Power System

Power System
Salah Satu Pemikiran


__ADS_3

Shen Jian hanya tersenyum santai melihat Sun Mofa yang marah, dia tidak terlalu peduli Sun Mofa marah atau tidak, "Hehehe, kita itu teman lama, kenapa kita harus menyapa dengan aura membunuh? Santai saja bisa kan?"


"Jika kau memberiku permata ungu yang pernah kau curi dulu, aku berjanji tidak akan mengeluarkan aura ini dulu."


Shen Jian tersenyum kecil sembari menatap Sun Mofa, "Kita bicarakan saja dulu didalam." Shen Jian membuka pintu rumahnya lebar-lebar, dan mengizinkan Xin Huang dan Sun Mofa masuk.


Xin Huang dan Sun Mofa memasuki rumah itu dengan kewaspadaan penuh, apalagi Xin Huang, dia benar-benar berkeringat dingin melihat wujud sang Dewa Agung terkuat yang dimiliki Raja Dewa, walaupun itu cuma klon saja.


Didalam rumahnya, tidak terlihat apapun yang istimewa, hanya ada tiga buah kursi tamu, satu buah meja makan, dan satu kamar yang terletak disebelah kanan.


Shen Jian menuntun mereka berdua untuk duduk disalah satu kursi tamu. Setelah itu Xin Huang dan Sun Mofa duduk berdampingan, dengan Shen Jian yang duduk didepannya.


"Apa kau mau teh?"


"Jangan banyak basa-basi! Kau mau bertarung atau memberiku permata ungu itu?!" Sun Mofa sangat tidak sabar ingin mendapatkan kembali permata ungunya, jadi dia terus-terusan membentak Shen Jian.


Shen Jian masih tersenyum, namun sorot matanya menjadi lebih tajam, "Sabarlah dulu Sun Mofa, kita sudah lama tidak bertemu, jangan galak-galak begitu dong, kau tidak ingat dulu saat kita kecil, kita berlatih sama-sama setiap hari, dan juga kita menyukai satu orang perempuan yang sama, apa kau tidak sedih mengingat masa lalu kita?"


Sun Mofa mengeram kesal dengan aura membunuh yang meluap-luap, dia benar-benar membenci seluruh masa lalunya, "Jangan membuatku main tangan, Shen Jian." Sun Mofa hendak menampar Shen Jian, namun tangannya ditahan oleh Xin Huang secara tiba-tiba.


"Jangan gegabah monyet, kau mau mati?" Sebanyak apapun Xin Huang berlatih saat ini, dia tidak akan pernah bisa mengalahkan Shen Jian, bahkan jika itu hanya klonnya saja.


"Haha, seorang iblis memang yang paling peka dan pintar."


Sun Mofa menjadi tenang kembali, dan berniat bicara secara baik-baik, "Aku ingin kau mengembalikan permata ungu yang dulu kau ambil, jika tidak, aku dan bocah ini terpaksa akan melawanmu dan mengambil permata ungu itu sendiri."


Dak...


Shen Jian menyimpan permata ungu itu diatas mejanya. "Ini, ambil saja, apa sih yang tidak untuk sahabat sendiri?"

__ADS_1


Sun Mofa dan Xin Huang melongo, jika memang semudah ini, buat apa dia buang-buang waktu untuk berlatih keras.


[Berlatih itu penting]


"Ke-Kenapa?" Sun Mofa mengambil permata ungu itu dengan tangan yang gemetar.


Shen Jian terkekeh kecil saat melihatnya, "Saat kau menjadi Dewa Agung, kau akan dipaksa untuk bisa melakukan segala sesuatu, seperti kau harus menjadi petarung! Kau harus menjadi sarjana! Atau Kau harus menjadi ayah yang baik! Dan karena ujian itu, karakter asliku mempunyai jutaan pemikiran yang berbeda-beda, dan yang dia tugaskan untuk menjaga alam emas, adalah aku, salah satu pemikiran sang dewa pedang, Shen Jian versi pemikiran Perdamaian. Jadi tidak usah heran jika aku memberimu ini, sebab aku adalah orang yang mementingkan perdamaian!"


Sun Mofa dan Xin Huang menganggukan kepalanya secara bersamaan, "Aku mengerti...."


Melihat urusannya sudah selesai, Xin Huang mengajak Sun Mofa untuk pulang, Sun Mofa menyetujuinya, dan pamitan pada Shen Jian sebelum pergi.


