Power System

Power System
Penguasa Tunggal


__ADS_3

Duarrrrrrrrrrr


Seluruh penduduk benua Dazhou menyipitkan matanya akibat sebuah ledakkan yang bersinar terang diatas langit, walaupun hanya terlihat setitik saja.


"Apa itu ibu....? Aku takut...." Sebuah perang besar yang mampu memporak-porandakan alam atas, tentu saja tidak akan bisa ditampung oleh mental seorang anak kecil yang masih tidak tahu apa-apa, apa lagi seorang perempuan seperti dia, mahluk yang sangat mengandalkan perasaan daripada kekuatan.


"Tenanglah sayang, itu hanya sebuah bintang yang meledak dari kejauhan, tidak akan memusnahkan kita kok." Seorang wanita yang berperan sebagai ibu dari gadis kecil itu, menenangkan anaknya dengan sebuah elusan hangat.


"Benarkah....?"


"Benar sayang, kita tidak akan kenapa-kenapa kok...."


"Syukurlah....." Beruntung sekali mereka berada ditempat yang sangat jauh dari ledakkan besar itu, lebih tepatnya, mereka berada dibagian timur benua Dazhou, bukan bagian barat dari benua Dazhou, sebab bagian barat benua Dazhou, sudah menjadi lahan tandus akibat pancaran panas yang dilepaskan ledakkan itu.


***


Sangat sial Xin Huang malah berdiam diri dibagian barat benua Dazhou, dia harus merasakan rasa sakit yang luar biasa saat seluruh kulitnya terbakar hebat oleh pancaran panas, namun dia tetap selamat karena dia adalah seorang setengah dewa.


"Huff...." Xin Huang menghela nafas saat melihat keadaan yang ada disekitarnya, kurang lebih setengah benua Dazhou sudah hancur dan penduduknya meninggal semua. Itu membuat hati Xin Huang sedikit sakit saat melihatnya. "Liu Wen...." Hati Xin Huang sangat panik saat tidak bisa merasakan lagi hawa keberadaan Liu Wen, dia dengan segera mengedarkan persepsi spiritualnya kesegala arah.


"Tidak ada! Kemana dia?!"


[Dasar pikun]


Xin Huang merasa kesal saat mendengar celetukan sistemnya yang tiba-tiba, "Jangan mengejekku! Cepat bantu aku mencari Liu Wen!"


[Huff.....]


"Kenapa? Kau menantangku?!" Amarah Xin Huang tertarik saat mendengar sistemnya yang menghela nafas.


[Liu Wen dengan refleks tuan masukkan kedalam dunia pribadi tuan, jadi dia selamat dari ledakkan itu, namun.... Sepertinya tuan tidak akan selamat]


Keringat dingin mulai bercururan membasahi punggung Xin Huang, dia benar-benar tidak sadar telah memasukkan Liu Wen kedalam dunia pribadinya, entah akan bagaimana reaksi penghuni didalam dunia pribadinya saat melihat Liu Wen, yang notabenenya adalah seorang wanita asing. "Gawat.... Lagi-lagi aku memasukkan wanita lain tanpa menjelaskan apapun kepada Hua'er." Xin Huang menggigit jarinya dengan tangan yang gemetaran.


Wushhhhhh


Bummmmmm.....


Perhatian Xin Huang teralihkan pada seseorang yang jatuh dari atas langit, sebuah kawah besar tercipta saat seseorang itu menginjakkan kakinya keatas tanah.


Shhhhhh


"Uhuk... Uhuk... Uhuk...." Asap-asap yang mengepul menghilang, terlihat sosok Wei Chuan sedang berdiri tegak ditengah kawah, dengan tubuh yang sangat luka parah, setengah tubuhnya menghitam karena luka bakar, dan otaknya mencair dan melumer dari kepala Wei Chuan yang sama-sama sudah tinggal setengah saja.


"Hm? Kaisar?" Xin Huang berjalan mendekati tubuh Wei Chuan.

__ADS_1


"Kau... Kau Xin Huang kan? Aku minta pil dong." Penglihatan Wei Chuan sudah menghilang, sebab kedua matanya telah hancur dan menghitam, dan dia tidak bisa lagi menggunakan persepsi spiritualnya, sebab seluruh Qi nya sudah habis.


Xin Huang tersenyum tipis, lalu mengangkat tangannya, "Tidak mau!"


Wushhhhh


Jleb!


Xin Huang menusuk jantung Wei Chuan menggunakan tangannya, tangannya juga sudah berubah menjadi tangan naga dengan sisik berwarna hitam, dia mengubahnya untuk menggunakan kemampuan menyerap milik naga hitam.


Wushhhhhh


"Khuok...." Wei Chuan merasakan perasaan sakit yang teramat saat sesuatu menusuk jantungnya, seluruh tubuhnya juga perlahan-lahan menciut kedalam tangan naga Xin Huang.


Wushhhhhh


Mulai dari dadanya, lengannya, kakinya, hingga akhirnya seluruh tubuh Wei Chuan terserap sepenuhnya kedalam lengan naga hitam Xin Huang.


