
"sipp"
jawab Juna
"jangan lupa ajak Intan Gas nantin trio wek wek ngamuk??"
Juna mengingatkan
"hahh siapa itu trio wek wek??"
tanya Bagas penasaran.
"Naya Tata Stela"
jawab Juna cekikikan
"gila lu ngatain trio wek wek aku aduin yaho lu"
ancam Bagas ikut cekikikan.
"abis mereka kompak banget kalau udah kumpul, semoga saja Intan tidak ikut ikutan cerewet kayak mereka bisa tambah pusing kamu Gas"
celetuk Juna tertawa.
"insyallah tidak Intan orangnya kalem"
Bagas memberitahu
"ciecie udah makin deket nieee"
ledek Juna
"tau ah, udahan aku mau ngasih tau Intan biar mak lampirku tidak teriak teriak"
pamit Bagas lalu menutup telpon ponselnya dan menghubungi Intan untuk diajak ke Guci
telepon terhubung
"halo mas assalamualaikum"
ucap Intan diseberang telepon.
"waalaikum salam Tan, gini Tan Tata dan Naya pengen ke Guci kamu mau ikut tidak kita rame rame kesananya, kalau mau besok aku jemput sekalian meminta izin ke bapak ibumu"
Bagas memberitahu
"kenapa tidak minta izin melamar sih izinnya ngajak pergi terus, kapan nikahnya kalau tidak nglamar nglamar"
gerutu Intan agak kesal dengan suara kecil takut Bagas mendengarnya.
"Tan kamu disitu kan Tan??"
tanya Bagas karna ia hanya mendengar gumaman Intan samar samar mengatakan sesuatu walaupun tidak terlalu jelas tapi Bagas masih dapat mendengarnya
"ya mas aku masih disini menunggumu"
jawab Intan keceplosan
"apa??"
tanya Bagas kaget mendengar perkataan Intan
"enggak mas maksudnya aku menunggumu dirumah ini untuk dijemput kamu besok"
kilah Intan
"ohh, berarti kamu ikut ya??"
tanya Bagas memastikan
"iya mas aku ikut"
jawab Inta pasti.
"ok deh kalau begitu besok aku jemput kamu ya"
ucap Bagas
"iya mas"
jawab Intan senang
lalu Bagas mematikan panggilannya
"ya allah kaku banget sih kamu mas, kenapa gak lamar lamar aku padahal kita sudah dekat, tapi kenapa kamu gak maju maju sih"
gerutu Intan kesal dengan Bagas yang tidak peka terhadap perasaannya.
***
keesokkan harinya sesuai kesepakatan bersama setelah berkumpul mereka berangkat menuju Guci Juna dan Bagas sengaja menggunakan supir Juna untuk fokus menyetir agar Juna dan Bagas beristirahat dan bersantai.
"mbak aaa akhirnya bisa healing lagi"
ucap Stela bahagia
"si Tata ngidam piknit"
jawab Naya cekikikan
"tapi bagus sih mbak pergi dari rumah, mantan suami mbak datang mulu, ibu dan bapak capek ngladeninnya"
keluh Ridwan
"iya juga sihh, pilihan yang tepat, Tata emang the best deh "
jawab Naya cengengesan
Juna hanya geleng geleng kepala
tidak lama mereka pun terlelap dengan sendirinya.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam akhirnya mobil Juna dan Bagas sampai ke tujuan
mereka pun meregangkan otot otot karna terlalu lama berada didalam mobil
"alhamdulillah sudah sampai"
ucap Naya tersenyum
"iya alhamdulillah, kamu senang kan sayang??"
tanya Juna tersenyum
"seneng dong"
jawab Naya semangat
"wahh Akmal jadi ikut ya sayang"
sapa Naya pada Akmal anak Tata mengelus rambut halusnya yang hitam dan agak gondrong
"ya tante enak aja ibu sering ninggalin aku sama mbah uti aku kan ingin ikut tante"
keluhan Akmal manja
"alhamdulillah ya sekarang sudah diajak"
ucap Naya tersenyum
"he'em kalau tidak diajak lagi Akmal mau ngamuk tante"
ancam Akmal
Naya cekikikan dengan tingkah anak sahabatnya tersebut.
