
Jam makan siang baru saja masuk beberapa menit saat Elang dan Bian menjejakkan kaki mereka di lobi kantor Abimana grup. Bian hanya mengekori langkah Elang hingga tiba ke ruangannya. Begitulah mereka, dikantor tetap sebagai atasan dan bawahan. Sedang saat diluar itu, mereka adalah sahabat rasa saudara.
"Taruh saja di mejaku Bi." tukas Elang memerintah. Pandangannya mengarah ke sekeliling ruangan. Sepi. Tak ada keberadaan istrinya atau Gea diruangannya sesuai kemauan Mitha tadi.
"Apa kau tau dimana Mitha, Bi?" Bian yang baru saja menata ulang berkas yang barusan dia bawa diatas meja menoleh.
"Apa kau lupa jika kita baru datang bos? mana aku tau keberadaan nyonya bos? kalau Gea sih bisa dipastikan ada di resto masakan padang samping kantor. Lagian heran juga sama gadis itu. Tiap hari menunya itu-itu melulu. Apa nggak enegh ya?" cerocos Bian seperti curhat pada Elang yang sibuk mengutak-atik ponselnya, mencoba menghubungi Mitha. Aneh rasanya jika ditinggal makan siang duluan. Lagi pula tadi dia sudah berpesan akan pulang saat jam makan siang. Padahal tadi baik dia maupuk Bian sudah berusaha menghindari macet dengan melewati beberapa jalur alternatif agar bisa sampai di kantor saat jam makan siang.
"Hallo Mith..kamu dimana?" tanyanya tak sabar saat panggilan terhubung. Hanya butuh beberapa detik untuk mendengar suara lembut Mitha sebelum Elang menutup panggilannya secara sepihak.
"Ikut aku, Bi!" Katanya sambil berjalan lebih dulu ke pintu. Lagi dan lagi Biam dipaksa mengikuti bosnya tanpa tau tujuannya.
"Kita mau kemana bos?"
__ADS_1
"Restoran padang samping kantor." jawab Elang sekenanya. Tangannya sibuk memencet lift menuju lantai dasar.
"Mau cari Gea? untuk apa bos? gadis aneh begitu, setan juga tak akan mau bos."
"Jangan terlalu membenci Gea, Bi. Ntar beneran jatuh cinta lho. Dia juga nggak jelek-jelek amat. Cantik malah. Walau lebih cantikan Mitha pake banget." Puji Elang pada istrinya seraya tersenyum tipis. Tanpa dia bilangpun semua orang tau jika Paramitha termasuk kedalam jajaran wanita cantik most wanted. Sayangnya Mitha bukan tipe Bian. Lagian kalau tipepun Mithanya pasti masih pikir-pikir dulu🤣🤣.
"Bos, ngapain sih cari gadis itu sampai kesini? kalau butuh sesuatu kan bisa telepon biar dia datang?" buru Bian saat Elang memasuki resto yang lumayan ramai saat jam makan siang seperti sekarang. Beberapa karyawan yang bekerja di Abimana dan kebetulan juga sedang makan siang langsung mengenali mereka dan mengangguk hormat.
Langkah panjang Elang secara otomatis tertuju pada sebuah meja paling ujung yang berada di dekat jendela. Disana Mitha sudah tersenyum dan melambaikan tangannya. Dua orang yang awalnya semeja dengan mereka juga langsung menyingkir memberi ruang CEO nya.
"Hmmmm..."
"Mas Elang marah?" Tak ada sahutan. Elang malah lebih tertarik dengan rendang di piring istrinya, menyendoknya lalu mengunyak makanan khas Padang itu lamat.
__ADS_1
"Mau kupesankan mas?" tawar Mitha lagi.
"Ehhmmm.... Ya." Bian langsung berinisiatif berdiri untuk memesan. Selama ini memang dia yang selalu memesan makanan untuk Elang saat makan bersama. Bian sangat tau apa yang disukai Elang.
"Bagaimana proyeknya mas?" Kembali tak ada sahutan. Elang malah kembali disibukkan dengan makanan dipiring Mitha yang hanya tersisa separuhnya. Memakannya lahap lalu meminum jus alpukat yang kebetulan belum sempat di minum Mitha hingga tersisa setengahnya. Mitha mengambil tisu dan mengelap sudut bibir suaminya yang terkena cipratan minyak lembut.
"Lapar banget ya?" Mitha mencoba terus bertanya walau tau tak mendapat jawaban. Dia mulai tau jika Elang marah.
"Silahkan bos." Bian membawa sendiri nampan berisi makanannya dan Elang, diikuti pelayan yang membawakan minuman mereka. Dia juga langsung duduk dan menyantap hidangannya sebelum dirinya tersedak hebat bersamaan dengan Gea yang juga melakukan hal yang sama. Bagaimana tak tersedak? mereka berdua disuguhi pemandangan langka dimana Elang menyuapi Mitha amat mesra. Mitha yang awalnya malu menjadi menurut karena desakan Elang yamg sama sekali tak mempedulikan bisik-bisik para karyawan mereka atau beberapa orang yang sengaja mengambil foto atau menjadikannya video untuk bahan gibah nantinya. Memangnya apa yang salah? mereka suami istri?
"Sudah mas..kenyang..." keluh Mitha seraya mengelus perutnya yang memang terlihat membuncit. Elang menarik nafasnya lalu menyerahkan sendoknya pada Mitha yang melongo menatapnya.
"Mas...ini? mas Elang mau disuapi juga?" Elang hanya mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya, pura-pura sibuk.
__ADS_1
"Aku pesankan yang baru ya?" tawar Mitha lagi-lagi tak enak hati jika suaminya makan sisanya.
"Itu saja sayang." Mitha dibuat membeku saat Elang mengucapkan kata yang seketika membuat wajahnya memerah. Suaminya itu...kenapa lagi-lagi memanggil sayang di depan umum? Mitha yang tak ingin suaminya terlalu lama menunggu segera menyuapkan makanannya hingga habis tak bersisa, mengangkat gelas minumnya lalu menunggunya menghabiskannya. Aahh...tiba-tiba Mitha jadi merasa jadi istri paling sholehah dimuka bumi.