
Tak terasa pelelangan sudah sampai ke barang pertama, atau barang yang paling utama dipelelangan. "Baiklah, untuk barang terakhir, atau barang utama adalah....." Xiu Lan mengeluarkan sebuah kotak hitam panjang dari Cincin penyimpanannya. "Untuk barang utamanya adalah... Pedang Bintang Hitam, senjata tingkat Mitos. Terbuat dari bahan meteorit Bintang Hitam, dan ditempa dengan halus oleh para pandai besi kami. Menciptakan sebilah pedang yang sangat tajam, bahkan hampir bisa memotong apapun. Untuk harga awalnya 1.000.000.000.000, dan 100.000.000.000 emas disetiap kenaikkan harganya" Sebuah pedang hitam tipis, dengan sepuluh titik putih yang memanjang dari bawah bilah, sampai ujung pedang terlihat didalam kotak. Pedang itu terlihat indah dan memesona, membuat siapapun yang melihatnya, jadi ingin memilikinya.
"Ini dia!!! 2.000.000.000.000!!!" Teriak Bai Jian.
"3.000.000.000.000!!!" Liang Guang juga menawar. "Dengan pedang tingkat Mitos dan Pil Embun Pagi ku, sudah dipastikan aku akan menjadi lebih kuat... Lebih Kuat Lagi!" Batin semangat Liang Guang.
"4.000.000.000.000" (Hei Yuan Tian)
"5.000.000.000.000" (Hong Shizi)
"6.000.000.000.000" (Lan Tian)
Para VIP yang lain menawar, sementara Bing Lian cemberut. "Hmmmphhh! Bila aku tidak tanda tangan kontrak! aku pasti sudah akan mendapatkan pedang itu!" Dengus Bing Lian.
"Harta yang nona dapatkan satu tahun yang lalu, lebih berharga dari pedang ini. Walaupun harus mengorbankan seseorang" ucap Wanita cantik disebelahnya.
"Aku tahu"
"Syukurlah bila nona tahu itu"
.....
"Nona Bing, apa nona ingin pedang itu?" ucap Xin Huang pada Bing Lian yang terlihat kesal.
"Tidak usah"
"Baiklah" Xin Huang menatap Hua Mei. "Hua'er, kau mau pedang itu?"
"Eh? Jika kau yang belikan... Aku mau" ucap Hua Mei tertunduk malu.
"Buat apa kau malu? Bikin geli saja"
"Berisik!!!"
Xin Huang menatap panggung. "7.000.000.000.000" Xin Huang ikut menawar.
"8.000.000.000.000!" Liang Guang menyela.
"Oh! Kupikir tuan Liang sudah kehabisan uang! 9.000.000.000.000" Xin Huang mengejek Liang Guang.
"Kehabisan uang? untukku, uang segitu hanyalah uang kecil! 10.000.000.000.000"
"Yah... Untuk orang setua dirimu, bila kehabisan uang akan sangat memalukan bukan? 11.000.000.000.000" Bai Jian menyela.
"12.000.000.000.000, Ternyata patriak Bai juga tertarik dengan pedang ini ya?" ucap Yun Fang Gong, patriak sekte Awan Putih, atau VIP Nomor 7.
"Tentu saja, aku selalu mengidamkan pedang ini, 13.000.000.000.000" Balas Bai Jian.
"14.000.000.000.000" Seseorang di ruang VIP nomor 12, tiba-tiba ikut menawar.
__ADS_1
"Hooo... Seseorang yang lebih suka mengandalkan tangan, ternyata tertarik juga dengan pedang. 15.000.000.000.000" (Bai Jian)
"Ini untuk anakku loh, anakku. Aku itu pria sejati yang lebih suka mengandalkan pukulan, dari pada mengandalkan mainan tipis seperti itu. 16.000.000.000.000" ucap VIP nomor 12, sembari melihat pedang tipis dipinggang Bai Jian.
"Mainan pun tak apa, yang penting bisa memenggal kepalamu. 17.000.000.000.000" Bai Jian menatap sinis VIP nomor 12.
"Memenggal kepalaku? Jika aku tak pakai senjata, itu berarti aku sudah mengetahui konsekuensinya, dan itu yang membuat kulitku sangat keras, mainan kecilmu tak akan bisa menggores kulitku. 18.000
000.000.000" VIP nomor 12 terus memanas-manasi Bai Jian.
"Oh, apakah harus kubuktikan sekarang?" Bai Jian berdiri sembari menyentuh gagang pedangnya.
"Tabiat orang miskin! Harta tak punya, otot solusinya!"
"19.000.000.000.000, tuan-tuan, kumohon jangan bertengkar, kalian membuatku sakit mata" ucap Hong Shizi sembari mengucek-ucek matanya.
"20.000.000.000.000" Bai Jian menenangkan dirinya, lalu duduk kembali.
"Oh... Si miskin sudah tenang ternyata. 21.000.000.000.000" Ucap Qin Shou, patriak sekte Mahluk Buas, sekaligus VIP nomor 12. Walaupun Qin Shou bilang seperti itu, dia sebenarnya sangatlah takut dengan niat pedang yang tak sengaja keluar dari tubuh Bai Jian.
"Kukira ada perang, ternyata sudah tenang. 22.000.000.000.000" Liang Guang kembali menawar.
