
Elang, Bian dan Mitha serempak menoleh saat mendengar langkah kaki mendekat. Sesosok pria berseragam coklat khas lembaga kejaksaan negara berjalan mendekat dengan langkah gagahnya. Senyum Bian terkembang.
"Akhirnya kau datang Lee." kata Bian dengan ekspresi bahagia. Leo, kakak sulungnya segera menjabat tangan semua orang. Sedikit berbasa-basi hingga mereka sepakat memasuki ruang rawat Zahra dimana gadis itu masih terbaring lemah diatas brankarnya. Tanpa basa-basi pria itu mendekat, menyingkap selimut dan memeriksa betis sang gadis. Untuk sesaat tatapan matanya menjadi sendu.
"Sarah...." gumamnya dengan air mata menggenang. Diusapnya kepala Zahra penuh kasih. Semua tau ada banyak kesedihan dalam hati seorang Leo. Kakak sulung yang merasa gagal melindungi adiknya meski itu bukan murni kesalahannya.
"Apa Andra Renaldi masih di kantor polisi?'' tanya tanpa mengalihkan pandangannya dari sang adik.
"Ya, polisi menahannya karena semua buktu dan saksi pemerkosaan itu mengarah padanya." tukas Bian membuat Elang dan Paramitha terkejut.
"Tunggu...maksud kalian Andra permana bukan? Kenapa Jadi Andra Renaldi? dia ditahan polisi? Ahh Ya Tuhan...kenapa kau tak memberitau kami Bi?" Elang tentu kecewa. Dia dan Mitha orang terakhir yang tau berita itu.
"Maaf bos, itu karena kami mengira...kau...maaf...ini masalah keluarga kami. Dan tentang Renaldi, itu adalah nama asli Andra sebelum diganti oleh Permana setelah menikahi ibunya." Bian menjadi amat salah tingkah saat mengatakannya. Apalagi melihat perubahan wajah Elang yang cukup signifikan.
__ADS_1
"Kau tega mengatakan itu bahkan disaat seperti ini Bi? apa kau sama sekali tak ingat jika baik kau, Leo dan aku dibesarkan oleh orang tua yang sama? masalah kalian juga masalahku Bi. Kau juga tak melihat bagaimana Mitha amat menyayangi Zahra? teganya kau mengatakan ini pada kami." Elang yang tak pandai berbohong menjadi amat ekspresif pagi itu. Leolah yang pertama kali membungkuk untuk meminta maaf mewakili adiknya yang memang dinilai tidak sopan pada Elang dan keluarganya.
"Maafkan kami Lang. Bian hanya salah berucap. Yang sebenarnya kami juga amat shock dengan semua ini. Susah bagi kami untuk menerimanya, apalagi adik kami ditemukan dalam kondisi begini." Elang tak bereaksi. Mitha hingga harus memegang lengannya lembut. Memastikan suaminya itu tak terlalu bersikap diluar batas nantinya.
"Bos...aku selalu ingat kebaikan papamu. Tanpa tuan Abi, mungkin kami akan ada di jalanan. Maafkan kata-kataku tadi." Timpal Bian merasa amat bersalah. Yang sebenarnya dia sudah dalam mode amat sedih saat ini. Elang berdehem menghilangkan kecanggungan antara mereka.
"Lalu apa yang akan kalian lakukan setelah ini?" Kedua kakak beradik itu saling pandang.
"Lakukan apa yang diinginkan Andra. Permana juga harus ditangkap agar mereka semua impas masuk penjara. Saat itu kita bisa menyelidiki semuanya tanpa campur tangan bedebah itu." Leo yang biasanya tenang terlihat berapi-api.
"Kita tak akan bisa melakukannya karena semua bukti sudah mengarah pada Andra bos."
"Tapi kita masih bisa membalikkan keadaan jika sudah bisa menangkap pelaku pemindahan bukti itu dan membuatnya mengakui perbuatannya. Tapi sayangnya aku tak yakin kau akan bisa melakukannya Le."
__ADS_1
"Apa maksudmu? aku juga aparat negara Lang. Keadilan harus ditegakkan."
"Bagaiman jika kukatakan istrimulah yang ada dibalik semua ini?" kata Elang lembut namun terdengar sinis. Leo menatapnya amat tajam.
"Sindy? kau sedang membicarakan dia?" Elang mengangguk. Lagi dan lagi Leo dibuat tak percaya pada perkataan Elang.
"Memangnya siapa lagi istrimu selain dia?" balas Elang pedas.
"Kau tak sedang mengarang cerita untuk membuat kami bertengkarkan Lang? kami tak akan berpisah karena hal itu, jadi jangan coba-coba membuat tudingan palsu." Elang tertawa sumbang.
"Apa kau pikir aku sepicik itu Le? kau orang hukum bukan? kau tau pasti apa sangsi bagi orang yang memberikan tuduhan tanpa bukti. Dan lagi kau juga cukup tau jika Sindy itu hanya masa laluku." Elang selalu saja dibuat sebal pada sikap berlebihan Leo saat ada orang yang melibatkan istrinya apalagi itu adalah Elang yang tentu saja adalah mantan pacar sindy, rivalnya.
"Lee..kau sudah cukup tau siapa yang dicintai si bos dari dulu. Bos juga tak akan melepasnya untuk seseorang seperti istrimu. Jadi jangan ngaco." sergah Bian ikut geram. Selalu saja begitu saat nama Sindy disebut. Kakaknya itu selalu tak terima jika istrinya di laporkan berbuat sesuatu yang salah seolah dia adalah istri paling hebat di muks bumi. Rasa cinta memang bisa merubah orang normal menjadi buta.
__ADS_1
"Yang dicintai mas Elang dari dulu? Siapa?" pertanyaan lirih Mitha bahkan membuat semua orang terkejut