My Dearest Wife

My Dearest Wife
Berakhir manis.


__ADS_3

"Adrian!" seru Anindya ketika menghampirinya.


Adrian masih menundukkan kepalanya. Ia tak berani memperlihatkan wajah sedihnya pada Anindya.


Anindya duduk di hadapan Adrian, sehingga mau tak mau Adrian juga menatapnya.


Melihat suaminya tak berdaya seperti itu membuat hatinya hancur. Ini kali pertama ia melihat sisi lemahnya seorang Adrian. Ia pasti merasa sangat kehilangan. Namun bersedih terus menerus juga tidak baik bagi kesehatannya.


Anindya memeluk Adrian.


"Sayang! Aku tahu jika kau sangat bersedih dengan kepergian kakek! Tetapi jangan sampai menyakiti dirimu sendiri karena kesedihan mu. Kehilangan orang yang kita sayangi memang berat. Aku juga pernah merasakannya. Tetapi hidup harus terus berjalan, bukan? Kakek juga tidak akan senang jika melihatmu larut dalam kesedihan. Aku yakin jika kakek sudah bahagia sekarang. Ia mungkin sudah bertemu dengan cinta sejatinya saat ini. Kakek juga pasti ingin melihatmu bahagia."


Adrian hanya diam mendengarkan.


"Kau boleh menangis hari ini! Tetapi berjanjilah jika besok kau akan melanjutkan hidupmu dengan bahagia. " lanjutnya.


"Kenapa kakek pergi tanpa berpamitan padaku! Aku bahkan tidak bisa menemuinya untuk terakhir kalinya. Dia sangat jahat! Dia jahat sekali!" gerutu Adrian dengan lirih.


Anindya membiarkannya mengungkapkan segala isi hatinya. Ia mungkin akan merasa sedikit lebih baik dengan hal itu.


"Kau.... tidak akan meninggalkanku, kan?" tanya Adrian lirih.


Anindya tersenyum. "Kau sudah menarik ku jauh kedalam kehidupan mu, sayang! Jadi aku tidak akan pergi walaupun kau memaksaku untuk pergi!"


Keduanya larut dalam keheningan malam.



Kakek! Aku berjanji akan menjaga Adrian seumur hidupku. Terima kasih karena sudah memberikan cinta kepadaku. Terima kasih, kakek! Aku sangat menyayangi kakek!


...****************...


Beberapa minggu kemudian.


Adrian mulai menjalani harinya seperti semula. Ia perlahan mulai bisa melupakan kesedihannya.


Hari ini ia dan Anindya mengunjungi makan Zein untuk kesekian kalinya.


"Kakek! Bagaimana kabarmu hari ini? Kau pasti senang karena sudah bertemu dengan istri juga anakmu, bukan?" ucap Adrian sambil memandang foto kakeknya yang terpajang di depan batu nisan.


"Jangan cemaskan aku, kakek! Aku juga bahagia di sini bersama istri juga anakku. Terima kasih karena sudah membawa paksa wanita ini untuk dijadikan istriku." lanjutnya.


...****************...

__ADS_1


Setahun kemudian....


"Sayang! Ayo bangun! Ini ulang tahun pertama mu! Apa kau ingin membuat semua orang menunggu pemeran utamanya?" seru Anindya sambil mengangkat tubuh kecil putranya dari dalam ranjangnya.


Bayi kecil itu tidur dengan pulas nya. Sepertinya ia sangat mengantuk. Iya, ini memang waktu tidurnya.


Anindya membawa bayi itu keluar dari kamar untuk menemui para anggota keluarga yang sudah menunggunya di ruang tengah.


"Astaga! Bocah ini masih tidur?" tanya Adrian gemas ketika melihat mereka bergabung di sana dan menemukan Arya yang masih terlelap di dekapan Anindya.


"Dia sangat sulit dibangunkan! Bagaimana sekarang?" tanya Anindya bingung.


