Power System

Power System
Pelelangan Umum (1)


__ADS_3

Tak terasa satu Minggu telah berlalu, kini kota Hitam dipenuhi oleh orang-orang terhormat dari segala penjuru benua Xiongwei. Jalanan Kota Hitam menjadi macet akibatnya, banyak penduduk-penduduk yang berdesakan, bahkan ada yang meninggal akibat terinjak-injak.


"Xin, apa kita tidak terbang saja?" ucap Hua Mei saat melihat lautan manusia yang menghiasi jalanan kota Hitam.


"Kita dilarang untuk terbang dikota Hitam ini"


"Ah...." Hua Mei tertunduk lesu.


Setelah mengajari Hua Mei selama satu tahun penuh di dunia pribadi Xin Huang. Mereka berdua berencana untuk mengikuti pelelangan umum yang akan diadakan nanti siang.


.....


"Akhirnya sampai juga...." Hua Mei terlihat ngos-ngosan didepan paviliun Bintang Biru.


"Ayo masuk"


Xin Huang dan Hua Mei memasuki bangunan Paviliun Bintang Biru. Didalam bangunan, terlihat tak ada perbedaannya sama sekali, penuh dengan lautan manusia. "Nona pelayan" Xin Huang memanggil salah satu pelayan disana.


"Eh? Tuan?" Ternyata pelayan yang dipanggil Xin Huang adalah pelayan yang melayaninya satu Minggu yang lalu.


"Oh, halo nona!"


"Halo tuan.... Apa tuan ingin mengikuti pelelangan?"


"Ya, apa kau bisa mengantarkanku?"


"Tentu" Pelayan itu tersenyum manis. "Ikuti aku, tuan dan nona VIP" Pelayan itu berjalan dengan Xin Huang dan Hua Mei yang mengikutinya dari belakang.


Tuk...


Tuk...


Tuk...


Ketiganya terus berjalan secara berdesakan, bahkan ada tangan-tangan nakal yang hendak menyentuh tubuh Hua Mei, walaupun tidak berhasil akibat pelindung Qi buatannya. Mereka terus berjalan ke tangga yang menuju ke bawah tanah.


Setelah berjalan selama 15 menit, akhirnya Xin Huang dan Hua Mei sampai di depan ruangan VIP. "Tuan dan Nona, nanti setelah pelelangan dimulai, aku akan datang lagi untuk mendampingi kalian berdua"


"Tentu, akan kutunggu"


"Baiklah, sampai jumpa lagi, Tuan dan Nona" Pelayan itu menunduk, lalu pergi dari sana.


"Hua'er, ayo kita masuk"


"Ya"


Xin Huang membuka pintu ruangan VIP. Didalam ruang VIP, terlihat banyak ornamen-ornamen indah disetiap sisi tembok, dan diletakkan empat sofa lembut untuk diduduki. Dibagian depan sendiri, terlihat sebuah kaca besar dengan tirai yang menutupinya.


"Hua'er, kita akan menunggu dulu"


"Apakah aku harus membuka tirainya?"


"Nanti saja kalau sudah mulai"


"Baiklah"

__ADS_1


Xin Huang dan Hua Mei duduk disalah satu sofa. Setelah itu mereka saling mengobrol untuk menunggu acara pelelangan dimulai.


"Hua'er, nanti setelah bertemu dengan Bing Lian, kita berlatih yuk"


"Ayo, aku juga merasa bahwa tahap mortal hanyalah tahap awal dari kultivasi"


"Ya, aku juga merasa begitu... Orang-orang yang ada dibenua Xiongwei sangatlah kuat. Bila aku tidak berlatih, mungkin kau akan tahu bagaimana yang terjadi nantinya"


"Em" Hua Mei menganggukan kepalanya.


***


Didalam ruangan pelelangan, terlihat 30 tempat untuk para VIP, mereka berada di bagian sisi tembok atas. Dan dibawahnya, terlihat banyak bangku-bangku untuk penonton non-VIP, bangku-bangku itu terlihat sudah hampir penuh, bila dilihat-lihat, mereka duduk secara berdesakkan. Untuk ruangan VIP, semuanya hampir terisi penuh, hanya tinggal menunggu patriak sekte Cahaya Ilahi datang saja untuk memulai pelelangan.


(Ruangan VIP nomor 1)


"Si Liang Guang kurang ajar itu terlambat, apa dia tidak menghormati para peserta lain?!" Terlihat seorang wanita cantik berambut hitam dengan mata berwarna biru es sedang menggigit jarinya kesal.


