Power System

Power System
Turnamen Bergengsi Anak Muda (1)


__ADS_3

"Baiklah, tanpa basa-basi lagi, turnamen ini dimulai!" Semua orang berseru senang saat mendengar perkataan Shen Jian.


Para peserta dengan segera duduk di kursinya, dan mulai memasuki pulau virtual tempat mereka bertanding.


Wushh


Wushhh


Wushhhh


ke 30.000 peserta muncul disetiap sudut pulau yang berbeda-beda, ukuran pulau tempat digelarnya turnamen pun tidak kecil, kira-kira seukuran pulau Bali. Nama pulaunya adalah pulau Yonheng, pulau yang terletak dibagian barat daya benua Dixin. Tempat digelarnya turnamen memiliki satu dunia yang sama dengan game virtual buatan kota Zhongdui.


***


Lian Mei muncul dibagian paling Utara pulau Yonheng. Ditemani dengan pedang tipis yang ada dipinggangnya, Lian Mei menyusuri setiap sudut pulau yang ada.


Lian Mei juga sesekali harus menggunakan pedangnya untuk menebas daun-daun yang menghalangi, cukup menyebalkan, namun apa boleh buat?


"Walaupun daritadi aku mengabaikannya, aku benar-benar takjub dengan tingkat kerealistisan dari dunia palsu ini, ini memudahkanku untuk bertarung dengan bebas dan leluasa-" Belum selesai Lian Mei bergumam, sebuah pisau melayang kearahnya, namun dia bisa menghindari pisau itu dengan mudah.


"Bos, dia gadis yang cantik, apa kita akan menggunakannya dulu sebelum membunuhnya?" Tiba-tiba seorang pria kurus dengan sorban kotor dikepalanya datang, dengan banyak pisau yang terselip disetiap jarinya.


"Heh, walaupun aku tidak suka anak kecil, aku benar-benar terpesona dengan kecantikannya, jadi jawabannya adalah Ya." Seorang pria besar berkulit hitam muncul dari balik pohon, dan menyauti kata-kata pria kurus itu.


"Hehe, aku senang mendengarnya." Pria kurus itu menjilat lidahnya, dan hendak menyerang Lian Mei, namun tiba-tiba sebuah garis besar muncul didadanya dengan darah yang terus mengucur. Dia benar-benar terkejut dengan dadanya yang tiba-tiba tertebas tanpa diketahui oleh apa.


"Apa?!" Pria kurus itu dengan segera melompat kebelakang, dan menatap Lian Mei dengan tatapan tajam. "Apakah ini perbuatanmu?"


Lian Mei berdiri diam sembari menyentuh gagang pedangnya, dia benar-benar berkonsentrasi untuk bisa menggunakan jurus itu. "Ya, ini adalah perbuatanku. Jadi tolong berikan plat nomormu, lalu pergi dari sini. Aku benar-benar tak mau melukaimu."


"Heh! Jangan sombong dasar bocah! Akan kuajari kau hal-hal dewasa." Pria kurus itu melempar seluruh pisaunya keatas langit, dan tiba-tiba menghilang dari tempat asalnya berdiri.


Wushhhh


Tiba-tiba sebuah serangan pisau muncul dihadapan Lian Mei tanpa bisa dilihatnya. Lian Mei bisa menghindari itu, namun tanpa memberi Lian Mei nafas, serangan demi serangan terus mengarah ke leher Lian Mei. Itu membuat Lian Mei kebingungan dengan siapa yang menyerangnya.


Wushhh


Wushhh


Wushhhh


Melihat serangan demi serangan tidak berhenti mengancam nyawanya, Lian Mei menghentikan langkahnya, dan menginjak tanah. Setelah itu dia menyentuh gagang pedangnya lagi, lalu memejamkan matanya, "Jurus Pedang Dewa: Tebasan Surgawi."


Wushhhhh


Lian Mei menghilang, dan muncul beberapa meter jauhnya. Dia terlihat sedang berdiri sembari menyarungi pedangnya.


Zrashhhhhh


Sang pria kurus bersorban itu muncul kembali, dengan sebuah luka tebasan didadanya, itu membuat dirinya pingsan dan terjatuh ketanah.


Grep....

__ADS_1


Lian Mei mengambil plat nomor yang keluar dari kantong sang pria kurus. "Kau sudah lihatkan kekuatanku, jadi cepat serahkan plat nomormu sebelum kau memiliki nasib seperti orang itu."


Sang pria berkulit hitam terlihat melipat tangannya dengan wajah yang mengkerut. "Dasar bodoh, melawan bocah saja tidak bisa, akan kuurus kau nanti." Setelah itu sang pria mengepalkan tangannya, lalu melayangkan tinjunya kearah Lian Mei.


Wushhhhhh


Lian Mei melebarkan matanya terkejut saat sebuah pukulan muncul dihadapannya. Dia dengan segera memiringkan kepalanya untuk menghindari serangan itu.


Wushhhh


Duarrrrrrrrr


Sebuah jejak serangan besar terbentuk akibat pukulan sang pria berkulit hitam, namun Lian Mei masih bisa menghindar, dan menggengam erat gagang pedangnya. "Teknik Pedang Dewa: Resonansi Dewa."


Sret....


Lian Mei muncul secara tiba-tiba dibelakang tubuh sang pria berkulit hitam. Sang pria berkulit hitam masih tidak tahu apa yang terjadi, sebelum tangan kanannya tertebas oleh udara kosong.