"nanti lapor ke tante saja atau pak dhe biar ibu dimarahin"
Naya memberitahu.
"sippp komandan"
jawab Akmal nyengir dan ia pun lari kembali ke sang ibundanya
"Akmal jangan lari lari"
tegur Tata pada anaknya
Akmal tidak peduli dengan ucapan sang ibu ia masih tetap berlarian kesana kemari karna senang diajak pergi beramai ramai.
"mak lampirnya keluar hihihi untung Malik gak ikut mungkin kalau ikut akan sama"
__ADS_1
ocehan Naya cekikikan melihat Tata kelimpungan mengurus anaknya
"makanya aku malas kak ngajak anak karna pasti nakalnya minta ampun ditambah lagi gak bisa bebas"
keluh Tata
"namanya ada anak ya gitulah, malas ngurusin kasiin aja ke mas mu ketimbang nganggur hihihi"
saran Naya
"iya sihh kadang biasanya dia yang urus kak tapi ini kan ada mbak Intan jadi kasian lah kalau aku kasih Akmal yang ada mereka gak bisa pacaran"
Tata memberitahu
" iya sihh tapi kayaknya gak papa deh Ta sekalian menguji kesabaran mbak Intan siapa tau ada Akmal hubungan mereka bisa jadi tambah dekat"
ucap Naya sambil berjalan bersama yang lain
Intan dan Bagas berada dibarisan paling belakang
"iya juga ya kak ya, kenapa gak kepikiran sampai disitu ok dehh aku kasih Akmal bersamanya"
jawab Tata hendak menghampiri Bagas kakaknya
tapi dicegah sama Naya
"nanti saja Ta jangan sekarang biarkan mereka istirahat dulu"
saran Naya
"ok deh aku nurut saja"
jawab Tata
tidak lama mereka sampai di home stay yang sudah dipesan Juna dan sudah menerima kuncinya
"hahhh pegel juga jalan kaki sampai sini"
ucap Stela bersandar disofa
"kamu capek tidak sayang?? mau kakak pijit??"
Juna menawarkan
Naya menggeleng tidak mau
Juna tersenyum
"kenapa sih tidak mau enak loh pijitan kakak"
Juna membanggakan.
"tidak terima kasih untuk sekarang, tapi nanti kalau sudah halal jangan bosan atau ngambek ya aku mintain pijit terus"
ucap Naya cengengesan.
"insyallah tidak sayang"
jawab Juna membelai kepala Naya
setelah dirasa sudah agak enakan mereka pun menempati kamar masing masing untuk beristirahat mengumpulkan tenaga untuk esok hari menjelajahi wisata Guci Tegal
***
keesokan harinya
tok tok tok
Juna mengetuk pintu kamar Naya dan Tata
ceklek
pintu pun dibuka oleh Stela
"ada apa mas??"
tanya Stela
"ayo jalan jalan kasih tau Naya juga Stel"
Juna memberitahu
jawab Stela langsung menghampiri Naya untuk mengajaknya keluar jalan jalan
Naya pun mengiyakan dan berjalan menuju jembatan kaca menikmati pemandangan yang sejuk dan teramat indah wisata Guci tegal tidak lupa mengambil gambar sesuka hati.
"mbak nanti mandi dan berendam air hangart dibawah sana ya??"
pinta Stela semangat
"tidak boleh kalau mau mandi hangat didalam saja berendam di bathtub sama saja"
celetuk Juna melarang mereka berendam air hangat ditempat umum
Naya yang awalnya semangat berubah menjadi cemberut memonyongkan bibirnya bersama Stela
"tapi asik dibawah sana kak rame rame angetnya juga alami ya kak ya?? plisss"
Naya memelas yang membuat Juna menyerah dan menghela nafas pasrah bila pujaan hatinya yangg memintanya ia akan menurutinya.
