Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
terpesona ketampananmu


__ADS_3

" janda baru dong, kamu kerja apa sekarang Nay??"


tanya Ella


"pabrik Kendal mbak milik mas Bagas kakaknya Tata, ingat Tata tidak mbak"


ucap Naya


"Tata yang dulu sering sama kamu itu Nay??"


tanya Ella


Naya mengangguk


"he'em mbak yang itu sekamar sama aku"


Naya memberitahu


"owchhh dia anak orang kaya ya??"


guma Ella masih terdengar ditelinga Naya dan Juna


"i iya"


jawab Naya canggung


tidak laka pesanan mereka pun datang dan menikmati hidangan sambil mengobrol bersama


"Nay kalian berdua ada hubungan kah?? apa kalian pacaran?? atau sudah mau nikah??"


tanya Ella penasaran karna setau dia Juna susah mendapatkan cinta Naya dari dulu


"insyallah mbak doakan semoga disemogakan"


jawab Naya malu


wajah Ella langsung berubah dingin dan seketika ia langsung mengubahnya ceria kembali Juna melihat perubahan wajah Ella ia tau akan ada rencana licik dari sang mantan kekasihnya entah apa yang akan dia perbuat Juna belum tau yang pasti Juna akan selalu waspada dan siaga


"aminn, selamat ya Nay"


ucap Ella


"iya mb terima kasih"


jawab Naya tersenyum lebar


Juna yang melihatnya pun ikut senang ternyata Naya sudah memberikan lampu rambu rambu lalu lintas yang berwarna hijau


selesai makan Ella masih mengajaknya mengobrol hingga Naya melupakan niat awalnya


"Nay mbak pamit ya mau berangkat kerja, kita lanjut komunikasih ya sayang"


ucap Ella


"iya mbak, mbak Ella hati hati ya selamat dan semangat bekerja"


Naya menyemangati


Ella tersenyum dan berlalu dari Naya dan Juna


tapi senyuman itu meredup setelah tubuhnya berbalik dan meninggalkan cafe tersebut


"kamu mau ngomong apa sayang??"


tanya Juna lembut


"kak tadi kok cuek banget sih sama mbak Ella, kan gak enak walaupun udah mantan tali silatuhrami harus tetap berjalan dong"


protes Naya


"iya sayang maaf soalnya Ella terlalu genit kakak gak suka"


jawab Juna jujur


"gak suka kok jadi mantan kan lucu"


sindir Naya


"gak papa lah sayang demi kamu dulu terpaksa macarin Ella soalnya Ella sering nyeritain kekonyolan kamu waktu dipesantren jadi ya gitu deh"


ucap Juna yang membuat mata Naya melotot


"kok aku"


tanya Naya kaget


"ya karna kamu selalu menolakku dan Ella selalu mendekatiku ditambah lagi dia selalu cerita tentangmu yang membuatku semakin penasaran dan tertarik padamu sayang jadi ya gitu deh, maaf"


jawab Juna apa adanya


Naya mengela nafas menahan emosinya agar tidak keluar bagaimanapun juga demi dirinya terpaksa memacari temannya tapi tetap saja perbuatan Juna yang memanfaatkan temannya salah


"maafkan aku kak selalu menolakmu terus dan terus jadi kamu sampai manfaatin mbak Ella, maaf ya kak"


sesal Naya


"gak papa sayang, jadi merasa bersalah, ini karna kakak yang sangat mencintaimu terlalu dalam, jangan sedih ya?? Naya??"


ucap Juna lembut mengibur sang pujaan hatinya


Naya hanya mengangguk mengiyakan


"tadi kamu mau ngomong apa sayang??"


tanya Juna lagi kembali topik awal


"ngomong apa ya kak?? kok aku lupa, iya ngajak kakak kesini karna ada yang aku omongin tapi apa ya??"