[Ding! Berhasil membunuh Wei Chuan! Mendapatkan 1 Kuintiliun Poin Pengalaman dan mendapatkan 1 Kuadriliun Poin System]


"Haha... Mulai saat ini, aku sudah menjadi penguasa mutlak alam atas, inilah tujuanku yang sebenarnya! Menjadi orang yang paling kuat dialam atas, agar bisa bersantai sejenak untuk beberapa saat!" Hati Xin Huang tidak akan pernah bisa tenang saat ada seseorang yang lebih kuat darinya hidup disekitarnya, dia baru bisa tenang dan santai saat dia sudah menjadi yang terkuat, dan menjadi penguasa diatas orang-orang.


"Fyuhh...." Kali ini, Xin Huang sedang mempersiapkan hatinya untuk menghadapi Hua Mei, sudah berbulan-bulan dia tidak pulang dan melihat wajah Hua Mei, dia juga sudah lupa dengan wajah anaknya, dia merasa bahwa dia benar-benar ayah yang sangat buruk. "Tenangkan dirimu.... Tenangkan dirimu...." Xin Huang memejamkan matanya, sembari menghembuskan nafasnya.


"Ayo kita mulai!"


Wushhhhhh


***


"Apa itu....?" Tidak bisa dipungkiri bahwa ledakkan itu benar-benar menimbulkan ketakutan untuk semua orang, bahkan Yun Yue pun menjadi sedikit merinding saat melihatnya.


"Entahlah...." Zheng Yi yang tidak tahu apa-apa, hanya menjawab dengan seadanya.


"Mungkin itu sebuah kembang api." Qiqiu tiba-tiba menyahut pembicaraan mereka berdua dengan seekor ikan bakar diumulutnya.


Zheng Yi menggelengkan kepalanya, "Itu tidak mungkin, jika sampai terlihat sampai benua Qilong, pasti itu adalah ledakkan yang sangat besar, bahkan mungkin saja ledakkan itu sudah menghapus miliaran nyawa."


Qiqiu menelan ludahnya dan tidak menjawab saat mendengarnya.


Wushhhh


Sebuah hawa merinding yang tidak bisa dijelaskan, tiba-tiba dirasakan mereka bertiga saat sedang asik santai-santai.


Cklek...

__ADS_1


Zheng Yi mengambil posisi siap bertarung, dengan sebuah tombak emas digenggaman tangan kanannya. Yang lainnya pun juga mengambil posisi, Qiqiu yang bersiap-siap berubah menjadi raksasa, dan Yun Yue yang bersiap-siap dengan elemen cahaya bulannya.


Kresek...


Kresek....


Kresek.....


Rumput dan semak-semak bergetar, perlahan-lahan sebuah sosok seukuran manusia biasa mulai muncul, hingga setelah cahaya matahari menerpanya, mereka bertiga melihat seekor monyet dengan sebuah tongkat emas dipundaknya. "Dicari-cari dari dulu, eh ternyata pergi kebenua lain." Ya, monyet itu adalah Sun Mofa yang ditugaskan Xin Huang untuk mengambil pecahan kunci yang tersisa dibenua Hubei, namun pecahan kunci yang ada dibenua Hubei, tiba-tiba menghilang dan tidak tahu pergi kemana. Jadi saat Sun Mofa sampai dibenua Hubei, dia hanya bisa plonga-plongo tanpa tahu harus melakukan apa.


"Siapa kau?" Ucap Zheng Yi sembari menodongkan tombaknya pada Sun Mofa.


Sun Mofa yang sedang menggerutu, tiba-tiba menyeringai lebar dengan aura membunuh yang meluber kemana-mana. "Ini dia.... Ini dia!"


Wushhhhhhh


Tiba-tiba Sun Mofa berdiri dibelakang mereka bertiga, dengan tombak emas Zheng Yi digenggaman tangannya. "Huh?" Sun Mofa meraba-raba tombak emas itu, "Baiklah, aku mengerti." Setelah itu, Sun Mofa menggerakkan jarinya seperti mencubit sesuatu, dan terlihat sebuah lapisan emas yang sangat berat dan tajam tertarik kearah cubitan Sun Mofa.


Srekkkkk


Sun Mofa mencabut lapisan emas yang menyelimuti tombak itu dengan mudah, "Akhirnya ketemu." Pecahan kunci yang sebenarnya, adalah lapisan emas yang menyelimuti tombak itu, Zheng Yi mendapatkan lapisan emas itu saat sedang bermain-main dengan tombaknya diatas gunung.


Wushhhhhhhh


Tiba-tiba sebuah tendangan menyerang Sun Mofa, namun Sun Mofa dengan santainya menghindari itu dengan mudah.


"Kembalikan tombakku bangsat!" Zheng Yi membalikkan tubuhnya, dan melakukan tendangan 360°


Wushhhhhh


Lagi-lagi Sun Mofa bisa menghindari itu dengan mudah, "Apasih sial!" Sun Mofa mengepalkan tangannya, dan hendak memukul Zheng Yi, namun dia menghentikan itu saat langit tiba-tiba menjadi gelap.


"Mati kau monyet!" Qiqiu yang sudah menjadi raksasa, menginjak-injak Sun Mofa dengan ganas, Zheng Yi yang kebetulan ada didekat Sun Mofa, diselamatkan oleh Yun Yue dengan kecepatannya yang sangat cepat.


Duakkkk


Duakkkkk


Duakkkkkk


Duakkkkkkk


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2