
Krekkk....
Suara derit pintu terdengar. Terlihat seorang wanita dewasa cantik sedang duduk dikursi manajer. "Halo tuan, halo nona" Wanita itu berbicara, suaranya sangat lembut dan menenangkan.
"Ah... Wanita dewasa...." Xin Huang sedikit terpana melihat wanita itu.
"Sial! Dia kan wanita kesukaan Xin!" Batin Hua Mei cemberut.
"Silahkan duduk" Wanita itu mempersilahkan Xin Huang dan Hua Mei duduk dikursi yang ada didepannya.
Xin Huang dan Hua Mei duduk setelah dipersilahkan oleh wanita didepannya. "Perkenalkan, namaku Xiu Lan, panggil saja manajer Xiu"
"Baik Manajer Xiu. Namaku Xin Huang, dan ini istriku, Hua Mei"
"Tuan Xin Huang dan Nona Hua Mei kan?"
"Ya"
"Lalu... Tuan Xin Huang ingin mendapatkan kartu VIP?"
"Ya, aku ingin mengikuti pelelangan sebagai tamu VIP"
"Baiklah" Manajer Xiu mengambil sebuah kartu berwarna Emas dengan Semi-Biru, dari cincin penyimpanannya. "Ini tuan Xin" Xiu Lan memberi kartu itu pada Xin Huang.
"Baiklah, aku pergi dulu" Sesudah menerima kartu itu, Xin Huang berencana untuk pergi, tapi sebelum pergi, terdengar Xiu Kan berbicara.
"Tunggu tuan Xin...."
"Ada apa nona?"
"Apa tuan tertarik dengan Paviliun ini?"
"Em, aku sedikit tertarik sih" Berhasil menarik minat 15 Sekte besar, sudah pasti paviliun ini bukan hal yang remeh.
"Apa tuan tidak tertarik untuk membeli saham kami?"
"Saham.... Berapa yang tersisa?" Paviliun Bintang Biru sangatlah besar, sudah pasti ada banyak orang yang ingin menabung saham disini.
"55% untuk nona Bing Lian, 45% untukku"
"Jadi, kau mau menjualnya berapa persen?"
"Untuk tuan Xin, aku akan menjual 10% saja"
"10%?"
"Itu termasuk besar, tuan Xin. Dari 15 Sekte besar, hanya nona Bing Lian saja yang bisa menabung saham disini"
"Bila ditotalkan, berapa keuntungan yang didapatkan paviliun ini selama satu tahun?"
"300 Triliun"
"300 Triliun?!" Jerit Hua Mei kaget. Hua Mei berpikir, bila mereka punya 10% saham, mereka pasti akan mendapatkan 30 Triliun emas setiap satu tahunnya!.
"Sebenarnya aku tidak terlalu butuh uang, uangku sudah tak terbatas lagi, tapi, aku akan memastikannya lagi" Xin Huang membuka mulutnya. "Manajer Xiu, apakah paviliun bintang biru ini cabang dari dari benua lain?"
"Ya, ini adalah cabang benua Xiongwei. Untuk pusatnya, ada di benua Dazhou. Oleh sebab itu juga, aku harus menyisakan sedikit saham agar tetap bisa menjadi perantara"
"Jadi kau bukan dari benua ini ya?"
"Iya tuan, apa kau tertarik untuk membeli saham?"
__ADS_1
"Tentu, tapi 30%"
"Apa? Itu tidak bisa tuan Xin, kekuasaanku harus lebih besar dari yang lainnya"
"Apa kau melupakan Nona Bing Lian?"
"Dia pengecualian!"
"Apa yang bisa membuat dia menjadi pengecualian?"
"Itu... Dia menandatangani kontrak dengan pemimpin benua Dazhou"
"Kontrak apa itu?"
"Itu rahasia perusahaan"
"Hooo.... Tutup mulut ya?"
"Bila saya tutup mulut, memang apa yang bisa tuan lakukan? Apa tuan ingin menjadi musuh kaisar Zhou?"
"Hmmm...." Benua Dazhou adalah benua dengan ukuran dan kekuatan nomor satu dari 30 benua lainnya. Bila diperkirakan, kekuatan kaisar Zhou itu, setara dengan Shen Jin Long, tentu saja Xin Huang tidak ingin menjadikan mahluk super kuat itu, sebagai musuh. "20% Bagaimana?" Bila Xin Huang menabung saham disini, sudah pasti dia akan menjadi tamu terhormat dibenua Dazhou itu. dan Hal itu sangat menguntungkan dirinya.
