
Nb: Maaf ya teman-teman jika updete nya lama. Karena nulisnya kalo ada waktu senggang aja. Hehe..
Harap maklum karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Jadi nulis ini cuma bisa di jadikan hobi saja. Cuma bisa dilakukan jika ada waktu saja. Tetapi tetap berusaha untuk selalu update.
Jangan kecewa ya!! Tetap semangat!! Maaf juga jarang update di grup. Hehe 😘😘
***
***
***
***
Beberapa jam kemudian....
Di lobi sebuah hotel mewah di kota L. Hotel tersebut kebetulan milik Adrian.
Setibanya Adrian di sana, ia langsung di sambut oleh manager hotel.
"Saya sudah menyiapkan kamar untuk anda, tuan!" ucapnya.
"Baik.Terima kasih! Aku hanya tiga hari di sini. Jadi tak perlu penyambutan berlebihan untuk ku. Pamanku sudah tiba?" tanyanya sambil berjalan.
"Sudah, tuan! Paman anda sudah menunggu di ruang rapat." jelasnya.
"Baiklah! Biarkan dia menunggu di sana.Aku harus mengabari istri ku terlebih dahulu. Atau dia akan merajuk lagi nanti. Semenjak hamil dia jadi lebih mudah marah!" Adrian tampak tertawa masam.
Manager hotel itu tampak menahan senyumnya melihat ekspresi wajah Adrian yang mulai berubah.
"Wanita hamil memang seperti itu, tuan! Sangat sensitive. Sebaiknya anda jangan merusak suasana hatinya. Itu tidak akan baik untuk anda." manager itu tampak sengaja menakutinya.
Jarang sekali ia bisa berbuat seperti itu pada atasannya itu. Romi juga tampak menahan senyum melihat manager hotel itu menakuti Adrian.
" Iya! kau benar! Dia memang jadi jauh lebih sensitive sekarang!" ucap Adrian mengiyakan.
Adrian terlihat sangat polos jika menyangkut istrinya itu.
****************
"Maaf membuat mu menunggu lama, paman! Aku harus menghubungi istri ku terlebih dahulu." ia terlihat tidak bersalah sedikitpun.
__ADS_1
Sialan! Aku sudah dua jam menunggu di sini! batin Rian kesal.
"Tidak apa-apa. Aku juga tidak menunggu lama. Kita ini keluarga, bukan. Jadi tak perlu terlalu formal. " Rian terlihat berusaha untuk memaksakan senyumannya.
"Iya! Paman benar! Kita memang keluarga. Tapi... apa perlu membawa pengawal hanya untuk bertemu dengan keluarga, paman?" ucap Adrian sambil memperhatikan dua pria berperawakan tinggi besar dengan muka datar di sisi kiri dan kanannya.
Sementara dirinya hanya masuk bersama Romi.
"Mereka hanya menemaniku saja." jelasnya.
"Tunggulah di luar!" perintahnya pada mereka berdua.
Kedua pria itu lalu keluar dari ruangan tersebut meninggalkan mereka bertiga.
"Baiklah, paman! Langsung saja ke intinya. Kenapa meminta bertemu di sini?" tanya Adrian tanpa basa-basi.
Rian juga berubah serius.
"Aku yakin kau pasti sudah mengetahui segalanya dari bibi mu, bukan. Jadi aku tidak akan mengulur waktu lagi. Langsung ke intinya saja." jelas Rian.
"Silahkan, paman! "
Namun sebelumnya Rian menatap Romi, memberi isyarat pada Adrian untuk menyuruhnya keluar.
"Baiklah! Secara teknis aku adalah ayah mertua mu. Jadi aku rasa kau perlu memberikan mas kawin pada ku, bukan. Aku rasa Anindya belum mendapatkan hal itu darimu. Karena aku tahu jika kalian dipaksa untuk menikah. Jadi aku menuntutnya sekarang." Rian tampak tak tahu malu mengatakan hal itu.