"Mau bagaimana lagi! Begini saja! Karena ini sudah waktunya untuk makan siang, bagaimana jika kita makan terlebih dahulu sambil menunggu tuan muda kecil kita bangun?" usul Rossa.


"Iya! Begitu juga boleh! Kebetulan aku sudah merasa lapar!" sahut Anindya.


"Baiklah jika begitu!"


Lalu seseorang tiba-tiba muncul di sana dan mengejutkan semua orang. Terutama Arkan.


"Anne!" serunya tak percaya.


...****************...


Saat itu mereka berada di taman belakang rumah itu.


"Aku ingin memberikan kejutan padamu! Apa kau terkejut?" tanyanya balik tanpa rasa bersalah.


Ia tersenyum lebar pada pria yang dicintainya itu.


"Anne!" seru Arkan kesal.


Anne langsung mengubah ekspresi wajahnya. Ia tiba-tiba terlihat gugup.


"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu. Ini sangat penting, jadi aku pikir aku harus menyampaikannya secara langsung padamu! Tapi...sebelum itu, aku minta maaf karena tidak bisa hadir ketika kakek... meninggal. Aku tidak bisa mendapatkan cuti karena aku baru masuk kuliah. Kau mengerti, kan?" Jelas Anne.


"Aku mengerti! Bukankah sebelumnya kau sudah meminta maaf padaku di telepon?"


"Iya! Tapi aku tetap saja harus mengatakannya secara langsung padamu. Nanti temani aku ke makan kakek ya?"


"Tentu saja! Aku akan menemaniku. " jawab Arkan. "Lalu... untuk apa kau datang ke sini? Bagaimana dengan kuliahmu?" tanya Arkan penasaran.


"Arkan! Kau pernah mengatakan padaku jika kau... bersedia untuk menungguku hingga aku siap menikah denganmu, bukan? "

__ADS_1


"Iya! Lalu?"


"Waktu itu aku mengatakan padamu bahwa aku akan menikah pada usia tiga puluh tahun keatas. Aku.. sudah memikirkannya kembali!" Anne terdiam sesaat.


"Apa yang kau pikirkan kembali?"


"Aku... Aku tidak ingin membuatmu menunggu terlalu lama, Arkan! Jika aku melakukan hal itu padamu, aku akan menjadi seorang yang egois. Aku... aku akan berusaha lulus lebih cepat. Setelah lulus, kita akan menikah! Apa... kau setuju?" tanya Anne gugup.


"Kau yakin! Jangan merubah sesuatu jika kau melakukannya dengan terpaksa. Aku sudah mengatakan padamu jika aku bisa menunggumu kapan saja. Aku sama sekali tidak keberatan."


"Tidak, Arkan! Aku sama sekali tidak merasa terpaksa atau dipaksa. Aku benar-benar ingin melakukannya. Aku sudah memikirkannya matang-matang. Aku yakin dengan keputusanku ini. "


Arkan tampak tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Ia merasa sangat senang mendengar hal itu. Ia memeluk Anne dengan erat. Seakan tak ingin melepaskannya.


"Terima kasih, sayang! Aku sangat senang mendengarnya. Aku mencintaimu!" Arkan tampak mencium puncak kepalanya.


"Aku juga... mencintaimu!" balas Anne.



...~~ Selesai ~~~~...


*


*


*


*


*


*


Alhamdulillah! Akhirnya setelah sekian lama, aku berhasil membuat novel ini tamat.


Dengan segala macam kendala dan kondisi yang menghambat penulisan novel ini.


Aku harap kalian semua suka dengan akhir novel ini. Aku berusaha untuk membuatnya tidak menggantung sehingga kalian tidak kesal dengan endingnya.. 😄😄


Terima kasih untuk segala support yang kalian berikan. Terima kasih banyak.


Oh ya! Mampir juga ya ke novel baruku. "Cinta untuk Ayana" yang lagi on going. Semoga suka dengan ceritanya. Semoga bisa update setiap hari.

__ADS_1


Sampai jumpa lagi.


__ADS_2