
Naya langsung memicingkan matanya kearah Ridwan adiknya
"hey awas kamu ya macam macam aku aduin ke bapak"
ancam Naya pada Ridwan
"gak mbak aku kan cuma bercanda habisnya daritadi Nurul diam saja biar ada bahan pembicaraan"
kilah Ridwan
"jangan macam macam"
ancam Naya lagi tidak mau tau
"iya mbakku sayang aku tidak akan macam macam sebelum halal"
jawab Ridwan agak takut dengan kakaknya
Juna cengengesan melihat perdebatan antara kakak beradik.
"nanti mau masak apa mbak??"
tanya Stela
"apa ya?? nanti sajalah lihat bahan makanan yang kita bawa baru masak"
jawab Naya
"dinginnya kampung Dieng alamat tidak mandi lagi ini sangking dinginnya"
celetuk Naya cengengesan
"iya nih masak kita gak mandi lagi, kemarin dan tadi sore sudah tidak mandi masak gak mandi lagi kan gak lucu"
keluh Tata
" habisnya dinginnya kayak disalju gimana mau mandi yang ada jadi es batu"
Stela menanggapi
"hihihi, bagiku gak masalah sih mandi gak mandi orang gak ada yang ngelonin bebas"
Naya cekikikan.
"iya tapikan jorok mbak masak gak mandi mandi"
jawab Stela
"mau gimana lagi orang dingin begini malas lah"
kilah Naya mencari alasan.
"iya juga sih bener yang dikatakan kak Naya Stel aku aja males mandi karna dingin"
Tata setuju dengan pendapat Naya
Stela mengangguk
tidak lama mereka kembali ke Villa untuk istirahat sejenak dan melanjutkan memasak untuk sarapan pagi.
"Nay kakak sudah siapin air panas kamu mandi gihh bau acem"
ucap Juna sengaja menyiapkan air panas untuk mandi Naya
"apaan sih kak kayak suami idaman aja nyiapin air panas segala, malu aku tu"
jawab Naya tersipu malu
"kenapa harus malu, disuruh mandiin kamu aja kakak rela kok"
celetuk Juna yang mendapatkan lemparan bantal sofa dari Naya
"omes"
jawab Naya berlalu menuju kamar mandi yang sudah disiapkan Juna untuknya
"meleleh kan aku kak kalau sikapmu seperti ini"
gumam Naya saat sudah berada dikamar mandi
lalu ia bergegas membersihkan tubuhnya yang tidak mandi seharian
"mas aku gak disiapin juga??"
protes Stela
"nanti Naya selesai baru nyiapin punyamu gimana apa mau mandi dikamar kakak saj??"
tawar Juna
"gak tunggu mbak Naya saja"
tolak Stela
Juna tersenyum
"mas kamu gak mandi?? nanti gantian sama mas Juna"
Tata menyuruh Bagas kakaknya
"nanti sajalah Ta masih dingin, lagian Juna juga sudah mandi dark subuh tadi"
tolak Bagas pada adiknya
"gimana mau dapat istri kalau mandi saja malas"
gerutu Tata
"hey adikku sayang mas kan biasanya mandi hanya ini doang gak mandi langsung ngambek kayak istriku saja kamu"
jawab Bagas mencubit hidung adiknya gemas.
"ya masak mas gak malu ada mbak Intan juga disini kan gak enak nanti dia kabur darimu mas kalau kamu pemalas"
celetuk Tata yang membuat tertawa semua orang disana
"kamu ada ada saja Ta masak karna gak mandi jadi kabur, yang ada makin nemplok karna nagih bau ilernya"
Bagas cekikikan
Tata langsung mencubit pinggang kakaknya karna kesal tidak bisa jaga image
"ya ya ampun sayang mas mandi ok"
jawab Bagas pasrah.
