Pengantin Bayangan

Pengantin Bayangan
Training


__ADS_3

Bian meneliti penampilan gadis bertubuh tegap didepannya. Kemeja putih yang melekat pas dipadu dengan celana pipa lurus warna hitam makin membuat kaki jenjangnya terlihat kokoh. Jangan lupa potongan rambut mirip para polwan yang meaungi wajah manisnya. Kedua matanya bersinar penuh semangat, memancarkan kecerdasan dan keberanian disana.


"Kau tau apa tugas asisten?" tanya Bian penuh ketegasan. Gadis di depannya mungkin bisa masuk kesana atas rekomenasi owner, tapi dia yang diserahi tanggung jawab untuk mengajarkan banyak hal yang berkaitan dengan pekerjaan seorang asisten.


"Tau pak." jawab Gea pendek.


"Sebutkan! jangan asal bilang tau saja!" hardik Bian kesal. Bukannya menjawab dengan cepat, gadis itu malah seperti main tebak-tebakan dengannya.


"Saya harus menjaga dan mengurus semua keperluan bu Mitha dalam pekerjaan atau pribadinya jika diperlukan. Saya juga harus mengingatkan jadwalnya setiap hari."


"Satu lagi..kau harus menjaga rahasia atasamu. Apa kau mengerti?"


"Ya pak." Gea meruntuk dalam hati. Sekretaris pria itu jutek sekali dan membuatnya amat kesal dengan tampang galak yang tak seharusnya berada di wajah tampannya. Coba saja dia agak bersahabat, pasti Gea orang pertama yang akan tertarik dan mengejarnya. Tapi tunggu...tampan?? ya, benar..meski tak setampan Elang yang blasteran, Bian termasuk kategori tampan untuk ukurab wajah khas Asia.


"Pelajari ini, lalu jawab semua pertanyaan itu." Bian meletakkan beberapa lembar kertas dihadapan Gea. Gadis itu langsung membuka dan membacanya. Hanya sepuluh menit yang dia habiskan untuk mengisi pertanyan disana.


"Permisi pak, sudah selesai." Gea mengembalikan kertas itu. Bian menatapnya tak percaya. Cepat sekali gadis itu mengerjakan. Dia saja baru mulai meneliti berkas lainnya. Bian segera memeriksanya. Sekretaris tampan itu malah dibuat terkejut untuk kedua kalinya.Semua jawaban Gea tepat sasaran.


"Kau pernah bekerja di kantor sebelumnya?" tanyanya menyelidik. Gea menggeleng. Kantor? bahkan ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki ditempat yang dinamakan kantor meski satu kompleks dengan resto sebesar S&M food.


"Saya hanya guru TK."


"Tk?" Bian menatap penuh selidik. Rasa tak percaya begitu mendominasi dalam dirinya.


"Ya, tapi saya mengambil kuliah management."


"Hmmmm.."


"Jadi apa yang harus saya lakukan pak?" Sungguh, Gea tak ingin berlama-lama diruangan Bian. Bukan karena tergesa, tapi dia sangat tidak nyaman.

__ADS_1


"Kerjakan berkas ini." Kali ini Bian meletakkan tumpukan kertas itu lebih pelan dan lembut. Tanpa banyak bertanya, Gea menyalakan laptop yang disodorkan padanya dan mulai bekerja. Tanpa dia sadari, sepasang mata Bian mengawasinya lekat.


Hampir jam 12 saat Gea menyelesaikan pekerjaannya. Cukup banyak dan menyita waktu. Untung saja dulu dia sempat magang di perusahaan makanan juga. Jadi hanya sedikit kendala yang dihadapinya.


"Permisi pak, sudah selesai. Hasilnya sudah saya kirim ke email anda." Bian yang masih fokus pada laptopnya mendongak sesaat dan berlahan membuka emailnya, meneliti dengan serius tiap laporan itu hingga senyum terbit diwajah kakunya.


"Baiklah, untuk hari ini tugas kantormu selesai."


"Apa saya sudah boleh pulang pak?"


"Pulang? kau tau jam kantor kan? walau masih magang, kau akan pulang tepat waktu."


"Lalu saya mau ngapain disini pak?" Tentu saja Gea rikuh. Pengen cepet keluar dari ruangan luas itu segera.


"Kamu boleh makan siang dulu. Satu jam lagi masuk kemari dan kita akan ke pelatihan."


"Pelatihan?" tanya Gea tak mengerti.


"Maksudnya pak?"


"Ya kau ini harus bisa bela diri agar bisa menyikapi saat darurat saat jadi asisten nyonya." ketus Bian dengan wajah jengkel. Gadis di depannya ini sebenarnya cerdas, tapi masih polos. Semua hal minta dijelaskan. Dia yang terbiasa irit bicara dibuat kesal karenanya.


"Kalau itu masalah mudah pak." senyum lebar mengembang dibibir gadis cantik itu.


"Mudah? memangnya kau bisa? Sombong sekali."


"Saya mantan atlet pencak silat pak."


"Oohh...pendekar rupanya?" kekeh Bian dengan tampang mengejeknya. Cuma bisa silat saja sombong.

__ADS_1


"Ya kira-kira begitu pak."


"Berdiri!!"


"A..apa pak??sa...saya.."


"Iya, berdiri kamu!" Bian melepas jasnya, mengedurkan dasinya dan menggulung lengan kemajanya hingga sebatas siku. Tampan...kenapa pria ini terlihat jauh lebih tampan???


"Aku menyuruhmu berdiri, bukan bengong nona!" Gea tersentak dari rasa terpananya. Gadis itu segera berdiri, salin berhadapan dengan sang sekretaris pada jarak dekat.


"Serang aku."


"Ta..tapi pak...."


"Jika kau tak menyerangku dalam sepuluh menit maka aku yang akan melemparkan tubuhmu keluar jendela." ancam Bian tegas.


"Pak..anda...anda jangan bercanda." Gea masih berusaha mundur saat Bian makin mendekat padanya. Bukannya berhenti, pria itu malah makin mendekat padanya.


"Satu..."


"Pak, ini di kantor, takutnya merusak ruangan anda."


"Dua ..."


"Kita keluar saja gimana pak.."


"Ti....."


..........Brakkkkk........

__ADS_1


"


__ADS_2