Power System

Power System
Setelah Pelelangan


__ADS_3

Setelah Pedang Bintang Hitam berhasil dimenangkan oleh Bai Jian Dao, pelelangan telah resmi ditutup, dan akan diadakan lagi, 300 tahun kemudian. Walapun terhitung singkat bagi orang-orang tua, 300 tahun tetaplah lama bagi orang biasa. Para orang-orang mengikuti pelelangan bukan karena ingin membeli barang utama, tapi ingin melihat gejolak-gejolak besar yang akan mengubah tatanan kehidupan benua Xiongwei, dan orang yang menjadi saksi itu, akan merasakan perasaan yang sangat bangga dihatinya.


"Kau, Xin Huang kan?" Panggil Bing Lian pada Xin Huang yang sedang memeluk-meluk Hua Mei.


"Oh! Nona Bing!"


"Ayo ikut aku, aku akan membawamu kedalam sekteku"


"Kedalam sektemu? Untuk apa?"


"Kau tadi bilang mau bicara kan??? Kenapa sekarang malah pura-pura bingung?!"


"Hehe, maaf" Xin Huang menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Sudah! Ayo ikut aku" Bing Lian berbalik, lalu berjalan pergi.


"Ayo Hua'er" Xin Huang menggenggam lengan Hua Mei.


"Ya"


Xin Huang dan Hua Mei berjalan bersama, mengikuti Bing Lian dan 2 orang lainnya dari belakang.


.....


"Bocah itu....." Liang Guang terus menatap pemuda yang berani menantangnya, Xin Huang. "Dia sangat berbakat, bila dilihat dari struktur tulangnya, dia baru berusia kurang dari 15 tahun, dan dia sudah mencapai tahap saint. Aku penasaran, apa yang bisa membuatnya mencapai tahap Saint dalam waktu kurang dari 15 tahun? Apa karena ras setengah Naganya? Atau karena faktor lain? Seingatku, seorang super jenius pun butuh ratusan tahun untuk mencapai tahap Saint, sama denganku, aku membutuhkan 10 Miliar tahun untuk mencapai level Immortal tingkat 8, aku benar-benar penasaran, apa yang membantunya naik tingkat....."


.....


"Mai, kita akan menikah dimana?"


"Bagaimana bila dilapangan sekte? Kita libur sehari dulu untuk pernikahan kita"


"Betul, aku terlalu keras pada murid, bahkan sudah banyak murid yang bunuh diri akibat kerasnya aku"


"Betul... Kau pasti sudah lupa kapan kau memberi libur pada murid-muridmu!" Wanita bernama Mai itu menggembungkan pipinya.


"Hahaha, kau lucu" Bai Jian memain-mainkan pipi Mai yang menggembung.


"Jangan dimainkan!!!"


"Hahaha, tapi.... Aku benar-benar penasaran dengan VIP baru itu"


"Betul, dia terlalu jenius, dari pada jenius. Dan dia lebih kaya daripada orang kaya. Aku penasaran, darimana dia berasal?"


"Mungkin bisa jadi dia seorang ternama dibenua Dazhou"

__ADS_1


"Itu bisa jadi.... Mungkin dia kiriman dari kaisar Zhou untuk mengontrol Bing Lian"


"Masuk akal!"


"Apa kau akan mengundangnya?"


"Tentu, dia bersedia ada dipihakku, dan berani menantang Liang Guang. Bila aku memusuhinya, aku akan menjadi orang terbodoh didunia"


***


Xin Huang dan Hua Mei pergi ke sekte Es Abadi menggunakan kereta kuda, Tak etis bukan bila mereka berjalan?


Setelah menaikki kereta kuda selama 15 menit, mereka akhirnya sampai didepan gerbang sekte Es Abadi. Paviliun Bintang Biru sengaja dibangun didekat Sekte Es Abadi agar Bing Lian lebih mudah mengecek apa yang terjadi dipaviliun itu.


Bing Lian, Xin Huang, Hua Mei, dan 2 orang lainnya pergi turun dari kereta kuda. Setelah turun, mereka semua pergi kedalam Sekte Es Abadi. Mereka semua menarik perhatian wanita-wanita yang ada didalam sekte Es Abadi, khususnya Xin Huang, dia terlihat sangat tampan dengan rambut hitam panjangnya, dan sepasang mata merah darah yang sangat indah dan memesona. Penampilan yang indah itu berhasil membuat hati para wanita disana meleleh.


