
"Seseorang mendorongmu?" Anne tampak terkejut.
"Iya! Aku merasa sepertinya ada seseorang yang mendorongku dari belakang. Tapi aku tidak bisa melihat karena saat itu sangat gelap." jelasnya.
"Kenapa kau tidak jujur. Kenapa kau menutupi hal itu? Apa suamimu juga tidak tahu? Kau pasti juga berbohong padanya, kan? " tanyanya.
Anindya tampak tersenyum masam.
"Kau tahu, kau itu sangat tidak pandai berbohong. " ucap Anne.
"Apa terlihat sangat jelas?" tanyanya.
"Tentu saja terlihat. Aku rasa tuan Adrian juga menyadari hal itu. " tebaknya.
"Benarkah? "
Anne mengangguk. "Ehm.. apa mungkin orang itu adalah tuan Rian? "
"Kenapa kau berpikir seperti itu?"
"Karena aku pikir ia tidak menyukaimu. Dia selalu menunjukkan dengan jelas ketika sedang melihatmu. Apa kau tidak menyadari hal itu? " tanyanya.
"Aku... tidak begitu memperhatikannya." Lagi-lagi ia berusaha untuk menutupinya. "Kenapa kau bisa berpikir jika ia yang mendorongku? " tanyanya kemudian.
"Itu baru dugaan ku saja. Karena saat itu ia terlihat panik, seperti seseorang yang takut ketahuan sedang melakukan kesalahan. Tetapi aku juga tidak tahu apakah ia ada kaitannya dengan kejadian itu atau tidak. Lagipula jika memang ia yang mendorongmu, kenapa ia melakukan hal itu? Apa dia sangat membencimu?Tapi kenapa?Apa kau pernah menyinggungnya?" tanya Anne penasaran.
"Tidak. Jika memang ia yang mendorong ku, mungkin hal itu terjadi karena ia sudah tahu siapa aku? Dan mungkin kehadiran ku menjadi ancaman baginya." jelas Anindya. Wanita itu tampak sedih.
"Maksud mu apa? Kenapa ia harus merasa terancam. Memangnya apa hubungan mu dengannya?" Anne tampak bingung dengan penjelasan Anindya.
"Paman Rian adalah... ayah kandung ku, Anne!" jawabnya.Ia memutuskan untuk jujur pada Anne.
"Apa!!!! Kau serius?" tanyanya tak percaya.
"Aku serius. Ia memang ayahku." jawabnya membenarkan.
"Apa ia mengenalimu? Bukankah ia mengusir mu ketika kau berusia lima tahun. Tentu kau sudah banyak berubah, bukan?"
Anindya mengangkat bahu. "Aku juga tidak tahu. Tetapi jika memang ia yang melakukannya, kemungkinan besar ia sudah mengetahui bahwa aku adalah anaknya. Tapi kenapa... ia setega itu padaku?" Seketika hatinya terasa sakit. Seperti tersayat pisau yang tajam.
Tidak diakui mungkin ia masih bisa menerimanya. Tetapi jika ayahnya ingin menyingkirkannya, itu benar-benar menyakitkan buatnya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan jika memang benar ia yang mendorongmu saat itu?" tanya Anne.
"Entahlah! Aku benar-benar bingung."
"Aku mengerti jika itu sulit bagimu. Tetapi kau juga tidak bisa diam saja jika memang benar ia pelakunya. Itu sudah di luar batas Anin. Itu tidak bisa dibiarkan. Apa kau sudah mengatakan pada Adrian jika kau jatuh karena seseorang mendorong mu?" tanya Anne.
Anindya tampak menggeleng. "Aku tidak berani mengatakannya. Aku takut ia akan melakukan sesuatu yang diluar nalarnya. Kau tidak tahu semarah apa dia waktu ia mengetahui siapa paman sebenarnya. Aku tidak bisa membayangkan kemarahannya kali ini. Lagipula itu belum pasti kan. Aku juga tidak tahu pasti siapa yang mendorong ku." jelasnya.
"Suamimu sudah tahu mengenai hal itu?"
"Iya. Adrian sudah mengetahuinya."
"Kau yang memberitahukannya?"
__ADS_1
"Tidak. Ia tahu dengan sendirinya. Aku juga tidak tahu bagaimana ia bisa tahu."
"Benarkah? Tapi kenapa ia diam saja?" tanya Anne.
"Aku memohon padanya agar tidak memberitahu siapapun mengenai hal ini. Aku takut jika kakek mendengar hal ini, itu bisa berpengaruh pada kesehatannya. Ia punya riwayat penyakit jantung. Dan aku tidak ingin menjadi penyebab hancurnya keluarga ini. Apalagi jika kesehatan kakek terganggu karena masalah ini. Aku akan merasa sangat bersalah. Tetapi tetap saja sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan hal ini lebih lama lagi. Adrian mungkin akan mengetahui semuanya." Anindya merasa tertekan.
Anne memegang tangannya. "Aku mengerti kenapa kau bersikap seperti ini. Di satu sisi kau ingin menjaga keutuhan keluarga dan juga kesehatan kakek Zein, tetapi di sisi lain ada seorang ayah yang walaupun ia jahat, tetap saja ia adalah ayahmu. Anin, bersikap diam juga tidak akan menyelesaikan masalah. Jika benar orang yang mendorongmu adalah ayahmu, bagaimana jika ia melakukan hal lain lagi untuk menyingkirkan mu. Setidaknya katakan pada Adrian, ia pasti akan melindungi mu dengan berbagai cara." bujuk Anne.
