
Waktu terlalu cepat berlalu. Tanpa terasa hari sudah gelap menandakan bahwa malam telah datang. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Sebagian penghuni rumah ini tampaknya sudah berpetualang di alam mimpi mereka masing-masing. Kecuali Arkan yang masih bertugas di rumah sakit dan belum kembali kerumah. Juga beberapa penjaga rumah yang kebagian bertugas malam.
Adrian baru saja kembali dari kantor. Saat ini ia tengah membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah makan siang tadi, ia langsung kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.
Anindya sering mengira bahwa menjadi pemilik perusahaan pasti memiliki banyak waktu senggang untuk bersantai karena ia sudah menggaji banyak karyawan untuk meringankan pekerjaannya. Seperti yang kebanyakan ia lihat di televisi. Namun pada kenyataannya yang terjadi justru kebalikannya. Adrian justru hanya beberapa jam saja di rumah untuk beristirahat.
Sebenarnya beberapa bulan ini waktunya bisa terbilang cukup banyak. Apalah sejak ia punya aktivitas baru sepulang kerja. Mengganggu jam tidur Anindya.
Padahal dulu ia bisa dibilang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bekerja. Bahkan ia jarang sekali berada di rumah. Terkadang ia pulang dini hari lalu tidur. Belum lagi jika ia pergi keluar kota hingga waktu yang terbilang cukup lama. Sekalipun hari libur, ia juga tak pernah beristirahat. Ia selalu menghabiskan waktu di ruang kerjanya.
Benar-benar seseorang yang gila kerja. Beruntung ia kini bisa lebih meluangkan banyak waktunya untuk berada di rumah. Bahkan kini ia selalu menggunakan waktu liburnya untuk berada dirumah dan menemani kakeknya. Tentunya yang lebih utama adalah menggoda Anindya.
Seperti malam ini. Ia tak akan membuat Anindya untuk tidur lebih cepat.
Anindya memang selalu menunggu suaminya itu pulang ke rumah. Sekalipun ia ketiduran, ia pasti akan langsung bangun begitu mendengar seseorang membuka pintu kamarnya. Ia punya tingkat kewaspadaan yang tinggi.
Seperti tadi ketika Adrian kembali ke rumah. Padahal ia sudah tertidur pulas di atas sofa, namun kesadarannya selalu terjaga begitu mendengar seseorang membuka pintu kamarnya. Kebisaan itu ia peroleh sejak dulu ketika tinggal berdua bersama neneknya.
Kesehatan neneknya yang kian memburuk membuatnya selalu siap siaga jika saja wanita baya itu tiba-tiba terbangun dini hari karena ingin ke kamar mandi.
Anindya baru saja kembali ke kamar setelah membuatkan secangkir kopi untuk Adrian seperti biasanya. Namun ia menjadi gugup ketika mendapati suamin, yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk di pinggangnya. Ia terlihat canggung walau ia sudah menyaksikan pemandangan itu setiap malam selama beberapa bulan terakhir ini sejak kedekatan mereka yang sangat intim.
Anindya hanya bisa memalingkan wajahnya dari pemandangan yang sebenarnya sangat ia sukai itu. Namun rasa malunya jauh lebih besar daripada keberaniannya.
Dan sepertinya Adrian menyadari hal itu. Hingga ia tak tahan untuk menggodanya.
Anindya naik ke atas ranjang begitu melihat Adrian masuk kedalam ruang pakaian. Ia menutup tubuhnya dengan selimut hingga menutupi lehernya. Ia terlihat gugup karena tahu bahwa setelah pria itu memakai pakaiannya, maka ia tak akan mengulur waktu untuk menghabiskan malam bersamanya.
Tak berapa lama kemudian, Adrian terlihat keluar dari ruang ganti. Ia hanya menggunakan kaus lengan pendek dan celana panjang saja. Rambutnya yang lembab ia biarkan begitu saja.
Ketampanannya semakin bertambah ketika berpenampilan santai seperti itu. Anindya memperhatikannya dari balik selimut. Pria itu duduk di atas sofa lalu meminum kopi yang sudah di buatkan olehnya.
Ketika Adrian mencuri pandang ke arahnya, Anindya dengan cepat menutupi wajahnya dengan selimut. Adrian tersenyum tipis melihatnya. Wanita itu terlihat semakin menggemaskan ketika bertingkah malu-malu seperti itu. Untuk sesaat ia hanya diam menatapnya. Hingga ia menghabiskan kopinya dan hanya menyisakan ampas kopinya saja.
__ADS_1
Kini waktunya ia melakukan hal baru yang membuatkan ketagihan hingga ia tak ingin melewatkannya sedikit saja.
Ia beranjak dari atas sofa. Lalu berjalan mendekati ranjang dan berdiri persis di sisi yang di tiduri Anindya. Ia lalu melepaskan kaos yang membalut tubuhnya hingga menampakkan jelas otot perutnya yang terbentuk dengan sempurna.
Ia lalu menarik dengan kasar selimut yang membalut tubuh wanita itu. Hingga membuat Anindya terkejut. Adrian tampak menyeringai sambil memperhatikan tubuh Anindya dari atas hingga ujung kakinya. Malam itu ia hanya memakai gaun tidur selutut berwarna putih.
Adrian naik ke atas ranjang dan menindih tubuh mungil wanita itu. Mendekatkan wajahnya hingga Anindya bisa merasakan hembusan nafasnya yang terasa panas di kulit wajahnya.
"Kenapa kau menutupi wajahmu dengan selimut? Mau menghindari siapa?" tanyanya sambil menatap matanya yang tampak sendu.
"Apa maksudmu? A... aku tidak sedang menghindari. A.. aku hanya ingin.. " ia berusaha menyanggahnya namun ia tak bisa menyelesaikannya karena Adrian yang tiba-tiba mengusap bibirnya yang merah dengan jemarinya.
Hal itu membuat Anindya terdiam dan hanya membisu menatapnya. Ia menyentuh tangan itu. Mereka saling bertatapan hingga beberapa saat. Adrian lalu mengecup keningnya dengan lembut.
"Terima kasih karena telah bersabar menghadapiku. Maafkan sikapku selama ini padamu." ucapnya.
Anindya tak bisa berkata apapun karena Adrian membekap mulutnya dengan bibirnya.
Kini keduanya larut dalam pergumulan mereka yang panas. Hingga yang terdengar hanyalah rintihan dan desahan yang lolos dari mulut Anindya. Malam belumlah berakhir.
*
Anindya terlihat lebih dulu tertidur karena rasa lelahnya. Ia tampak sangat nyaman berada di pelukan Adrian. Namun berbeda dengan Adrian, ia masih terjaga dari tidurnya. Ia hanya diam sembari memperhatikan wajah Anindya yang tampak tenang ketika tidur.
Ada sedikit penyesalan di dalam hatinya. Ia sudah mempermalukan Anindya di hari pernikahan mereka dengan meninggalkannya. Lalu mengabaikannya untuk waktu yang tidak sebentar. Apa wanita ini tak menyimpan sedikitpun kebencian untuknya?
Mungkin ada. Namun Adrian akan menebusnya dengan kesetiaan dan cintanya. Sudah cukup kan?
****************
*
__ADS_1
*
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊
Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:
like 👍
komentar 💬
vote
dan rate ⭐ ya.
Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.
Terima kasih😘💕
__ADS_1