"Ah.... Aku, aku, aku merasa aneh...." ucap salah satu murid wanita disana dengan wajah merah padam.


"Apakah ini cinta?"


"Ahhh.... Laki-laki.... Satu-satunya murid laki-laki yang ada, sudah meninggal satu tahun yang lalu, sehingga hatiku menjadi kosong tanpa melihat laki-laki, tapi itu sudah dibayar dengan laki-laki indah ini..."


Xin Huang yang mendengar itu, merasa sangat senang "Bila wajahku dulu tampan, aku pasti tidak akan bunuh diri. Aku akan memanfaatkan wajah ini untuk mencapai puncak kekayaan, dan hidup dengan tenang dimasa tua. Tapi bila aku tidak bunuh diri, aku tidak akan pernah bertemu dengan istri tercintaku, Hua Mei" Xin Huang tiba-tiba tersenyum dan mencium pipi Hua Mei.


"Eh? Kenapa tiba-tiba?" Wajah Hua Mei mulai merah merona.


"Jadi kau mulai mencintaiku ya...."


"Bukan mulai, tapi aku memang mencintaimu"


"Hehe, terima kasih Xin" Hua Mei memeluk lengan Xin Huang.


"Tentu, tentu"


Melihat Xin Huang dan Hua Mei mulai bermesraan, Bing Lian mendengus "Hmmph!!" Bing Lian mengalihkan pandangannya. Sama seperti Bing Lian, para wanita yang ada disana mulai menggigit jarinya saat melihat Xin Huang dan Hua Mei bermesraan.


"Siapa wanita itu?"


"Ternyata sudah ada yang punya, super cantik lagi"


Para wanita yang ada disana mulai menggerutu dengan tubuh tertunduk lesu.


"Nona Bing, disepanjang mataku melihat, hanya ada murid wanita disini, apakah sekte ini khusus untuk wanita?"


"Ya, aku membuatnya khusus untuk wanita, wanita yang selalu direndahkan dan diremehkan, makanya aku membuat sekte ini untuk membuat wanita menjadi lebih kuat! dan membuktikannya pada laki-laki!!!"

__ADS_1


"Perasaan, disekte lain pun wanita boleh-boleh saja masuk" Setahu Xin Huang, fisik wanita dan pria didunia kultivator sama saja. Hanya perasaan rendah diri dan inferior yang dimiliki wanita lah yang membuat wanita merasa bahwa mereka diremehkan, padahal jika di kota-kota, atau di sekte-sekte besar, wanita pun bisa menjadi petinggi.


"Kau bukan wanita! jadi kau tidak akan merasakannya!"


"Baiklah-baiklah" Xin Huang merasa akan panjang bila berbicara dengan wanita labil seperti Bing Lian.


***


"Baiklah anak muda, apa yang ingin kau bicarakan denganku?"


Bing Lian, Xin Huang dan Hua Mei berhasil sampai diruangan kerja Bing Lian. Dan saat ini mereka bertiga sedang duduk berhadapan.


"Nona Bing.... Aku ingin kau bicara jujur, dan bersedia memberi tahu apapun yang kau tahu"


"Aku bisa-bisa saja melakukan itu, tapi kau akan memberiku apa?" Selama pelelangan, Xin Huang belum sekalipun membelikan sesuatu untuk Bing Lian, sehingga dia merasa tidak adil bila memberi tahu apapun yang dia ketahui tanpa mendapatkan apa-apa.


"Kau mau apa?"


"Kau adalah orang kaya kan?"


"Tentu saja, apa kau mau uang?"


"Bukan, aku menanyakan kekayaan hartamu, bukan uangmu"


"Uang juga harta, nona Bing" Xin Huang menghela nafasnya.


"Bukan itu!!! Maksudku seperti senjata, pil dan lain-lain! Bukan uang!!!"


"Ya, aku sangat kaya, jadi kau mau apa?"


"Aku ingin.... Pil Embun Pagi"


"Ini" Xin Huang memberi Bing Lian sebotol Pil Embun Pagi, yang isi botolnya berjumlah seratus.


"Ini... Ini... Ini...." Bing Lian berbicara gelagapan melihat sebotol pil yang bisa menaikkan levelnya.


"Bagaimana? Kau bersedia?"


"Ya! Cepat tanyakan apa yang kau mau tahu!"


"Baiklah...." Xin Huang memperbaiki posisi duduknya, lalu dia berbicara "Aku ingin tahu, apa yang kau lakukan dihutan kegelapan satu tahun yang lalu?"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2