Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
jadikanlah bidadari surgamu


__ADS_3

Naya pun ikut cengengesan karna malu membuat gempar seisi rumah karna tingkahnya.


"jadi ini adik kakak?? bukan kak Juna berubah jadi cewek cantik??"


tanya Naya memastikan.


Juna dan semua yang ada di dalam kamar mengangguk cekikikan


"ya salammm, alhamdulillah kirain"


ucap Naya cekikikan.


"ya sudah lanjut tidur gihh udah jam 11 malam"


lerai ibu Juna.


"bu Nay pulang aja ya udah malam soalnya??"


ucap Naya lagi


"udah malam Nay ibu udah kasih tau dan minta izin kedua orang tua mu kalau kamu ketiduran dirumah ini dah besok diantarkan pulang"


ibu Juna memberi tahu


"ya sudah kalau begitu"


jawab Naya.


"kak Juna masih demam kah??"


tanya Naya memeriksa menempelkan tangannya kekening Juna


Juna hanya cengengesan menurut keningnya dipegang Naya


"kok masih tinggi panasnya??"


ucap Naya heran


Juna hanya mengangkat kedua alisnya tanda tidak tau


Stela dan ibunya hanya cekikikan melihatnya.


"itu tandanya mas Juna masih butuh perawatanmu mbak"


Stela menimpali


"ya sudah ayo kak aku kompres lagi"


pinta Naya.


"tidak tidak kamu tidur sama Stela aja Nay biarkan kakak tidur sendiri saja gak usah dikompres besok sembuh sendiri kok"


tolak Juna


"beneran kak?? tapi?? apa kakak tidak mau aku rawat karna demam kakak gak turun turun??"


keluh Naya dengan wajah melasnya


"tidak bukan karna itu Nay, aku senang kok kamu rawat tapi hmmm gimana ngomongnya ya??"


Juna bingung menjelaskannya.


"kenapa kak?? kakak takut makin parah karna aku yang merawat??"


tanya Naya lagi sedih takut bikin kesalahan.


Juna terdiam bingung menjelaskan.


"tuh kan aku pasti bikin kakak kecewa yang aku takutin terjadi kan?? belum apa apa aku sudah payah"


gerutu Naya


" kakak takut khilaf Nay, itu maksud kakak"


akhirnya Juna menjelaskan


hahhhh


Naya melongo


"maksudnya??"


Naya meminta penjelasan.


Stela dan ibunya menggigit bibir menahan tawa mendengar pengakuan Juna.


Juna menggigit bibirnya karna malu ketahuan otaknya mesum.


"hmmm jangan marah ya Nay?? maksudnya gini kamu kan tau kakak sayang banget sama kamu dan kamu juga tau kakak ingin memilikimu kamu tau kan apa yang akan terjadi kalau berduaan dikamar??"


Juna menjelaskan


Naya mengangguk tau apa yang dimaksud Juna


"itulah kakak takut tidak bisa mengendalikan semuanya dan berakhir khilaf"


Juna memberitahu


Naya mengangguk angguk mengerti


"ya sudah aku tidur sama Stela saja takut khilaf juga"


ucap Naya nyengir menurut dengan Juna


ibu Juna tersenyum melihat anak laki lakinya yang tau batasan dan Naya yang penurut dan tidak melewati batas


"tapi kakak janji ya cepat sembuh jangan kerja dulu harus istirahat sampai benar benar sembuh"


pinta Naya


"iya sayangku asal kamu berada disisiku kakak akan selalu baik baik saja"


jawab Juna! tersenyum


"kakak harus baik baik saja dimanapun berada ada aku dan semua orang yang butuh kasih sayang kakak butuh perlingdunganmu kak"


ucap Naya


"iya sayang"


jawab Juna bahagia karna Naya merasa membutuhkan dirinya.


"udah ah ayo tidur dikamarku mbak, jangan bikin aku baper"


protes Stela menarik tangan Naya


ibu Juna hanya menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah anak anaknya


"Jun ibu tidur dulu ya udah malam"


ucap ibu Juna


"tetaplah berjuang dan jangan menyerah nak ibu merestui kalian berdua"


bisik ibu Juna disela mencium kening anak laki lakinya.


