
"Filmnya baru akan di putar tiga jam lagi. Bagaimana jika kita pergi makan terlebih dahulu. Aku lapar sekali!" Anindya tampak mengelus perutnya.
Saat itu mereka berada di area bioskop sebuah Mall yang ada di tengah kota.
"Kau lapar lagi? Ini masih belum waktunya makan siang. Kita makan cemilan saja, ya?"
"Ehm... baiklah! Kita cari di cafe sebelah sana saja." usul Adrian sambil menunjuk sebuah cafe di luar bioskop.
Tanpa banyak bicara, mereka berdua lalu pergi ke cafe tersebut.
Sesampainya di sana, mereka lalu memesan beberapa potong kue dan segelas jus untuk Anindya. Sementara Adrian memesan secangkir kopi untuk dirinya.
Adrian mengambil ponselnya dari dalam saku celananya. Ia memeriksa beberapa pesan yang masuk ke ponselnya. Sementara Anindya memperhatikan keadaan sekitar cafe.
Namun ia malah melihat beberapa wanita muda sedang melirik Adrian secara terang-terangan. Bahkan mungkin mereka tak menganggap keberadaan dirinya di sana.
Anindya tampak tidak perduli akan hal itu. Sepertinya ia sudah mulai terbiasa dengan keadaan ini. Lagipula Adrian juga tidak perduli dengan hal itu.Ia tampak fokus pada ponselnya. Tetapi ia tak pernah melepaskan tangan Anindya dari genggamannya. Bahkan ia terlihat sesekali mencium tangannya. Membuat para wanita itu merasa jengah.
Ia sepertinya hanya menganggap bahwa istrinya tersebut adalah wanita paling cantik sedunia.
Tak lama kemudian. Pesanan mereka datang.
"Apa itu tidak terlalu banyak, sayang?" tanya Adrian melihat potongan-potongan kue tersebut berjajar di hadapan istrinya.
"Ehm... tidak juga. Semua kuenya terlihat enak. Jadi aku ingin mencicipi semuanya. Lagipula aku makan untuk untuk dua orang." Jelas Anindya sambil mengusap perutnya.
"Baiklah! Makan yang banyak anakku. Jangan sia-siakan makanan yang di makan ibumu. Oke?" ucapnya pada calon bayinya sambil ikut mengelus perut istrinya tersebut.
Anindya mulai memakan kuenya dengan lahap. Adrian tampak membiarkan istrinya itu menikmati kuenya. Sementara dirinya kembali fokus pada ponselnya.
Sesekali Anindya tampak menyuapkan kue itu ke mulut Adrian. Adrian menerimanya tanpa protes sedikitpun. Padahal ia tak terlalu suka dengan makanan manis.
Disaat yang sama, sepasang pria dan wanita tampak masuk ke dalam cafe. Dan kini perhatian beberapa wanita tampak beralih kepada si pria yang baru saja masuk.
Mereka tampak mencari meja yang kosong. Tetapi cafe terlihat penuh hari itu. Tidak ada meja yang terlihat kosong. Namun.....
"Kakak! Kau juga berada di sini?" ucap si pria yang tak lain adalah Arkan.
Ia datang bersama Anne. Anindya selalu bertanya-tanya dalam hatinya. Sejak kapan mereka berdua saling dekat satu sama lain.
__ADS_1
Tetapi ia belum punya waktu yang pas untuk bertanya.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Adrian.
"Berkencan.Apa lagi! " jawab Arkan santai.
Sementara Anne terlihat canggung. Ia bahkan tak berani menatap wajah Adrian yang selalu terlihat datar. Kecuali ketika ia sedang bersama Anindya. Ia bisa selalu tersenyum ketika melihatnya.
"Berkencan? Sejak kapan? Kenapa kau tidak pernah cerita padaku, Anne?" tanya Anindya penasaran.
"Tidak. Kami tidak sedang berkencan. Aku dan tuan tidak sengaja bertemu tadi. Dia lalu...... " Arkan membekap mulut Anne hingga ia kesulitan melanjutkan perkataannya.
"Tidak usah dengarkan dia kakak ipar. Dia memang selalu malu menunjukkan hubungan kami kepada orang lain." Arkan tetap santai menanggapinya.
Anindya memandang aneh pada keduanya. Ia melihat mereka memang sangat dekat akhir-akhir ini. Tetapi ia belum sempat untuk menanyakan hal itu pada Anne. Ia terlalu sibuk dengan urusannya sendiri.
"Kami ikut duduk di sini tidak masalah kan? Kebetulan tidak ada meja yang kosong lagi di cafe ini." tanyanya Arkan pada kakaknya itu.
"Terserah kau saja." jawab Adrian.
Ia lalu duduk tanpa izin di kursi yang kosong. Ia juga menyuruh Anne untuk ikut duduk di sana. Anne tampak merasa canggung dengan Adrian. Anindya sepertinya menyadari hal itu. Siapapun pasti akan terlihat seperti itu jika melihat wajah Adrian yang dingin tanpa ekspresi.
"Anne! Duduklah di sebelah ku! Ayo! Tidak apa-apa. Suamiku tidak akan menggigit mu. Dia sudah ku jinakkan." Ia mengatakannya sambil mengedipkan sebelah matanya.
Anindya lalu balik menatap Adrian yang kini sedang menatapnya dengan tajam. Ia bukannya marah, malah tersenyum kepadanya. Tetapi itu sepertinya bukan sesuatu yang baik.
Ia tiba-tiba saja mencium pipinya dan membisikkan sesuatu di telinganya.
"Kau sudah berani mengatai ku. Lihat bagaimana aku menghukum mu nanti!"
Anindya tersenyum masam setelah mendengarnya. "Kau manis sekali! " Anindya mencubit gemas pipi Adrian.
Arkan dan Anne hanya tersenyum melihat tingkah sepasang suami istri itu. Namun jauh di lubuk hati Arkan. Ia merasa bahagia karena pada akhirnya ia bisa melihat kakaknya sangat bahagia kini.
Dulu setelah putus dari Natasha, ia sungguh sangat mengkhawatirkannya. Ia sangat tahu jika Adrian bukan tipe pria yang bisa dengan mudah membuka hatinya untuk seseorang. Tapi kini kehadiran Anindya di keluarganya bisa merubah segalanya. Bahkan merubah hati kakaknya. Ia merasa tenang sekarang.
"Karena kita sudah bertemu di sini. Bagaimana jika kita melakukan kencan ganda. Pasti sangat menyenangkan, bukan?" usul Arkan dengan sesukanya.
"Apa!!" Anne tampak kaget melihat ide yang tiba-tiba keluar dari mulut Arkan.
Anindya juga kaget. Tetapi ia merasa jika hal itu terdengar menyenangkan.
__ADS_1
"Setuju! Kapan lagi aku bisa kencan ganda dengan sahabat ku yang kebetulan berkencan dengan adik ipar ku. Bukankah itu terlihat menyenangkan."
Tenang saja, Arkan! Aku akan membantu hubungan mu! Ia mengacungkan jempol pada Arkan.
Terima kasih kakak ipar! Arkan seakan bisa membaca isi hati Anindya.
"Ehem! Kau juga harus menjaga jarak darinya. Apa kau mengerti?" Adrian tampak memberi ultimatum pada Anindya.
Ia terlihat cemburu. Ia menatap sinis ke arah adiknya itu.
****************
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊
Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:
like 👍
komentar 💬
vote
dan rate ⭐ ya.
Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.
Terima kasih😘💕
__ADS_1