Power System

Power System
Kota Xuan


__ADS_3

"Jadi ini kota Xuan" Xin Huang melihat sebuah tembok batu besar yang mengelilingi kota Xuan, "Tampilan luarnya sama saja dengan kota Xinan" Xin Huang berpendapat bahwa bagian luar kota Xuan sama dengan Kota Xinan.


"Ya, yang sama hanya bagian luarnya saja, bagian dalamnya berbeda" jawab Hua Mei.


"Apa kau sudah pernah kesini?"


"Ya, keluarga Mei juga salah satu keluarga yang lumayan besar, aku sering bolak-balik kesini" Hua Mei terlihat sedih saat membicarakan keluarganya.


"Apa keluargamu hancur tak bersisa?"


"Ya...." wajah Hua Mei bertambah sedih saat menjawab pertanyaan Xin Huang.


"Oh..." Xin Huang sebenarnya tidak peduli dengan keluarga Hua Mei, dia hanya basa-basi saja.


Krukkkkk..... krukkkkkk


"Nona, apa kau lapar?"


"I... Iya" Hua Mei tertunduk malu.


"Baiklah, kita makan dulu"


"Baiklah"


Setelah Xin Huang dan Hua Mei menunjukkan tanda pengenalnya, Mereka diperbolehkan masuk.


"Benar katamu Nona" Xin Huang melihat bangunan-bangunan tinggi didalam kota Xuan.


"Ya, diantara empat kota besar, kota Xinan lah yang paling kecil"


"Baiklah nona, kita akan makan dimana?"


"Di restoran Matahari Tengah"


"Matahari Tengah?, mereka juga membuka toko?" Xin Huang sedikit heran, pasalnya yang Xin Huang tahu, Organisasi Matahari Tengah merupakan organisasi yang hanya membuka toko untuk kulitivator dan manusia biasa.


"Mereka membuka apapun yang menguntungkan bagi mereka"


"Oh.... jadi begitu"


"Baiklah, ikuti aku" Hua Mei memimpin jalan untuk pergi ke restoran Matahari Tengah.


**


Dua jam Xin Huang berjalan berdua dengan Hua Mei, mereka akhirnya sampai di restoran Matahari Tengah.


"Inikah?" Xin Huang melihat bangunan tingkat 5 dihadapannya.


"Ya, makanan disini sangat mahal, apa kau punya uang?"


"Tentu saja nona" 1 Poin sistem Xin Huang memiliki nilai 10.000 Koin Emas, dan Xin Huang memiliki banyak Poin Sistem, sehingga jika dia mau, dia bisa menjadi orang terkaya di benua naga.


"Hey, apa kau bisa berhenti memanggilku nona?" Hua Mei berkata sembari menundukkan kepalanya.


"Wow, sepertinya dia suka padaku" Xin Huang sudah membaca banyak buku novel romantis, sehingga dia jadi ahli dalam percintaan.


"Ekhem, baiklah, Hua Mei"


"Begitu lebih baik" Hua Mei menjawabnya dengan tersenyum malu.


"Ayo masuk" Xin Huang tidak ingin lama-lama berada disituasi canggung.


"Nona, aku ingin memesan dilantai 5"


Xin Huang memesan tempat kepada Resepsionis.


"Maaf tuan, lantai 5 hanya dikhususkan untuk bangsawan dan keluarga walikota"

__ADS_1


"Baiklah, aku memesan lantai 4 saja"


"Harganya 30 Emas"


"Ini" Xin Huang memberi wanita resepsionis itu sekantong emas.


"Baiklah, silahkan pergi kelantai 4"


"Oke, ayo Hua Mei"


"Baik, Xin...."


Xin Huang dan Hua Mei menaikki tangga restoran untuk sampai dilantai ke empat.


Saat mereka berdua sampai disana, Wajah Hua Mei menarik perhatian seluruh pelanggan disana.


"Wow, cantik sekali" ucap pemuda berambut coklat panjang.


"Kumohon tuan muda, jangan mengkhianati tunangan anda" ucap pelayan wanitanya.


"Kau berani memerintahku" pemuda berambut oranye itu menatap tajam pelayan wanitanya.


"Maafkan hamba tuan"


"Kau akan kuhukum saat kita pulang"


"Tidak.....!" pelayan itu gemetar ketakutan saat mendengar kata hukuman.