Zrashhhhh


"Ap-" Belum selesai dia berbicara, sebuah tebasan terjadi lagi secara tiba-tiba, namun letaknya berbeda, letaknya kali ini ada didada kirinya.


Zrashhhhh


Zrashhhhh


Zrashhhhh


Zrashhhhh


"Fyuhhh...." Daya tahan tubuh Lian Mei terbilang cukup kuat, namun untuk menahan serangan sang pria berkulit hitam, daya tahan tubuhnya masih jauh dari itu.


***


Bing Xiwang muncul dibagian paling selatan pulau Yonheng. Dia masih ling lung dengan perpindahan yang tiba-tiba. "Ini tempatnya kah? Tak ada bedanya dengan dunia nyata." Bing Xiwang menyentuh setiap objek yang ada disekitarnya, seperti pohon dan dedaunan.


Lalu dia beranjak dari tempatnya, dan berjalan pergi dari sana.


Bing Xiwang berjalan santai menyusuri hutan, dia juga sesekali membunuh beberapa serangga untuk mengatasi kebosanannya, namun dia dengan segera menyunggingkan bibirnya saat mendengar suara pertarungan.


.....


Wushhhhhh


Duarrrrrrrrrr


Kedua orang dengan baju bangsawan terlihat sedang mengadu serangan. Yang satu menggunakan api, yang satunya lagi menggunakan petir.


"Yin Huo, apa cuma segini kekuatanmu?" Ucap pria bangsawan berbaju ungu dengan senyuman sinis.


"Shan Liu, kau memang tidak punya kaca ya, dampak seranganmu bahkan lebih kecil dari seranganku, dan kau masih bisa bertanya seperti itu?" Balas seorang pria bangsawan berbaju jingga dengan senyuman yang tak kalah sinisnya.


Pria bernama Shan Liu itu tersenyum kecil sembari menatap kawah besar yang ada dihadapannya. "Untuk elemen yang berspesialis ledakan, kau benar-benar lemah tau. Yah, itu jika kau tahu diri."

__ADS_1


Yin Huo menggeram kesal dengan aura membunuh yang meluber kemana-mana. "Jangan banyak omong banci, mari kita selesaikan dengan pertarungan!" Yin Huo mengeluarkan api dari tangannya, lalu melesat dengan cepat kearah Shan Liu.


Wushhhhhh


"Hehe...." Shan Liu tersenyum kecil sembari menggengam kipasnya. "Teknik Pengendalian Petir: Badai Petir!" Setelah itu dia mengibaskan kipasnya kearah Yin Huo.


Wushhhhh


Sebuah pusaran besar yang terdiri dari angin dan petir melesat hendak membunuh Yin Huo, namun Yin Huo menggunakan kedua tangan apinya untuk menghalangi pusaran petir itu.


Duarrrrrrr


Ledakan besar terjadi lagi, namun dari balik ledakan, terlihat Yin Huo muncul dan melesat kearah Shan Liu, itu membuat Shan Liu sedikit terkejut.


"Aku baru ingat, keluargamu bukan spesialis ledakan, tapi spesialis daya tahan tubuh." Shan Liu menutupi wajahnya menggunakan kipasnya.


Duarrrrrrrrrr


Shan Liu dengan telak menerima serangan Yin Huo, namun dia masih hidup, sebab dirinya terlindungi oleh kipasnya.


"Teknik Pengendalian Petir: Harimau Putra Petir!" Shan Liu membentuk sebuah harimau petir berwarna ungu, dengan ukuran yang sangat besar, bahkan sama besarnya dengan gunung.


Yin Huo mengerutkan dahinya, lalu bersiap juga mengeluarkan jurus. "Teknik Penguatan Tubuh: Bara Neraka Penghancur Dunia." Kedua api yang ada ditangan Yin Huo menggebu-gebu dan terlihat melelehkan benda-benda yang ada disekitarnya. Setelah dia selesai, Yin Huo melesat menuju Shan Liu.


Wushhhhhh


Harimau petir Shan Liu juga melesat menuju Yin Huo, membuat semua yang ada disekitarnya hancur berantakan dan terlempar kesegala arah.


Wushhhhhhhhh


Keduanya semakin mendekat, lalu Yin Huo melayangkan tinjunya.


Wushhhhh


Duarrrrrrrrrrrr


Bola ledakan yang sangat besar terlihat menyinari semua yang ada disekitarnya. Awan jamur yang sangat tinggi membumbung jauh keatas langit. Membuat semua pohon-pohon maupun gunung-gunung yang ada disekitarnya, terhempas jauh kesegala arah.


Sshhhhhhhh......


Asap yang mengepul sudah menghilang, menunjukan sebuah kawah besar berdiameter 90 km, yang terpampang jelas dihadapan Shan Liu. "Bagaimana? Apakah dia masih hidup?"


Wushhhhhh


Sebuah pukulan hendak mengenai wajah Shan Liu, namun pukulan itu terhenti karena perut Yin Huo terlihat tertusuk oleh akar berwarna hitam legam.


"Apa it-" Belum selesai Shan Liu berbicara, lehernya terpotong rapih secara tiba-tiba oleh pedang berwarna hitam legam.


"Dasar kalian perusak alam." Bing Xiwang muncul dari balik bayangan, dipinggangnya terlihat sebuah Surai hitam yang mengangkat tubuh Yin Huo yang tertusuk. "Yah, tapi ini cuma game."


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2