"Oh iya, cepatlah tinggalkan alam atas, sebab masalah besar sebentar lagi akan mendatangi kalian, berhati-hati lah Sun Mofa dan Xin Huang." Itulah ucapan terakhir Shen Jian sebelum Xin Huang dan Sun Mofa pergi meninggalkannya.


***


"Hahahaha! Jika semudah ini, buat apa aku berlatih keras? Ah istriku...." Sun Mofa tertawa terbahak-bahak sembari menjilati permata ungu itu.


"Ya, ikuti saja aku." Setelah itu mereka berdua melesat dengan cepat untuk pergi kebenua Dongwu, benua yang sudah kosong akibat perang besar yang terjadi lima tahun lalu.


....


Xin Huang tidak bisa menutup mulutnya saat dia melihat kondisi benua Dongwu, sebab benua Dongwu terlihat sangat kosong dan tak berpenghuni, setelah dia memikirkannya lagi, dia tahu bahwa ini adalah hal yang wajar.


"Lihatlah monyet, benua yang dari dulu kau tinggali sudah hancur dan kosong, apa kau merasakan perasaan yang emosional?" Xin Huang bertanya sembari tertawa mengejek pada Sun Mofa.


Sun Mofa terdiam sembari menatap benua Dongwu, "Itu kesalahan mereka sendiri, mereka memang berevolusi, tapi berjalan mundur. Ras demi-human adalah ras yang merajalela dulu, tapi karena kemalasan dan kesombongan mereka, mereka menjadi bodoh dan hanya mengandalkan orang lain, jadi sekalinya pemimpin mereka mati, mereka akan hancur dengan sendirinya."


Xin Huang menganggukan kepalanya sembari mengelus dagu, "Sudah menjadi tradisi binatang bukan? jika pemimpinnya mati, mereka akan memilih pemimpin baru. Tapi kenapa mereka malah punah dan pergi meninggalkan benua ini?"

__ADS_1


"Sudah kubilang, mereka itu terlalu bodoh, bahkan sangking bodohnya, memilih pemimpin pun mereka tidak becus, mereka memang pantas untuk dijadikan budak."


"Mentang-mentang kau bukan ras demi human lagi, kau terus-terusan mengejek mantan rasmu."


"Heh! Yang kuatlah yang berkuasa, yang pintarlah yang bicara."


"Terserah kau, ayo cepat tepati janjimu."


"Ya...."


Xin Huang dan Sun Mofa berteleportasi dihadapan pilar ChuoChuo yang membumbung tinggi, pilar itu sedikit bergetar karena merasakan tuannya datang, walapun Sun Mofa sudah bukan lagi seorang monyet, ChuoChuo masih tetap mengenalinya, itu karena ikatan mereka berdua sudah seperti permukaan koin.


Sun Mofa berjalan mendekati tongkat ChuoChuo, setelah itu dia menempelkan kedua tangannya diatas permukaan ChuoChuo. "ChuoChuo, kita sudah berjalan bersama selama triliunan tahun, ikatan kita pun sudah terlalu besar untuk diputus, tapi karena ikatan kita tidak terlalu besar daripada Tuhan, aku terpaksa memutus ikatan yang telah mengikat kita selama ini. ChuoChuo, mulai sekarang tuanmu adalah Xin Huang, bukan aku lagi."


Drrrrrtttttt......


Tongkat ChuoChuo bergetar hebat, meretakkan seluruh area yang ada disana, namun karena Xin Huang terbang dan tidak menginjakkan tanah, dia tidak terjatuh kedalam retakkan itu.


Tongkat ChuoChuo perlahan-lahan mengecil dan mengecil, lalu saat sudah menjadi seukuran tongkat biasa, ChuoChuo jatuh dari atas langit, Sun Mofa dengan segera menyuruh Xin Huang untuk menahannya agar tidak terjatuh menghantam tanah, sebab Sun Mofa tahu bencana apa yang akan terjadi jika itu benar-benar terjadi.


Wushhhhh


Xin Huang dengan segera melesat menuju tongkat ChuoChuo, dan setelah sampai, dia dengan cepat mengangkat tongkat itu, namun tanpa disangka-sangka, Xin Huang benar-benar terkejut merasakan berat yang dimiliki tongkat ChuoChuo, beratnya seolah-olah dia sedang menopang alam semesta, itu benar-benar berat, bahkan salah satu dunia kecil yang ada dialam bawah tidak seberat ini.


"Berat kan? Tentu saja, tongkat itu kubuat dari pengalaman, dedikasi, dan semua perasaan emosionalku, jadi wajar saja jika itu berat, karena semua perasaanku, ada didalam sana."


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2