setelah Naya selesai mandi dan menuju dapur untuk membantu yang lain memasak Juna pun masuk kembali kekamar mandi dalam kamar adiknya menyiapkan air panas untuk adiknya itu dan menyuruhnya mandi dan bergiliran dengan yang lain
selesai semuanya mereka makan sarapan pagi bersama sama dengan menu nasi goreng dan telur ceplok dengan minuman teh hangat yang sudah siap tersaji diteko besar
menikmati sarapan pagi dengan bercanda gurau yang menyenangkan selesai dengan semuanya mereka pun memilih jalan jalan kesekitar villa untuk melihat hasil panen kebun kentang ubi jalar dan kol kampung Dieng
"berarti disini penghasil kentang ya mas pantes jajanan disini banyak yang terbuat dari kentang"
ucap Stela pada Juna kakaknya
"iya kebanyakan kentang ada juga kebun tehnya dan lain lain"
jawab Juna menjelaskan
setelah mereka puas melihat lihat kebun sehabis panen mereka pun memutuskan istirahat untuk persiapan nanti malam ke festival lampion Dieang diadakan
rombongan Juna dan Bagas berangkat setelah menunaikan sholat magrib tidak begitu jauh menuju lokasi festivalnya karna Juna sengaja mencari villa yang dekat dengan acaranya dengan berjalan kaki dan sambil bercanda berceloteh tidak terasa mereka sudah sampai tujuan dan menikamati jajanan yang sudah disediakan disana sambil menunggu acara dimulai
saat acaranya akan segera dimulai jantung Naya deg degan ingin melihat seberapa semenakjubkannya kampung Dieng
"masyallah indah sekali pemandangan dimalam hari yang dihiasi lampu lampu itu pantas setiap festival diadakan banyak yang ingin menyaksikan ternyata sangat indah"
Naya mengagumi keindahan tuhan lewat acara tersebut
"sangat indah bukan"
tanya Juna yang selalu setia berada di sisi Naya kemanapun ia berada
Naya mengangguk bahagia
"apa lain kali kalau ada acara lagi kamu mau kakak ajak lagi??"
tanya Juna tersenyum melihat Naya sangat bahagia
Naya mengangguk senang matanya tak teralihkan dari lampu lampu yang sudah terbang keatas langit
"beedua saja biar lebih romantis"
ucap Juna
__ADS_1
Naya pun akhirnya menoleh ke Juna dan melototi Juna
"kenapa harus berdua kan bisa berramai ramai kayak gini"
protes Naya
"kan kakak bilang biar romantis"
ucap Juna lagi
"pikirkan nanti saja untuk itu aku ingin menikmati pemandangan ini dulu"
jawab Naya tersenyum lalu kembali melihat lampion yang sudah beterbangan
Juna tersenyum melihat Naya yang bahagia
"aku janji Nay kedepannya dan selanjutnya aku akan berusaha untuk selalu membuatmu tersenyum dan bahagia hingga kamu lupa dengan yang namanya kesedihan"
gumam Juna tersenyum
festival sudah usai mereka pun memutuskan kembali ke villa untuk istirahat
"huft tinggal capeknya"
ucap Intan menghela nafas lega
"tapi seneng kan mbak keliling Dieng??"
tanya Naya
"iya sangat senang bisa bertemu dengan kalian semuanya juga terima kasih ya mau berteman denganku dan lain kali aku diajak lagi ya"
ucap Intan tersenyum
"iya mbak insyallah kalau mbak Intan gak keberatan pasti kami ajak"
jawab Naya membalas senyuman Intan
"tapi apakah mas Bagas kapok ya ngajak aku dia tidak banyak bicara aku takut dia kapok mbak"
keluh Intan selama dengannya Bagas memang tidak banyak bicara
"mas Bagas memang begitu mbak gak banyak ngomong jadi ya mbak yang harus banyak cerewet kayak aku hehehe"
Naya nyengir
"gitu ya??"