"Bila tuan Liang menawar, maka aku juga harus menawar. 23.000.000.000.000" Xin Huang menyela Liang Guang.
"Oh... Kau melakukan itu untuk apa? Untuk perang denganku? 24.000.000.000 000" Liang Guang mengeluarkan aura membunuhnya.
"Wah Wah, orang yang hatinya juga hitam, tebal muka sekali berbicara seperti itu. 26.000.000.000.000"
"Keadaan yang membuat hatiku dicoret tinta hitam. 27.000.000.000.000"
"Siapa yang peduli dengan keadaan? Sekali hatimu hitam, maka akan tetap hitam selamanya. 28.000.000.000.000"
"Maaf menyela, tapi aku yang akan mendapatkan pedang itu. 29.000.000.000.000" Bai Jian kembali menawar.
"Tak apa tuan Bai, pelelangan ini sangat adil, tawarlah sesukamu. 30.000.000.000.000" (Xin Huang)
"31.000.000.000.000" (Qin Shou)
"32.000.000.000.000" (Bai Jian)
"33.000.000.000.000" (Liang Guang)
Pelelangan terus berlanjut hingga menyentuh angka.
"5 Kuadriliun" Bai Jian terus kekeuh untuk mendapatkan pedang Bintang Hitam itu.
"Wah Wah, tak kusangka patriak Bai sangatlah kaya, 10 Kuadriliun" Liang Guang menepuk-nepuk tangannya.
"Untuk masalah kekayaan, aku tak akan kalah darimu. 15 Kuadriliun" Bai Jian menatap sinis Liang Guang. Bai Jian selalu menyimpan uangnya untuk membeli pedang hitam itu, walaupun harus dibagi lagi untuk biaya pernikahannya nanti.
__ADS_1
"20 Kuadriliun, atau kau.... Akan perang denganku" Liang Guang ingin cepat-cepat mengakhiri kenaikan harganya, dia sudah terlalu banyak membuang-buang uang.
"Hahaha, apa kau panik? Sampai-sampai mengancam segala! Kau sudah lupa aturan nomor dua kekaisaran Wei? Jangan berperang antar sekte, atau kau akan kubunuh! Seorang tangan kanan kaisar bahkan tak tahu aturan umum kekaisaran Wei! 25 Kuadriliun"
"Patriak Bai, apa kau tahu apa itu Hak istimewa? 30 Kuadriliun"
"Hak istimewa? Jangan membual! Kaisar Wei terkenal dengan keadilannya! Dia tak akan membuat hal yang disebut Hak Istimewa! 35 Kuadriliun"
"Membual? Kau tidak tahu ya yang namanya kedaulatan orang kuat? Aku dipilih Hak Istimewa kaisar karena apa? Karena aku kuat. Jangan samakan serangga sepertimu denganku, itu tidak adil! 40 Kuadriliun"
"Jadi kalian akan perang nih? Ya sudah, aku akan ikut dengan tuan Bai. 45 Kuadriliun" Xin Huang tiba-tiba menyahut.
"Terimakasih tuan Xin, 50 Kuadriliun" Bai Jian menangkupkan lengannya.
"Saint Puncak dengan Saint awal ingin melawan Immortal semi-puncak sepertiku. Sungguh omong kosong. 55 Kuadriliun"
"Heh! Jangan banyak gaya, atau kau akan kupenggal, 60 Kuadriliun" Xin Huang menyeringai.
"Ya, akan kupenggal 65 Kuadriliun" Bai Jian menatap tajam Liang Guang.
"Begitu....." Liang Guang memejamkan matanya, lalu duduk dikursinya. "Satu persatu semut mulai melawanku, dari wanita dingin yang sangat galak, sampai pada seorang patriak agung, bahkan seorang VIP barupun menantangku. Apa aku... TERLIHAT REMEH ?!" Walaupun terlihat tenang diluarnya, Liang Guang sangatlah marah didalam hatinya. Bahkan aura membunuh yang ditahannya sampai merusak organ dalamnya. "Lihat saja nanti....."
.....
"Tuan Bai, kau bisa memiliki pedang itu"
"Terima kasih tuan Xin"
"65 Kuadriliun satu kali, 65 Kuadriliun dua kali, 65 Kuadriliun tiga kali. Selamat tuan Bai sudah memenangkan pedang Bintang Hitam. Kau bisa mengambilnya di ruang hartaku" Ucap Xiu Lan dengan senyuman aneh diwajahnya.
"Ya" Bai Jian berdiri, lalu pergi dari ruang VIP, tapi sebelum pergi, Bai Jian mengatakan sesuatu pada Xin Huang. "Tuan Xin, bila kau berkenan, kau bisa mendatangi upacara pernikahanku"
"Tentu, Tuan Bai. Aku akan datang bersama istriku"
"Baiklah, sampai jumpa lagi Tuan Xin" ucap singkat Bai Jian, sebelum pergi dari sana.
Xin Huang tidak menjawab, dia hanya menganggukan kepalanya. Setelah itu, Xin Huang menatap Hua Mei yang terlihat cemberut. "Maaf ya Hua'er, aku akan membelikan pedang bagus untukmu" Xin Huang mengelus kepala Hua Mei.
"Ya, aku mengerti"
"Kau memang baik deh" Xin Huang mencium-cium pipi Hua Mei.
.
.
.
.
__ADS_1