My Dearest Wife

My Dearest Wife
Kejutan


__ADS_3

Suasana kantor pagi ini terlihat sibuk seperti biasanya. Terlihat beberapa orang lalu lalang di dalam area kantor.


Adrian memang agak terlambat pagi ini karena drama kecil yang terjadi diantara dirinya dan Anindya.


Saat ia dan Romi memasuki ruangan, semua karyawan yang berpapasan dengannya, menyapanya dengan hormat. Karena tidak tidur semalaman, ia terpaksa menutupi kantung matanya yang menebal dengan kaca mata hitam.


"Maura! Beritahukan pada pada tuan David bahwa kita tidak jadi meeting siang ini. Katakan saja aku punya urusan sangat mendesak yang harus aku kerjakan." perintahnya pada Maura, sekretarisnya, yang langsung menyambutnya begitu melihat Adrian tiba di sana.


Mereka berbicara sambil berjalan.


"Tapi tuan, ini sudah kali kedua anda membatalkan janji! Tuan David sangat ingin bertemu dengan Anda. " bantahnya.


Adrian menghentikan langkahnya. Ia paling tidak suka dibantah oleh siapapun, termasuk kakeknya sekalipun.


"Lalu?" tanyanya mengintimidasi.


Maura seketika menciut karena takut. Ia tak seharusnya membantah pria itu. Itu sama saja dengan memperpendek harinya di kantor ini.


"Maaf tuan! Saya akan segera memberitahukannya pada tuan David." ucapnya cemas lalu segera kembali ke meja kerjanya.


Adrian dan Romi masuk kedalam ruangan kerja Adrian.


"Tinggalkan tas itu di sini! Kau pergilah mengurus apa yang ku perintahkan padamu. Aku ingin informasinya secepat mungkin. Ingat! Jangan sampai ada seorangpun yang tahu. Kau mengerti?" ucapnya sambil melepaskan kacamatanya.


"Baik, tuan! Oh ya, tuan! Saya sudah mencari seseorang di kantor cabang untuk menggantikan tuan Bimo. Hari ini dia akan datang dan mulai bekerja. Namanya tuan Reyhan Atmadja." jelasnya.


"Hmm!" Adrian tampak fokus melihat album masa kecil Anindya sehingga tidak menghiraukan perkataan Romi.


Romi segera keluar begitu urusannya selesai. Hari ini ia punya banyak pekerjaan.


Sementara Adrian masih terlihat fokus pada album di tangannya. Ia melihat lembaran foto itu satu persatu. Ada banyak momen yang terjadi. Mulai dari hari pertamanya lahir ke dunia, belajar tengkurap, berjalan, ulang tahun pertamanya dan lainnya. Namun ia hanya menemukan sedikit foto istrinya itu bersama pamannya. Ia lalu mengeluarkan foto itu dari album. Sepertinya ia harus memusnahkan semua kenangan istrinya bersama ayah mertuanya itu. Karena jika Anindya melihat hal tersebut, ia mungkin akan sedih.


Ia berencana untuk memberikannya pada Anindya. Dia pasti akan sangat senang. Adrian semula ingin membuang foto Anindya bersama ayahnya. Namun ia tiba-tiba saja mengurungkan niatnya itu. Ia akhirnya memilih untuk menyimpan foto itu di laci meja kerjanya.


Ia lalu mengambil ponselnya karena teringat dengan seseorang yang selalu dirindukannya.


Ia menelpon seseorang di sebrang sana.


"Kau sedang apa?" tanyanya pada orang di sebrang.


"Sedang menyiram tanaman."


"Bersiaplah! Supir akan menjemputmu siang nanti. Jangan lupa bawakan makan siang ku. Aku ingin makan bersama mu di kantor."


"Kenapa tidak makan di rumah saja seperti biasanya?"


"Aku tidak sempat pulang ke rumah karena banyak pekerjaan."


"Biasanya jika kau tidak sempat pulang, kau tidak pernah menyuruh ku untuk membawakan makan siang?"


"Bisakah kau tidak banyak bertanya. Lakukan saja yang aku pinta!" ucapnya mulai kesal.


"Tapi..... " Anindya tampak ragu karena ini kali pertama wanita itu datang ke kantor dengan status sebagai istrinya.


"Anindya!" serunya kesal.

__ADS_1


"Baiklah! Aku akan membawakan makan siang mu."


Adrian lalu memutus sambungan telepon begitu selesai berbicara pada Anindya.


"Dasar bodoh! Aku ingin memberimu kejutan." gumamnya sambil tersenyum.


****************


Anindya tampak ragu ketika ia menginjakkan kakinya di area kantor. Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apakah ada yang masih mengenalinya di sini. Seharusnya tidak ada, kan? Kecuali Maura, sekertaris Adrian. Hanya wanita itu yang tahu mengenai pernikahannya. Karena ia juga di undang. Walau saat itu ada drama di pertengahan acara.


Ia mendatangi resepsionis dan berkata padanya. "Ehm... saya ingin bertemu dengan tuan Adrian. Apakah bisa?" tanyanya pada wanita itu.


