Power System

Power System
Xin Huang vs Qian Zhu


__ADS_3

Bummmmmm


Xin Huang bisa menghindari serangan itu dengan mudah. "Aku heran... Apa kekuatanmu yang sebenarnya hingga bisa menghancurkan kekaisaran Qin?"


"Itu Rahasia" Qian Zhu menghilang sekali lagi.


Bummmmm


Bummmmm


Bummmmm


Bummmmm


Bummmmm


Ratusan tendangan-tendangan melayang ke arah Xin Huang, dan Xin Huang bisa menghindari itu dengan mudah. "Hahh... Ini akan lama...." Xin Huang mengeluarkan pedang besi biasa. "Teknik Ruang dan Waktu: Tebasan Dimensi" Xin Huang mengayunkan pedangnya secara vertikal.


Wushhhhhhhh


Sringgggggggg


Pepohonan, Gunung-Gunung, hingga langit terbelah oleh serangan Xin Huang. Pedang besi milik Xin Huang pun hancur menjadi debu.


"Hahahaha" Qian Zhu masih tertawa terbahak-bahak dengan kedua kaki yang sudah terpotong. "Happ" Qian Zhu memakan pil berwarna putih dan merah.


Wushhhhhh


Kedua kaki Qian Zhu kembali tumbuh seperti semula. "Terima kasih sudah memberiku teknik yang hebat" mata emas Qian Zhu bersinar terang. "Teknik Ruang dan Waktu: Tebasan Dimensi" Dia melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Xin Huang, hanya saja dia menggunakan itu dengan ranting kayu.


Wushhhhhh


Sringgggggg


Pepohonan, Gunung-gunung, hingga langit pun terbelah oleh serangan Qian Zhu. Akibat serangan itu juga, ranting kayu milik Qian Zhu hancur menjadi debu.


"A-Apa?" Satu-satunya yang tersisa dari itu adalah Xin Huang yang sedang menunjukkan wajah terkejut.


"Wah... Bisa menghindar ya?" Qian Zhu memetik ranting kayu lagi. "Teknik Ruang dan Wak----" Belum selesai Qian Zhu bicara, dia merasakan bahwa kedua tangannya sudah terpotong.


Zrashhh


Zrashhh


"A--Ap---" Lagi-lagi ucapan Qian Zhu terpotong oleh Xin Huang, dia memukul perut Qian Zhu dengan keras.


Bummmmmmmm


Duarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr


Tiga gunung yang berjejeran hancur lebur akibat hantaman tubuh Qian Zhu. "Apa itu tadi?" Xin Huang berjalan perlahan ke arah Qian Zhu.


"Ha... Ha... Ha..." Tubuh Qian Zhu yang hancur kembali pulih akibat pil. "Kau lihat mata emasku?"


"Ada apa dengan mata emasmu?"


"Hehehe, mata ini bisa meniru jurus apapun" Qian Zhu kembali menghilang dari sana. "Dan kau tahu, bukan hanya meniru, aku juga bisa membuat jurus yang kutiru, menjadi jurus baru" Qian Zhu tiba-tiba muncul dan menendang kepala Xin Huang.


Bummmmmmm


"Teknik Ruang dan Waktu?" ucap Xin Huang sembari menutupi wajahnya dengan kedua lengannya.


"Hehehe.... Teknik Ruang dan Waktu: Pukulan Ruang dan Waktu" Qian Zhu memukul ulu hati Xin Huang.


Bummmmmmmmm

__ADS_1


Sebuah jejak serangan besar terjadi akibat serangan Qian Zhu.


Shhhhhhhhh


"Kau bisa meniru apapun?" Xin Huang tiba-tiba muncul dari balik asap.


"Betul!"


"Baiklah, akan kuladeni" Xin Huang mengangkat tangannya. "Teknik Elemental Magma: Puluhan Matahari Naga" ucap Xin Huang pelan.


Wushhhhhhh


Muncul puluhan bola merah besar dengan naga-naga yang mengitarinya.


"Teknik Elemental Magma: Puluhan Matahari Phoenix" Qian Zhu mengangkat tangannya juga.


Wushhhhhhh


Muncul puluhan bola merah besar dengan Phoenix-Phoenik yang mengitarinya.


Wushhhhhhhh


Duarrrrrrrrrr


Duarrrrrrrrr


Duarrrrrrrrrrr


Duarrrrrrrrrrrr


Setiap bola merah itu beradu, sebuah ledakan besar akan terjadi. Pemandangan yang tadinya penuh Dengan alam, kini berubah menjadi pemandangan yang penuh dengan lautan magma.


"Teknik Elemental Es: Dataran Dingin" Xin Huang mengibaskan lengannya.


