Power System

Power System
Xin Huang vs Mo Xi


__ADS_3

"Itu karena..... Aku gila!!!!, hahahaha" Mo Xi menerjang ke arah Xin Huang.


Mo Xi dikenal sebagai iblis gila oleh penduduk iblis yang lain, bagaimana tidak?, dia pernah membantai satu kerajaan karena ada seorang anak kecil yang tidak sengaja menjatuhkan sup di jubah kesayangannya. karena kegilaanya itu, dia menjabat sebagai jendral iblis nomor tiga dari sepuluh, setelah memendam kegilaannya selama ratusan tahun, akhirnya kegilaanya keluar dan menjadi tak terkendali saat bertarung dengan Xin Huang.


"Erghhhhh" Xin Huang melindungi tubuhnya dengan pedang kekosongan.


Dummmmmmmm


Duar


Duarr


Duarrr


Duarrrr


Xin Huang terus melayang menabrak empat gunung berurutan. Mo Xi menyiapkan tinjunya lagi.


"Terima ini, manusia!!!" Mo Xi memukulkan tinjunya yang sudah berubah menjadi hitam legam.


Dummmmmmmm


"Erghhhhh" Xin Huang menghindar dari serangan yang datang. Sebuah kawah besar tercipta saat Xin Huang menghindari serangan Mo Xi.


"Eh, menghindar ya?" Mo Xi menunjukkan senyuman kegilaan.


"Dasar gila!!!" Xin Huang mengeluarkan api neraka dari Tangannya.


"Teknik Neraka:Neraka Dunia!!!!" Api ditangan Xin Huang terus menjalar membakar apapun yang ada didekatnya. Mo Xi masih bisa tersenyum dan berdiri bahkan saat terkena api neraka Xin Huang.


"Sial!!!, energi hitam itu melindungi tubuhnya" Xin Huang melihat energi hitam yang muncul keluar dari tubuh Mo Xi. Energi hitam itu lalu bersatu dan membentuk jirah besi untuk melindungi tubuh Mo Xi.


"Esensi Kematian:Sonata Kematian"


Duarrrrrrrr


Muncul ledakan hitam besar ditempat Xin Huang berdiri. "Sial!" Xin Huang melompat untuk menghindari ledakan itu.


"Hahaha, ledakan itu bukan hanya sekali, tapi berkali-kali" Mo Xi tertawa terbahak-bahak.


Duarrrr


Duarrrrr


Duarrrrrr


Duarrrrrrr


Duarrrrrrrrr


Muncul deretan ledakan yang muncul setiap Xin Huang menginjakkan kakinya ke tanah. "Sial!!!, kapan berhentinya?!!"


Xin Huang kesusahan untuk menghindari serangan yang datang.


"Esensi Kematian:Garis Kematian" Mo Xi mengumpulkan Qi Kematian di dalam mulutnya.

__ADS_1


Sringgggggg


"Terima ini manusia!!!!!"


Duarrrrrrrrrr


Serangan laser Projectile berwarna hitam muncul dari mulut Mo Xi. serangan itu melesat dengan sangat cepat ke arah Xin Huang.


"Teknik Ruang: Teleportasi" Xin Huang menggunakan Teleportasi untuk menghindari serangan Mo Xi.


"Esensi Kematian:Bola Kematian"


Mo Xi memuntahkan Puluhan bola hitam dari mulutnya.


"Teknik Ruang:Teleportasi"


Duarrrrr


Duarrrrr


Duarrrrr


Duarrrrrr


Setiap serangan yang datang bisa dihindari Xin Huang dengan Teleportasinya.


"Esensi Kematian: Sabit Kematian" Muncul sebuah sabit besar yang terbuat dari aura hitam di tangan kanan Mo Xi.


Wushhhhhhhh


Mo Xi menginjak tanah lalu melesat ke arah Xin Huang. Saat sudah berjarak beberapa meter, Mo Xi menyiapkan serangannya.


Wushhhhhhhhhh


Sringggggggggg


Sebuah garis hitam horizontal terlihat, garis itu terlihat memotong apapun yang dilewatinya, bahkan gunung sekalipun. adapun Xin Huang, dia bisa menghindari itu dengan Teleportasinya.


"Cih, Teleportasinya menyebalkan" keluh Mo Xi. Setelah itu, Mo Xi mengangkat sabitnya. Setelah diangkat, dia memutar Sabitnya.


