Power System

Power System
Alasan Yang Cocok


__ADS_3

Didalam kawah berbentuk telapak tangan itu, Xin Huang tidak bisa terlihat dimanapun. Qiqiu mengedarkan pandangannya, dan mencoba untuk melepaskan persepsi spiritualnya, tapi tetap saja Xin Huang tidak bisa ditemukan dimanapun.


"Keluar kau manusia brengsek!!!!!" Qiqiu berteriak kencang, berharap Xin Huang akan datang dihadapannya.


Zrashhhhh


Zrashhhhh


Zrashhhhh


Zrashhhhh


Kedua kaki dan kedua lengan Qiqiu tiba-tiba tertebas dan jatuh berhamburan. Qiqiu melebarkan matanya tak percaya, sebab dia tidak bisa melihat apa yang terjadi.


Qiqiu kehilangan keseimbangannya, lalu jatuh ambruk keatas permukaan tanah.


Bruakkkkkkk


"Erghhhhhh" Walaupun mereka ras kuno, mereka tetaplah seorang mahluk fana yang tidak bisa beregenerasi kembali. Satu-satunya keistimewaan ras raksasa sebagai ras kuno sama sekali tidak ada hubungannya dengan regenerasi, kecuali mereka pintar dalam menggunakannya, tapi apakah Qiqiu bisa pintar menggunakannya? Atau Qiqiu malah tidak tahu apa keistimewaan ras raksasanya?


"Gadis manis, apapun pilihannya, kalian berdua akan tetap mati, memang begitulah dunia berjalan apa adanya, dimana dunia dikontrol oleh orang-orang yang kuat, dan yang lemah akan ditindas habis-habisan" Terlihat Xin Huang melayang-layang diatas langit, dengan sebuah pisau kecil ditangannya, pisau itu hanyalah pisau biasa, bukan pisau ruang dan waktu.


"Tapi apakah itu alasan yang bagus untuk menindas seorang gadis?" Tubuh Qiqiu perlahan-lahan mulai menyusut menjadi kecil. "Nona Ai sudah menceritakan banyak hal tentang dunia ini, tapi yang satu tak kumengerti, apakah alasan itu memang bagus untuk menindas seseorang?"


"Bisa iya, bisa tidak, sesuai pikiran orang saja" Xin Huang mendarat tepat dihadapan Qiqiu yang sedang terbaring lemas.


"Menurut tuan Xin, apakah itu alasan yang memang cocok? Ah.... Sepertinya aku tidak perlu bertanya"


Xin Huang tersenyum, lalu mengelus kepala Qiqiu, "Kekuatan, kekuasaan, kekayaan adalah hak yang cocok untuk menindas, tapi bila dibilang cocok, memang tidak cocok, sebab itu semua akan membuat mahluk hidup menjadi punah, dan hancur secara perlahan-lahan, kecuali jika mereka membuat peternakan"


"Jadi.... Apakah yang lemah akan terus lemah, dan yang kuat akan lebih kuat?"


"Ya. Itu mungkin jawaban yang akan kuucapkan saat masih kecil, tapi untuk saat ini, jawabannya tidak"


"Jadi menurutmu apa jawabannya?"


"Takdir"


"Begitu ya....." Sinar mata Qiqiu semakin lama semakin redup, kesadarannya perlahan-lahan mulai menghilang.

__ADS_1


"Tak akan ada yang bisa menghindari takdir, bahkan raja dewa sekalipun. Tapi bila kau ingin merubah takdir, akan kubantu sebisaku" Xin Huang tersenyum hangat, lalu menggendong tubuh Qiqiu, "Atau apakah ini memang takdirmu?"


***


(6 Bulan kemudian)


Masing-masing kaisar benua besar, sedang mempersiapkan perang yang akan terjadi sebentar lagi, ada yang sedang melatih pasukannya, ada juga yang sedang mempersiapkan senjata-senjata, salah satunya adalah benua Xiongwei.


Benua Xiongwei dengan gencar melatih pasukan-pasukan baru, dan merekrut semua kultivator kuno yang masih hidup, Wei Chuan juga meminta bantuan pada pemimpin-pemimpin sekte besar lainnya. Mereka tentu saja menerimanya, sebab jika menolak, mereka sudah tahu apa jawabannya.


.....


"Xia Shu, apakah semuanya sudah siap?" Wei Chuan memanggil pelayan barunya, yang dia siapkan untuk menggantikan Liang Guang.


