My Dearest Wife

My Dearest Wife
Berinisiatif lebih dulu.


__ADS_3

"Aku menyukaimu, Anindya!" ucap Rayhan yang membuat Anindya terdiam.


Ia begitu terkesiap mendengar pernyataan cinta dari Rayhan, orang yang sudah dianggap kakak sendiri olehnya.


Melihat Anindya tampak salah tingkah dan merasa bingung, Rayhan tak tahan lagi. Ia lalu tertawa.


"Aku hanya bercanda. Kau tampak tegang!"


Anindya seketika kesal sekaligus malu. "Astaga! Kau membuatku hampir terkena serangan jantung. Jangan bercanda seperti itu lagi." Gerutunya.


"Maaf! Kau tampak lucu jika kebingungan seperti itu.Aku jadi tidak tahan untuk menggoda mu!" ia tertawa.


"Kak Rayhan!" serunya kesal.


Tak lama Anne datang menghampiri mereka.


"Ada apa ini? Tampaknya kalian senang sekali?" Tanya Anne sambil memperhatikan Rayhan. "Dia siapa?" tanyanya pada Anindya.


Ia pun memperkenalkan Rayhan pada Anne. Begitu juga sebaliknya.


"Baiklah! Karena teman mu sudah datang, aku juga akan pergi. Aku nasih ada urusan di kantor." pamitnya.


"Baiklah! Lain kali kita bisa mengobrol kembali." ucap Anindya.


Rayhan tersenyum lalu berpamitan pada kedua wanita tersebut.


Seandainya saja kau tahu bahwa wanita itu benar-benar dirimu. Mungkin aku yang bodoh karena waktu itu tidak berusaha untuk mendapatkan mu.


****************


"Jadi, buku apa yang ingin kau beli?" tanya Anne ketika ia dan Anindya berada di toko buku.


"Ehm... entahlah! Aku akan lihat-lihat dulu di sebelah sana." tunjuk nya pada salah satu sudut.


"Baiklah! Aku akan mencari buku ku di sebelah sana." ucap Anne.


Mereka berdua berpencar.


Anindya masuk ke sembarang rak. Ia tampak memperhatikan beberapa judul buku tersebut.


"Diskusi Seksologi Modern, Reproduksi Seksologi dan embriologi, Kiat memuaskan pasangan, Astaga! Ini buku tentang apa? Kedengarannya agar .... " Anindya tampak tidak nyaman.


Tetapi ia jadi penasaran dengan satu judul buku yang baru saja dilihatnya. Ia lalu mengambilnya dengan sembunyi-sembunyi, agar Anne tidak mengetahuinya.


Ia juga mengambil beberapa buku resep makanan sehat dan novel romansa. Setelah itu membayar buku tersebut di kasir. Ia juga membayar buku yang di beli oleh Anne.


Walaupun ia harus sedikit memaksa wanita itu agar menurut. Setelah itu mereka keliling mall sebentar.


****************


Malam harinya ketika Anindya baru selesai memakai piyama nya, ia teringat pada buku yang di belinya siang tadi.


Ia lalu mengeluarkannya dari dalam bungkusan plastik yang sama sekali belum ia sentuh sejak tadi.


Ia lalu mengeluarkan buku itu satu persatu. Ia berencana untuk membaca novel romansa yang di belinya sambil menunggu Adrian kembali ke rumah.


Tetapi matanya justru tertuju pada buku tipis yang judulnya sangat mencolok mata. "Kiat memuaskan pasangan". Ia sungguh malu sekali. Bagaimana otak kotornya bisa berpikir untuk membeli buku tersebut.


Jika Adrian melihatnya, ia pasti akan menggodanya terus menerus hingga membuat wajah Anindya semerah tomat.


Tetapi ia benar-benar penasaran dengan buku itu. Ia lalu membawa novel dan buku itu bersamaan. Ia duduk di atas sofa. Membuka novel lalu menyelipkan buku tipis tersebut di antara novel yang terbuka.


Ia mulai membaca buku tersebut. Ternyata tidak sevulgar yang dibayangkannya. Buku itu hanya berisi tips-tips saja.


Tetapi ia terlihat sangat serius membacanya.


Suasana kamar mendadak menjadi hening. Anindya tampak sangat fokus membaca buku tersebut. Ia meresapi kata-kata di dalam buku itu satu persatu.

__ADS_1


Ia terlalu tenggelam hingga tak sadar seseorang sudah menyelinap masuk ke dalam kamarnya dan memperhatikan apa yang di bacanya dari belakang.


"Kau sudah siap mempraktekkannya?" tanya seseorang yang tak lain adalah Adrian.


"Belum!" Jawab Anindya tanpa sadar


Ia masih terlihat fokus membaca hingga tak sadar jika Adrian ada di belakangnya.


"Baiklah! Jika sudah siap, panggil aku!" ucap Adrian lalu berjalan melewatinya.


"Panggil apanya?Astaga! A-Adrian! Kau sudah pulang?" seketika sadar lalu menutup bukunya dengan cepat.