"Sabar saja nona Bing, sebentar lagi dia pasti akan datang" seorang wanita yang tak kalah cantiknya, datang dan menenangi Bing Lian.


"Huh! Aku sudah sabar, tapi sepertinya dia minta kuhancurkan!"


"Kali ini Nona Bing sudah lebih kuat dari Liang Guang, jadi jika Nona Bing bersabar, pasti ada kesempatan untuk menghajarnya"


"Membunuh! Bukan menghajar!"


"Iya Nona, maksudku itu"


Didalam ruangan VIP nomor 1, terlihat 3 orang wanita cantik berbaju biru es duduk disana. Mereka adalah perwakilan dari sekte Es Abadi, dengan Bing Lian yang duduk ditengahnya.


"Dia adalah pemegang saham baru"


"Woah, dia pasti orang hebat, apa kau tahu siapa namanya?"


"Xin Huang, kata Xiu Lan"


"Xin Huang.... Seingatku tak ada keluarga besar Xin dibenua Xiongwei ini"


"Entahlah, mungkin dia konglomerat dari benua lain"


"Bisa jadi"


(Ruang VIP nomor 3)


"Aku merasakan aura seseorang di ruang VIP nomor 16" ucap seorang pria berambut putih dengan sebilah pedang tipis dipinggangnya.


"Mungkin dia VIP yang baru" jawab seorang wanita pengawalnya.


"Hmmm... Mungkin aku harus berkenalan dengannya" Seorang VIP statusnya kurang lebih sama dengan Sekte-sekte besar, sehingga orang-orang sudah pasti ingin membangun hubungan yang baik dengannya.


(Ruang VIP Nomor 16, Ruang Xin Huang)


"Lama sekali sial, aku bahkan sudah kehabisan bahan pembicaraanku dengan Hua'er" Xin Huang memgumpat kesal.


"Sabarlah Xin" Hua Mei tertawa kecil melihat wajah Xin Huang yang kesal.

__ADS_1


"Aku sudah sabar, tapi sepertinya Paviliun ini tak menghargai tamu!"


"Mungkin orang yang sangat penting belum datang kesini"


"Masuk akal"


***


Setelah menunggu 5 menit lagi, terasa sebuah aura kuat memasuki ruangan pelelangan. Aura kuat itu terus berjalan, sampai berhenti saat sudah ada didepan ruang VIP nomor 2.


Kreakkkk


Tirai ruang VIP nomor 2 terbuka, memperlihatkan pria setengah sepuh sedang duduk disana. Pria setengah sepuh itu membuka mulutnya. "Maafkan keterlambatan ku, Saudara-saudari. Kaisar Wei memberiku tugas, sehingga aku datang terlambat" ucap pria setengah sepuh itu.


"Heh! Kau menyalahkan kaisar akibat keterlambatan mu?!" Bing Lian mendengus.


"Setidaknya aku mengerjakan tugas dari kaisar Wei, bukan menandatangani kontrak dengan kaisar benua lain"


"Bajingan!! Kau menantangku?!" Bing Lian berdiri dan mengeluarkan aura Immortalnya.


Blarrr


"Apa?! Matriak dari sekte Es Abadi sudah mencapai tahap Immortal?!"


"Mengerikan!!! Tatanan kekuatan sepertinya akan berubah!!!"


Para penonton yang lain menjadi ricuh saat Bing Lian mengeluarkan aura Immortalnya. Sebab, seseorang yang berada ditahap Immortal hanyalah Liang Guang saja, patriak sekte Cahaya Ilahi, sekaligus orang terkuat nomor dua dibenua Xiongwei.


"Hooo... Sepertinya level Immortalmu ada kaitannya dengan kaisar Zhou" Liang Guang menyunggingkan sudut bibirnya.


"Kaitan? Maaf ya, aku bukan penjilat orang kuat"


"Bukan penjilat, tapi boneka"


"Bangsat!!!" Bing Lian mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.


"Jangan mengacau, nona Bing" Liang Guang mengeluarkan aura yang menenangkan, sehingga para penonton yang lain tidak tertekan dengan aura membunuh Bing Lian.


Kreakkk......


Tirai panggung terbuka lebar, memperlihatkan seorang wanita cantik, dengan baju berwarna merah sedang berdiri disana. "Tuan dan Nona, kuharap kalian bisa mengesampingkan urusan kalian di pelelangan ini" ucap lembut wanita itu.


"Hmmph!" Bing Lian mendengus, lalu duduk dikursinya.


"Heh... Dasar pemuas nafsu" Gumam Liang Guang, lalu duduk dikursi.


"Erghhhh" Bing Lian menggeram kesal, mendengar gumaman Liang Guang.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2