Power System

Power System
Alam Atas


__ADS_3

(Disebuah gurun pasir yang sangat luas)


"Heh... Hehe... Hehehe.... Seseorang yang sudah mencapai puncak dari segalanya, dibuat ketakutan oleh gurun pasir yang tak bernama ini" ucap lirih seorang pria tua berambut putih dengan banyak luka disekujur tubuhnya.


"Bukan ketakutan... Hanya kewaspadaan" jawab datar seorang bola putih yang melayang-layang.


"Hahahaha, kau waspada karena takut! Orang yang katanya sudah melepas semua masalah keduniawiannya malah dibuat ketakutan oleh gurun tak bernama ini, Hahahaha" pria tua itu masih bisa tertawa lepas, bahkan saat tenggorokannya sudah hampir hancur.


Bola putih itu tidak menanggapinya, dia masih melayang-layang diatas langit dengan santai. "Sudah kuduga... Mahluk Fana tak akan pernah tahu apa tujuanku yang sebenarnya" ucap Singkat bola putih itu, lalu tiba-tiba menghilang dari sana.


Wushhhhhh


"Hahahaha........" Pria tua itu tertawa lepas sekali lagi, lalu ambruk tersungkur ke tanah. "Hahhh... Sudah pasti neraka yang akan menungguku" gumam pelan pria tua itu sebelum menutup matanya untuk selama-lamanya.


.


.


.


.


(Hutan Ang, Terletak jauh disebelah selatan reruntuhan kerajaan Anzhen)


Wushhhhhh


Muncul sebuah cahaya putih yang memuntahkan dua orang muda-mudi.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk...." Xin Huang dan Hua Mei terombang-ambing didalam perjalanan ruang dan waktu selama satu bulan penuh.


"Xin.... Aku tidak mau mengalami itu lagi" Ucap Hua Mei lesu.


"Jangankan kau, aku pun tidak mau mengalami itu lagi" Xin Huang bersandar pada batang pohon didekatnya.


"Jadi... Ini alam atas ya?" udara aneh yang membuat hidung sakit dirasakan Hua Mei saat pertama kali menginjakkan kakinya di alam atas.


"Hidungmu sakit?"


"Ya..."


"Kau harus naik tingkat ke level Mortal agar hidungmu tak sakit lagi" Hua Mei yang sudah terbiasa menghirup udara Qi Biasa, akan merasakan sakit dihidungnya saat menghirup udara Qi Dewa.


"Baik Xin...." Hua Mei duduk bersila, lalu memejamkan matanya.


"Serap saja semua Qi Dewa nya, Hua'er. Sampai Dantian kau meledak, jangan pernah kau hentikan penyerapannya"


"Meledak?"


"Betul, Qi Yang ada didantianmu adalah Qi Biasa, bila dipadukan dengan Qi Dewa, maka akan terjadi ledakan yang sangat besar, dan saat itu terjadi, kau sudah secara resmi memasuki ranah Mortal"


"Baiklah Xin....." Hua Mei memulai menyerap Qi Dewa disekitarnya.


"Aku akan memasang formasi disekitar agar Hua'er tak diserang monster" Xin Huang memotong lengannya, lalu mengumpulkan darahnya didalam ember besar. Setelah memotong lengannya tiga kali, akhirnya ember besar itu penuh dengan darah Xin Huang. "Fyuhhhh" Xin Huang mengambil kuas, lalu mulai menulis huruf-huruf aneh dipermukaan tanah, Xin Huang terus menulis tulisan itu sampai membentuk satu lingkaran dengan Hua Mei yang duduk bersila ditengahnya. "Selesai!" Xin Huang mengelap keringat didahinya.


Sringggg


Wussshhhhhh


Tulisan-tulisan aneh itu bersinar terang, lalu tiba-tiba muncul sebuah aura merah yang perlahan-lahan mulai membentuk sebuah kubah pelindung.

__ADS_1


"Fyuhh... Baiklah, saatnya aku kabur" Xin Huang berlari dari sana. "Walaupun aku kuat, aku tetap masih bisa terluka akibat dampak ledakkan itu" gumam pelan Xin Huang, lalu menambah laju larinya.


Wushhhhhhhhh


.....


"Erghhh" Qi Dewa dan Qi Biasa milik Hua Mei saling beradu didalam dantiannya. "Cepat... Cepat... Cepat..." Hua Mei merasakan sakit yang teramat di bagian perutnya.