"ya sudah tapi kakak juga harus ikut"
Juna menawar
"iya dong kakak harus ikut harus menjagaku dan Stela, wahhh terima kasih kak Juna, kak Juna yang terbaik"
ucap Naya senang denga memeluk Juna kegirangan tanpa sadar
Juna semakin senang mendapatkan pelukan dari pujaan hatinya ia mala balas memeluknya dengan erat
Stela dengan cepat mengambil gambar kakaknya untuk menunjukkannya ke ibunda tercinta
"lumayan biar ibu bahagia"
gumam Stela dalam hati ia cekikikan dengan tingkahnya sendiri yang diam diam memotret kakaknya
setelah Naya sadar akan kebodohannya ia pun berusaha melepaskan pelukannya
"maafkan aku kak aku khilaf"
ucap Naya malu setelah terlepas dari pelukan Juna
"gak papa kakak mala senang, mau lagi??"
tanya Juna cengengesan
"oh tidak terima kasih"
tolak Naya
"kak Naya nanti berendam kesana ya kak??"
ucap Tata menunjuk ke bawah air hangat pancuran
"iya tadi udah rencana belum sempat bilang ke kamu Ta"
Naya memberitahu
"kasih tau mbak Intan dan mas Bagas Ta kalau kita nanti mau kesana"
Naya mengingatkan
Tata mengangkat jari jempotnya sambil tersenyum dan melangkah menghampiri kakaknya untuk memberitahu rencana selanjutnya
"asik pak dhe budhe nanti kesana ya Akmal mau berenang disana"
celoteh Akmal semangat empat lima
"ya sudah deh ngikut aja kalau Juna pun gak keberatan"
ucap Bagas pasrah
Tata dan Intan cekikikan melihat wajah pasrah dan melas Bagas harus ikut menuruti kemauan para ledies
setelah puas selfi diatas dan akhirnya mereka semua turun untuk berendam air hangat pancuran dibawah
"mantap deh, airnya anget, enak"
ucap Tata dan Stela saling bersahutan
Naya cekikikan mendengar suara mereka seperti burung berkilau yang sedsng bersahut sahutan
__ADS_1
Juna Bagas dan Ridwan hanya geleng geleng melihat tingkah para wanita yang ada didepannya
"mbak Naya sudah pernah kesini sebelumnya mbak??"
tanya Nurul pacar Ridwan
"belum sama sekali Rul, ini yang pertama bersama kalian"
jawab Naya jujur
Nurul mengangguk angguk tanda mengerti
Juna waspada takut Naya diganggu atau digodain para laki laki yang sedang meliriknya.
kebetulan pamandian air panas tersebut berada dibawah wisata dan untuk umum jadi banyak yang berendam dari anak anak muda mudi tua pria wanita bercampur aduk jadi satu ditempat tersebut dan Juna melihat ada gerak gerik beberapa pria yang melirik ke arah adik dan pujaan hatinya
"kak enak loh"
ucap Naya cengengesan sambil mencipratkan air kewajah Juna
Juna pun ikut membalas cipratan Naya dan tertawa bersama dengan yang lainnya
tiba tiba ada seorang pria yang daritadi memerhatikan Naya nekat menghampiri
"mbak boleh kenalan tidak?? namaku Anam, nama mbak siapa??"
Anam memperkenalkan diri
Juna ingin melihat reaksi Naya seperti apa diganggu oleh orang lain
Naya masih cuek bebek tidak menghiraukan pria yang mengajaknya berkenalan
"mbak??"
panggil Anam kembali
"maaf mas saya sudah bersuami ini suami saya, iya kan sayang??"
ucap Naya merangkul lengan Juna dengan manja
Juna terkesiap dan bengong dengan sikap mendadak Naya
"kak??"
bisik Naya mengedip ngedipkan matanya
Anam menunggu jawaban
"i iya saya suaminya, halo saya Juna suapi perempuan ini"
ucap Juna membelai lembut kepala Naya yang basah tangan satunya menjabat tangan Anam
"saya Anam, senang berkenalan dengan anda"
Anam membalas jabatan tangan Juna
Naya masih bergelayut manja di lengan Juna agar menyakinkan bahwa dirinya suami istri
"maaf kalau begitu, terima kasih atas perkenalannya saya permisi kembali kesana"
pamit Anam berlalu meninggalkan rombongan Juna
setelah melihat Anam berlalu Naya pun melepaskan tangan Juna
"terima kasih kak"
ucap Naya canggung
"ya sama sama, gak mau lanjut nih manja manjaanya kayak barusan??"