Naya berusaha mengingat ingat kembali tujuannya


Juna tepuk jidatnya sendiri karna gemas dengan Naya yang melupakan niat awalnya


Naya cengengesan melihat wajah Juna yang melas menghadapi dirinya yang pelupa


"ya sudah ayo pulang saja"


ajak Juna pada akhirnya menggandeng tangan Naya keluar dari cafe tersebut tapi Naya menghentikan langkahnya hingga Juna pun ikut berhenti


"kenapa sayang?? ada yang ketinggalan??"


tanya Juna menoleh ke Naya


"kak aku ingat apa yang ingin aku bicarakan"


Naya memberitahu


"apa yang ingin kamu bicarakan??"


tanya Juna penasaran


"ayo duduk lagi capek kalau berdiri terus"


ajak Naya


"baiklah sayang"


jawab Juna duduk kembali dibangku cafe


"kak hmm hmm"


Naya bingung menyampaikannya


Juna masih setia menunggu apa yang ingin disampaikan oleh pujaan hatinya tersebut

__ADS_1


"gimana ya kak gak enak ngomongnya"


ucap Naya bingung


"ngomong aja keburu lupa lagi nanti"


jawab Juna cengengesan


"ihh kakak bikin kesel aja, tapi iya sih aku pelupa"


Naya cengengesan


"ya udah cepetan ngomong sayang kakak nungguin nih"


rengek Juna


"hmmm bismillahhirohmanirrohim, ehem ehem kak gini aku mau ngomong soal hubungan kita gimana ya??"


tanya Naya bingung menyampaikannya


Juna tersenyum melihat wajah kebingungan Naya iya tau maksud dari perkataannya tapi Juna ingin mengerjai Naya terlebih dahulu


"gimana apanya?? emang hubungan kita kenapa??"


tanya Juna pura pura tidak tau


"hmm itu loh kak hubungan kita mau bagaimana kedepannya"


jawab Naya sebisa berucap


"lah emang mau bagaimana, mau dibawa kemana??"


goda Naya


"ihhh gak usah bercanda aku serius nih"


ucap Naya tegang karna Juna seperti bermain main disaat Naya sudah mau membuka hatinya.


Juna cekikikan mengerjain Naya yang sedang kelimpungan sendiri


"bercanda gimana?? kakak juga serius loh"


Juna cekikikan


"kak Juna"


Naya merajuk


"ok ok"


Juna tertawa puas menggoda pujaan hatinya. kursi Juna ditarik kedepan agar berhadapan dengan Naya


"dengerin kakak ya sayang, kakak akan serius"


ucap Juna wajahnya berubah 100% serius


jantung Naya berdebar kencang tidak karuan sangkin seriusnya Juna menatapnya.


"Naya kakak tau apa yang kamu maksud masalah hubungan kita sekarang kakak tanya ya??"


ucap Juna Naya mengangguk berdebar tak menentu menunggu apa yang akan dibicaran oleh Juna


"kamu ingin seperti apa hubungan kita kedepan?? apakah hanya berteman saja sudah cukup?? apa ingin kejenjang yang serius?? apakah ingin dibawa langsung ke KUA atau mau dibawa ke pasar malam saja ini ada pasar malam loh ditadiun Kendal sana"


ucap Juna lagi diakhir cengengesan karna wajah Naya yang tegang dan Juna dapat mendengar detak jantung Naya yang sangat cepat


"kak bisa serius dikit gak sih??"


keluh Naya kesal


"iya sayang kakak serius semua hanya yang diakhir saja yang bercanda tapi kalau kamu mau kakak akan ajak kamu kesana kamu tinggal pilih yang mana??"


tanya Juna serius kembali


Naya mala gagal fokus yang membuat Juna malu dan memalingkan wajahnya yang memerah


Juna menutupi senyumannya dengan tangannya


"Naya"


Juna mengingatkan


"ok kak maaf aku lupa karna terpesona ketampananmu itu"


ucap Naya cengengesan


Juna bertambah malu mendengar pujian dari sang kekasih hatinya karna ia sudah yakin bahwa dirinya sudah mendapatkan hati Naya


"Naya ayolahh"


Juna mengingatkan lagi dan tadinya wajah merahnya ia malingkan jadi ke mode serius kembali sambil menahan malunya


