My Dearest Wife

My Dearest Wife
Gaun pernikahan


__ADS_3


Setelah Anindya memutuskan menerima pernikahan ini, Zein terlihat begitu senang sekali. Ia terlihat sangat antusias mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan kedua cucunya itu. Ia mempercayakan semuanya pada vendor yang profesional. Ia tak ingin ada kesalahan sedikitpun pada acara nanti.


Pernikahan itu sendiri akan diadakan dua minggu lagi. Zein yang memutuskannya, karena ia tak ingin menundanya terlalu lama. Ia tak ingin kedua orang itu tiba-tiba mengubah keputusannya hingga akhirnya pernikahan ini harus gagal.


Hari ini Zein mengajak Anindya untuk membeli gaun pengantin. Wanita itu tampak biasa saja. Ia tak terlihat senang sedikitpun dengan pernikahannya. Yah, bagaimana mungkin ia bisa bahagia jika harus menikah dengan Or yang tidak disukainya. Apalagi pernikahan itu akan berakhir dalam waktu satu tahun. Perayaan mewah seperti ini seharusnya tidak perlu dilakukan. Karena itu hanya akan menyisakan kenangan pahit ketika mereka berpisah nanti.


Anindya terlihat memaksakan senyumannya saat berada di sekitar Zein karena ia tak ingin jika pria baya itu berpikir bahwa ia tak bahagia dengan pernikahan ini. Syukurlah karena seperti ia tak menyadari hal itu.


Namun, tidak halnya dengan Sofia. Ia sepertinya tahu apa yang sebenarnya Anindya rasakan. Mungkin karena mereka sama-sama wanita, sehingga perasaannya jauh lebih peka terhadapnya. Ia tahu bahwa Anindya tertekan dengan adanya pernikahan ini.


Ia pun hanya bisa menguatkannya dengan menggengam tangannya. Baginya Anindya sudah seperti anaknya sendiri. Begitupun sebaliknya, Anindya sudah menganggap Sofia seperti ibunya karena kasih sayang wanita itu padanya.


Zein meminta Anindya mencoba beberapa gaun pengantin di butik langganan keluarga mereka. Adrian tidak akan datang hari ini karena pria itu masih menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya. Mungkin dia memang sengaja ingin menghindari bertatap muka dengan Anindya sebelum hari H pernikahannya nanti.


Anindya justru senang karena tidak harus selalu bertemu dengannya. Wanita itu juga sudah resign dari perusahaan sesuai dengan keinginan Adrian. Ia tak perlu datang ke perusahaan lagi karena pria itu tak ingin melihatnya berkeliaran di perusahaannya. Sepertinya ia ingin meminimalisir pertemuannya dengan Anindya. Entah bagaimana ketika mereka berdua di rumah nanti. Mungkin saja pria itu akan jarang pulang.


Anindya mencoba beberapa gaun pengantin di fitting room ditemani oleh seorang pegawai butik tersebut untuk membantunya menggunakan gaun. Setelah selesai berpakaian, ia menunjukkannya pada Zein dan Sofia yang sedang duduk di atas sofa.


"Bagaimana dengan gaun ini tuan?" tanya pegawai butik itu pada Zein.


Gaun pertama sangat sederhana. Dengan potongan lurus dan bagian bahu yang sedikit terbuka.


Zein tidak terlalu menyukainya karena gaun itu terlihat sederhana. Ia meminta Anindya untuk mencoba gaun lainnya. Anindya menurutinya dan masuk kembali ke fitting room.


*****************

__ADS_1


Sementara itu, suasana di kantor tampak sibuk seperti biasanya. Romi tampak sedang berada di ruangan rapat bersama Adrian dan beberapa karyawan lainnya untuk mengurus proyek pembangunan resort terbaru mereka.


Adrian sepertinya sengaja ingin memajukan proyek itu saat mendekati hari pernikahannya untuk menghindari urusan tak penting menyangkut pernikahannya itu. Apalagi jika mengharuskan dirinya bertemu dengan calon pengantinnya yang sebenarnya tak diinginkannya.


Proyek itu seharusnya mulai direncanakan pada tahun depan. Seluruh pihak yang terkait dengan pembangunan resort itu tampak kaget ketika Romi memberikan memo kepada mereka bahwa proyek itu akan di majukan secepat ini. Padahal mereka juga sedang mengerjakan proyek lainnya.


Tetapi mereka tentu saja tidak bisa membantah perkataan pimpinan mereka.


Rapat itu berlangsung sangat lama. Adrian tidak menyukai beberapa rancangan yang dibuat oleh karyawannya.


"Apa saja yang kalian kerjakan selama ini. Tak ada satupun rancangan yang bagus. Semua terlihat monoton dan tidak mempunyai sesuatu yang menonjol. Apa waktu satu minggu tidak cukup untuk membuat satu desain yang bagus. Atau apa perlu saya turun tangan sendiri?"


Para karyawan itu tampak menggelengkan kepalanya. Dengan wajah pucat seputih kertas mereka memohon agar pimpinan mereka itu memberikan waktu lagi pada mereka.


"Baik! Saya beri kalian waktu dua puluh empat jam dihitung dari sekarang. Besok, desain itu harus sudah selesai dan ada di meja saya. Jika kalian merasa tidak sanggup, ajukan surat permohonan diri kalian pada HRD. Kalian paham?" perintahnya penuh peringatan.


"Baik tuan!" ucap mereka serentak sambil bergegas pergi dari ruang rapat.


"Romi!" serunya pada asistennya itu yang sedang duduk di sebelahnya sedari tadi.


Pria itu tampaknya sudah mengenal baik tabiat atasannya ketika marah. Ia tampak tenang tidak seperti para karyawan lain yang langsung panik begitu Adrian memarahi mereka. Wajar saja baginya untuk selalu bersikap tenang. Karena selama sepuluh tahun ia mengabdi pada Adrian, ia sudah terbiasa dengan kemarahan ataupun keluh kesah atasannya itu. Apalagi dalam satu hari setidaknya ia lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya daripada bersama kakeknya.


"Iya tuan!" sahutnya sambil berdiri dari kursinya.


"Siapkan helikopter. Aku ingin meninjau lokasi pembangunan sekarang." perintahnya.


"Sekarang, tuan? Tapi tuan besar sudah mengingatkan anda jika hari ini.... "

__ADS_1


"Apa kakek yang menggajimu?" tanya Adrian memotong pembicaraannya.


"Tidak tuan. Baiklah saya akan menyiapkannya, tuan! Ehm.. maaf tuan, kira-kira berapa hari anda akan berada disana?" tanyanya ragu.


"Tidak perlu banyak bertanya. Lakukan saja apa yang ku suruh." Adrian tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaannya.


Romi segera keluar untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh atasannya itu. Setelah ini ia harus menghadapi pertanyaan tuan besarnya juga karena membiarkan Adrian pergi.


Menjadi asisten pribadi sungguh adalah pekerjaan yang berat. Posisinya menjadi serba salah saat berada diantara para tuannya itu.


*************


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Terima kasih buat dukungannya ya. Kalo sempat akan di update 2 bab sekaligus. Tungguin terus ya.



__ADS_2