
"Anne! Ibu hanya ingin ada seseorang yang bisa menjaga mu nantinya. Hanya itu! Ibu hanya cemas jika belum melihatmu menikah. Ibu hanya takut jika kau nantinya malah tidak ingin menikah dan memutuskan untuk melajang seumur hidupmu. Ibu tak ingin hal itu terjadi. Maafkan ibu karena sudah mendesak mu."
Mereka berdua tampak menangis sambil berpelukan.
"Bibi tidak usah cemas. Karena aku yang akan menikahinya!" ucap seorang pria tiba-tiba. Mengagetkan kedua wanita itu hingga membuat pelukan mereka terlepas.
Keduanya melihat ke arah datangnya suara tersebut. Anne langsung mengenali si pemilik suara begitu melihatnya. Pria yang memiliki paras sempurna dengan tubuh tinggi yang tampak kokoh. Pria itu mengenakan kemeja putih yang dua kancingnya dibiarkan terbuka hingga menampakkan sedikit bagian lehernya. Ia tampak berjalan ke arah mereka sambil membuka kaca mata hitam yang sedari tadi bertengger di hidungnya yang mancung. Entah sejak kapan pria itu berada di sana. Dan entah seberapa banyak perdebatan mereka yang di dengarnya.
"Tu-tuan Arkan! Apa yang kau lakukan di sini? Dan apa yang baru saja kau katakan?" tanya Anne bingung pada pria yang ternyata adalah Arkan.
Dan sejak kapan ia ada di sini? Apa ia mendengarkan perdebatan kami? Batin Anne penasaran.
Arkan memang sengaja mengikutinya setelah mengetahui bahwa wanita itu mengambil cuti hari ini. Entah apa yang membawanya ke tempat ini. Ia juga tak mengerti kenapa tiba-tiba saja ia terpikir untuk menikahi Anne.
Mungkin karena iba setelah mendengar betapa wanita itu sangat menyayangi ibunya dan betapa kuat tekadnya untuk membuat ibunya bahagia. Ia sebenarnya juga tak suka pada pria yang ditemui Anne siang tadi. Entah karena apa. Ia menganggap jika wanita itu hanya miliknya.
"Siapa pria ini, Anne?" tanya ibunya penasaran.
"Dia ma.. " Anne ingin berbicara tapi Arkan menutup mulutnya dengan jemari telunjuknya.
"Ssssttt... Biar aku saja yang bicara. Perkenalkan bibi, nama saya Arkan! Saya calon suami Anne!" ucapnya memperkenalkan diri dengan seenaknya.
"Apa!!" Kedua wanita itu terkejut secara bersamaan.
Sementara Arkan tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun.
****************
Suasana rumah itu seketika menjadi hening. Tak ada satupun yang berniat untuk memulai pembicaraan. Anne dan ibunya saling merasa bingung satu sama lain. Mereka berdua tak henti menatap Arkan yang dengan santainya sedang menikmati secangkir kopi buatan ibu Anne tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Ibu Anne sungguh merasa heran kenapa tiba-tiba ada seorang pria yang mengaku sebagai calon suami dari putrinya. Sementara Anne merasa heran karena bagaimana bisa pria itu berada di sini dan dengan seenaknya mengaku sebagai calon suaminya. Apa pria itu serius atau sedang mempermainkannya?
"Jadi apa benar jika kau calon suami Anne?" tanya ibunya penuh selidik.
Arkan meletakkan cangkirnya kembali di atas meja dengan sikap elegan yang membuat kedua wanita itu merasa terpana.
Dari mana Anne mengenal pria tampan ini? Aku benar-benar tidak merasa yakin dengan pria ini. Batin ibu Anne sambil memperhatikan Arkan dari atas hingga bawah.
"Sebenarnya belum bisa di katakan seperti itu. Karena Anne belum bisa menerima saya sepenuhnya." jelasnya.
__ADS_1
"Maksudnya bagaimana? Bibi sama sekali tidak mengerti. Kau tidak sedang mempermainkan Anne, kan?" tanya ibunya mengawasi.
"Tentu saja tidak bibi. Maksud saya. Anne belum bisa menerima saya karena ia berpikir saya hanya bermain-main dengannya. Mungkin karena hal itulah yang menyebabkan Anne merahasiakan tentang saya dari bibi. Padahal saya sangat serius ingin menikahi Anne. Karena itu saya berpikir untuk menemui bibi. Saya tidak berpikir jika Anne juga akan pulang hari ini. Tetapi itu justru bagus. Saya juga bisa meyakinkan Anne bahwa saya sangat serius menjalin hubungan dengannya." ucapnya sambil tersenyum kepada Anne.
Anne sedari tadi hanya diam. Tak sedikitpun membantah perkataannya.
"Apa benar begitu, Anne?" tanya ibunya memastikan.
"Ehmm... iya!" jawabnya ragu.
"Tapi apa kau yakin bisa menunggunya. Anne tidak bersedia untuk menikah saat ini. Ia masih ingin menyelesaikan kuliahnya. Apa kau sama sekali tidak keberatan dengan hal itu? Lalu bagaimana dengan orang tuamu? Apa mereka juga menyetujui hal itu?" tanyanya semakin penasaran.