tanya Juna cekikikan
"gak terima kasih"
jawab Naya cepat
"padahal kakak rela lohhh jadi suami pura puramu?? jangankan pura pura beneran juga sangat mau"
goda Juna
"nanti saja kalau ada yang ganggu baru akting lagi"
jawab Naya nyengir
"kenapa gak beneran aja?? kenapa harus pura pura??"
protes Stela
"belum waktunya"
jawab Naya lalu menciprakan air ke wajah Stela dan Juna sambil tertawa
"biarkanlah seiring berjalannya waktu saja, iya itu lebih baik"
gumam Juna dalam hati membalas cipratan Naya
"capek, laper"
keluh Tata selesai berendam
"h'em ayo pulang mandi ganti baju"
ucap Naya yang diiyakan semuanya dan mereka pun bergegas kembali ke penginapan mereka dan membersihkan tubuhnya dan berlanjut menikmati makanan khas tegal seperti sate tegal ketupat glabed dan blegong nasi ponggol glotak dan rujak teplak dan lain lain rombongan Juna dan Bagas sangat menikmati makanannya dan menikmati udara alam kota Tegal Jawa Tengah sambil bercanda ceria tawa bersama melupakan sejenak masalah yang sedang menerpanya.
selesai menikmati makanan mereka memutuskan untuk kembali kepenginapan karna waktunya menunaikan ibadah sholat magrib dan bersantai ditempat sampai esok hari dan memutuskan untuk pulang kerumah karna sudah tidak ada lagi wisata yang harus dikunjunginya
"mbak Naya pulang kerumah??"
tanya Stela kala mobil masih diperjalanan
"iya lah emang mu pulang kemana lagi Stel??"
Naya balik bertanya
"pulang kerumah ibu aja mbak ada aku, ibu pasti senang"
Stela menawarkan
"terima kasih Stel tidak usah mbak bisa mengatasinya"
tolak Naya
"terus nanti kalau sudah tidak ada solusi lagi pulang kerumah ibu aja ya mbak???"
pinta Stela
"iya insyallah tapi doain ya semoga mbak bisa menyelesaikan masalah mbak biar gak banyak ngrepotin yang lain"
ucap Naya
Stela mengangguk meniyakan
"aminnn"
jawabnya lalu mereka pun memutuskan untuk memejamkan matanya Naya dan Stela bersandar dibahu Juna karna Juna duduk ditengah mengahalangi Naya dan Stela mengobrol bercanda bersama karna waktu berangkat Naya berada ditengah jadi Stela adiknya leluasa berbincang bercanda bersama Naya dan Juna dikacangin tidak dihiraukan oleh Naya.
Juna mengelus keduanya agar cepat terlelap
belaian tangan Juna yang lembut seperti bius obat tidur tidak butuh waktu lama untuk Naya dan Stela menuju alam mimpi.
setelah mengecek ponselnya Juna pun ikut terlelap ditengah tengah Naya dan Stela sebelumnya Juna sudah memberitahu sang supir tujuan mereka.
tujuan kepulangan pertama rombongan Juna adalah kerumah orang tua Naya untuk mengantar Naya dan Ridwan adiknya dan rujuan selanjutnya kerumah Nurul pacar Ridwan yang berada di kampung Jambe Arum Kendal dan berakhir dirumah orang tua Juna untuk beristirahat
Juna sengaja pulang kerumah orang tuanya agar lebih dekat mengantar jemput Naya bekerja dan apartemen miliknya ia kosongkan untuk sementara
"sayang kalian sudah pulang"
ucap ibu Juna diteras rumahnya sedang mengecek tanaman bunganya yang ia tanam diteras rumah
"iya bu"
jawab Juna menncium punggung tangan ibunya dan beralih ke Stela adiknya
"makan dulu gih baru mandi dan istirahat"
ucap ibu Juna
Juna dan Stela mengangguk tersenyum dan langsung menuju ruang makan dan menyantap masakan ibunda tercintanya
ibu Juna juga tidak lupa mengambilkan nasi dan lauknya untuk Juna dan Stela
__ADS_1