tanya Intan
"he'em"
jawab Naya mengangguk
"berbanyak banyaklah cerewet mbak sesungguhnya wanita ceweret itu yang sering dirindukan suaminya atau laki laki yang mencintai kita hahaha"
Naya tertawa dengan kata katanya
"pepatah darimana kayak gitu baru dengar aku"
Intan ikut tertawa
"dari aku mbak ya allah puitis sekali aku ini"
Naya kembali tertawa
"lagi ngapain sih tertawa gak ngajak ngajak"
Tata cemberut
"he'em"
Stela mengangguk mengiyakan sambil menyuap cemilan
"ada dehhh kepoo"
jawab Naya mencubit dagu Tata yang memasang wajah kusutnya karna baru datang
"gak ngasih tau gak asik ahh"
Tata merajuk
"ulu ulu ngambek"
"kenapa bercanda gak ngajakin aku, tunggu aku gitu kek biar makin keras suaranya"
ceketuk Tata
"habisnya kamu kelamaan, makanya jangan jauh jauh dariku kamu kangen gak bisa ngrumpi"
Naya tertawa melepaskan pelukannya
"makanya jangan ngilang terus aku nyariin"
Tata ikut tertawa
"kamu habis darimana sih Ta aku tungguin gak datang datang untung ada mbak Intan nemenin aku"
Naya memberitahu
"habis beli jajanan kak sama Stela, ya gak Stel??"
tanya Tata pada Stela
"he'em, mbak sih nempok mulu sama mas Juna jadi gak ngajak jajan"
keluh Stela
"siapa yang nemplok masmu apa gak kebalik ya??"
tanya Naya garuk garuk kepalanya yang tidak gatal
"sama ajalah mas Juna itu ya kalau sudah deket dari kamu mbak gak boleh ada yang ganggu kan sebel akunya"
Stela mengadu
"pantesan kalau kak Juna ada didekatku gak ada yang ngajak ngobrol aku selain kak Juna dan aku gak ngajak ngobrol ternyata biang keroknya dia sendiri awas aja kamu kak"
yang lain kecicikan dengan kelakuan Naya
Naya gemas dengan kelakuan Juna
"kupingku berdengung ada yang ngomingin aku nih agak merinding juga aku siapa yang lagi ngambek sama aku"
keluh Juna dikamarnya yang sedang sibuk dengan laptopnya
Bagas menaikkan bahunya tanda tidak tau
"hati hati saja entar kamu kenak semprot sama orang"
ledek Bagas merebahkan tubuhnya diatas kasur
"tau ahhh bentar lagi selesai ini baru tidur besok kita pulang pagi pagi"
ucap Juna memberitahu
"ya "
jawab Bagas singkat
tidak lama Juna pun ikut berbaring sebelah Bagas dan mulai tertidur
***
keesokan paginya mereka semua bersiap siap untuk kembali kerumah masing masing.
"sudah siap semuanya??"
ucap Juna dan Bagas bersamaan
"siap"
jawab semua dengan kompak
"tidak ada yang ketinggal??"
tanya Juna
"ada"
jawab Naya dengan wajah ditekuk
"apa yang ketinggal??"
tanya Juna tidak enak melihat wajah sang pujaan yang seperti kompor menyala
__ADS_1
"penjelasanku masih tertinggal disini"
jawab Naya sewot
deg
"matilah sudah aku jadi kupingku yang tadi malam Naya "
gumam Juna dalam hati
"maksudnya apa Nay??"
tanya Juna bingung
Naya langsung menyeret tangan Juna menjauh dari orang orang
"apa maksudnya kakak nempel terus ke aku dan melarang orang lain ngobrol denganku saat aku bersamamu??"
tanya Naya to the poin
Juna tercekat mendengar perkataan Naya
"pasti Stela yang ngadu, dia jadi punya teman kroyokan buat aku ini seperti Bagas dan Tata"
gumam Juna dalam hati
"kenapa diam??"
tanya Naya kesal karna Juna tidak menjawab pertanyaanya mala diam saja seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu
"i iya Nay maaf kakak hanya ingin berduaan sama kamu tanpa penganggu kan jarang jarang kamu mau jalan jalan bareng kakak kayak gini, kalau diajak jalan berdua palingan kamu bakalan nolak jadi ya ini caranya"
jawab Juna jujur takut kena semprot Naya
Naya mengatur nafasnya agar bisa mengontrol emosinya
Juna bergidik mendengar nafas Naya seperti orang yang akan menerkam mangsanya
"ma maaf Nay, maafkan kakak?"
