My Dearest Wife

My Dearest Wife
Sudah berakhir


__ADS_3


"Aku hanya ingin memelukmu saat ini." jelasnya.


Anindya hanya bisa pasrah ketika suaminya memeluknya. Adrian terlihat putus asa. Sebenarnya apa yang terjadi hari ini. Anindya begitu penasaran. Namun ia tak bisa bertanya.


Ia membiarkan pria itu terbenam sejenak dalam pelukan hangat dirinya. Mungkin saja ia memang benar-benar membutuhkannya saat ini.


Adrian terlihat putus asa. Detak jantungnya terpacu dengan cepat. Seperti seseorang yang berjalan tergesa-gesa ingin mengejar sesuatu. Apa yang membuatnya terlihat putus asa saat ini. Pria itu seperti sedang di hadapakan dengan dua pilihan yang sulit. Namun lagi-lagi Anindya hanya bisa menunggu hingga pria itu mengatakan sendiri apa yang terjadi.


Sementara Anindya sibuk dengan rentetan pertanyaan di dalam otaknya yang belum bisa ia tanyakan saat ini, Adrian teringat kembali perkataannya kepada Natasha ketika di rumah sakit tadi.


Flashback on


"Adrian! Kau masih mencintaiku, kan? Jika tidak, kau pasti tidak akan datang dan perduli padaku. Tapi kau datang. Kau masih perduli padaku. Jadi ku mohon, kembalilah padaku. Kita mulai lagi hubungan kita dari awal. Aku minta maaf karena dulu pernah menolak mu. Aku sungguh menyesal. Seharusnya saat itu aku tidak menolakmu. Aku mohon! Kembalilah padaku! Tinggalkan wanita itu! Aku mohon!" pinta wanita itu setengah memaksa.


Ia masih memeluk Adrian dengan erat. Isak tangis terdengar jelas di telinga Adrian.


Seandainya saja wanita itu datang beberapa tahun lalu, mungkin ia akan langsung memaafkannya dan tak akan berpikir dua kali untuk langsung menerimanya kembali. Tapi kini, wanita itu sudah tak mendapatkan tempat lagi di hati Adrian maupun di kehidupannya.


Ia sempat goyah... namun bayangan wajah istrinya tiba-tiba terlintas di hadapannya. Memenuhi pikirannya hingga membuat ia sadar jika satu-satunya pengisi hatinya hanyalah dia. Wanita yang secara terpaksa di nikahnya. Wanita asing yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kehidupannya yang hampa.


Ia sudah berjanji akan setia padanya dan tak akan meninggalkannya apapun yang terjadi. Seketika ia mendorong paksa tubuh lemah Natasha, hingga hampir terjatuh ke lantai. Beruntung Jackson yang berada tepat di belakangnya segera menangkapnya.


Pria itu tampak marah pada Adrian karena hal itu. Namun, ia hanya bisa memendamnya karena tak ingin memancing kemarahan Natasha, wanita yang sangat di cintai nya.


"Tidak Natasha! Aku pernah memberikan mu kesempatan, tapi kau menyia-nyiakannya begitu saja. Kau malah lebih memilih untuk mengejar karirmu dan menolak lamaranku. Dan sekarang kau meminta kesempatan kedua padaku untuk kembali lagi bersamaku. Tidak Natasha! Selama beberapa tahun berhubungan denganku, kau pasti tahu jika aku tidak pernah memberi kesempatan kedua pada siapapun yang sudah mengecewakan ku. Dan itu juga berlaku padamu. Jadi lupakan aku! Aku tak akan pernah kembali padamu. Karena di hatiku saat ini sudah terisi dengan wanita lain. Bahkan kau pun tak akan bisa menggantikannya." jelas Adrian.


"Apa wanita itu adalah dia?" tanyanya sinis.


"Iya." jawabnya singkat.


Natasha tersenyum sinis. "Apa bagusnya dia? Kenapa harus dia? Dia bahkan tidak terlihat istimewa. Dia bahkan tidak bisa di bandingkan denganku. Apa yang membuatmu jatuh hati padanya? Apa karena kakek mu yang memintanya? Atau mungkin kakekmu yang melarangmu untuk menjauhiku? Apa seperti itu Adrian? Jika iya, maka aku akan memohon di kaki kakekmu untuk merestui hubungan kita kembali. Aku rela melakukan apapun agar kita bisa terus bersama. Aku mohon Adrian! Kembalilah padaku! Aku sangat mencintaimu. Aku bahkan tidak bisa hidup tanpamu." pintanya sambil menggenggam erat tangan kanan Adrian.


