
Dua minggu kemudian,
Hari-hari berlalu begitu saja. Hari ini adalah hari kelulusan Arkan. Ia akan menjalankan wisudanya.
Adrian dan Arkan sudah berada di tempat acara. Begitu juga dengan mahasiswa lainnya.
Acara berlangsung dengan khidmat. Begitu pula dengan Adrian. Dia benar-benar merasa bangga terhadap adiknya itu saat namanya di panggil untuk naik ke atas podium. Ia sudah berhasil melakukan tanggung jawabnya dengan baik.
Setelah acara selesai, mereka berfoto untuk dokumentasi. Adrian juga tak lupa melakukan video call dengan kakeknya selama proses acara agar pria baya itu bisa melihatnya dari jauh.
Setelah itu Arkan juga berfoto bersama teman-teman sekelasnya.
"Apa kau tidak punya kekasih?" tanya Adrian.
"Tidak. Aku tidak terlalu suka dengan wanita asing. Mereka terlalu bebas." Jawabnya.
"Benarkah! Bukan karena tidak ada yang menyukaimu?" sindirnya.
"Hei! Aku ini punya banyak penggemar, kak. Apa kau tidak lihat para wanita yang berebut untuk berfoto denganku tadi." sanggahnya dengan bangga.
"Iya. Aku percaya."
Arkan lalu mengajak Adrian untuk Surfing di pantai. Ia sudah lama tidak melakukan hal itu dengan kakaknya.
Saat itu masih siang. Dan mereka juga tidak punya acara apa-apa. Adrian juga sudah menyelesaikan pekerjaannya. Sekarang waktunya untuk bersantai.
"Kak! Aku perhatikan selama disini kau tidak pernah menghubungi kakak ipar. Kau hanya menghubungi kakek. Apa hubungan kalian baik-baik saja?" tanya Arkan ketika mereka tiba di pantai.
"Kau masih terlalu kecil untuk tahu. Jangan membahas itu sekarang. Oke!" jelasnya.
"Baiklah! Terserah kau saja. Lagipula itu kan istrimu."
Mereka lalu pergi ke tempat penyewaan papan surfing. Setelah itu mereka langsung ke pantai dan memastikan pergerakan ombat saat itu.
Ketika semua sudah siap. Tanpa pikir panjang lagi mereka berdua langsung berlari untuk memburu ombak.
Mereka terlihat sangat menikmatinya. Terutama Adrian. Ia sudah lama tak menikmati waktu seperti ini. Karena yang ia lakukan setiap hari hanya kerja, kerja dan kerja. Ia jarang sekali menghabiskan waktunya untuk bersantai.
Kini ia bisa sedikit bersantai dan menghilangkan rasa bosannya terhadap pekerjaannya. Untunglah Arkan mengajaknya ke tempat ini.
Namun tampaknya kedua pria tampan itu menjadi pusat perhatian bagi beberapa pengunjung wanita di sana. Wajar saja hal itu terjadi. Mereka berdua sangat menjaga kebugaran tubuh mereka dengan berolahraga. Sehingga otot-otot di tubuh mereka berkembang dengan sempurna.
Namun baik Adrian maupun Arkan tidak terlalu memperdulikan hal itu. Mereka memang seperti itu sejak dulu.
Setelah beberapa kali melakukan surfing, Adrian memutuskan untuk beristirahat sejenak di tepi pantai. Tak lupa ia membuka baju renangnya. Kini ia hanya memakai celana pendek saja.
Ia duduk di atas papan seluncurnya. Tak lama kemudian, Arkan ikut menyusulnya.
__ADS_1
"Ternyata usia seseorang bisa mempengaruhi kekuatan seseorang." ledek adiknya itu.
"Apa kau mau ku jadikan makanan hiu." sahutnya sinis.
"Hei! Apa kau tersinggung. Aku kan tidak menyebut namamu, kak."
"Sekali lagi kau bicara, aku akan benar-benar menjadikanmu santapan hiu." ancamnya.