Sringgggggggg


Qi Dewa yang diserap Hua Mei mulai melahap Qi Biasa miliknya. Keduanya mulai saling melahap, dan mulai berputar-putar didalam Dantian Hua Mei. "Erghhh" Sebutir keringat mulai bermunculan diwajah Hua Mei. Kedua Qi itu menyatu dan membentuk sebuah pusaran emas. Pusaran itu terus berputar dengan sangat cepat didalam Dantian Hua Mei. "Ayo! Meledak!" Hua Mei mempercepat pusaran itu.


Sringggggggg


Pusaran itu mulai memancarkan cahaya emas, cahaya emas itu lama-lama mulai membesar dan terus membesar hingga akhirnya timbul ledakkan besar.


Duarrrrrrrrrrrrrrr


Ledakan besar berdiameter 100 KM terjadi akibat pusaran emas didalam dantian milik Hua Mei.


"Erghhhh" Xin Huang yang lari sangat cepat pun masih terkena ledakkan itu. "Sial! Teleportasi!" Xin Huang terpaksa berteleportasi untuk menghindari ledakkan itu.


***


"Fyuhhhh.... Level Mortal (2)" Hua Mei merasakan kekuatannya bertambah 200 kali lipat. "Akhirnya aku bertambah kuat, aku tidak akan membebani Xin lagi!" ucap Hua Mei semangat.


Blink!


Tiba-tiba muncul Xin Huang disebelah Hua Mei. "Hua'er.... Apakah kau sudah selesai?"


"Sudah Xin...." Hua Mei menganggukan kepalanya.'


"Ya"


Wushhhhhh


Keduanya melesat diatas langit. "Xin, apa kau tidak akan menerobos ke level Mortal?" tanya Hua Mei dilangit.


"Tidak, nanti saja" Sebenarnya Xin Huang sudah menerobos ke level Mortal, malah sudah sampai ke level raja. Untuk mencapai ke level Saint, dibutuhkan tempat yang benar-benar tenang, dan sudah pasti akan memakan waktu yang sangat lama.


"Begitu.... Lalu kita sekarang akan kemana?"


"Aku merasakan sesuatu disebelah Utara sana"


"Merasakan sesuatu? Apa itu?"


"Entahlah, tapi yang pasti, aku merasakan aura yang mirip dengan Raja Naga"


"Aura yang mirip Raja Naga? Aura Naga?"


"Betul!"


"Baiklah Xin, ayo kesana!"


"Ya!" Xin Huang dan Hua Mei menambah laju terbangnya.


Wushhhhh


***

__ADS_1


"Ini...." Sebuah reruntuhan bangunan-bangunan besar, terlihat dihadapan Xin Huang dan Hua Mei.


"Apakah ini bekas kerajaan yang hancur?" Xin Huang mengedarkan pandangannya pada reruntuhan itu.


"Sepertinya begitu...." Hua Mei memejamkan matanya. "Xin... Apa kau merasakannya?"


"Merasakan apa?"


"Aura kebencian..."


"Aura kebencian? tidak, aku tidak merasakannya"


"Tapi aku merasakannya Xin! Aura kebencian itu ada dibawah tanah reruntuhan ini!!!"


"Benarkah?"


"Benar Xin!!!"


"Ya sudah, ayo kita Cek" Xin Huang mendarat di permukaan. "Apa Hua'er menipuku?" Batin Xin Huang yang curiga pada Hua Mei.


"Cepat Xin!"


"Baiklah, baiklah" Xin Huang menyentuhkan tangannya ke tanah. "Teknik Elemental Tanah: Jurang Dalam"


Wushhhhhhhhh


Kretak.... Kretak.... Kretak.... Kretak.....


Muncul retakkan-retakkan kecil di permukaan tanah, retakkan-retakkan itu perlahan-lahan mulai membesar dan terus membesar, hingga akhirnya sebuah jurang sepanjang 10 Km, dan selebar 1 Km terlihat di permukaan tanah.


"Hmmmm....." Xin Huang memandang jurang didalamnya. "Hua'er!, apa kurang besar?!" teriak Xin Huang pada Hua Mei yang sedang melayang diatas langit.


"Sudah cukup Xin!!!" Hua Mei melayang kebawah. "Ikuti aku Xin" Hua Mei melayang kedalam jurang itu.


Wushhhhh


"Tunggu!" Xin Huang mengikuti Hua Mei memasuki jurang.


Wushhhhhh


....


"Dimana Hua'er?!!"


"Ikuti saja Xin! Jangan banyak tanya!!"


"Kau tidak menipuku kan?!!!"


"Tidak!!! Percaya saja padaku!!!"


Xin Huang dan Hua Mei terus melesat turun kedalam jurang itu. Hingga akhirnya mereka berhenti, saat melihat sesuatu yang sangat besar.


"I-Ini...."


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2