
Han Zhuo tidak bisa percaya dengan apa yang dia lihat sekarang, seluruh serangan penuhnya sama sekali tidak bisa menyentuh Xin Huang, seolah-olah serangan dirinya menembus melewati tubuh Xin Huang, "Apa yang kau lakukan?!"
Xin Huang hanya terdiam sembari tersenyum, "Aku hanya diam disini sembari melihat wajah bodohmu"
"Bajingan!" Han Zhuo mengangkat busurnya, dan jutaan anak panah yang terbuat dari cahaya terbentuk secara tiba-tiba, Han Zhuo mengarahkannya pada Xin Huang, lalu melepaskan semua anak panah itu, "Hujan Cahaya...."
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrr
Duarrrrrrrr
Situasi menjadi kacau tak bisa dijelaskan, ledakkan-ledakkan super besar dan berbahaya selalu tercipta setiap detiknya, namun untungnya, serangan Han Zhuo semakin lama semakin menjauhi benua Dazhou, sehingga tidak menimbulkan korban apapun saat Han Zhuo melepaskan tekniknya.
Xin Huang terlempar ratusan ribu kilometer dari tempat asalnya berdiri, walaupun semua serangannya menembus, wanita didepannya tetaplah seorang dewa natural! Sehingga tidak peduli setransparan apa tubuh Xin Huang, Xin Huang tetap mati ratusan kali dalam satu serangan Han Zhuo, "Masa tiap aku bertarung aku harus mati sih?" Walaupun sudah terbiasa dengan yang namanya kematian sementara, tetaplah tidak enak jika harus merasakan tubuhmu beregenerasi dari sel pertama hingga sel terakhir.
"Teknik Kilauan Cahaya: Sinar Baptis." Han Zhuo terbang diatas langit, dan menembakkan sebuah panah super masif yang memiliki kekuatan destruktif yang sangat besar kepada Xin Huang.
Duarrrrrrrrrrrrrrrr
Lautan menguap hebat saat ledakkan besar terjadi, lautan menjadi bolong seperti mangkuk saat semuanya mulai mereda, sementara itu Xin Huang terlihat sedang melayang-layang bebas didalam mangkuk besar itu, dia terlihat sangat santai tidur-tiduran diatas kegelapan yang sangat pekat dan menyeramkan.
"Nona Han Zhuo, matilah." Xin Huang mengubah bentuk tangannya menjadi seperti pistol, "Bang!"
Sebuah pusaran angin yang sangat besar tercipta dari ujung jari Xin Huang, pusaran itu membuat lautan menjadi seperti tornado angin yang menyapu apapun yang ada didepannya. Han Zhuo sangat terkejut, sebab didalam pusaran air itu, terdapat kekuatan ruang yang sangat rumit dan tajam, jika dia terkena tornado itu sedikitpun, kulitnya akan terkoyak menjadi serpihan, dan regenerasinya akan melambat dua kali lipat, "Sial! Teknik Cahaya Suci: 7 Tombak Kehormatan!"
Wushhhh
Sebuah tujuh anak panah berbentuk tombak tercipta dan melayang-layang dibelakang tubuh Han Zhuo, Han Zhuo mengangkat tangannya, dan mengayunkan tangannya pada tornado itu.
__ADS_1
Ketujuh tombak itu melesat dengan cepat kearah tornado itu, Lesatan tombak itu mampu membuat ruang-ruang disekitarnya menjadi sedikit bergetar, dan itu membuat ruang yang ada didalam tornado itu juga terganggu, hingga saat ketujuh tombak itu menancap dalam-dalam tornado air itu, tornado air itu langsung hancur dan muncrat kemana-mana.
Duarrrrrrrrrr
Han Zhuo tersenyum senang, namun dia buru-buru menghapus senyumannya saat sebuah pukulan melayang kearah wajahnya.
Buak!
Duarrrrrrrrrrrrr
Lautan terbelah dua dengan sangat hebat, tubuh Han Zhuo yang lumayan mungil terlempar jauh hingga menghilang ditelan cakrawala, dan pelaku dari semua kejadian itu adalah Xin Huang yang memakai seluruh kekuatannya untuk memukul wajah cantik Han Zhuo, "Wanita itu menyebalkan, jadi ingin kuhancurkan wajahnya"
Kepala Han Zhuo hancur berkeping-keping, lalu sembuh kembali 1 detik kemudian, "Teknik Kilauan Cahaya: Transportasi Cahaya."