"Sudah 60% yang sudah siap, yang mulia" Xia Shu adalah seorang wanita cantik, dengan telinga rubah dikepalanya. Itu memang biasa saja, sebab dia adalah salah satu dari ras binatang kuno, ras rubah putih, yang harga dirinya sangat tinggi, sehingga dia tidak menutupi seluruh atribut anggota tubuh, dan menyisakan kedua telinga dan satu ekor dibelakanganya.


"Hmmmm.... Ini lebih cepat dari yang kuduga, kau memang lebih cekatan dari Liang Guang, Xia Shu." Wei Chuan mengaku puas sudah menggantikan Liang Guang dengan Xia Shu.


Xia Shu tersenyum manis saat mendengarnya, "Kau terlalu memuji, yang mulia"


"Hehe, tapi terlalu bagus juga tidak baik, Xia Shu" Wei Chuan berbicara dengan tatapan menyelidik pada Xia Shu.


Xia Shu tak menjawab, dia hanya tersenyum manis, lalu menunduk dan berjalan pergi dari sana.


***


"Ayah.... Akan kukembalikkan kedamaian yang kau buat, dengan cara yang tak lembut" Pria itu terlihat meremas kepalan tangannya.


Wushhhhh


Seorang wanita cantik dengan rambut berwarna hitam legam panjang, tiba-tiba muncul disebelahnya. "Menurut perhitunganku, perang akan terjadi 4 bulan lagi"


"Jangan ganggu aku saat sedang menikmati malam, XinXin" Pria itu menatap wanita disebelahnya dengan tatapan sayu.


Wanita yang dipanggil XinXin itu menatap pria didepannya, lalu tersenyum dan duduk disebelahnya, "Apakah keindahan malam ini tidak bisa dibandingkan denganku?"


"Malam ini memang indah, tapi kau.... Kau tidak bisa dibandingkan dengannya"


"Dalam artian buruk? Atau artian baik?"

__ADS_1


"Hmmm....."


"Sial kau!" XinXin mencubit lengan pria itu dengan kesal.


"Aw.... Jangan cubit aku XinXin, itu sakit" Pria itu dengan lembut melepaskan cubitan wanita itu.


"Aku tak yakin seorang iblis kuno sepertimu bisa merasakan sakit" Wanita itu cemberut sembari menggerutu kesal.


"Walaupun sekarang aku iblis kuno, tapi dimasa lalu aku adalah seorang pangeran. Seorang pangeran yang bisa merasakan sakit dalam bentuk fisik, maupun mental"


"Hahh.... Dari dulu kau memang tidak berubah, pangeran Xiao" XinXin memeluk erat lengan pria itu, sembari memejamkan matanya.


***


Didalam goa bawah tanah yang sangat dalam, terlihat satu orang pria dengan rambut hitam panjangnya yang acak-acakan, sedang berdiri diatas sebuah gundukkan batu yang setinggi bukit. Dibelakanganya, terlihat ratusan orang dengan jubah hitam sedang berdiri mengitari satu orang itu.


"Waktunya tak akan lama lagi, waktu dimana alam atas hanya dipimpin oleh satu kekuasaan mutlak, kerajaan Anzhen!!!!"


"Wooooo"


"Wooooo"


"Wooooo"


Para orang-orang berjubah hitam itu bersorak-sorai saat mendengar pernyataan pria itu.


***


"Aku sudah mengumpulkan 25 pecahan kunci, dan hanya tersisa 5 lagi, 3 dikekaisaran Zhou, 2 dikekaisaran Bei." Selama 6 bulan penuh, Xin Huang berkeliling dialam atas untuk mencari pecahan-pecahan kunci yang setidaknya bisa dia ambil.


"Aku akan mengumpulkan sisanya saat perang sudah usai, dan saat ini, aku akan bersembunyi didalam duniaku sembari bermain dengan putriku yang cantik." Bukan rasa rindu saja yang membuat Xin Huang ingin pulang, tapi rasa takut akan Hua Mei marah jugalah yang mendorong Xin Huang untuk pulang kedunianya.


"Hahh.... Semoga saja Hua'er masih mau memberiku jatah" Xin Huang menghela nafas lesu, sebab dia merasa bahwa Hua Mei menjadi pemarah semenjak melahirkan Lian Mei, dia tidak tahu alasan pastinya, tapi dia akan terus berusaha untuk membuat Hua Mei tidak marah-marah.


Xin Huang memejamkan matanya, lalu tiba-tiba menghilang dari tempat asalnya berdiri.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2