Power System

Power System
Dewa Gunung


__ADS_3

Pada dahulu kala, berdirilah sebuah desa kecil, dengan penduduk-penduduk yang menempatinya.


Para penduduk-penduduk disana mencari nafkah dengan cara membajak sawah, dan menanam sayuran-sayuran untuk dijual nantinya ke kerajaan terdekat.


Masa-masa itu terjadi dengan damai sentosa tanpa hambatan apapun, hingga sebuah mahluk kecil bergigi tajam mulai berdatangan, dan menghisap seluruh nutrisi-nutrisi tanah yang ada disana, sehingga tanah-tanah subur itu berubah menjadi tandus, dan tidak bisa ditanami apapun lagi.


Para warga kebingungan, dan segera mencari bantuan pada dewa yang tinggal diatas gunung, tapi yang mereka terima hanyalah sebuah permata hijau, tanpa diberitahu apapun kegunaannya.


Merasa bingung harus diapakan permata hijau itu, mereka menanamnya ditanah yang sudah tandus, dan saat permata hijau itu terpendam kebawah tanah, sebuah keajaiban terjadi, satu batang pohon yang sangat besar tumbuh dan menjulang keatas langit, dan nutrisi-nutrisi yang terkandung didalamnya menjalar dan membuat tanah-tanah tandus itu kembali menjadi subur.


Para warga desa merasa senang dengan itu, dan bersujud berterima kasih pada dewa yang tinggal digunung.


.


.


.


.


Setelah percakapannya dengan Xin Shuo, Nan Zhang memutuskan untuk pulang dengan tangan kosong, dan akan terus selamanya kosong.


Setelah diluar pintu, Nan Zhang hanya berjalan santai melewati Yin Shi, tanpa menyapanya sama sekali, sebab dia berusaha untuk kenal dengan Yin Shi karena urusan budak, dan urusan budak itu sudah selesai, sehingga dia tidak perlu lagi untuk beramah tamah dengan Yin Shi.


Yin Shi merasa bingung saat itu, bukan keketusan Nan Zhang yang membuat Yin Shi bingung, tapi Nan Zhang yang hanya berjalan santai, tanpa mengambil budak yang sudah dibawanya. Tapi tanpa Yin Shi sadari, dibalik kebingungan yang memasuki kepalanya, tersembunyi perasaan bahagia dan senang yang memendam didalam hatinya.


"A-Apakah tuan Xin berhasil?" Yin Shi terlihat berbicara dengan gelagapan. Yin Shi menggelengkan kepalanya dengan cepat, dan masuk dengan cepat untuk menanyakannya pada Xin Shuo.


Didalam aula ruangan, terlihat Xin Shuo sedang duduk tersenyum menunggu kedatangan Yin Shi.


"Tu-Tuan Xin.... Apakah berhasil?" Yin Shi bertanya dengan lengan dan kaki yang gemetaran.


Xin Shuo menganggukan kepalanya, "Ya, aku berhasil.... Mereka tidak akan pernah mengambil para budak lagi"


Perkataan yang dikeluarkan Xin Shuo membuat hati Yin Shi yang sangat gelap, perlahan-lahan mulai berubah menjadi hangat dan putih. "Terimakasih tuhan, kau memang bukan bualan semata, kau memang benar-benar ada" Yin Shi bersujud dihadapan Xin Shuo dengan sangat dalam dan hangat.


Xin Shuo memaklumi itu, dan tersenyum hangat menunggu Yin Shi yang sedang bersujud.

__ADS_1


Setelah 1 menit berlalu, Yin Shi terbangun dari sujudnya, dengan air mata yang bergelimangan dipipinya. "Terimakasih tuan Xin, terimakasih tuan Xin" Yin Shi terus mengucapkan kata terimakasih kepada Xin Shuo. Xin Shuo hanya menanggapi itu dengan senyuman dan anggukan kecil.


***


Disebuah hutan dengan pohon-pohon yang sangat rindang, terlihat sebuah gubuk reyot yang sedang berdiri kokoh ditengah-tengahnya.


Didalam gubuk itu, terlihat Qiqiu yang sedang terbaring tidak sadarkan diri diatas kasur keras.


"Erghhhh" Qiqiu perlahan-lahan membuka matanya, dan menatap kesekitarnya dengan mata sipit.


Didalam sapuan pandangannya, Qiqiu melihat seorang wanita cantik berambut hitam legam, dengan mata berwarna biru langit.