"Teknik Sabit Iblis: Pusaran Kehampaan" Lama-lama sabit yang dipegang Mo Xi semakin cepat berputar. sabit itu menyedot apapun yang ada disekitarnya. Pohon-pohon, bebatuan, dan juga Qi pun disedotnya.


Wushhhhhhhhhh


Satu hal yang pasti, apapun yang tersedot itu akan hancur saat mengenai putaran sabit Mo Xi.


"Ini?!" Xin Huang merasakan bahwa dirinya perlahan-lahan mendekati pusaran sabit itu. "Teknik Ruang: Teleportasi" Xin Huang berteleportasi ke arah yang jauh dari pusaran sabit Mo Xi.


"Kemanapun kau lari, kau akan terkena seranganku" ucap Mo Xi datar.


"Teknik Sabit Iblis: Pusaran Pembelah Surga" Mo Xi sekali lagi mengangkat sabitnya. Setelah dirasa siap, Mo Xi melempar sabitnya.


"Matilah manusia!!!"


Wushhhhhhhhhh

__ADS_1


Sebuah pusaran berwarna hitam melesat dengan sangat cepat ke arah Xin Huang. Pusaran itu membelah apapun yang dilewatinya, terlihat jejak aura hitam yang ditinggalkan pusaran hitam itu saat melesat dengan cepat.


"Berbahaya!" Xin Huang merasa bahwa dia akan mati jika terkena serangan itu.


"Teknik Ruang: Tebasan Dimensi"


Wushhhhhhhhhh


Sebuah energi hitam melesat ke arah pusaran hitam itu.


Wushhhhhhhh


Duarrrrrrrrrrrrrrrr


Saat keduanya bertabrakan, timbul ledakan besar di sekitar area tabrakan. Akibat tabrakan itu, Muncul asap-asap yang sangat tebal menghalangi pemandangan, akibat tabrakan itu juga, Pulau Tami-Tami terbelah menjadi dua.


"Hmmm...." Mo Xi merasa aneh kenapa serangannya bisa hancur.


Dibalik asap, terlihat Xin Huang menggumamkan sesuatu. "Teknik Ruang dan Waktu: Distorsi Ruang dan Waktu" sesaat setelah Xin Huang mengucapkan itu, pergerakan diseluruh pulau Tami-Tami menjadi lebih lambat.


"Apa?!" Mo Xi merasakan ada suatu beban besar yang menyebabkan pergerakannya melambat.


"Iblis Mo Xi, bersyukurlah kau mati oleh serangan terkuatku" Gumam Xin Huang. Xin Huang mengangkat pedang kekosongan. "Teknik Ruang dan Waktu: Tebasan Empat Dimensi" Xin Huang mengayunkan pedangnya.


Wushhhhhhhhh


Sringggggggggg


Sebuah garis vertikal berwarna hitam muncul. Serangan itu membelah tubuh Mo Xi menjadi dua, bukan hanya Mo Xi yang terbelah. Mulai dari Pohon-pohon, bebatuan, gunung dan pulau Tami-Tami ikut terbelah, bahkan langit pun terbelah menjadi dua.


Shhhhhhhhhhh


Saat serangan Xin Huang mereda, waktu kembali seperti semula. "Eh?" Mo Xi merasakan bahwa tubuhnya sudah terbelah menjadi dua. "Regenerasi lah!" Mo Xi mencoba untuk meregenerasi tubuhnya. "Apa?" Mo Xi sangat terkejut saat dia sadar bahwa tubuhnya tidak bisa beregenerasi.


"Naikilah derajat dimensimu, minimal setara dengan dewa, dan setelah itu, maka kau bisa beregenerasi lagi" Xin Huang berucap sembari berjalan mendekati tubuh Mo Xi yang sudah tergeletak ditanah.


"Sial! jangan menatapku seperti itu!!" Mo Xi sangat marah saat dipandang remeh oleh Xin Huang.


Wushhhhhhh


Tubuh Mo Xi perlahan-lahan berubah menjadi debu. "Manusia, kutunggu kau di neraka" setelah mengucapkan itu, tubuh Mo Xi benar-benar berubah menjadi debu, lalu hilang di sapu angin.


[Berhasil Membunuh Mo Xi]


[Mendapatkan 800.000 PP]


[Mendapatkan 80.000 PS]


[Selamat tuan telah mencapai Inti Roh(3)]


"Saat kita bertemu lagi, aku sudah menjadi raja" Xin Huang berucap singkat sembari pergi dari sana.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2