Power System

Power System
Dunia Yang Belum Selesai


__ADS_3

Xin Huang membawa Hua Mei berteleportasi kehadapan Gerbang alam emas yang ada dibawah laut, dan tentu saja Xin Huang memberi Hua Mei sebuah perlindungan agar tubuhnya tidak hancur ditekan oleh kedalam laut yang sangat ekstrem.


Namun Xin Huang merasa heran ketika melihat Hua Mei yang masih saja menggigil gemetaran, "Kau tidak apa-apa Hua'er?"


Hua Mei menatap mata Xin Huang, lalu mendekatkan tubuhnya kedada Xin Huang, "Aku tidak apa-apa, Xin. Tapi aku merasa bahwa aku akan mati jika terus diam dialam atas ini, jadi kumohon tolong cepat buka gerbang itu."


Xin Huang mengiyakannya, dia tidak mau melihat Hua Mei menggigil ketakutan lagi.


Setelah itu Xin Huang memasukkan kunci itu kelubang yang seharusnya dimasukkan.


Wushhhhh


Kriettttttt.....


Gerbang itu terbuka secara perlahan-lahan, setelah seluruhnya telah terbuka, cahaya emas yang sangat menyilaukan mata keluar, dan membuat Xin Huang menutup matanya, Hua Mei juga ikut melakukan itu.


Sringgggg


Cahaya emas itu perlahan-lahan menutupi tubuh Xin Huang dan Hua Mei, lalu menelan keduanya masuk kedalam gerbang itu.


***


Xin Huang merasa seperti sedang naik lift saat diantar cahaya itu, namun dia segera melebarkan matanya saat cahaya silau itu menghilang, dan pemandangan gurun pasir yang ujungnya tak terbatas tercetak lebar dimatanya.


Hua Mei juga sangat terkejut saat melihat itu, namun disaat yang berbarengan, dia juga merasakan perasaan agung dari gurun pasir itu. "Xin, apa kau tahu apa itu?"


Xin Huang menganggukan kepalanya, setelah menggali ingatan kepalanya, dia benar-benar tahu asal-usul gurun itu. "Itu adalah dunia yang belum selesai."


"Dunia yang belum selesai?" Hua Mei memiringkan kepalanya, saat ini ketakutan yang dia rasakan sebelumnya, sudah menghilang seluruhnya.


"Ya, diantara alam emas dan alam atas sebenarnya hampir terbentuk sebuah dunia, namun sebuah cahaya biru yang sangat menyilaukan, tiba-tiba datang dan menghancurkan semuanya, lalu membuat seluruh dunia yang belum jadi itu hancur dan berubah menjadi debu." Xin Huang pernah melihat kejadian itu saat dia melihat rekaman pembentukan dunia dulu, jadi dia benar-benar familiar dengan gurun itu.


"Oooo.... Tapi cahaya biru yang menghancurkannya itu apa? Apakah itu sebuah objek luar angkasa?" Hua Mei benar-benar tertarik dengan sejarah dunia yang belum jadi ini.


Xin Huang tersenyum kecil, "Objek luar angkasa? Tentu saja bukan, cahaya biru itu adalah sesuatu yang biasa kita rasakan, sesuatu yang memiliki banyak kegunaan, dan sesuatu yang menopang kehidupan kita."


Hua Mei melebarkan matanya, "Maksudmu....?"


Xin Huang menganggukan kepalanya, "Ya, itu adalah Qi, energi super besar yang menjadi sumber kehidupan kita."


"Bagaimana itu bisa terjadi? Aku masih penasaran....."

__ADS_1


Xin Huang mengusap lembut kepala Hua Mei, "Sebelum semuanya ada, sebuah energi misterius muncul, dan meledak memuntahkan jutaan materi pembentukan dunia, dan disaat semuanya hampir selesai, energi misterius itu terpental dari tempat asalnya, dan menabrak dunia yang belum selesai ini, dan lagi-lagi terjadi sebuah ledakkan besar yang memuntahkan energi baru, yaitu energi Qi. Jadi apa yang kita hirup dan rasakan ini, sebenarnya adalah energi yang berkemungkinan besar energi misterius yang menciptakan dunia ini, namun itu baru sekedar hipotesis, mungkin saja Qi itu hanya salah satu dari beberapa energi yang terkandung didalam energi misterius itu bukan? Hanya Tuhan yang tahu."


Hua Mei merasa bahwa pengetahuannya telah bertambah, dia benar-benar terpana dengan sejarah pembentukan dunia, "Ajari aku lebih banyak lagi tentang pembentukan dunia ini!!!!"


Xin Huang sangat senang melihat rasa antusias Hua Mei pada pengetahuan, walaupun ini adalah pengetahuan yang tidak benar-benar penting, dia masih senang karena Hua Mei tertarik dengannya, bukan tertarik dengan hal yang aneh dan bodoh. "Baiklah, selama perjalan ini, aku akan menceritakan semuanya."


Hua Mei mengangguk senang dan semangat.