"Iya." Adrian melepaskan jas yang membalut tubuh kekarnya.


"Kapan kau masuk? Kenapa aku tidak mendengar bunyi pintu bahkan langkah kakimu. Kau seperti hantu." ia tampak menggerutu.


"Mungkin karena kau terlalu fokus membaca." ia sengaja menekankan kata "fokus" untuk menggoda istrinya itu.


"A-aku hanya sedang membaca novel. Ceritanya sangat menarik. Aku jadi tidak sadar jika kau sudah pulang.


Ia lalu menutup buku dan beranjak dari tempatnya. Ia menghampiri Adrian yang terlihat sedang membuka kemejanya. Anindya membantunya.


"Apa yang kau lakukan seharian tadi?" tanya Adrian.


"Hanya membeli buku dan berkeliling sebentar."


"Hanya itu?" tanyanya penasaran.


"Iya. Hanya itu. " Anindya selesai membuka kemejanya. "Kau sudah makan?" tanyanya.


"Iya! Aku sudah makan."


"Mau ku buatkan kopi?"


"Iya. Nanti setelah selesai, letakkan saja di ruang kerja ku?" ucapnya sambil masuk kedalam kamar mandi.


"Hanya sebentar." Adrian menjawab dari dalam kamar mandi.


"Baiklah!" Anindya lalu keluar kamar.


****************


Anindya terlihat membawa kopi lalu masuk ke dalam ruang kerja Adrian. Ia meletakkan kopi tersebut di atas meja. Ada banyak file-file yang berserakan di atas meja.


"Apa Adrian sudah pulang sedari tadi?"


Ia hendak berniat untuk membereskan file-file itu, tetapi tidak jadi mengingat Adrian akan kembali ke ruangan ini begitu ia selesai mandi.


Adrian lalu masuk ke ruangan itu setelah selesai mandi. Rambutnya masih terlihat berantakan dan lembab.


Adrian lalu duduk di kursinya dan membuka laptop lalu menyalakannya.


Anindya duduk di hadapannya sambil memperhatikan suaminya tersebut.


"Kau sudah bekerja seharian, di rumah kau juga masih bekerja. Apa kau tidak lelah?" tanyanya.


"Tidak. Aku tidak suka menunda pekerjaan."


"Dasar gila kerja."


Adrian hanya tersenyum. Anindya lalu memperhatikan suaminya yang terlihat serius bekerja. Muncul sesuatu di pikirannya.


Ia lalu beranjak dari kursinya. Ia berdiri tepat di belakang Adrian. Memijat bahu suaminya tersebut.


Adrian lalu tersenyum melihat hal itu. "Terima kasih, sayang!" ucapnya tulus.


Anindya juga tersenyum. *Buku itu bilang, tidak masalah bagi wanita untuk mengambil inisiatif lebih dulu. Biarkan ia menguasai permainan. Biarkan si pria berada di bawah kendalinya.

__ADS_1


Apa aku perlu bertindak lebih dulu. Selama ini Adrian yang selalu mengendalikan segalanya. Aku yang sebagai pemula hanya bisa mengikuti arahannya. Tetapi bagaimana memulainya? Aku sama sekali tidak mengerti. Apa melakukan seperti yang dilakukannya selama ini*?


Lama ia berpikir sambil memijat bahu Adrian. Dia pasti sudah gila.


Ia menundukkan tubuhnya untuk memeluk pria itu dari belakang.


"Kenapa? Kau rindu padaku?" tanya Adrian tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya.


Anindya hanya diam. Ia tidak menjawab pertanyaannya. Ia lalu melepaskan pelukannya dan berdiri. Adrian tampak bingung menatapnya. Anindya mengambil alih kertas yang dipegangnya dan meletakkannya di atas meja.


Adrian begitu terkesiap melihatnya. Ia hanya diam memandangnya.


Wanita itu lalu naik keatas pangkuannya, mengalungkan kedua tangannya di leher Adrian. Lama mereka saling menatap. Adrian mulai terlihat heran.


Anindya mencium bibirnya dengan lembut. Walaupun ia terlihat kepayahan melakukannya.


Namun, ia mencoba meniru bagaimana Adrian melakukannya selama ini. Dan ia cukup ahli untuk menirukan sesuatu dengan cepat.


"Oh! Kau ingin berinisiatif terlebih dahulu?" tanyanya.


Anindya tak menjawab, ia kembali menciumnya. Ia tampak memejamkan matanya agar tetap fokus. Tapi melihat hal itu Adrian mendorong sedikit tubuh Anindya.


Anindya membuka mata dan tampak bingung. Apa ia terlihat buruk?


"Jangan tutup matamu ketika mencium ku. Tatap aku!" Adrian menyusupkan tangannya di balik atasan piyama yang dikenakan Anindya.



Adrian menciumnya kembali. Dan apa yang di harapkan Anindya sepenuhnya gagal. Adrian kembali menguasai permainan.


****************


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊


Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:


like 👍


komentar 💬


vote


dan rate ⭐ ya.


Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.


Terima kasih😘💕


__ADS_1


__ADS_2