Adrian dengan cepat menepis tangan Natasha dari tangannya. "Tidak Natasha! Berhentilah menyiksa dirimu sendiri. Hubungan kita memang sudah tidak ada harapan lagi. Dan itu semua tidak ada hubungannya dengan kakekku." ia tampak menghela nafas sejenak.


"Sepertinya sudah cukup penjelasan ku padamu. Jadi aku harap berhentilah berusaha, Natasha. Hargai dirimu sendiri. Aku pamit." sambungnya lalu segera berlalu dari hadapan wanita itu.


Ia bahkan tak memperdulikan Natasha yang terus menerus meneriakkan namanya. Berharap ia akan menoleh dan merubah pendiriannya. Namun hal itu tak terjadi. Adrian tampaknya tidak akan merubah apapun yang sudah diputuskannya.

__ADS_1


Sejak hari itu tak ada lagi Natasha. Mungkin ia sempat berharap jika suatu hari wanita itu akan minta maaf dan kembali padanya. Tapi, ia juga punya batas kesabarannya sendiri. Ia merasa lelah untuk menunggunya.


Ia juga tak menyangka bahwa ketika ia mulai terbiasa dengan kesendiriannya, Anindya muncul dan berhasil membuka pintu hatinya yang sudah ia tutup.


Flashback off


Mengingat apa yang terjadi di rumah sakit tadi, Adrian semakin mempererat pelukannya. Hingga membuat Anindya tak bisa bergerak dan kesulitan bernafas. Ia memerangkap wanita itu seakan tak ingin kehilangannya.


"A... Adrian! A.. aku tak bisa bernafas." ucapnya dengan susah payah.


Adrian tersadar lalu merenggangkan pelukannya. Namun ia enggan untuk melepaskan wanita yang kini menjadi istrinya itu.


"Astaga! Bisa-bisanya kalian bermesraan di muka umum seperti ini! Pergilah cari kamar! Jangan mengotori mata suci ku ini. Apa kalian tidak kasihan melihatku yang lajang ini." gerutu seorang pria mengagetkan mereka berdua hingga pelukan itu terlepas.


Pria itu adalah Arkan. Ia baru saja kembali dari rumah sakit dan mendapati pemandangan yang menyesakkan bagi lajang sepertinya.


Adrian seketika menghunuskan tatapan tajam kepada adik kesayangannya itu.


Sementara Anindya tampak salah tingkah karena hal itu. Wajahnya merona karena merasa malu pada Arkan.


"Ehm... aku akan memanggil kakek untuk makan siang. Kalian pergilah lebih dulu ke ruang makan." ucapnya lalu pergi dari sana.


"Jika tak mau diganggu, maka lakukanlah di tempat yang tersembunyi." ledek Arkan.


Adrian lalu pergi menuju ruang makan. Arkan ikut bersamanya.


"Oh ya, kak! Apa tadi kau pergi ke rumah sakit?" tanyanya ketika teringat perkataan Anne bahwa ia melihat Adrian keluar dari rumah sakit dengan tergesa-gesa.


"Kenapa kau bisa tahu? Apa kau melihatku?" tanyanya balik.


"Tidak. Ehm... teman ku yang kebetulan melihatmu. Lalu dia memberitahuku. Ada urusan apa kakak di rumah sakit?" tanyanya penasaran.


"Aku hanya... menjenguk seorang teman. Sudahlah! Itu tidak penting. Ayo! Aku sudah lapar!" ajaknya sembari mengalihkan pembicaraan.


Ia tak ingin membahas masalah Natasha pada Arkan. Mungkin saja nantinya akan bertambah panjang. Apalagi jika kakeknya mendengar hal itu. Mungkin ia akan di cecar dengan banyak pertanyaan nantinya.


Adrian memutuskan untuk merahasiakan hal itu. Lagipula tidak ada yang perlu di bahas lagi. Hubungannya dengan Natasha sudah benar-benar berakhir.


****************

__ADS_1


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊


Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:


like 👍


komentar 💬


vote


dan rate ⭐ ya.


Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.


Terima kasih😘💕




My dearest wife

__ADS_1


__ADS_2