***


Dihormati, ditakuti, disegani, bahkan disembah oleh seluruh orang, dia adalah Shen Jian, sang pria tampan yang mempunyai gelar paling garang didunia, Dewa Pedang! Tak akan ada yang bisa mengalahkannya dalam hal beradu pedang, bahkan jika seluruh orang dari alam bawah sampai alam tertinggi mengeroyoknya, dia tidak akan berdiri dari tempat duduknya, dan bisa mengalahkan mereka semua dalam waktu beberapa detik saja.


Shen Jian sang dewa pedang juga memiliki peringkat pertama dari segi kekuatan maupun kekuasaan daripada Dewa Agung lainnya, itu dia dapatkan karena dia orang yang paling tua diantara mereka, dan orang yang paling dekat dengan sang Raja Dewa, walaupun setelah Raja Dewa melepas semua keduniawiannya, hubungan pertemanan antara Shen Jian dan Raja Dewa semakin merenggang.


.....


Disebuah istana besar dengan jutaan prajurit yang menjaganya, terlihat sebuah ruangan kecil yang ada didalamnya, jika kita melihat lagi kedalam ruangan kecil itu, kita bisa melihat seorang pria tampan berambut pirang panjang dengan dua telinga kucing diatasnya sedang duduk santai menikmati tehnya, dia terlihat sedikit bahagia dengan senyuman kecil dibibirnya.


"Datang.... Akhirnya datang orang yang kutunggu, orang yang mampu membuat dunia membosankan ini menjadi dunia yang lebih menegangkan dan tidak datar lagi. Aku tak sabar untuk menemuinya." Ucap pelan pria itu.


Tok Tok Tok....


Krietttt.....


Suara derit pintu terdengar, menandakan bahwa ada seseorang yang membuka pintu itu. "Jangan galak-galak dong Shen Jian, tidak baik tau." Ternyata seseorang yang membuka pintu itu adalah seorang wanita cantik yang kecantikannya tidak bisa dijelaskan, jika wanita diseluruh dunia bertanding kontes kecantikan, dia sudah pasti akan 100% Menang dengan polling yang sempurna.


"Apa kau tidak marah jika anjingmu tidak menurutimu?" Ucap pria itu dengan tatapan sinis kepada wanita cantik itu. Dan ternyata sang pria tampan itu adalah Shen Jian, dewa pedang yang namanya tersohor keseluruh dunia.


"Haha, sayangnya aku bukan anjing." Wanita itu menanggapi kemarahan Shen Jian dengan senyuman, dia berharap bahwa senyuman terbaiknya bisa membuat Shen Jian tidak marah lagi padanya.


Shen Jian menghela nafas, lalu menatap wanita itu kembali dengan wajah yang lebih santai dari sebelumnya, "Ada apa?"


Wanita itu tersenyum manis, dan mengambil kursi yang ada didekatnya, setelah itu dia memindahkan kursi itu kedekat Shen Jian, lalu duduk diatasnya. "Kau tahu bukan bila kita semakin tua, maka semakin kuat juga diri kita, namun dibalik anugerah para mahluk tua itu, tersimpan suatu emosi yang menurut sebagian orang tua itu tidak penting, yaitu rasa bosan. Dan aku bukanlah orang yang menganggap rasa bosan itu tidak penting, aku malah menganggap bahwa rasa bosan itu adalah pencapaian bahwa kita sudah semakin kuat dan tua, namun sebuah pencapaian tak akan pernah selesai jika tugas yang ada didalamnya tidak dikerjakan, kau tau apa maksudku kan?"


Shen Jian menatap langit-langit ruangannya, lalu tersenyum kecil, "Aku sangat tahu apa maksudmu."


Wanita cantik itu terkekeh kecil saat menyadari bahwa kata-kata yang dia harapkan diucapkan oleh Shen Jian. "Rasa ketegangan kita akan semakin dekat bila kita memancingnya. Mati atau Hidup, apa kau setuju?"


Shen Jian menganggukan kepalanya, "Ya, aku setuju."


"Hehe...." Wanita cantik itu tersenyum lebar.

__ADS_1


***


Dewa Tingkat Atas: (1-119)


-Melampaui Dewa


-Dewa Tak tersentuh


-Dewa Tak terkalahkan


-Dewa Surgawi


-Dewa Penguasa


-Dewa Tertinggi


-Dewa Kuno


-Dewa Agung/ Jendral Dewa


Tingkat Lanjutan:


-Transcendence (1-999)


-Supreme Being (Level sang penguasa dunia.)


Info:


-Jendral Dewa (Jendral Dewa adalah sebutan untuk 10 dewa agung bawahan sang Raja Dewa)


-Tingkat Lanjutan (Tidak bisa disebut kultivator lagi, sebab mereka yang sudah berada dipuncak dewa agung, akan kehilangan dantiannya saat melanjutkan pelatihan mereka, itu digunakan sebagai pengorbanan untuk naik ketingkat yang lebih tinggi)


Supreme Being (Level maksimal yang bisa diraih oleh mahluk fana. Untuk bisa menembus batas itu, kau harus menjadi bagian dari Tuhan itu sendiri, dan itu mustahil untuk para mahluk fana yang hanya diciptakan dari tanah dan tulang rusuk.)


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2