuk menjemput calon kakak iparnya menemani ketemu mantan pacar kakaknya


satu jam kurang Stela smpean dirumah Naya dan meminta izin kepada ibu Naya untuk mengajak Naya keluar setelah mendapat izin Stela dan Naya pun berpamitan


"kalau mantan mas Juna berani macem macem sama kamu aku sikap dia mbak"


ucap Stela mengepalkan kedua tangannya membentuk tinju


"mau disikat pakai sikat wc Stel??"


tanya Naya cekikikan


"sikap apapun mbak yang penting kamu aman"


jawab Stela ikut cekikikan


mereka mengobrol bercanda bersama sampai tujuan mereka bertemu Ella


Ella sudah menunggunya di cafe dekat tempat kerjanya

__ADS_1


"mbak Ella"


Naya melambaikan tangannya yang dibalas Ella


dan memeluknya


"susah banget sih ketemu kamu Nay?? mbak kan kangen pengen kumpul kumpul"


ucap Ella Naya nyengir


"mbak kenalin ini Stela temanku"


Naya memperkenalkan Stela sebagai teman karna permintaan Stela sendiri


"ohhh temen, Ella"


Ella menjabat tangan Stela begitupun sebaliknya


lalu mereka duduk bersama dan mengobrol bercanda satu sama lain


"itu bedak berapa kilo ditemplokin kemuka sampai begitu modelnya, apa mbak Naya gak bisa lihat cantik sama enggaknya"


gerutu Stela dalam hati ikut cengengesan bersama Naya dan Ella


"Nay bentar ya kebelet pipis"


pamit Ella


Naya dan Stela mengangguk


"cantikkan Stel?? kenapa masmu nolak dia saat diajak balikan padahal cantik gitu"


ucap Naya heran


"mungkin udah gak cinta mbak, cintakan sama kamu gimana sih"


jawab Stela cemberut


"gak usah manyun juga kali Stel"


tegur Naya cengengesan


"aku kebelet pipis bentar ya mbak"


pamit Stela yang sebenarnya melihat Ella ke arah kamar mandi melainkan ke arah lain


Naya hanya mengangguk mengiyakan lalu sibuk dengan ponselnya


Stela mengikuti Ella dari belakang sampai Ella bertemu seseorang


"loh itu kan mantan suami mbak Naya?? kok sama mbak Ella?? apa sebenarnya hubungan mereka, sepertinya merencanakan sesuatu?? nguping ahh"


gumam Stela dalam hati dan dengan cepat menguping pembicaraan mereka berdua


"mas dia sama temannya susah dong bawa dia pergi"


keluh Ella


"duhh gimana ya aku juga bingung, tujuanku hanya Naya"


ucap Ryan


"sama tujuanku juga cuma kak Juna, apa kita kasih obat dua duanya mas, Naya bawa kamu kehotel seperti rencana awal dan temannya buang kemana aja terserah"


saran Ella


mata Stela membulat sempurna mendengar perkataan Ella


"dengan adanya kamu perkosa Naya pasti Naya langsung membatalkan pernikahan mereka dan kembali padamu dan aku bisa mendekati kak Juna dan bisa menjadi nyonya dirumahnya"


khayalan Ella


"ya terserah kamu mau ngejar Juna atau tidak yang penting Naya milikku kembali"


"ok kita sepakat, saat Naya tertidur kamu bawa dia temannya biar aku yang urus"


ucap Ella lalu pergi meninggalkan Ryan


Stela dengan cepat bersembunyi agar tidak ketahuan menguping ia langsung kembali duduk bersama Naya


"maaf ya Nay lama tadi pup sekalian daripada sakit perut"


alasan Ella


"iya mbak gak papa"


jawab Naya tidak lama minuman pesanan mereka datang


Stela sengaja menyenggol pelayan agar tuh minuman yang ia bawa dan benar saja semua minuman pesanan mereka bertiga tumbah dan gelas satunya pecah dilantai


Naya dan Ella kaget


"duh gimana sih mas gak hati hati banget kerjanya, ketumpahan ni bajuku"


keluh Stela pura pura kesal


"Stel kamu gak papa?? gak kena pecahan gelasnya kan??"


tanya Naya meneriksa


"maaf mbak saya tidak sengaja maaf"


pelayan tersebut meminta maaf


Naya membantu membersihkan minuman yang tumpah mengenai baju Stela dengan tisu


"mas ganti saja yang baru"


perintah Ella pada pelayan tersebut


"gak usah aku mau ketemu manager cafe ini sekarang"


tolak Stela


"gak usah diperpanjang Stel, biarkan saja dia juga kerja disini gak enak"


Ella mencoba menghentikan


"udah Stel sabar"


Naya menimpali


"pokoknya aku mau ketemu manager cafe sekarang titik"


Stela pura pura marah besar yang membuat semua orang menoleh padanya


dan seorang manager cafe pun muncul melihat keributan tersebut


"maaf mbak bisa saya bantu??"


tanya manager cafe


"kamu siapa, saya mau manager, bukan kamu"


Stela masih pura pura


"saya manager cafe ini mbak, bisa saya bantu??"