Tubuh Han Zhuo perlahan-lahan melebur menjadi cahaya, dan tiba-tiba berada dihadapan Xin Huang dengan tubuh yang menyatu kembali, "Teknik Kilauan Cahaya: Jalan Cahaya!" Han Zhuo membuat satu anak panah, lalu menembakkannya kepada Xin Huang
Xin Huang bisa menghindari itu, namun panah cahaya itu berbalik dan melesat kembali pada Xin Huang.
Karena bisa melihat masa depan sedikit saja, Xin Huang bisa menghindari panah itu, namun sama seperti tadi, panah cahaya itu kembali berbalik dan terus-terusan menyerang Xin Huang.
Merasa tidak akan beres-beres, Xin Huang berbalik dan menangkap panah cahaya itu, "Dasar tikus menyebalkan!" Xin Huang mencengkeram panah cahaya itu hingga hancur.
Kraak!
Xin Huang membuang serpihan-serpihan cahaya itu, "Nona Han Zhuo, apa kau benar-benar serius ingin bertarung denganku?"
Han Zhuo melebarkan matanya, "Hei, kenapa kau menanyakan sesuatu yang sudah jelas?"
Xin Huang tersenyum sembari mengeluarkan pedang kekosongannya, "Aku hanya...." Xin Huang tiba-tiba menghilang dari sana.
Sringgggg
"Memastikan saja." Xin Huang tiba-tiba muncul dibelakang tubuh Han Zhuo, sembari mengelap pedangnya yang berlumuran darah.
"A-Apa?" Han Zhuo melebarkan matanya saat melihat tubuhnya berdiri tanpa kepala, "Erghhhhhh!"
Tubuh Han Zhuo kembali pulih seperti semula, namun tiba-tiba waktu terundur kembali disaat Han Zhuo melihat tubuhnya berdiri tanpa kepala, "Kenapa ini?"
__ADS_1
Xin Huang tersenyum kecil, "Ini hanya masalah waktu, waktumu akan terus terulang selama-lamanya, jadi berdiri tenang saja disana ya, nona Han Zhuo." Setelah mengucapkan itu, Xin Huang tiba-tiba menghilang dari sana.
Han Zhuo hanya bisa melotot pasrah, saat melihat waktu terus terulang-ulang pada dirinya, dia memejamkan matanya, lalu meledaklan tubuhnya sendiri.
Duarrrrrrrrr
"Tak apa, yang penting aku bisa bertemu denganmu lagi, Jiang Daizin"
....
[Ding! Berhasil membunuh Han Zhuo]
[Mendapatkan 500 Kuadriliun Poin Pengalaman]
[Mendapatkan 500 triliun poin sistem]
"Haha.... Hahaha.... Hahahahahahahahahahahahahahahahhahahahahah!" Xin Huang tertawaan terbahak-bahak saat melihat poin sistemnya yang sangat banyak, bahkan sangking banyaknya, dia bisa membeli elemen kekosongan 500 Kali! "Beli elemen kekosongan."
[Membeli elemen Kekosongan.... Poin Sistem dikurangi 1 Triliun]
Sebuah perasaan kosong dan hampa memasuki kepala Xin Huang, mata merah cerahnya yang sangat indah, perlahan-lahan mulai meredup seperti api unggun yang diguyur hujan, hingga pada akhirnya, kesadaran Xin Huang menghilang dan tubuhnya jatuh dari atas langit.
***
Xueshi berhasil membantai semua pasukan-pasukan Wei Chuan, Nan Zhang, Yin Shi, Jing Lan, Huang Bei, dan lainnya sudah lenyap menjadi debu, kini Xueshi dan Zhang Shu hanya menunggu tuannya bertarung dengan kaisar Wei, atau Wei Chuan.
"Hah? Baru kutinggal sebentar sudah hancur semuanya?" Tian Bufen sangat terkejut saat tidak bisa lagi merasakan keberadaan pasukan Wei Chuan, dia hanya bisa merasakan dua orang yang super kuat, yaitu Xueshi dan Zhang Shu.
Zhang Shu membalikkan kepalanya, dan melihat Tian Bufen sedang berdiri santai dengan banyak darah yang menempel ditubuhnya, "Setengah dewa...." Zhang Shu melebarkan matanya lebar-lebar saat merasakan aura yang dikeluarkan Tian Bufen.
Xueshi juga tak kalah terkejutnya, bahkan punggungnya berkeringat akibat kedatangan Tian Bufen, "Sang Jendral abadi kerajaan Anzhen, Tian Bufen."
Tian Bufen hanya terdiam sembari tersenyum.
.
.
__ADS_1
.
.