ucap Juna memelas seperti anak kecil yang kena marah ibunya
"apa ini alasan kak Juna ngajak kesini??"
tanya Naya lagi
Juna hanya mengangguk mengiyakan dengan wajah memelasnya
Naya menghela nafas kembali
"maafkan aku kak Juna aku hanya takut saja kalau kita sering jalan berduaan apalagi aku cerai nanti kak Juna yang malu"
ucap Naya merasa bersalah
Juna menghela nafas lega Naya tidak menyemprotnya terlalu banyak
"kakak tau makanya kakak ngajak semua yang ingin ikut agar tidak terlalu menimbulkan masalah terlalu besar untukmu atau kakak"
Juna memberitahu
Naya hanya mengangguk merasa bersalah karna tadi sempat emosi ingin memarahi Juna
"ya sudah ayo pulang sayang"
ucap Juna lembut
Naya mengangguk dan melangkahkan kakinya bersama Juna menuju mobil untuk kelanjutkan perjalanan kerumah
"udah gak marah lagi??"
tanya Stela heran tidak ada wajah emosi dan wajah melas atau bersalah diantara keduanya
yang Stela lihat mala wajah datar kakaknya yang kemudian tersenyum mengejek dirinya.
"kalian berdua gak kenapa napa kan??"
tanya Stela lagi saat sudah berada didalam mobil
"kami baik baik saja kok, kenapa?? banyak nanya??"
ucap Juna tersenyum
"ya gak papa soalnya tadi mbak Naya mukanya ditekuk kok sekarang udah biasa aja kan aku penasaran"
jawab Stela santai.
"ohhh maunya Naya emosi marah marah ke mas gitu ya Stel??"
tanya Juna lagi keadiknya
"kakak udah deh gak usah cari acara"
tegur Naya Juna langsung terdiam dan fokus menyetir
Stela langsung cekikikan dikursi tengah
"aku mau tidur ya ngantuk"
ucap Naya
"iya sayang tidur yang nyenyak ya"
jawab Juna dengan penuh perhatian membelai kepala Naya dengan lembut.
Naya hanya diam saja memejamkan matanya dan tidak lama ia pun terlelap yang diikuti Stela dan yang lainnya.
Juna fokus menyetir yang sesekali memperhatikan Naya yang sedang terlelap
setelah menempuh perjalanan panjang dari Dieng ke rumah tanpa istirahat dahulu akhirnya mobil Juna sampai kerumah Naya dan dan menumpang istirahat sebentar sambil menunggu adzan dhuhur dan melaksanakan ibadah sholat dhuhur.
"ayo makan siang dulu nak sebelum pulang ibu sudah masak banyak ini"
ucap ibu Naya memberitahu
"iya bu"
jawab Juna sopan
"ayo Stel makan dulu baru pulang"
Juna mengajak adiknya makan dirumah ibu Naya
"ayo Stel Rul"
ajak Naya pada Stela dan Nurul
mereka pun beranjak keruang makan mengikuti Juna dan Ridwan dan makan bersama sama dengan ibu Naya
"nak makan seadanya ya"
ucap ibu Naya lagi
"iya bu"
jawab semuanya
mereka makan bersama sambil mengobrol ringan
selesai makan Juna dan Stela pamit pulang kerumah dan Ridwan pamit mengantar pulang pacarnya kerumahnya
" bu terima kasih ya masakan ibu enak"
Stela memuji masakan ibu Naya
"sama sama nak jangan kapok main kesini ya"
jawab ibu Naya senang
Juna Stela Nurul dan Ridwan pamit untuk ketujuan masing masing tidak lupa mencium punggung tangan ibu Naya sebelum meninggalkan rumah sederhana itu
" kakak pulang ya Nay, jangan kangen"
goda Juna
"apaan sih gak lucu"
jawab Naya tersenyum malu
"mbak aku pulang ya kapan kapan main lagi"
pamit Stela
" ya Stel hati hati ya"
jawab Naya
__ADS_1