Juna hanya mengangguk tersenyum


lalu ibu Juna keluar dari kamar anaknya.


"kak aku tidur dikamar Stela ya, kakak istirahat cepat sembuh biar aku bisa pulang kerumahku"


ucap Naya


"emang kenapa mbak??"


tanya Stela penasaran


"ya kalau aku gak pulang pulang sama aja namanya kumpul kebo dan nanti dinikahin paksa Stel"


jawab Naya nyengir


"gak papa, kakak rela dipaksa nikah sama warga biar cepat halal"


ucap Juna tersenyum.


"akunya yang gak mau kak, aku pengen nikah dengan senyum dan tangis bahagia, bukan tangis terpaksa"


jawab Naya cepat.


"jujur amat nih orang, langsung jemplak aja ditambah lagi mas Juna nyengir aja lagi bukanya marah atau tersinggung"


gerutu Stela dalam hati.


"ya ok deh kakak turuti keinginan kamu sayang sudah sana kamu kekamar Stela sebelum kakak tidak rela nglepasin kamu"

__ADS_1


ucap Juna cengengesan.


"ya kak"


jawab Naya yang diikuti Stela melangkahkan kakinya dari kamar Juna.


"Nay??"


panggil Juna membuat langkah Naya terhenti


"ya"


jawab Naya


"mimpi indah"


ucap Juna tersenyum


yang dibalas senyuman dan anggukan oleh Naya


lalu Juna menutup pintu kamarnya


"yaelahh bucin amat sih masku yang satu ini kesambet apaan lah tu orang biasanya juga kayak gunung es yang beku"


gerutu Stela.


"emang kak Juna dulu atau biasanya gimana Stel?? aku penasaran soalnya banyak yang bilang kalau kak Juna itu orangnya dingin dan cuek tapi yang aku lihat dia orang asik, ya walaupun orangnya romantis romastik kaku gimanaaa gitu"


tanya Naya cengengesan penasaran dengan sifat asli Juna


"dia emang dingin mbak aku aja kaget lihat dia banyak omong apalagi dengan senyum cengengesannya ditambah tertawa lepasnya bikin orang syok yang lihat mbak"


ungkap Stela duduk ditempat tidurnya


"oh ya kok aku gak pernah lihat dia dingin ya?? yang aku lihat paling pas fokus kerja coll banget"


ucap Naya cengengesan ikut duduk disamping Stela.


"es batu coll"


jawab Stela tertawa yang diikuti Naya.


"udah ahh ayo tidur besok kamu kerja kan Stel??"


tanya Naya


"ya mbak, tidur ahh"


jawab Stela lalu mereka langsung terlelap dengan hitungan menit.


dikamar Juna tampak bahagia


"aku akan sabar menunggumu Nay"


gumam Juna dan tidak lama pun ikut terlelap


**


keesokan harinya


tok tok


Juna mengtuk pintu kamar Stela adiknya


ceklek


Stela membuka pintunya karna diketuk.


"ada apa mas??"


tanya Stela


"udah sholat subuh belum?? udah subuh daritadi??"


tanya Juna sambil lingak linguk mencari keberadaan Naya.


"mbak Naya masih tidur mas, aku bangunin soalnya belum sholat juga"


jawab Stela lalu membangunkan Naya dengan pintu tetap terbuka


"mbak ayo bangun udah subuh"


Stela membangunkan Naya.


pinta Naya dengan mata masih tertutup


Juna yang mendengarnya langsung menghampirinya


"sayang ayo bangun udah subuh daritadi ayo bangun sholat dulu"


pinta Juna membangunkan Naya.


"duhh mas Ryan bentar lagi, 5 menit"


jawab Naya masih dengan mata terpejam.