Entah apa yang merasukinya hingga berpikiran seperti itu.
Adrian dan Romi tampak tak percaya dengan permintaan konyol nya itu.
"Astaga! Apa kau begitu tak tahu malu, paman! Bagaimana bisa kau meminta mas kawin untuk putri yang bahkan sudah kau sia-siakan sejak kecil. Apa kau sudah mati rasa karena harta?" Adrian tampak tidak percaya.
"Terserah kau mau menanggapinya seperti apa. Jika kau tidak memenuhi permintaan ku, maka jangan salahkan aku jika aku memberitahukan masalah ini pada kakek mu. Aku rasa dia belum tahu tentang masalah ini, bukan?" ucapnya sambil mengancam.
Adrian tampak tersenyum masam mendengar ancamannya.
"Kau sedang mengancam ku, paman? Eh maksudku ayah mertua!"
"Kau bisa menganggapnya seperti itu."
"Baiklah! Apa yang paman inginkan? Uang? tanah? properti? Sebutkan saja! Aku akan menyanggupinya. Anggap saja itu sebagai bayaran untuk merawat Anindya." ucap Adrian.
"Aku tidak ingin harta.Aku ingin.... putri ku! Apa kau bisa memberikannya?" tanyanya.
__ADS_1
Adrian terdiam sejenak. Lalu terkekeh.
"Kau ingin Anindya? Untuk apa? Kau sudah membuangnya ketika ia berusia lima tahun. Bahkan kau memiliki putri lain beberapa tahun setelahnya. Apa aku tidak salah dengar? Kau ingin apa? Mendapatkan pewaris ku?" Adrian benar-benar kehilangan kata ketika mendengar permintaannya.
"Aku hanya ingin putri ku kembali. Itu saja. Aku tak menginginkan yang lainnya."
"Begini paman, aku terus terang saja. Jangan menyulitkan istriku lagi. Kau sudah cukup menyakitinya selama ini. Jadi jangan mengganggunya lagi. Biarkan dia hidup tenang menikmati masa kehamilannya. Aku sudah berbaik hati menahan segala amarahku padamu demi Anindya. Jadi jangan membuatku menyesalinya."
"Aku serius, Adrian. Aku ingin memulai hidup baru dengan Anindya. Menebus segala kesalahan yang pernah ku lakukan padanya. Aku ingin mengembalikan figur ayah di kehidupannya."
Adrian terlihat mulai kesal. Ia memukul meja dengan keras.
"Jangan menguji kesabaran ku, paman. Aku sudah mentolerir perbuatan mu yang ingin melenyapkan Anindya tempo hari. Aku tidak bisa melakukannya lagi jika kau mengulanginya sekali lagi. Apa kau dengar, paman?" Adrian terlihat serius.
"Tapi paman serius, Adrian! Berikan paman kesempatan sekali saja untuk membuktikannya. Tolong Adrian!" pintanya terlihat tulus.
"Aku pikir pembicaraan kita sudah cukup. Aku sudah lelah. Aku hanya ingin memperingatkan paman sekali lagi dan untuk terakhir kalinya. Jauhi istriku! Jika paman mengusiknya, maka aku tidak akan tinggal diam kali ini." ancamnya.
Rian tampak yakin dengan perkataannya. Tetapi, ia tak mendebatnya lebih lama lagi. Ia akan cari waktu lagi untuk berbicara dengan pria itu.
Adrian dan Romi meninggalkan ruangan tersebut.
"Tuan! Sebenarnya apa yang di rencanakan tuan Rian?" tanya Romi ketika meninggalkan ruangan tersebut....
"Entahlah! Aku hanya pikir, ia pasti hanya berpura-pura saja. Tapi, aku juga tidak bisa meremehkan pria itu begitu saja. Tetap awasi Anindya sekalipun ia berada di rumah."
"Baik, tuan!" sanggup Romi.
****************
Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊
Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:
like 👍
komentar 💬
vote
dan rate ⭐ ya.
Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.
__ADS_1
Terima kasih😘💕