"Maaf! Apakah anda sudah membuat janji sebelumnya?"


"Iya. Dia meminta ku untuk datang." jawabnya.


"Tuan Adrian meminta anda datang?" wanita itu merasa tidak yakin sambil memperhatikan Anindya dari atas ke bawah.


Wanita ini memang cantik. Pakaiannya sepertinya juga mahal. Tapi... apa benar tuan Adrian yang memintanya datang? Tapi sebelumnya juga banyak wanita yang mengaku di undang oleh tuan Adrian. Akhirnya malah aku yang terkena imbasnya. Tapi ia membawa kotak makanan. Apa tuan Adrian benar-benar mengundangnya? Ck! Aku jadi ragu. Batinnya bertanya-tanya dengan ragu.


"Maaf nona! Tuan Adrian sedang rapat saat ini dan tidak bisa di ganggu. Jika anda mau, anda bisa menunggu terlebih dahulu." ucap wanita itu padanya.


"Baiklah! Aku akan menunggu di sana saja." sahut Anindya.


Ia lalu duduk di sofa yang ada di sudut ruangan. Saat itu hanya dia yang duduk di sana.


Tak lama kemudian, Adrian menelponnya untuk menanyakan keberadaannya.


"Aku ada di bawah!" jawabnya.


"Ehm... aku hanya merasa sedikit lelah. Jadi aku duduk sebentar di bawah untuk beristirahat." jawabnya asal.


Ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Adrian karena takut jika pria itu akan memecat resepsionis tersebut. Sementara wanita itu hanya menjalankan tugasnya.


"Baiklah! Aku akan menyuruh Maura untuk menjemputmu." Adrian mengakhiri percakapan.


Beberapa saat kemudian, Maura turun ke bawah dan mencarinya.


"Kenapa nyonya tidak langsung naik saja. Kenapa malah duduk di sini? Apa resepsionis itu melarang mu masuk?" tanyanya.


"Tidak. Aku saja yang ingin menunggu di sini. Aku takut menganggu Adrian. Bukankah ia sedang rapat? Dan kenapa kau memanggilku Nyonya, kedengarannya agak aneh. " jelasnya.


"Karena kau sudah menjadi istri atasan ku sekarang. Lain kali langsung naik saja. Tidak perlu memberitahu resepsionis. Ayo!" ajak Maura.


Maura juga tak lupa menghampiri resepsionis tersebut untuk memperingatkannya. "Lain kali jika nyonya ini datang, langsung persilahkan naik saja. Dia adalah istri presdir. Kau mengerti?"


"I-iya nona Maura. Maafkan saya nyonya." wanita itu tampak cemas.


"Tidak apa-apa! Kau hanya menjalankan tugas mu."


Mereka berdua lalu segera pergi dari sana. Maura mengantarkan Anindya hingga ke depan ruangan Adrian.


"Nyonya tunggu saja di dalam. Sebentar lagi rapatnya akan selesai. Saya harus segera kembali ke ruang rapat sekarang." ucap Maura.


"Jangan panggil aku nyonya. Aku merasa aneh."

__ADS_1


"Kau harus terbiasa. Karena kau termasuk atasan ku sekarang. Baiklah! Aku pergi dulu." Maura berpamitan padanya.


Anindya lalu masuk ke dalam ruangan Adrian. Ia memang sudah beberapa kali masuk ke dalam ruangan ini. Namun ia tidak terlalu melihat isi ruangan ini dengan jelas karena pada saat itu ia terlalu takut pada Adrian.


Ia meletakkan kotak makanan yang di bawanya di atas meja. Ia lalu berjalan dan berhenti di jendela kaca.


"Ternyata begini pemandangan kota siang hari jika dilihat dari atas." gumamnya sambil melihat kearah luar.


Ia lalu termenung. Mengingat dirinya beberapa tahun ke belakang.


Dulu aku bukan siapa-siapa. Aku hanyalah orang asing yang kini di jadikan keluarga dan diberi kasih sayang yang melimpah. Dulu aku harus berjuang keras agar aku bisa tetap bernafas. Kini aku bisa mendapatkan apapun yang ku mau dengan mudah. Terkadang hidup memang sulit di tebak. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Dulu rasanya bermimpi pun aku tidak berani. Aku takut tak bisa mengendalikan diriku dan akan terluka ketika terbangun. Tapi jika semua ini memang hanyalah mimpi, aku berharap tidak akan terbangun.


Adrian! Apakah hubungan ini akan bertahan?


Saat ia sedang tenggelam dalam lamunannya, Adrian masuk kedalam ruangan. Ia berjalan mendekati Anindya dan memeluknya dari belakang.


"Apa kau sedang memikirkan ku?" tanyanya setengah berbisik di telinganya. Membuat Anindya terkejut.


****************


*


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊


Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:


like 👍


komentar 💬


vote


dan rate ⭐ ya.


Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.


Terima kasih😘💕


__ADS_1



__ADS_2