"semoga dia serius kalau tidak aku bisa gagal fokus, aku takut khilaf lagi dan membuatnya menjauh seperti sebelumnya, sekarang aku sudah mendapatkan hatinya semoga dia tidak menarik kembali hatinya agar aku tidak terlalu berat lagi perjuanganku"


gumam Juna dalam hati menatap serius wajah Naya dan menunggu jawabannya


"kak maaf kalau selama ini aku menggantungkan perasaanmu"


ucap Naya terhenti , ia menarik nafas sangat serius menatap Juna dan akan melanjutkan ucapannya


degg


sekarang hati Juna yang kalang kabut takut mendengar perkataan Naya kedepannya tidak sesuai harapannya


"tapi aku serius kak tidak ingin menggantungkannya jadi jadi"


ucapan Naya terhenti kembali ia menarik nafas lagi untuk bisa menyusun sekata demi kata karna jantung Naya semakin cepat detakannya semakin gugup hatinya berucap


Juna semakin dag dig dug kalang kabut semrawut menunggu ucapan Naya berikutnya tapi ia mencoba untuk tetap tenang karna apapun keputasan Naya nantinya Juna akan menerimanya dengan lapang dada dan ikhlas


"jadi aku ingin hubungan kita"


Naya terhenti kembali mangatur nafasnya yang sudah mulai tak beraturan susah untuk berucap setelah tenang Naya melanjutkan kembali perkataannya


"hubungan kita ke ke jenjang yang lebih serius kak"


Naya bernafas lega dapat menyelesaikan ucapannya


tidak lain dengan Juna ia benar benar bisa benafas lega dan teratur kembali. Juna benar benar terharu harapannya selama ini terkabul juga perjuangannya selama ini tidak sia sia


"kamu seius sayang??"


tanya Juna memastikan


Naya mengangguk


"kamu mau gimana sayang?? apa mau kita langsung menikah atau mau tunangan dulu mungkin??"


Juna menawarkan dengan senyum mengembang


"terserah kakak saja baiknya gimana aku ikut saja"


jawab Naya tersipu malu


"ok nanti kakak bicara sama ibu dulu ya bagaimana baiknya"


ucap Juna lembut memberitahu


Naya mengangguk mengiyakan sambil tersenyum senang


"tapi kakak mau tanya ya sayang??"


ucap Juna lagi

__ADS_1


"apa??"


tanya Naya cepat


"kalau nanti ibu maunya kita menikah langsung bagaimana?? apakah kamu sudah siap??"


tanya Juna penasaran akan jawaban Naya karna bagaimanapun juga Naya baru saja bercerai dan percaraiannya bukan atas kehendak dan keinginannya


Naya berpikir sejenak dan langsung menjawabnya


"iya insyallah Naya siap kak"


jawab Naya pasti


Juna tersenyum lega mendengar jawaban Naya yang mantap


"udah magrib ayo sholat lalu kakak antar pulang kerumah, atau mau main dulu ke Expo??"


Juna menawarkan


"boleh kita main bentar ke Expo"


jawab Naya tersenyum


"siap nyonya"


Juna cengengesan dan melangkahkan kakinya bersama menuju mushola cafe yang sudah disediakan


selesai sholat Juna dan Naya menuju pasar malam berada dan menikmati suasana ramai kelap kelip lampu merah kuning hijau dilangit yang malam terpasang di berbagai arena wahana pasar malam tersebut seperti hati Juna dan Naya yang sedang penuh warna warni seperti krayon yang penuh warna warni


setiap melangkahkan kakinya hanya ada senyum kebahagiaan yang terpancar di wajah dua insan yang dimabuk asmara


"Nay boleh kakak Jujur??"


tanya Juna lembut


"monggo"


jawab Naya


"terima kasih sudah mau menerimaku Nay kakak sangat bahagia"


Juna membisikkan kata ditelinga Naya yang membuat orang yang dibisikin menjadi tersipu malu dan geli


Juna tersenyum puas melihat wajah merah merona Naya seperti tomat


"mau naik biang lalai??"