Arkan terkekeh ketika mendengarnya. Ia lalu merebahkan tubuhnya di atas papan surfingnya.
Namun, ia secara tak sengaja melihat tato yang ada di punggung kakaknya itu. Dan ia ingat jika itu bukanlah nana kakak iparnya, melainkan mantan kekasihnya.
Arkan langsung terduduk dan memastikan apa yang di lihatnya. Ia memegang punggung Adrian dan membaca nama yang tertera di sana sekali lagi.
"Kau sedang apa?" tanya Adrian kesal saat Arkan memegang paksa punggungnya.
"Kak! Apa kau masih mengharapkan wanita itu?" tanya Arkan memastikan.
"Wanita mana yang kau maksud?"
"Mantan kekasih mu itu. Kau masih mencintainya, kan? Kau mempermainkan kakak ipar ya?" Arkan tampak kecewa.
"Apa kau sedang membual? Apa yang kau bicarakan?"
"Kau masih menggunakan tato ini. Jadi aku yakin jika kau masih mengharapkan wanita itu, kan? Apa kau tidak memikirkan perasaan kakak ipar jika melihat ini." Arkan sungguh tak habis pikir dengan kakaknya itu.
"Apa kau yakin kak?" tanyanya memastikan.
"Sudahlah! Jangan membahas hal itu lagi." ucap Adrian.
Ia lalu memakai pakaiannya kembali dan berlari ke pantai. Ia mengalihkan pembicaraannya dengan Arkan. Pria itu selalu mau tahu urusannya.
****************
Malam semakin larut. Anindya tampak berbaring di atas ranjangnya. Sudah dua minggu ia tidur seorang diri di kamar yang luas ini. Rasanya sepi sekali.
Ia teringat pada seseorang. Seseorang yang selalu menemaninya tidur. Ia lalu mengambil dua buah figura yang ada di atas meja riasnya.
Yang satunya adalah foto ibu dan neneknya sementara satunya lagi adalah foto Adrian.
"Apa yang sedang kau lakukan saat ini? Apa kau merindukan aku?" tanyanya pada foto Adrian.
Ia tersenyum lirih. "Sepertinya tidak! Kau bahkan tidak pernah menghubungiku selama berada di sana. Apanya yang ingin memulai hubungan yang baru. Apanya yang ingin mempertahankan pernikahan ini." gerutunya.
"Tapi..... kenapa kau memberiku harapan? Apa kau memang selalu seperti itu?"
Tak lama terdengar suara getar dari ponselnya, menandakan bahwa ada pesan yang masuk. Oh iya, Adrian diam-diam mengganti ponsel Anindya yang rusak dengan ponsel keluaran terbaru.
Ia lalu melihat isi pesan itu. Ternyata dari sahabatnya, Anne.
__ADS_1
Anne mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat besok pagi. Ia lalu membalas pesan itu. Ia menyetujui ajakannya. Ia juga merasa bosan di rumah karena tak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakukan di rumah ini selain memasak.
Ia jadi terpikir tentang melanjutkan pendidikannya untuk mengisi waktu kosongnya. Namun, ia merasa bingung ketika harus menentukan jurusan apa yang akan di ambilnya.
Dulu ia sempat tertarik untuk belajar kedokteran, karena ia suka dengan hal-hal yang berbau kesehatan.
Namun kini sepertinya ia tak berniat untuk belajar tentang kedokteran. Ia akan memikirkannya nanti.
Ia lalu memeluk kedua figura itu sebagai teman tidurnya. Malam ini masih terasa sangat panjang. Ia tampak memejamkan matanya, berusaha untuk tidur.
****************
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Makasih buat reader yang masih setiap nungguin updatenya setiap hari. Terima kasih juga buat semua yang udah mendukung karyaku ini.
Tetap sertakan:
like
komentar
vote
rate ya π
Tambahin juga sebagai salah satu list favorit kamu ya. Biar gak ketinggalan up terbarunya. ππβ€π
-Thieaπ₯π₯π₯
__ADS_1