Anindya tampak diam. Apa yang dikatakan Anne memang ada benarnya. Ia tak bisa menghadapi semua ini seorang diri. Mungkin tanpa ia beritahukan pun, Adrian bisa mencari cara untuk mengetahuinya. Cepat atau lambat, pria itu akan tahu kebenarannya.
"Iya kau benar! Ia bahkan bisa tahu mengenai ayahku. Ia pasti juga bisa tahu mengenai hal ini cepat atau lambat. " ucapnya.
Namun, di sela-sela obrolan mereka, pintu kamar tiba-tiba terbuka dengan kasar. Adrian berdiri di ambang pintu dengan tatapan penuh amarah. Pria itu terlihat sangat marah.
Kedua wanita itu tampak kaget.Anne langsung beranjak berdiri ketika melihat Adrian. Ia berdiri dengan canggung.
"Keluar!" perintahnya dengan kasar pada Anne namun matanya tak lepas dari Anindya.
Anne langsung keluar dari sana. Adrian menutup pintu dan menghampiri Anindya yang tampak takut melihatnya.
Ia duduk di sampingnya. Menatapnya tajam.
"Kau kenapa?" tanya Anindya memberanikan diri.
"Kau menyembunyikan sesuatu lagi dariku?" tanyanya.
"Menyembunyikan apa maksud mu?" tanyanya balik tidak mengerti.
"Apa seseorang mendorongmu dari tangga?" tanyanya.
Anindya terdiam. Bagaimana ia bisa tahu segalanya? Apa aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan apapun darinya?
Ia mengangguk. "Tetapi aku tidak tahu siapa dia."
Adrian tampak diam. Apa Anindya masih meragukannya hingga tak bisa terbuka padanya. Bagaimana lagi ia harus bersikap terhadap wanita ini.
"Kenapa kau tidak jujur padaku?" ia tampak kecewa.
"Aku.. aku hanya... " ia tak bisa berkata-kata.
"Kenapa? Apa kau tidak percaya padaku?" tanyanya.
"Bukan begitu. Aku percaya padamu. Aku hanya tak ingin membebani mu dengan masalah ini. Lagipula aku juga tidak tahu siapa yang melakukannya." jelasnya.
"Kau bukan beban bagiku. Itu sudah tanggung jawabku untuk melindungi mu. Karena kau istri ku. Berhenti menganggap dirimu beban. Aku hanya ingin kau lebih terbuka padaku. Jangan merahasiakan apapun dariku. Hanya itu. Aku hanya ingin melindungi mu. Jika kau terus menyembunyikan segalanya dariku, itu sama saja jika kau tak percaya padaku. " ia tampak sangat kecewa.
"Maafkan aku!" pintanya sambil memeluk pria tersebut.
"Aku tidak akan menyembunyikan apapun lagi darimu. Aku percaya padamu. Maafkan aku! " lanjutnya.
"Anin, aku bisa tahu segalanya tanpa harus diberitahu sebelumnya. Tetapi aku lebih suka jika aku mengetahuinya langsung dari mulutmu. Dengan begitu aku tahu bahwa kau percaya padaku dan ingin mengandalkan ku. Kau ingin ku lindungi. Bukan berarti kau itu lemah. Kau hanya ingin ada seseorang yang selalu ada disaat kau butuhkan. Apa kau mengerti?"
"Iya! Aku mengerti. Maafkan aku! "
Adrian tampak mendengus. " Kenapa rasanya sulit sekali memahami dirimu.Apa kau tak tahu jika kau itu sangat berharga bagiku?"
__ADS_1
Adrian memeluknya dengan erat.
***
"Adrian!Anne tadi mengatakan sesuatu padaku."
"Apa? "
Ia pun menceritakan apa yang di katakan Anne padanya.
"Apa ia yakin? " tanya Adrian memastikan.
Anindya mengangguk yakin.
Adrian seketika menatap mata sendu istrinya itu. "Jika itu memang dia, apa yang ingin kau lakukan padanya? " tanyanya.
Anindya tampak diam. Ia terlihat ragu.
"Aku.. tidak tahu. Tetapi jika itu memang dia.. bukankah sebagai anak aku hanya bisa memaafkannya? Seburuk apapun dia, dia tetap saja ayah kandungku. Tanpanya aku tidak mungkin ada di dunia ini. Walaupun yang ia berikan padaku hanya rasa sakit." ia tampak menerawang, menatap kosong ke sembarang arah.
"Apa aku terlihat munafik jika berpikir seperti itu? Jika hal ini terjadi padamu, apa yang akan kau lakukan? " tanya Anindya pada suaminya tersebut.
Adrian terdiam. Yang dikatakan istrinya memang ada benarnya. Tetapi apa yang dilakukannya tetaplah salah. Mungkin yang bisa dilakukannya saat ini adalah dengan menghancurkannya perlahan-lahan.
****************
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊
Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:
like 👍
komentar 💬
vote
dan rate ⭐ ya.
Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.
Terima kasih😘💕
__ADS_1