Juna menawarkan


"gak ahh malu sama umur"


jawab Naya cengengesan


"ya sudah kalau begitu, bagaimana kalu main permainan lempar bola atau kaleng disitu??"


ajak Juna


"boleh"


jawab Naya antusias dan mereka menuju ke area permainan dan menikmati berbagai macam permainan seperti lempar kaleng, lempar bal bekel, memasukkan bola kedalam gelas dan aneka permainan lainnya


setelah puas bermain Naya dan Juna memutuskan untuk makan malam dan berlanjut mengantarkan kekasih hatinya kembali pulang kerumahnya


"bu pak Juna pamit pulang pak"


pamit Juna pada kedua orang tua Naya


"iya nak hati hati ya dijalan terima kasih sudah mengantarkan Naya pulang"


jawab ibu Naya tersenyum ramah


dan Juna pun beralih ke Naya


"kakak pulang dulu ya sayang"


pamit Juna lembut


"iya kak Juna hati hati ya, kalau sudah sampai rumah kabarin"


jawab Naya tersenyum cerah


"iya sayang"


seyum Juna bertambah merekah


"iya sayang"


jawab Juna lembut


"assalamualaikum"


Juna mengucap salam dan berlalu pergi meninggalkan kediaman keluarga orang tua Naya setelah dibalas salamnya


**


"mas bagaimana denganmu dan mbak Intan kamu belum nyatain cinta??"


tanya Tata saat Bagas berkunjung kerumah ibunya karna minta dibelikan martabak telor


"cinta apaan"


jawab Bagas cuek


"kamu ini ya mas kapal mas Juna sudah mulai berlabuh ke kak Naya, kamu masih gini gini aja, gimana sih"


protes Tata kesal


"apaan sih gak jelas"


jawab Bagas masih dengan mode cuek


"kamu tau mas hari ini kak Naya mau membalas cinta mas Juna yang sekian purnama mas Juna nantikan dan lebih syoknya lagi mungkin kak Naya mau hubungan yang lebih serius, kamu tau artinya kan masku sayang?? gak mungkin mas Juna menyia nyiakan perjuangannya selama ini, ya kan?? kelanjutannya kamu pikir aja sendiri, tadi kak Naya cerita mau ngajak janjian mas Juna lebih dulu, kak Naya sendiri yang ngajak janjian, gak tau ada angin apa kak Naya tiba tiba ngajak ketemuan mas Juna berduaan tanpa aku, kamu atau Stela yang temani"


ocehan Tata panjang kali lebar dari awal sampai akhir yang membuat Bagas terkejut karna setau Bagas tidak ada pergerakan apapun dari Naya karna menurut Bagas Naya biasa biasa masih mencoba membuka hatinya hanya Juna yang aktif berjuang


"kok bisa Ta?? Naya kan biasa biasa"


kilah Bagas


"kata kak Naya Ridwan dan bapak mengingatkan agar jangan menyakiti mas Juna karna cintanya tulus, dia cerita gitu ke aku kamu tau kan mas kak Naya gimana?? mungkin dia mikirin semuanya jadi ya gitu deh, tapi aku lihat kak Naya bahagia banget kalau lagi sama mas Juna wajahnya cerah berseri seri gitu"


Tata memberitahu


"gitu ya??"


tanya Bagas lemas


"ya makanya kenapa kamu gak ada pergerakan sama sekali aku lihat juga mbak Intan kayaknya suka sama kamu mas ibu juga udah setuju, kurang apa lagi??"


tanya Tata kesal


"ibu dengan siapapun setuju semua Ta dia gak pernah nentang siapapun dengan mas, mas cuma mau mencari yang nyaman dan cocok untuk menjadi pendmping hidup mas bukan hanya saat senang saja tapi saat sedih juga mau bersama"


Ucap Bagas memberitahu


"iya terus cari dimana?? mas gak mu menjalani dulu gimana mau cocok, awas saja ya kalau nanti mas menyesal kalau mbak Intan diambil orang"


ancam Tata


Bagas hanya diam saja berfikir bagaimana baiknya karna memang dari pandangan Bagas Intan wanita baik dan sopan


"apa aku coba jalani dulu dengan Intan siapa tau cocok"

__ADS_1


__ADS_2