"kalau gak bangun kakak cium nih"


bisik Juna ditelinga Naya yang berhasil membuat matanya terbuka lebar


"iya kak aku bangun maafkan aku"


jawab Naya diposisi duduk


Juna dan Stela cengengesan


"ayo sana sholat, kakak sudah sholat tadi tinggal kalian yang belum"


ucap Juna lalu berlalu dari kamar adiknya


Naya dan Stela bergegas mengambil wudhu bergantian dan sholat


setelah sholat Naya dan Stela keluar dari kamarnya dan menuju ruang keluarga


"kak bu aku pulang sekarang ya??"


pamit Naya pada Juna dan ibunya yang berada diruang keluarga sedang duduk santai.


"ya sudah ayo kakak anterin"


jawab Juna


"aku pulang sendiri aja kak, kakak kan masih demam, aku takut dan gak mau kakak pingsan hanya karna nganterin aku pulang.


jawab Naya


"tidak, kakak akan tetap nganterin kamu"


ucap Juna tegas ia berdiri siap mengantarkan Naya pulang.


ibu Juna memberi kode untuk menyetujuinya Naya pun menurut


"tapi kakak janji ya harus istirahat hari ini sampai sembuh gak boleh kerja dulu??"


pinta Naya


Juna mengangguk mengiyakan


"ayo kak"


uca Naya yang melihat Juna masih berdiri belum bergerak.


Juna mengangguk dan mengambil kunci mobilnya sedangkan Naya pamit dengan ibu dan Stela


"mbak jangan kapok main sini ya, kita ngobrol ngobrol lagi kayak semalam"


pinta Stela ceria


"insyallah Stel"


jawab Naya tersenyum lalu Naya dan Juns meninggalkan rumah orang tua Juna dan mengantar Naya pulang ke rumah orang tuanya.


"tadi malam ngobrol apaan sama Stela kayaknya seru banget sampai subuh gak bangun"


tanya Juna saat diperjalanan.


"ada deh kepo amat kayak emak emak"


ledek Naya.


"abis kakak gak diajak kan jadi ngiri dan penasaran"


kilah Juna.


"ngobrol biasa aja kok gak yang aneh aneh tenang aja nonton drakor"

__ADS_1


Naya cengengesan mencari alasan.


"kenapa ya setiap perempuan itu yang dibicarain selalu drakor atau sinetron tiap kumpul kumpul kenapa gak bicarain yang lain"


keluh Juna


"banyak sih kak kalau perempuan kumpul, tapi kalau aku mending bicarain hal yang lucu lucu lebih seru daripada ghibahin orang nambah dosa"


Naya memberi tau ia tidak sadar tadi malam sudah membicarakan Juna bersama adiknya.


"bagus kalau gitu, jangan suka ghibahin orang"


Juna mengingatkan


"iya kak"


jawab Naya yang sebenarnya agak menyesal karna telah ghibahin dia tadi malam.


"maaf kak bukan maksud bohong tapi aku takut kakak marah kalau dengar apa yang tadi malam aku bicarain dengan adikmu"


gumam Naya dalam hati.


kita cari sarapan dulu ya??"


pinta Juna


"ya kak"


jawab Naya nurut


setelah mendapatkan warung makan pagi Juna memarkirkan mobilnya dan turun


Juna memesan makanannya dan Naya mencari tempat duduk karna ramai pelanggan


setelah memesan Juna menghampiri Naya yang sudah duduk manis dikursinya yang menunggu Juna.


"kamu hari ini kerja Nay??"


tanya Juna setelah duduk disebelah Naya


"he'em kak, masak aku absen mulu kayak pabrik sendiri aja"


keluh Naya.


"kamu mau pabrik itu jadi milik kamu sendiri biar sesuka hati masuknya"


tanya Juna


"ogahhh betapa pusingnya jadi pemilik pabrik kak lihat aja tu mas Bagas harus pintar putar otak biar gak gulung tikar karna memikirkan banyak orang"


Naya memberitahu.


"iya juga sih, terus kamu maunya gimana??"


tanya Juna penasaran


"ya gak gimana mana kak kerja aja, aku juga gak mau pusing"


jawab Naya santai


"terus kalau kita udah nikah, masih mau kerja apa ingin duduk manis dirumah??"


tanya Juna lagi.


