
"Dimana wanita itu? Kenapa ia belum datang? Apa ia tidak jadi datang?" tanya Anne tidak sabaran.
Saat itu ia dan Arkan sedang berada di taman hiburan. Mereka berjanji untuk bertemu dengan wanita yang mengejar Arkan di sana. Sebelumnya Arkan juga mengajak Anne untuk berbelanja baju di butik untuk mengubah penampilannya yang sederhana. Ia juga menambahkan riasan wajah dan menata sedikit rambut pendeknya agar terlihat rapi. Anne tampil cantik dengan mini dress berwarna putih dengan heels berwarna senada.
"Dia sedang dalam perjalanan ke sini. Tunggulah sebentar lagi. Lagipula kenapa sepertinya kau sangat tidak sabaran? Apa kau punya janji dengan seseorang?" tanya Arkan penasaran melihat Anne yang tampak tidak sabaran.
"Bukan begitu. Aku harus pulang sore nanti ke rumah ibuku. Aku takut kehabisan bis. Rute terakhir akan berangkat malam nanti." jelasnya sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul tiga sore.
"Kau mau pulang? Kenapa tidak memberitahu ku? Aku kan bisa membatalkannya dan memintanya untuk bertemu lain waktu."
"Tidak apa-apa. Pertemuan ini tidak akan lama, kan."
"Iya. Hanya sebentar. Tapi kenapa kau tiba-tiba saja mau pulang? Apa ibumu sedang sakit?" tanyanya penasaran.
"Tidak. Dia hanya rindu padaku. Lagipula aku juga sudah lama tidak pulang. Aku juga rindu pada ibuku." jelasnya berbohong.
Anne tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada Arkan. Pria itu juga tidak akan perduli dengan masalahnya.
Beberapa saat kemudian wanita yang mereka tunggu muncul di hadapan mereka. Wanita itu sangat cantik. Ia terlihat sangat elegan. Anne sungguh merasa jika dirinya bukan apa-apa dibanding dengan wanita itu.
"Sayang! Perkenalkan ini Nadia. Wanita yang ku ceritakan padamu!" ucap Arkan pada Anne.
Nadia terlihat tidak menyukainya. Ia tampak memperhatikan Anne dari atas hingga ke bawah. Mungkin ia berpikir jika Anne tak sebanding dengannya.
Anne mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Nadia. Tapi wanita itu tampak mengabaikannya. Ia mungkin sedang mengibarkan bendera perang kepada Anne.
Anne menarik tangannya kembali. Dan pura-pura tersenyum.
"Aku tidak percaya jika wanita ini kekasihmu. Aku rasa selera mu tidak seburuk ini." ucapnya angkuh.
"Jaga bicara mu, Nadia! Aku ke sini untuk menunjukkan kekasih ku. Aku tidak membutuhkan penilaian mu sama sekali. Aku harap setelah ini kau bisa berhenti menemui ku. Aku tak ingin hubungan ku rusak karena kehadiran mu." ucap Arkan dengan tegas padanya.
"Apa kau pikir aku percaya begitu saja setelah melihatnya. Kau hanya membayarnya untuk menjauhiku, kan?" Nadia tampak tidak percaya.
"Terserah kau mau percaya atau tidak. Yang jelas ia adalah kekasih ku. Dan aku hanya mencintai nya. Jadi jangan menemui ku lagi."
"Memangnya kenapa jika kau sudah punya kekasih? Selama ia belum menjadi istrimu, aku rasa aku masih berhak untuk mengejar mu, bukan?" Nadia tampak percaya diri.
Ia bahkan berani untuk bergelayut di lengan Arkan dengan sikap manjanya. Ia tak menganggap Anne sama sekali. Anne seperti cukup tahu diri. Ia hanya diam menanggapi semua hinaan wanita itu padanya. Di lihat dari sudut manapun, Anne memang tak sepadan dengan Nadia. Pakaian yang dipakainya saja mungkin seharga gajinya selama setahun bahkan lebih jika di hitung.
Arkan mendorong wanita itu dengan kasar. Ia sepertinya sama sekali tidak tertarik dengannya. Anne jadi bingung melihat Arkan. Apa yang tidak disukainya dari wanita itu.
"Terserah kau mau berbuat apa. Aku tidak perduli. Jika kau tidak percaya, itu masalah mu. Yang jelas dimata ku hanya ada seorang wanita saja. Dan ia adalah wanita yang sedang berdiri di samping ku saat ini. Bukan begitu, sayang!" ucapnya sambil melihat ke arah Anne dengan senyuman lebarnya.
Entah kenapa Anne merasa jika pria itu tidak sedang bersandiwara. Atau mungkin karena ia sangat berbakat sehingga hal itu terasa nyata.
Anne hanya tersenyum. Ia tak tahu harus berkata apa.
"Kau yakin bahwa wanita ini sesuai dengan mu? Apa kau tidak malu membawanya bersama mu? Ia mungkin hanya akan menjadi bahan tertawaan orang jika kau menunjukkannya." sindirnya dengan terang-terangan.