Wanita itu menatap dirinya, lalu tersenyum manis. Wajahnya sangat sangat cantik, dengan aura feminim yang terus keluar dari tubuhnya, membuat dirinya terlihat sangat anggun dan penuh dengan kehormatan.


"Gadis manis, kau sudah bangun?" Ucapan lembut keluar dari mulutnya, membuat hati Qiqiu menjadi lebih tenang dan hangat.


Mata Qiqiu mulai berkaca-kaca, dan menyebutkan sebuah nama yang tidak dikenali oleh wanita cantik itu, "No-Nona Ai.... Hiks.... Hiks...." Air mata mulai mengalir dipipi Qiqiu, membuat wanita cantik itu menjadi khawatir, dan memeluk Qiqiu dengan erat.


"Tenanglah gadis manis.... Ceritakan apa yang terjadi kepadaku" Ucapnya halus, sembari mengusap kepala Qiqiu dengan lembut.


"Hiks.... Hiks.... Hiks.... No-Nona Ai...." Qiqiu menangis sesenggukan didada wanita itu.


Setelah itu, Qiqiu terus menangis didada wanita cantik itu, hingga tangisannya terhenti saat 15 menit sudah terlewati.


"Gadis manis, apa kau sudah tenang?" Wanita cantik itu menghapus air mata yang tersisa disudut mata Qiqiu.


Qiqiu menganggukkan kepalanya, hatinya sudah tenang dan lega karena dipeluk dengan hangat oleh wanita cantik dihadapannya. "Te-Terima kasih nona"


Wanita cantik itu tersenyum manis, lalu mengelus kepala Qiqiu dengan lembut, "Sama-sama gadis manis, omong-omong, siapa namamu?"


"Na-Namaku Qiqiu"


"Qiqiu? Balon? Namamu lucu" Wanita cantik itu terkekeh kecil mendengar nama Qiqiu yang menurutnya aneh.


Pipi Qiqiu memerah karena malu, "Ti-Tidak aneh kok!"


"Iya cantik, namamu manis kok. Omong-omong, siapa nona Ai yang kau sebutkan tadi?"

__ADS_1


Wajah Qiqiu tertunduk lesu, dengan wajah yang sedikit murung, "Nona Ai adalah...." Setelah itu, Qiqiu menceritakan semuanya, mulai dari pertemuannya dengan peri kecil itu, hingga kedatangan Xin Huang yang mengacaukan semuanya.


Wajah wanita cantik itu terlihat sedikit membeku, saat mendengar nama Xin Huang. "Xin Huang? Bagaimana ciri-cirinya?"


"Wajahnya tampan, matanya berwarna merah, rambutnya berwarna hitam, tubuhnya tinggi dan gagah, dengan perangai licik yang menyebalkan" Qiqiu menjelaskan ciri-ciri Xin Huang dengan wajah dan nada sedikit kesal.


Wanita cantik itu melebarkan matanya tak percaya, sebab dia merasa sangat familiar dengan ciri-ciri yang disebutkan gadis kecil dihadapannya, "Sekarang dia ada dimana?"


"Huh? Apa nona tahu pria itu?" Qiqiu merasa bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut wanita cantik didepannya.


"Entahlah, mungkin dia bisa jadi orang yang kukenal, atau orang yang tidak kukenal"


"Ohh.... Tapi bila aku ditanya dia ada dimana, aku tidak tahu dia ada dimana, sebab setelah mengalahkan aku, aku terbaring pingsan, dan terbangun ditempat ini" Qiqiu mengangkat kedua bahunya.


Wanita cantik itu menganggukan kepalanya tanda paham, "Baiklah gadis kecil, terima kasih ya"


"Iya nona!"


"Oh iya, apa kau lapar?"


"Lapar nona!"


"Baiklah, kuambilkan makanan dulu ya" Wanita cantik itu hendak pergi dari sana, tapi sebelum wanita cantik itu pergi, lengannya ditahan oleh lengan mungil milik Qiqiu.


"Oh iya nona, siapa namamu?" Qiqiu merasa sedikit waspada bila tidak tahu apapun tentang wanita cantik didepannya, dan satu hal yang bisa dia pikirkan sekarang, hanyalah menanyakan nama wanita itu.


"Namaku? Namaku adalah, Yun Yue"


***


Aduh... Maaf banget kalau kemarin nggak up, soalnya hp saya rusak, dan baru beres diservis sekarang. Jadi maafkan saya yah teman-teman 🙏🙏🙏


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2