
"Apa yang sedang kau pikirkan? " tanya Adrian pada Anindya ketika melihatnya hanya diam.
"Aku hanya sedang berpikir apakah ucapannya serius atau tidak." jawab Anindya lirih
"Seandainya ia serius, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan menerimanya kembali dan memaafkannya?" tanya Adrian kembali.
Anindya tampak diam sebelum menjawab pertanyaan suaminya tersebut. Ia memandangi wajah mungil Arya yang sedang tertidur pulas dalam dekapannya.
"Entahlah! Aku bingung! Mungkin aku bisa memaafkan dirinya. Tetapi untuk menerimanya kembali, aku rasa aku itu butuh waktu." jelasnya.
"Tidak apa. Jangan memaksakan dirimu jika kau tidak merasa nyaman dengan suatu hal. Aku akan mendukung apapun keputusanmu." sahut Adrian.
"Terima kasih karena kau selalu mengerti diriku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika aku tidak bertemu denganmu." ucap Anindya tulus.
"Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika waktu itu aku tidak bertemu denganmu. Kau merubah hidupku sepenuhnya. Aku bahkan merasa jika aku bukan diriku lagi." sahut Adrian sambil tersenyum.
"Iya! Kau terlihat lebih baik sekarang!" puji wanita itu.
"Maksudmu dulu aku tidak baik?" ia mendadak kesal.
"Tidak, sayang! Dulu kau baik walaupun sedikit pemarah. Tetapi kini kau jauh lebih baik. Kau banyak tersenyum dan terlihat sangat bahagia." ralat Anindya.
Adrian lalu tersenyum dan mencium kening Anindya dengan lembut. "Itu karena aku bertemu dengan wanita yang tepat." ucapnya kemudian.
Anindya lalu ikut tersenyum. Tetapi senyumnya kembali memudar ketika ia teringat sesuatu.
"Kenapa?" tanya Adrian bingung.
"Ehm... bagaimana dengan kakek? Apa kita tidak akan memberitahukan masalah ini padanya?" tanyanya.
"Untuk masalah itu.... aku rasa kakek sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya."
" Benarkah! Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" tanyanya penasaran.
"Kakek mungkin menaruh curiga sejak kedatangan bibi ke rumah kita.Dia memang tidak bertanya apa-apa pada kita, tetapi aku yakin jika kakek diam-diam mencari tahu apa yang terjadi. Kau jangan lupa, dahulu kakek bekerja sebagai intel di kepolisian. Ia punya banyak koneksi yang bisa dia percaya untuk hal-hal seperti ini. Aku yakin kakek sudah mengetahuinya jauh sebelum kita menyadarinya." jelas Adrian.
"Jika kakek sudah tahu, kenapa ia tidak pernah bertanya apapun pada kita? Ia bisa memaksa kita untuk menceritakan segalanya, bukan?" tanyanya bingung.
"Entahlah! Terkadang kakek jauh lebih kuat dari yang kita perkirakan selama ini. Ia mungkin adalah orang yang paling kuat daripada kita. Kakek selalu penuh dengan kejutan. Ia selalu melakukan apapun yang dia inginkan. Jika hatinya berkata iya, maka ia akan melakukannya. Itu juga terbukti ketika ia membawa mu ke dalam kehidupan ku dengan sesuka hatinya." jelas Adrian.
" Walaupun mungkin ia sudah tahu, kita tetap perlu memberitahukannya, bukan? "
"Iya. Nanti kita pasti akan beritahukan semuanya pada kakek." ucap Adrian.
"Baiklah!"
****************
Beberapa hari kemudian.....
__ADS_1
Anindya dan Arya sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Orang-orang di rumah mengadakan pesta penyambutan sederhana untuk mereka. Mereka bahkan menghiasi ruangan dengan dekorasi serba biru karena Anindya melahirkan seorang bayi laki-laki.
Makanan juga sudah disiapkan di atas meja. Semua orang tampak antusias menyambut kedatangan mereka.
"Kalian tidak perlu repot seperti ini!" ucap Anindya penuh rasa haru.
"Apanya yang repot? Ini hanya sedikit ungkapan kebahagiaan kami padamu, sayang!" ucap Rossa menghampiri Anindya.
"Iya, kakak! Aku senang sekali menyambut keponakan ku yang lucu dan tampan ini." Clarissa mencium pipinya dengan gemas.
"Clarissa! Hati-hati menciumnya. Ia masih sangat kecil." Hardik Rossa.
"Iya, bu! Aku hanya gemas padanya." sahut Clarissa.
Zein juga tak mau kalah. Ia meminta Anindya untuk meletakkan Arya dalam dekapannya.
"Akhirnya setelah sekian lama, kakek akhirnya punya cicit. Cicit kakek sangat tampan persis seperti kakek. " pujinya yang secara tidak langsung juga memuji dirinya sendiri.
"Bagaimana dia bisa persis seperti kakek. Aku ini adalah ayahnya! Tentu saja dia tampan seperti ku." Adrian tak mau kalah dengan kakeknya.
"Ketampananmu itu menurun dariku. Jadi secara tidak langsung dia juga pasti mirip denganku. Kau ini bagaimana!" Akhirnya kedua pria beda generasi itu terus saja berdebat.
Tidak ada satupun yang mengalah hingga akhirnya Anindya terpaksa turun tangan untuk menghentikan mereka.
"Sudah cukup! Kalian berdua seperti anak kecil saja. Apa kalian tidak malu dilihat oleh Arya! Nanti dia bisa bangun mendengar perdebatan kalian." ucap Anindya.
"Ah, iya! Kakek lupa. " ucap Zein pelan agar tak membangunkan Arya yang sedang tertidur pulas.
****************
"Sayang! Dia sudah tidur?" tanya Adrian dengan suara pelan ketika memasuki kamar tidur mereka.
Ia lalu duduk di atas ranjang. Anindya tampak dengan hati-hati meletakkan Arya di dalam tempat tidurnya.Lalu ikut duduk di samping Arya.
"Kau tampak lelah! Berbaringlah! Aku akan memijat mu! " usul Adrian.
"Baiklah! Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bagus untuk di pijat oleh suamiku tersayang. " sahut Anindya dengan senang.
Adrian memijat pundaknya dengan perlahan, namun Anindya tetap merasakan kekuatannya.
"Adrian!"
"Iya!"
"Aku.. rindu pada ibu dan nenek. Jika saja mereka masih ada bersama ku, mungkin mereka akan sangat senang melihat Arya." Anindya tampak sedih.
"Kau ingin mengunjungi mereka? Ketika kau pulih, kita bisa membawa Arya pergi mengunjungi mereka." usul Adrian.
"Iya." sahut Anindya.
__ADS_1
"Sudah! Jangan bersedih, sayang! Itu akan berpengaruh pada Arya. Apalagi saat ini kau sedang menyusui. Dokter bilang kau tidak boleh sedih. Kau hanya perlu untuk bahagia." jelas Adrian.
"Iya.Aku tidak sedih. Aku hanya rindu pada mereka."
Adrian memeluknya. "Aku tahu!"
"Adrian!"
"Hmm!"
"Aku cinta padamu!" ucapnya.
"Aku juga cinta padamu, sayang!" balas Adrian.
****************
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊
Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:
like 👍
komentar 💬
vote
dan rate ⭐ ya.
Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.
Terima kasih😘💕
__ADS_1