__ADS_1
"Tutup mulut mu. Apa kau pikir kau tidak memalukan? Aku rasa justru jika aku bersama mu itu lebih memalukan. Kau punya pendidikan yang tinggi, tapi tidak punya sikap yang baik. Karena itulah aku tidak menyukai mu. Kau tidak akan bisa dibandingkan dengan Anne. Karena ia berada jauh di atas mu. Apa kau mengerti?" Arkan tampak geram melihatnya yang tidak tahu malu seperti itu.
"Kau!" wanita itu sepertinya sudah kehabisan kata-kata.
Ia memutuskan untuk pergi. Tapi ia tetap tidak akan menyerah. Karena ia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya. Ia tak pernah menerima kegagalan seumur hidupnya.
"Apa kau yakin ini akan berhasil? Sepertinya ia belum sepenuhnya menerima jika aku menjadi kekasih mu. Aku rasa ia tidak akan menyerah dengan mudah." ucap Anne setelah wanita itu pergi.
"Aku tidak perduli. Setidaknya sekarang ia tahu jika aku sudah ada yang memiliki. Bukankah itu tujuan kita menemuinya. Aku tidak perduli dia akan menyerah atau tidak."
"Bagaimana jika dia melakukan sesuatu yang ekstrim? Seperti mencelakai ku atau lainnya?" tanya Anne cemas.
"Tenang saja. Ia tidak akan berpikir sejauh itu. Aku bisa menjaminnya." ucapnya yakin.
"Baiklah!"
"Sudah tidak perlu cemas. Bagaimana jika kita mencoba semua wahana? Kau masih punya beberapa jam kan? Aku juga sudah terlanjur mengambil libur. Kenapa kita tidak manfaatkan saja." ajaknya.
Anne tampak ragu. Tapi akhirnya ia mengiyakan ajakannya.
****************
Hari sudah semakin sore. Setelah menunggu berjam-jam lamanya, akhirnya Adrian mengajak Anindya untuk pulang.
Ia sudah terlalu bosan berada di ruangan ini. Ia bahkan sempat tertidur beberapa saat di kamar yang ada diruang kerja Adrian.
"Senang sekali diajak pulang!" ucap Adrian ketika melihat Anindya kegirangan.
Anindya tak lupa menyapa Maura sebelum mereka masuk ke dalam lift. Maura tampak menahan senyumnya ketika menatap Anindya. Lebih tepatnya ketika menatap lehernya yang terdapat bekas kemerahan akibat perbuatan suaminya. Dan sepertinya ia tak menyadari hal itu.
"Apa aku terlihat aneh?" tanyanya pada Adrian ketika memasuki lift tersebut.
Adrian melihatnya sekilas. Dan menyadari apa yang membuat sekertaris nya itu tersenyum. Tapi ia tak mungkin mengatakan hal itu pada Anindya. Wanita itu bisa tersipu malu jika mengetahuinya.
"Rambutmu hanya sedikit berantakan." Adrian tampak merapikan rambutnya dan menutupi lehernya sebisa mungkin.
Kini bekas kemerahan itu sedikit tersamarkan. Sepertinya ia harus mengendalikan dirinya sedikit jika berurusan dengan yang satu ini.
Lift berhenti dan terbuka. Mereka berdua keluar dari sana. Beberapa karyawan yang melihat mereka langsung memberi hormat. Adrian membalas dengan sedikit menganggukkan kepalanya. Begitupun dengan Anindya walau ia masih terlihat canggung.
Mereka bertemu dengan Romi di sana. Ia sedang bersama seorang pria. Sepertinya mereka baru saja kembali ke kantor. Tapi Anindya tidak terlalu memperhatikan karena Adrian menghalangi pandangannya. Tubuh pria itu sangat besar hingga berhasil menutupi tubuh mungilnya.
"Tuan! Anda akan pulang?" tanyanya.
"Iya. Kau sudah melakukan apa yang aku suruh?" tanya Adrian kembali.
"Sudah, tuan! Saya sudah mengirimnya ke email anda." jawabnya.
"Bagus. Aku duluan, ya!" pamitnya.
__ADS_1
"Iya, tuan!" sahutnya.
Pria di sampingnya juga memberi hormat pada Adrian.
Adrian lalu berlalu dari hadapan mereka.
"Apa itu istri presdir, tuan?" tanya pria itu penasaran setelah atasannya itu menjauh.
"Iya. Ayo!" ajaknya.
Pria itu masih memandangi isteri atasannya itu. Entah kenapa ia merasa familiar dengan perawakannya. Walaupun ia tidak bisa melihat wajahnya karena tertutupi oleh Adrian.
Wanita itu sangat mirip dengan Anindya. Tapi, mana mungkin. batinnya.
"Tuan Rayhan! Apa yang anda lihat? Ayo! Masih ada hal yang perlu kita selesaikan!" ucap Romi pada pria yang ternyata adalah Rayhan.
"Astaga! Maafkan saya tuan! Ayo kita pergi!" ajaknya setelah sadar dari lamunannya.
****************
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊
Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:
like 👍
komentar 💬
vote
dan rate ⭐ ya.
Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.
Terima kasih😘💕
__ADS_1