manager tersebut memberitahu


"orang ini gak hati hati menumpahkan minuman dibaju saya, saya tidak terima bagaimana kerjanya kok tidak becus gitu"


ucap Stela

__ADS_1


"maafkan atas kelalaian pelayan kami mbak, saya akan memberikan gratis semua yang anda pesan"


jawab manager


"saya tidak perlu konpensasi apapun"


ucap Stela lalu menarik tangan Naya keluar cafe


"loh mau dibawa kemana Naya, kita kan belum selesai"


protes Elle


"pulang sudah selesai acaranya"


jawab Stela sewot


"maaf mbak kasian Stela bajunya kotor gitu jadi nerawang dia juga kembali kekantor, kapan kapan lagi saja mbak, maaf ya mbak atas kekacauan ini"


Naya meminta maaf


"tapi Nay??"


tanya Ella yang sudah tidak didengar Naya


"Stel maaf ya, gimana dong dengan bajumu?? pasti mahal banget ni baju, nanti kalau kena semprot masmu gimana Stel"


tanya Naya khawatir


"udah gak papa mbak ada baju dimobil kok nanti kita ganti ke mall, gak usah dipikirin baju ini yang penting kamu selamat"


ucap Stela santai


"maksudnya selamat bagaimana, orang aku gak papa kok, mala kamu yang kena minuman"


jawab Naya heran


Stela langsung mengeluarkan ponselnya hasil rekaman Ella dan Ryan tadi


Naya menganga melihat video tersebut Naya tidak menyangka bahwa temannya tega merencanakan hal tersebut


Stela hanya diam saja memandang wajah terkejut Naya


"berarti benar apa kata kak Juna Stel, aku udah marah marah sama dia tadi, aku benar benar kesel dengannya, aku akan minta maaf"


ucap Naya menyesal


"nanti saja minta maafnya mbak sekarang dia lagi sibuk ngurus kerjaan, kita ngemall yuk"


ajak Stela yang dianggukin Naya


"Stel terima kasih ya kamu sudah nylametin aku, coba kalau gak ada kamu gak tau deh nasibku akan seperti apa, terima kasih ya Stel"


ucap Naya


Stela tersenyum


"sama sama mbak, berkat mas Juna kita bisa pergi bareng hihi biasanya mas Juna selalu melarangku ngajak kamu main mbak katanya Naya gak boleh capek capek dia harus banyak istirahat, mas gak mau Naya kenapa napa, kamu seperti barang antiknya saja sampai gak boleh siapapun sentuh hahaha"


Stela tertawa


"ahh kak Juna ada ada saja, pantesan kita jarang main bareng kecuali bersamanya, sama Tata juga padahal dulu sebelum ketemu kak Juna aku sering main bersama Tata kadang mas Bagas ikut juga, awas kamu ya kak kalau ketemu aku tampol kamu pake bibirku baru yaho kamu"


ancam Naya cekikikan


"itumah maunya kamu pake bibir"


protes Stela


"ya soalnya biar masmu gak deket deket terus sama aku hahaha, tau sendiri lah masmu takut begituan sebelum halal hahaha"


Naya memberitahu


Stela ikut tertawa mendengar ucapan Naya


"pinter juga kamu mbak bikin orang gak berkutik mbak"


ucap Stela


"kamu gak lihat sih muka masmu pas aku dirumah sakit mau ditinggal berdua sama dia, masmu memohon ke mbak Intan dan mas Bagas agar Intan nemenin kami biar gak khilaf sampai kamu dan Sukma datang"


Naya memberitahu


"masak mbak, wah aku ketinggalan dong, pantes tumben di telpon aku gak mau tau suruh kesana ternyata dia takut khilaf hahaha"


Stela menertawakan kakaknya


tidak lama mobil mereka sampai di mall elit


Naya dan Stela masuk untuk makan siang dan berlanjut jalan jalan mengelilingi mall tersebut dan tidak sengaja melihat Ella sedang bersama mantan suaminya yang juga sedang jalan jalan


"Stel itu mas Ryan dan mbak Ella gimana dong, aku malas bertemu mereka"


ucap Naya memberitahu


"he'em, ya udah gak usah dihiraukan, kita kesana saja mbak nanti lihat mereka"


saran Stela lalu mereka mulai berjalan ke arah yang lain menghindari bertemu Ryan dan Ella


tapi begitu siap mala bertemu di pintu masuk mall tanpa sengaja


"Naya??"


panggil Ryan dan Ella


Naya yang tidak menyadari pertemuan ini pun menoleh kearah sumber suara dan terkejut


"Stel gimana dong??"


tanya Naya pada Stela


"sudah terlanjur mbak terpaksa hadapi"


jawab Stela


"kamu habis belanja sayang??"


tanya Ryan lembut


"gak usah sok ramah mas untuk menutupi kebusukan kalian berdua"


ucap Naya menujuk Ryan dan Ella


"apa maksudnya Nay?? mbak gak ngerti??"


tanya Ella bingung


"gak usah sok baik ya ini buktinya kalian bersekongkol"


Stela menyodorkan ponselnya


Ryan dan Ella kaget dengan video tersebut mereka beedua tidak menyangka Naya secepat itu mengetahuinya


"Nay ini tidak seperti yang kamu pikirkan sayang"


Ryan mencoba menjelaskan memgang lengan Naya tapi ditepis olehnya


"aku gak peduli mas, aku gak mau berhubungan kembali denganmu dan keluargamu"


ucap Naya tegas


"gila tegas juga dia"


gumam Stela dalam hati

__ADS_1


__ADS_2