Wushhhhhhhh


"Elemen Es...." Qian Zhu tersenyum lebar. "Teknik Elemental Es: Pundak Naga Es" Qian Zhu mengarahkan lengannya kedepan.


Wushhhhhhh


Sebuah duri-duri tajam muncul dari dalam tanah, duri-duri itu berukuran sangat besar, cukup besar untuk membuat Xin Huang terlihat seperti semut.


"Hmmmm....." Xin Huang bisa menghindari itu dengan mudah. "Teknik Ruang dan Waktu tingkat menengah: Badai Kosmik" Xin Huang berucap dengan senyuman kecil.


Qian Zhu yang mendengar itu, mengeluarkan senyum juga. "Teknik Ruang dan Wak----" Qian Zhu menghentikan ucapannya saat menyadari bahwa matanya mengeluarkan darah.


"Hehehe.... Hanya sampai segini batasanmu" Teknik-Teknik milik Xin Huang adalah teknik tingkat tinggi, sehingga itu memberikan beban besar pada mata Qian Zhu..


"I-Ini" Qian Zhu menyentuh matanya.


"Hmmphh" Xin Huang mendengus, lalu menarik kembali jurusnya. Setelah menarik jurusnya, Xin Huang melompat ke hadapan Qian Zhu.


"Cepat berikan pintunya"


"Tidak akan!!!" Qian Zhu melompat kebelakang. Saat ini, Qian Zhu tidak bisa melihat lagi.


"Ha~Ha~Ha~" Xin Huang tertawa sembari mendekati Qian Zhu.


"Erghh" Qian Zhu berusaha mencari keberadaan Xin Huang.


Wushhhhhhh


Tiba-Tiba leher Qian Zhu tercekik oleh Xin Huang. "Cepat serahkan pintu itu" Xin Huang membanting tubuh Qian Zhu.


Bummmmmmmm

__ADS_1


Sebuah kawah besar tercipta akibat hantaman itu. "Erghhhh..." Qian Zhu mengerang kesakitan saat menyadari bahwa tulang-tulang di punggungnya hancur


"Hahhh... Bila kelamaan, Hua'er akan marah nih" Xin Huang mengangkat tinjunya, "Matilah"


Bummmmmm


Kepala Qian Zhu hancur menjadi bubur saat dipukul oleh Xin Huang. "Tadinya, aku ingin mengajakmu ke alam atas, aku yakin dengan mata emasmu, kau bisa mencapai puncak di alam atas, tapi aku berubah pikiran, tipe orang sepertimu, tipe orang yang sangat senang melakukan pengkhianatan" Gumam Xin Huang, lalu mengambil sebuah pintu perak kecil dari saku baju Qian Zhu.


Wushhhhhh


Xin Huang keluar dari dunia pribadinya, lalu muncul dilantai tiga restoran. "Kemana Hua'er?" Disepanjang mata Xin Huang memandang, dia tidak melihat Hua Mei di sudut manapun. "Sepertinya dia pergi jalan-jalan" Xin Huang duduk disalah satu meja, dan berniat untuk makan terlebih dahulu.


***


"Hmmm? Aku merasakan aura Xin Huang" Hua Mei yang sedang jalan-jalan, tiba-tiba merasakan bahwa ada aura yang sangat kuat muncul dikota Duri.


"Dia ada direstoran... Dan dia sedang makan" Hua Mei mengamati Xin Huang menggunakan persepsinya. "Bukannya menemuiku dulu... Malah makan" Hua Mei tiba-tiba menghilang dari sana.


....


"Untuk ukuran restoran cabang, makanan ini termasuk enak" Xin Huang menilai makanan didepannya.


Wushhhhh


Hua Mei tiba-tiba muncul di sebelah Xin Huang. "Halo Hua'er..." Tentu saja Xin Huang sudah tahu bahwa Hua Mei akan datang.


"Halo Xin...." Hua Mei menatap Xin Huang, Lalu duduk disebelahnya


"Aku sudah mendapatkan pintunya...."


"Kapan kita akan pergi?"


"Kita pergi menemui Yun Cheng dulu..."


"Untuk apa?"


"Aku punya gagasan baru...."


"Baiklah, aku ikut saja"


Setelah percakapan itu, Xin Huang melanjutkan makannya, hingga waktu sudah 3 jam terlewati.


"Ayo..." Xin Huang memeluk Hua Mei.


"Apa kita tidak akan memakai mobil terbang?"


"Tidak, aku buru-buru"


"Ya sudah, terserah kau"


"Teknik Ruang dan Waktu: Teleportasi"


Blink!


Xin Huang tiba-tiba menghilang dari sana, lalu muncul didepan gerbang istana dengan penjaga yang wajahnya tak asing sedang berdiri disana. "Tu-Tuan Ta-Tabib" ucap penjaga itu gugup.


"Yo..." Xin Huang melambaikan tangannya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2