"kak gak baik aku masih masa iddah kak"


Naya mengingatkan


"iya kakak tau tapi kakak cuma penasaran aja Nay gimana tanggapan kamu"


jawab Juna santai


"belum mikirin sampai kesitu sih kak, untuk saat ini aku lebih memilih fokus menata hatiku aja untuk kedepannya belum tau"


Naya memberitahu.


"kalau kakak terserah kamu Nay kamu masih ingin kerja atau mau duduk manis dirumah bagi kakak gak masalah yang penting kamu tidak melupakan kewajibanmu sebagai istri dan ibu untuk malik dan adik adiknya nanti"


kejujuran Juna


"apa sih kak udah bahas sampai sejauh itu aja geli tau"


protes Naya


Juna hanya cengengesan menanggapi perkataan Naya tidak lama makanan yang mereka pesan datang Juna dan Naya menikmati sarapannya dengan mengobrol ringan canda dan tawa


selesai sarapan Naya diantarkan pulang kerumah dan berangkat ke pabrik untuk bekerja


sampai rumah Naya pun bersiap siap untuk berangkat kepabrik.


Juna dengan setia menunggu Naya siap berangkat


Juna ditemani bapak Naya mengobrol ringan sambil menunggu Naya selesai


"maaf ya pa tadi malam Naya tidak pulang soalnya Naya ketiduran saya juga tidak tega bangunin dan supir dirumah juga sudah pulang jadi terpaksa Naya menginap"


ucap Juna meminta maaf


"ya sudah tidak apa apa tapi lain kali jangan lagi ya bukannya apa apa Jun tapi kamu tau sendiri kondisi Naya sekarang, setelah Naya selesai semuanya segeralah lamar Naya secara resmi agar tidak berlama lama dan menimbulkan fitnah, bapak hanya ingin satu nak bahagiakanlah anak perempuan bapak, bimbinglah dia nak, jadikanlah bidadari surgamu, kalau kamu sudah tidak mau lagi dengannya kembalikanlah dia ke bapak dengan baik baik bapak hanya minta itu"


permintaan bapak Naya


"insyallah pak, saya tidak bisa menjanjikan kebahagian untuknya pak tapi saya janji akan selalu berusaha membahagiakannya pak"


jawab Juna lembut


bapak Naya tersenyum mendengar jawaban Juna


tidak lama Naya pun keluar


"ayo kak aku udah siap"


ucap Naya


"ayo"


jawab Juna


lalu berpamitan pada kedua orang tua Naya dan berangkat ke pabrik.


"Nay nanti kakak jemput ya pulangnya"


ucap Juna


"gak usah kak aku nebeng Tata dan mas Bagas aja udah biasa kok"


tolak Naya


"tidak kakak jemput saja"


ucap Juna tegas


"apa tidak bisa aku menolak sekali saja kak"


protes Naya


"tidak, kamu sudah berkali kali menolak kakak Nay kakak mohon biarkan kakak berada disisimu, libatkanlah setiap permasalahanmu"


pinta Juna


Naya hanya diam saja tidak menanggapinya


"Nay??"


panggil Juna


Naya menoleh


"mungkin kakak egois Nay, tapi percayalah kakak tidak ingin sedikit pun kehilanganmu, kakak hanya ingin selalu bersamamu"


ucap Juna sambil menyetir.


"iya kak aku tau, kakak hanya ingin terbaik untukku buatlah aku tersenyum untukmu kak buatlah aku selalu nyaman bersamamu walaupun sebenarnya aku sudah nyaman tapi aku juga ingin aman juga dipelukanmu "


pinta Naya cengengesan.


"kalau mau aman dan nyaman ya harus halal Nay"


ucapan Juna tepat sasaran membuat Naya bungkam tidak bisa menjawab apa apa.


"sudah tidak usah dipikirin ucapan kakak barusan, kakak akan menunggumu sampai kamu benar benar siap kakak pinang Nay"


timpal Juna yang membuat Naya merasa lega.


ia takut Juna mendesak atau memaksakan untuk segera menikah dengannya walaupun tidak masalah setelah masa iddah selesai seorang perempuan menikah kembali karna terlalu lama berstatus janda juga tidaklah bagus, bahkan akan membuat orang menggunjingkannya di belakang.

__ADS_1


__ADS_2