Anne sempat akan menyanggah begitu ibunya bertanya tentang orang tua Arkan, namun lagi-lagi Arkan memberikan isyarat agar ia tetap diam.
"Kedua orang tua saya sudah meninggal, bibi. Mereka jelas tidak akan keberatan. Saya hanya tinggal bersama kakek juga kakak saya. Mereka sudah menyerahkan segalanya pada saya karena saya sendiri yang menjalani semua ini. Bibi tidak usah memikirkan masalah itu." jelas Arkan.
"Kedua orang tua mu sudah meninggal? Maafkan bibi jika sudah menyinggung mu." pintanya merasa bersalah.
"Tidak apa-apa bibi! saya sama sekali tidak merasa tersinggung."
"Lalu apa pekerjaan mu?" tanya ibunya.
"Dokter? Wah kau punya karir yang bagus. Masa depanmu pasti akan cerah." pujinya.
Arkan tersenyum menanggapinya.
Ia sangat pandai bersandiwara. Jika sebelumnya ia tidak memberitahu ku bahwa ia hanya ingin membantuku karena aku sudah membantunya, mungkin aku akan percaya setiap perkataan yang keluar dari mulutnya. Aku akan terpesona karena di lamar oleh pria setampan dirinya. Pantas saja Nadia sangat tergila-gila padanya. Itu karena ia punya aura yang mematikan bagi wanita. Ia sangat pintar berbicara. Sayang sekali jika semua ini hanya sandiwara. Batin Anne sambil tak henti menatap Arkan.
"Tapi apa kau benar-benar yakin akan menikahi Anne? Kau sangat tampan. Kau juga punya karir yang menjanjikan. Pasti banyak wanita yang lebih cantik dari pada Anne yang akan tertarik padamu. Lalu apa yang membuatmu memilihnya?"
"Saya juga tidak tahu, bibi. Mungkin karena ia seorang wanita yang mandiri. Ia selalu bekerja keras untuk mencapai apa yang di impikannya. Ia punya tekad yang kuat untuk membahagiakan ibunya. Mungkin hal itulah yang membuat saya tanpa sadar menyukainya." jelas Arkan sambil menatap Anne dengan tatapan kagum.
Anne tampak tersipu malu mendengar perkataannya. Entah kenapa itu terdengar sangat meyakinkan di telinganya. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu? Namun lagi-lagi Anne berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa semua yang dikatakan oleh Arkan hanyalah kebohongan semata.
"Kau pria yang baik. Bibi benar-benar berterima kasih padamu karena bersedia menikahi Anne. Bibi bisa merasa tenang sekarang. Bibi yakin jika Anne akan bahagia karena memiliki calon suami seperti mu." wanita paruh baya itu tampak menangis karena rasa bahagianya.
Melihat hal itu Anne jadi merasa sangat bersalah karena sudah berbohong pada ibunya. Bagaimana jika ibunya tahu bahwa semua ini tidak nyata. Ibunya pasti akan merasa sangat kecewa padanya.
Mereka melanjutkan pembicaraan mereka hingga sore hari. Tadinya ibunya meminta Arkan untuk menginap malam ini. Namun ia tak bisa karena besok ia masih harus bekerja. Begitupun dengan Anne. Sehingga mereka memutuskan untuk pulang bersama sore itu juga.
__ADS_1
"Ini ada sedikit uang untuk ibu. Lain kali aku pasti akan berkunjung jika aku bisa. Ibu harus menjaga diri ibu baik-baik. Jangan melakukan pekerjaan yang terlalu berat. Jika lelah ibu harus segera beristirahat. Jangan membuatku cemas. Ibu juga harus makan tepat waktu. Jangan tidur terlalu larut. Jangan banyak berpikir. Apalagi mencemaskan aku. Aku bisa menjaga diriku dengan sangat baik.Ibu mengerti, kan?" pesannya panjang lebar.
Arkan dan ibunya tampak tersenyum melihat Anne yang sangat cerewet terhadap ibunya. Tetapi itu karena ia sangat menyayangi ibunya.
"Ibu mengerti. Kau juga harus menjaga dirimu dengan baik. Jangan bekerja terlalu keras. Kau masih muda. Kau juga harus menikmati masa muda mu!" wanita paruh baya itu memeluk Anne.
Anne pun membalas pelukan ibunya. Setelah itu ia pamit. Ibu Anne juga berpesan pada Arkan untuk menjaga putri semata wayang nya itu. Ia menitipkan Anne pada Arkan.
Arkan dengan senang hati menjaganya. Mereka berdua lalu pergi, meninggalkan ibunya yang seketika merasa sedih. Rasanya hidupnya sudah tak lama lagi. Kini ia bisa tenang kalaupun suatu hari nanti Tuhan memanggilnya.
****************
*
*
*
*
*
Jangan lupa setiap baca selalu tinggalkan jejak ya. 😊😊
Jika suka dengan cerita ini, jangan lupa selalu sertakan:
like 👍
komentar 💬
vote
dan rate ⭐ ya.
Serta jadikan salah satu list favorit ❤ kamu agar kamu nggak ketinggalan setiap update terbarunya ya.
Terima kasih😘💕
__ADS_1