Pemuda berambut coklat itu berjalan mendekati meja Xin Huang dan Hua Mei.


"Halo Nona"


"Eh?, halo" Hua Mei terkejut melihat seorang pria yang tidak dikenal menyapanya.


"Nona Mei, kau mengenalnya?" Xin Huang bertanya sembari memakan makanan yang sudah dipesannya.


"Hahaha, nona, perkenalkan, namaku Jin Zhi, tuan muda keluarga Zhi"


"Keluarga Zhi?!"


"Memang ada apa dengan keluarga Zhi nona Mei"


"Keluarga Zhi termasuk 3 keluarga besar, kekuasaannya sebanding dengan walikota"


"Oh...." Xin Huang hanya menjawab datar.


"Oh, kau kenal dengan keluargaku ya" Jin Zhi tersenyum bangga.


"I... Iya, namaku Hua Mei"


"Aku ingin tahu, apakah Nona Hua Mei ingin makan di mejaku?"


"Eh?" Hua Mei melihat wajah Xin Huang.


"Itu terserah kau Nona Mei" jawab Xin Huang tidak peduli.


"Maaf, tapi aku sudah makan dengan Xin Huang"


"Oh.... Tak Apa kalau begitu" Jin Zhi hanya tersenyum lalu duduk kembali dimejanya.


"Kenapa bangsawan makan dimeja ini?" Xin Huang heran saat melihat Jin Zhi makan di lantai 4.


"Sifat Jin Zhi tidak menentu, kadang dia sangat kejam, kadang dia sangat baik, melihat kejadian tadi, sepertinya dia sedang dalam keadaan baik"


"Lalu apa hubungannya dengan makan dilantai ke empat?"


"Uggh, saat dalam keadaan baik, dia suka makan dilantai keempat"

__ADS_1


"Oh...."


Xin Huang dan Hua Mei melanjutkan makan makanannya. setelah makan di restoran, Xin Huang dan Hua Mei setuju untuk menyewa penginapan.


"Nona, kita akan menginap dimana?" tanya Xin Huang diluar restoran.


"Itu" Hua Mei menunjuk sebuah bangunan besar didepan Restoran.


"Penginapan Matahari Tengah?, mereka juga membuka penginapan?"


"Kan sudah kubilang, Organisasi Matahari Tengah membuka apapun yang menguntungkan mereka"


"Ya, ayo kita memesan kamar"


"Ayo"


Xin Huang dan Hua Mei memesan kamar paling bagus selama satu bulan.


(Dikamar Xin Huang)


"Besok, aku akan membunuh semua iblis-iblis itu"


Xin Huang sudah tahu tempat persembunyian iblis itu dari fitur pelacak di sistemnya, sebelumnya Xin Huang memberikan sampel darah Mo Gui pada sistem dan menyuruh sistem melacak keberadaan iblis.


"Tapi, sebelum itu aku harus menghancurkan organisasi bulan kecil, organisasi yang sudah membunuh Xin Huang yang asli"


(Keesokan Harinya......)


(Diluar Penginapan)


"Ini" Xin Huang memberikan cincin hitam pada Hua Mei.


"Apa ini?"


"Itu adalah cincin Dimensi, fungsinya sama dengan cincin penyimpanan, hanya saja itu tak ada batas"


"Apa?, kenapa kau memberikan ku barang berharga?" pipi Hua Mei sedikit memerah.


"Itu hadiah perpisahan dariku, didalamnya terdapat banyak uang, pil dan barang-barang lainnya yang akan membantu kultivasimu"


"Hadiah perpisahan?"


"Ya, mulai dari sini, perjalananku akan berbahaya, kau tidak akan aman saat bersamaku"


"Apa?, bawa aku dalam perjalananmu"


"Tak bisa nona Mei, kau terlalu lemah" Sebenarnya itu bukan alasan yang sebenarnya, alasan yang sebenarnya adalah Xin Huang malas membawa beban.


"Tapi---" Tanpa Hua Mei sadari, air mata menetes diwajahnya.


"Saat kau sudah lebih kuat, aku akan menemuimu" Xin Huang mengusap air mata Hua Mei.


"Ba... Baiklah"


"Selamat tinggal Nona Mei"


"Semoga kau beruntung" Xin Huang melambaikan tangannya.


"Ya, selamat tinggal...."


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2