"Tidak bisa"
"Aku akan membayarnya 5 kali lipat"
"Benarkah?"
"Betul"
"Sebenarnya, untuk apa kau mengikuti pelelangan? dengan hartamu, kau bisa melakukan apapun yang kau mau"
"Aku hanya ingin bertemu dengan nona Bing Lian saja"
"Betul... Wanita pintar sepertimu, pasti sudah tahu apa tujuanku"
"Tak usah memuji, Tuan Xin" Xiu Lan tertawa kecil. Paras Xiu Kan saat tertawa kecil, sangatlah menawan.
"Jadi, apa kau mau menjual 20% nya untukku?"
"Tentu, 5 kali lipat kan?"
"Ya, berapa totalnya?"
"300 Triliun"
"Ini" Xin Huang memberi Xiu Lan sebuah cincin.
"Hmmm...." Xiu Lan melihat gunungan emas yang sangat banyak didalam cincinnya. "Baiklah, silahkan cap darah dikertas ini" Xiu Lan mengengeluarkan secarik kertas putih dari cincinnya.
Cap...
Xin Huang menempelkan cap darahnya pada kertas itu. "Baiklah tuan Xin, kau sudah resmi menjadi bagian dari kami. Kau akan mendapatkan perlakuan khusus disemua cabang Paviliun Bintang Biru kami"
"Ya" Xin Huang berdiri, diikuti dengan Hua Mei yang berdiri juga. "Baiklah Nona Xiu Lan, kami pergi dulu"
"Sampai jumpa lagi, Tuan Xin" Xiu Lan menutup mulutnya. "Aku lupa, sampai jumpa lagi juga ya, Nona Hua Mei" Xiu Lan tersenyum manis.
"Ya" Jawab Hua Mei ketus. "Pasti dia sengaja!" Batin kesal Hua Mei.
Setelah itu, mereka berdua keluar dari ruangan manajer Xiu. "Tahap saint ya...." Xiu Lan tersenyum kecil.
__ADS_1
***
"Si Xiu Lan tadi, aku tidak bisa membaca tingkat levelnya"
"Apa?! Apa dia lebih kuat darimu?"
"Tidak, dia lebih lemah dariku, hanya saja dia menggunakan suatu artifak untuk menyembunyikannya"
"Begitu... Lalu setelah dipikirkan lagi, untuk apa kita menemui nona Bing Lian?"
"Aku ingin tahu dia sedang mencari apa. Untuk seseorang yang berada dilevel Saint puncak, sekaligus matriak sekte besar, untuk apa dia pergi ke hutan kegelapan?"
"Apa kau tidak mengeceknya?"
"Sudah, tapi goa yang kau ceritakan, sudah hancur menjadi debu"
"Apa?! Kenapa aku tidak bisa mengetahuinya?!"
"Itu karena, kau bodoh. Goa sebesar itu, pasti terdengar nyaring saat hancur, untuk seseorang ditingkat mortal sepertimu"
"Eum... Kau menyebutku bodoh terus"
"Itu karena kau bodoh"
"Kau jahat"
Xin Huang menatap Hua Mei yang cemberut. "Hua'er, untuk satu Minggu ini, kau akan kuajari semuanya tentang dunia ini, agar kau tak terlalu bodoh"
"Benarkah? Belajar dimana?"
"Diduniaku"
"Baiklah Xin! Aku akan belajar dengan semangat!"
"Bagus, itulah istriku"
"Hehe" Wajah Hua Mei yang semulanya cemberut, berubah menjadi berseri lagi. "Tapi Xin... Apa kau benar-benar suka dengan wanita bernama Xiu Lan itu?"
"Tidak, wanita yang bernama Xiu Lan itu, mempunyai bau rubah"
"Bau rubah? maksudmu ras manusia rubah?"
"Bukan, dia rubah murni, bukan seperti Bai Xuantian yang hanya setengah kucing"
"Jadi, didunia ini ada ras hewan juga ya?"
"Ya, dari salah satu 30 benua besar, atau benua kecil. Ada satu benua yang seluruh penghuninya mempunyai ras non-manusia"
"Begitu.... Dunia ini luas sekali"
"Tentu, kita hanya sekecil debu dibandingkan dunia luas ini"
"Apakah selain 30 benua itu, ada benua lainnya?"
"Alam atas terus berkembang setiap tahunnya, dan ini sudah 300 triliun tahun, sudah pasti ada benua baru, atau penghuni baru, bila kita tidak malas, kita akan mencarinya"
"Ya! Aku akan selalu ikut denganmu"
.
.
__ADS_1
.
.